From: Rosdiana Netty (AO Krw) 

Cukupkah 490 Kali Maaf ?

Yesus sendiri yang mengatakan bahwa kita harus memaafkan orang lain sebanyak 
tujuh kali tuju puluh kali (Mat 18:22). Namun Dia tidak bermaksud memerintahkan 
kita membawa-bawa kalkulator untuk menghitung berapa kali kita harus memaafkan. 
Memaafkan tidak memperhitungkan jumlah. Memaafkan adalah bagian dari kehidupan 
Kristiani. Selama manusia belum mampu melepaskan diri dari rasa kebencian 
(hatred) dan kepahitan (bitterness), manusia akan selalu membutuhkan untuk 
memaafkan. Pada kenyataanya, banyak dari kita yang masih men-salah artikan 
konsep memaafkan ini. 

Memaafkan Tidak Melupakan.
Tuhan tidak akan melupakan dosa-dosa kita. Dia adalah Tuhan yang Maha Tahu. 
Ketika Dia mengatakan tidak akan mengingat dosa kita, yang dimaksud adalah, 
bahwa Dia tidak akan menggunakan perbuatan dosa kita untuk menentukan masa 
depan kita selanjutnya.
Memaafkan bukan berarti kita tidak boleh mengungkapkan  kembali kesalahan orang 
lain dengan tujuan pencarian kebenaran. Memaafkan harus timbul dari hati yang 
terdalam agar kita benar dihadapanNya dan lepas dari parasaan kepahitan. 

Memaafkan Tidak Mentoleransi Dosa.
Yesus memaafkan, namun Dia tidak mentoleransi dosa.
Setiap manusia harus mempertanggung jawabkan dosa yang dia lakukan.

Memaafkan Tidak Menyangkal Emosi dan Sakit Hati Kita.
"Saya telah memaafkan teman saya". 
"Bagus, untuk apa kau memaafkan temanmu?"
"Untuk sesuatu yang dia lakukan pada saya".
"Apa yang dia lakukan padamu?"
"Ah, saya tidak mau menceritakannya!" 

Orang semacam ini sesungguhnya belum memaafkan temannya. Dia hanya berusaha 
lari dari kepahitan yang dia alami. Jika kita hendak mengubur masa lalu kita, 
kita tidak akan pernah bisa menguburnya. Mereka akan kembali ke permukaan dalam 
bentuk penyakit fisik, masalah emosi, atau konflik interpersonal. Jadi apakah 
memaafkan itu??

Memaafkan adalah:"Membuang segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian 
dan fitnah. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih 
mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah 
mengampuni kamu"(Ef 4:31-32)
Bagaimana Kritus mengampuni kita? Dia mengemban dan mengorbankan diriNya 
sendiri demi menebus dosa2 kita tadi. Memaafkan adalah menerima untuk menjalani 
hidup
dengan konsekwensi dosa orang lain.

Fairkah itu? Jelas tidak fair! Namun itulah yang harus kita lakukan. Pada 
kenyataannya, setiap manusia hidup dengan konsekwensi dosa orang lain. Kita 
semua hidup dengan konsekwensi dosa Adam. Pilihan yang sesungguhnya adalah: 
Hidup dengan ikatan dari kepahitan, atau kebebasan dari sikap memaafkan.

Jadi di manakah letak Keadilan? Ada di kayu salib dari Yesus Kristus Juru 
Selamat. Kita tidak akan pernah menemukan keadilan di dunia ini. Itulah mengapa 
kita harus memaafkan orang lain dan mempercayakan Tuhan untuk membuatnya 
menjadi kebenaran yang abadi.
===========================================
From: Leonora Febriany 

S.E.M.U.A.     T.E.R.L.E.T.A.K.     D.I.T.A.N.G.A.N.M.U.

Disebuah desa yang terletak di kaki suatu gunung, hiduplah seorang yang sangat 
arif bijaksana  dan dikenal sangat pandai dalam memecahkan masalah, sehingga 
banyak orang datang kepadanya untuk meminta nasihat.
Satu hari datanglah dua orang pemuda yang ingin "menguji" orang bijaksana tadi, 
apakah benar, orang itu bijaksana dan pandai.
Setelah berbasa-basi sejenak,berkatalah pemuda tadi sambil memegang seekor 
burung di tangannya yang disembunyikan dibelakang punggungnya,: "Kalau memang 
engkau seorang yang bijaksana & pandai, tahukah Bapak burung yang saya pegang 
ini  HIDUP atau MATI ?" 

Setelah berfikir sejenak, sambil tersaenyum orang bijak tadi menjawab :" Anak 
muda, engkau bermain-main dengan NYAWA seekor burung, kalau aku menjawab burung 
itu mati, maka engaku akan melepaskan burung itu terbang, tetapi kalau aku 
berkata burung itu hidup, maka engkau akan mencekik lehernya dan mengatakan ini 
seekor burung yang mati sambil mentertawakannku seolah-olah aku yang kalah dan 
kamu yang menang. Hidup dan mati burung itu ada ditanganmu"

"Demikian juga dengan hidup dan masa depanmu anak muda.Semua tergantung pada 
niatmu. Setiap hari adalah pilihan-pilihan. Ketika bangun tidur, engkau 
dihadapkan pada pilihan-pilihan : HIDUP BERKEMENANGAN atau MENJADI PECUNDANG, 
HIDUP MENJADI BERKAT  atau  MENDATANGKAN LAKNAT, MENDAPAT  INSENTIF  atau  
PAHIT"

Begitu pula dengan kita, hari ini ada begitu banyak pilihan tersedia, dan semua 
keputusan, kita yang harus menentukan dan bertanggung jawab, tetapi marilah 
kita memutuskan dengan hikmat dan tuntunannya.

Kata-kata bijak berkata :
"....Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk " 
(Ul 11 : 26)
".... kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah 
kehidupan, supaya engkau hidup, ......"  (UL 30 : 9 )

SELAMAT  BERKARYA, SUKSES  UNTUK  KITA  SEMUA

[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke