From: "sabda" <[EMAIL PROTECTED]>
Salam kasih dalam Yesus Kristus,
Matius 28:19-20 berbunyi:
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan
baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan
ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan
kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai
kepada akhir zaman." < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Matius+28:19-20 >
Ayat di atas adalah dasar bagi para misionaris untuk memberitakan
Injil, Kabar Sukacita tentang janji keselamatan yang diberikan
kepada umat manusia melalui Yesus Kristus. Namun, perintah ini
tidaklah mudah untuk dilakukan, terkhusus untuk memberitakan Injil
ke daerah-daerah terpencil atau daerah yang jauh dari peradaban
kota. Perbedaan cara hidup, cara berpikir, dan budaya di tempat kita
memberitakan Injil bisa menjadi kesulitan dalam mengabarkan Injil.
Tetapi, dengan pertolongan dan kekuatan dari Tuhan, pelayanan yang
sulit ini bisa dilakukan dan membawa hasil yang memuliakan nama-Nya.
Salah satu buktinya adalah pengalaman yang kami sajikan dalam Kolom
Kesaksian Misi minggu ini. Anda akan kami ajak untuk mengikuti
perjalanan misi pendek dari seorang pelayanan Tuhan yang pergi ke
Kenya untuk memberitakan Injil. Banyak pelajaran penting yang ia
dapatkan dari perjalanan ini. Karena itu, kami pun berharap Anda
bisa belajar dari pengalamannya yang sangat berharga ini.
Selain itu, kami juga menyajikan review dua situs yayasan yang
bergerak dalam bidang pemberitaan Injil, yang kami harap bermanfaat
bagi Anda. Kami juga ingin mengajak Anda untuk terlibat dalam
pelayanan misi di China, International, dan Rusia melalui dukungan
doa Anda. Dan tak lupa, doakan juga pokok doa bagi Bangsa Indonesia,
yang kali ini menyoroti tentang kebutuhan di bidang kesehatan.
Selamat melayani! (Puj)
Redaksi e-JEMMi
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
ANDA DAPAT MELAKUKAN APA PUN YANG ANDA SENANGI
ASALKAN SEMUA ITU MENYENANGKAN ALLAH
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* KESAKSIAN MISI *~
DALAM SEPATU PENGINJILAN
========================
Jika saya harus mengatakan sesuatu tentang perjalanan penginjilan
kami ke Kenya, saya akan mengatakan bahwa perjalanan tersebut
terlalu singkat. Walaupun perjalanan selama satu minggu pada Juni
2000 itu sangat singkat, perjalanan itu memberikan dampak bagi saya
dan orang lain yang tergabung dalam kelompok penginjilan kami, yang
terdiri dari dua saudari, satu saudara dari Skotlandia, dan tiga
saudara dari Singapura.
KISUMU
Jenis Kapel yang Berbeda
------------------------
Pada hari Sabat pertama kami di Kenya, kami menempuh jarak lima jam
bermobil dari ibukota Nairobi, ke sebuah kota bernama Kisumu. Di
Kisumu ada beberapa jemaat, tetapi belum ada gedung gereja, jadi
mereka mengadakan kebaktian di sebuah sekolah.
Separuh kelompok ditinggal untuk berkebaktian di Kisumu, sementara
separuh lainnya pergi ke dua desa lainnya, Alunga dan Bunde, untuk
mengadakan kebaktian. Saya senang berada di kelompok kedua sebab apa
yang saya lihat sungguh adalah pembuka mata. Saya melihat bahwa di
area ini kebaktian di dalam rumah-rumah dari lumpur dan di bawah
pepohonan bukanlah hal yang tidak biasa. Desa Alunga mempunyai
sebuah kapel, tapi bangunannya yang kecil hanya berupa susunan
rangka kayu yang bagaimanapun tidak dapat melindungi dari hujan. Di
Desa Bunde kami mengadakan kebaktian di bawah pepohonan rindang.
Tapi entah itu kayu atau daun, Tuhan berbaik hati memberikan langit
yang cerah di atas kepala kami.
Keramahtamahan Saudara Kita
---------------------------
Setelah kebaktian di Alunga dan Bunde, beberapa saudara mengundang
kami ke rumah mereka. Mereka menawari kami ugali (makanan yang
terbuat dari tepung jagung), nasi, kari, dan teh. Orang-orang di
Afrika biasanya makan hanya dua kali sehari. Makanan pokoknya
terdiri dari ugali, nasi, daging kambing, ayam, dan ikan.
Seperti kebanyakan rumah-rumah di Afrika, rumah mereka dibuat dari
lumpur, dengan atap dari jerami atau seng. Herannya, seni membangun
rumah lumpur ini juga merupakan teknologi. Lumpur dipadatkan di
sekeliling sebuah rangka kayu untuk membentuk dinding, lalu kotoran
sapi diratakan pada dinding dan lantai. Kombinasi unik lumpur dan
kotoran sapi ini dapat menahan unsur-unsur alam yang keras dan
herannya, dapat mengusir nyamuk.
Mujizat Turunnya Hujan
----------------------
Ketika kami tiba di Kenya, negeri itu telah menderita kekeringan
selama lima bulan. Kemarau itu cukup serius sehingga pemerintah
mengumumkannya sebagai bencana nasional. Ketika kelompok penginjilan
kami mengetahui tentang kekeringan ini, setiap kali berdoa, kami
bersama-sama saudara-saudari Afrika dengan sungguh-sungguh memohon
agar hal itu segera berakhir.
Waktu bersepeda keluar dari Bunde, orang Afrika yang mengendarai
sepeda saya (saya duduk di belakangnya) menjelaskan kesulitan-
kesulitan yang disebabkan oleh kekeringan ini. Dia menyebutkan
terjadinya kekurangan makanan yang dihadapi oleh penduduk desa dan
bagaimana usaha-usaha yang dilakukan untuk meningkatkan panen itu
akhirnya sia-sia saja. Hampir sepanjang waktu itu saya hanya bisa
mendengarkan ceritanya dalam kebisuan, merasakan iba yang memilukan
hati terhadap jiwa-jiwa malang ini.
Tak disangka-sangka, dalam perjalanan meninggalkan desa ini, hujan
mulai turun! Ini sungguh merupakan mujizat dan peringatan bagi kita
bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup. Peristiwa unik ini
mengingatkan saya pada 2Tawarikh 7:14, yang berbunyi: "Dan umat-Ku,
yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari
wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku
akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta
memulihkan negeri mereka."
KILGORIS
Transportasi
------------
Pada hari Minggu, kelompok penginjilan kami pergi ke kota kecil lain
bernama Kilgoris.
Di Kenya kami biasanya bepergian dengan bis, truk, mobil, sepeda,
atau taksi (biasanya hanya di Nairobi). Sepeda adalah alat
transportasi umum di pedesaan, dan perjalanannya memakan waktu
antara setengah sampai satu jam. Kami tidak mengayuh, tetapi duduk
sebagai penumpang di belakang pengendara sepeda. Saya merasa kasihan
terhadap orang-orang ini karena mereka bekerja begitu keras, namun
menerima upah begitu sedikit.
Transportasi di Afrika umumnya tidak efisien; pengemudi sering
menunggu sampai kendaraannya penuh baru berangkat, dan kadang-kadang
acara menunggu ini dapat berlangsung sampai dua atau tiga jam. Kami
baru tiba di Kilgoris pada Minggu malam.
Kunjungan ke Rumah Sakit
------------------------
Tugas utama kami di Kilgoris adalah penginjilan karena di sana belum
ada jemaat yang dibaptis.
Pada hari Minggu kami mengunjungi sebuah rumah sakit di Kilgoris
yang menyediakan layanan pengobatan dengan biaya ringan kepada
penduduk desa yang sakit. Dua dokter (suami dan istri) mengelola
rumah sakit ini, dengan bantuan beberapa perawat penuh waktu. Mereka
kekurangan peralatan medis dan tempat tidur, jadi mereka menerima
peralatan bekas dari negara-negara yang lebih maju dan sedapat
mungkin memanfaatkan apa yang mereka miliki agar dapat menolong
semua pasien. Menurut ukuran kami rumah sakit tersebut peralatannya
menyedihkan, namun menurut ukuran mereka sudah cukup mewah.
Di rumah sakit itu kami mengadakan kebaktian pekabaran Injil, puji-
pujian, dan kunjungan dari bangsal ke bangsal. Dalam kunjungan kami
ke setiap pasien, kami khusus berdoa untuk penyakit masing-masing
orang dengan bahasa akal, berharap agar mereka juga dapat belajar
berbicara kepada Tuhan melalui doa. Kadang-kadang, kami menyanyikan
satu atau dua kidung pujian, dan banyak pasien yang bernyanyi dan
berdoa bersama kami.
Walaupun kebanyakan orang tidak memperlihatkan rasa sakit dan
penderitaan mereka, Anda dapat melihatnya dalam mata mereka sewaktu
Anda berbicara dan bernyanyi bersama mereka. Mereka tampak begitu
tidak berdaya dalam penderitaan mereka, Anda dapat merasakan bahwa
mereka sedang mencari secercah harapan yang samar-samar dalam
kehidupan mereka. Kami berharap bahwa melalui doa dan melalui kuasa
Tuhan, orang-orang ini dapat menyadari kebutuhan mereka akan Tuhan
dan entah bagaimana menjangkau dan menemukan Dia.
Kebaktian dengan Cahaya Pelita
------------------------------
Malam itu kami mengadakan kebaktian di rumah seorang wanita yang
sudah percaya, tetapi belum menyampaikan kesaksian bagaimana
anugerah Tuhan turun ke atas dirinya sejak dia percaya kepada Yesus
Kristus. Puji Tuhan, banyak yang datang untuk mencari kebenaran pada malam
itu.
Karena listrik dan air merupakan kemewahan bagi kebanyakan orang
Afrika, kami hanya punya satu lampu minyak tanah kecil sebagai
sumber penerangan di rumah yang gelap itu. Lampu itu diletakkan di
tengah ruangan, hampir-hampir tidak memberikan cahaya yang cukup
bagi setiap orang untuk melihat pembicara. Membaca dengan penerangan
seperti ini hampir tidak mungkin dilakukan, jadi para pembicara
harus menggunakan senter kecil untuk membaca ayat-ayat Alkitab.
Dalam rumah ini, saya memikirkan perbedaan antara kehidupan di kota
yang kaya dan kehidupan di pedalaman Afrika. Kehidupan di Afrika
berjalan dalam alur yang lebih lambat; tidak ada kesibukan gila-
gilaan seperti kehidupan kota, dan hampir setiap orang tidur lebih
awal. Mungkin inilah sebabnya mengapa tidak dirasakan adanya
kebutuhan akan lampu listrik yang terang di rumah-rumah. Saya merasa
bahwa orang-orang ini diberkati karena kehidupan mereka yang
sederhana membuat mereka dapat memiliki iman yang lebih sederhana
kepada Tuhan. Mungkin perhatian mereka tidak dialihkan oleh
banyaknya kemewahan dan kekuatiran dunia, seperti yang kadang kala kita
alami.
Anak-anak
---------
Di Kilgoris dan sepanjang perjalanan, saya mendapat kesempatan untuk
berhubungan dengan anak-anak Afrika. Anak-anak ini sangat menawan
dan bersahabat, dan mereka sungguh-sungguh dapat meluruhkan hati
Anda. Saya melihat bahwa mereka sangat berbeda dari anak-anak di
negara-negara maju, anak-anak Afrika lebih murni dan sederhana. Hal
ini membuat saya memikirkan perasaan Yesus ketika Dia menggendong
seorang anak kecil dan berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu
tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga." (Matius 18:3)
Anak-anak ini juga mengingatkan saya akan pentingnya pendidikan
agama. Membantu mereka belajar tentang Juruselamat selagi mereka
masih muda dapat membentuk mereka menjadi orang dewasa yang takut
akan Tuhan. Hampir semua tempat yang kami kunjungi punya kelas-kelas
terpisah untuk anak-anak, tetapi masih sangat membutuhkan banyak
guru pendidikan agama dan pemimpin pujian.
Menginjili Kepala Suku
----------------------
Pada hari Selasa kami mengunjungi kepala desa suku Masai dan
mengadakan kebaktian pekabaran Injil kecil di rumahnya. Saya melihat
ada warga suku yang mengenakan seragam perang suku Masai dan membawa
tombak, busur, dan anak panah. Mereka selalu berjaga-jaga, siap
untuk melindungi tanah dan ternak mereka dari usaha pencurian yang
kadang-kadang dilakukan suku tetangga. Ini menggambarkan betapa
tidak stabilnya kehidupan di pedalaman Afrika.
PULANG KE RUMAH
Pada hari Rabu kami mengunjungi Teluk Kendu. Ada rencana untuk
membangun gereja di sana. Kami bertemu dengan pengurus gereja
setempat untuk memberikan beberapa petunjuk mengenai rencana
pembangunan gereja, juga tentang masalah-masalah administrasi lainnya.
Setelah Teluk Kendu, kami menempuh perjalanan kembali ke Kisumu. Di
sana kami berpisah dengan seluruh rombongan dan mengarah kembali ke
Nairobi. Pada hari Kamis siang, kami bertiga dari Singapura mengejar
pesawat pulang ke rumah. Kami hanya menghabiskan satu minggu dalam
pekerjaan nyata penginjilan, dan ini pasti terlalu singkat.
ALAMILAH SENDIRI
Selama perjalanan, kami tinggal di hotel-hotel yang dipenuhi
serangga dan sering kekurangan air dan listrik. Air mandi, kadang-
kadang, diambil dari sumur, dan ada satu tempat yang tidak punya
toilet. Tapi di tengah kondisi seperti itu, saya mendapatkan
beberapa pelajaran berharga dari perjalanan ini.
Kemiskinan orang-orang Afrika adalah pemandangan yang tak akan saya
lupakan. Setelah dihadapkan pada kemiskinan luar biasa seperti ini,
saya jadi lebih menghargai berkat-berkat Tuhan dalam kehidupan saya.
Hal ini membantu saya untuk memahami dan berempati terhadap orang-
orang yang berjuang melawan kemiskinan.
Melihat betapa berbedanya cara hidup orang-orang dan berpikir dalam
pola pikir budaya yang lain telah membantu meluaskan cakrawala
pikiran saya. Saya belajar bahwa dalam usaha mengajarkan tentang
Tuhan kepada orang lain, kita tidak dapat selalu menggunakan cara
yang sama, khususnya dalam budaya lain dan negara lain. Yang
terpenting, saya melihat betapa orang-orang ini sungguh sangat
membutuhkan Tuhan. Ada begitu banyak orang yang menderita, dan hanya
Tuhan Yesus Kristus yang dapat melepaskan mereka.
Saya sungguh bersyukur karena Tuhan memberi saya kesempatan untuk
berjalan dalam sepatu penginjilan walaupun hanya sebentar. Jika Anda
tertarik untuk melayani Tuhan dalam pekerjaan penginjlan, dan pada
saat yang sama mendapatkan beberapa pelajaran penting, saya sangat
menganjurkan agar Anda mengalami sendiri kesempatan ini.
Kiranya segala kemuliaan hanya bagi Tuhan kita Yesus Kristus.
Sumber diedit dari:
Judul Buletin: Warta Sejati, Edisi 43/2004
Judul Artikel: Dalam Sepatu Penginjilan
Penulis : Joshua Koh
Penerbit : Departemen Literatur Gereja Yesus Sejati, 2004
Halaman : 35 - 40
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* SUMBER MISI *~
WORLD GOSPEL MISSION ==> http://www.wgm.org/
Dengan 350 lebih misionaris dan staf pendukung yang melayani di 15
lebih negara, World Gospel Mission (WGM) berkomitmen untuk
mengenalkan Kristus kepada setiap orang dan mewartakan Injil sampai
ke ujung dunia. "Dengan tuntunan Roh Kudus, para misionaris WGM
menuntun pria, wanita, dan anak-anak untuk menjalin hubungan pribadi
dengan Kristus. Perintah Tuhan untuk memberitakan Injil ke seluruh
dunia merupakan jantung setiap pelayanan kami." WGM melakukan
pelayanan dalam bidang perintisan gereja, penginjilan, pemuridan,
pendidikan, perawatan medis, kesehatan, pertanian, misi penyelamatan
korban bencana, literatur, penerbangan, dan lain-lain. Informasi
selengkapnya tentang pelayanan WGM bisa Anda peroleh saat berkunjung
ke situsnya di bagian Get Involved, Fields, Missionaries, Support
Missions, Prayer Calendars, Lifeline, dan lain-lain.
UNITED WORLD MISSION ==> http://www.uwm.org/
Sejarah tentang United World Mission (UWM) dimulai dari kerinduan
untuk melihat kesatuan orang percaya di setiap kota, desa, dan
komunitas di seluruh dunia. UWM memiliki kemampuan khusus di bidang
perintisan gereja dengan cara memperlengkapi dan memobilisasi para
pemimpin gereja lokal. Visi UWM adalah menyaksikan gereja yang aktif
menyembah Allah dan memuridkan banyak orang sehingga bisa menjangkau
setiap orang yang belum mengenal Allah di seluruh dunia. UWM bekerja
sama dengan gereja-gereja lokal agar bisa mengembangkan pelayanan
gereja-gereja tersebut dan melibatkannya dalam gerakan perintisan
gereja. UWM adalah pelatih bagi para perintis gereja dan pemimpin
gereja yang rindu untuk memberikan dampak bagi gerejanya. Silakan
mengakses bagian Going With Us dan Getting Involved di Situs UWM
untuk mengetahui rincian pelayanannya.
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* DOA BAGI MISI DUNIA *~
C H I N A
Mengajar bahasa Inggris merupakan cara baru untuk menuai jiwa. Di
China, mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa kedua telah terbukti
menjadi pembuka pintu bagi masuknya Injil. Robin Pocklington dari
SEND International mengatakan bahwa ini adalah saat-saat dimana para
pelajar mulai terbuka. Kemudian, Pocklington mengatakan bahwa ada
tim jangka pendek yang akan datang untuk melayani. "Kami menemukan
kira-kira seperempat atau sepertiga jumlah mahasiswa di perguruan
tinggi yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan akhirnya mereka
sampai pada suatu titik dimana mereka berkomitmen untuk menerima
Kristus." Pocklington mengatakan bahwa tim pelayanan yang terdiri
dari kaum muda ini tidak hanya melayani para pelajar, tetapi tim ini
mulai menemukan terbukanya kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan
karir baru. "Seiring dengan berjalannya waktu kami terus menemukan
bahwa sejumlah anak muda yang telah mengikuti pelayanan misi jangka
pendek ini merasakan panggilan Tuhan dalam hidup mereka untuk
terlibat secara penuh dalam pelayanan misi. Beberapa dari mereka
mendedikasikan hidupnya untuk menjadi misionaris."
[Sumber: Mission Network News, May 18th 2005]
Pokok Doa:
----------
* Doakan para pelajar di China yang mulai terbuka terhadap Injil dan
berdoa agar mereka dipersiapkan untuk menerima Kristus sebagai
Juruselamat, bahkan untuk terlibat dalam pelayanan misi.
* Berdoa supaya tim misi jangka pendek yang diutus SEND
International mendapatkan hikmat agar melalui pelayanan yang
dilakukan dapat membawa orang kepada Allah.
I N T E R N A T I O N A L
Community Health Evangelism mengarahkan fokusnya bagi para penderita
HIV/AIDS di seluruh dunia. Antara 35 sampai 44 juta orang hidup
sebagai penderita HIV/AIDS. Tahun lalu hampir empat juta orang
meninggal. Masih adakah pengharapan? Harapan hanya ada dalam
Kristus, oleh karena itu Medical Ambassadors International mencoba
melawan problema kehilangan pengharapan tersebut melalui program
Community Health Evangelism (CHE). Holly Freitas dari Medical
Ambassador mengatakan bahwa pemerintah sedang meminta bantuan umat
Kristen. Program CHE telah diberlakukan di 62 negara dan memiliki
dampak yang luar biasa. "Kami melihat adanya perintisan gereja kira-
kira satu gereja setiap minggu. Pelajaran-pelajaran dari program CHE
ditulis dengan cara mengintegrasikan kebutuhan rohani dan jasmani
dalam setiap pelajaran yang diberikan. Pengaruh dari pelajaran yang
diberikan tersebut dan multiplikasi yang terjadi merupakan sesuatu
yang fenomenal. SEND International bisa lebih banyak melakukan
pelayanan bila umat Kristen dari negara-negara Barat lebih terlibat
banyak dalam kegiatan ini.
[Sumber: Mission Network News, May 19th 2005]
Pokok Doa:
----------
* Berdoa bagi Medical Ambassadors International dan program CHE yang
sedang memberikan pengharapan sejati bagi para penderita HIV/AIDS.
Doakan supaya melalui penyakit tersebut, mereka bisa mengenal
Yesus yang bisa merasakan segala beban mereka saat ini.
* Doakan terjalinnya kerjasama yang baik antara Medical Ambassadors
International dan pemerintah di 62 negara dalam membantu para
penderita HIV/AIDS, baik untuk memenuhi kebutuhan kesehatannya
maupun kerohaniannya.
R U S I A
Setelah melakukan reorganisasi selama beberapa bulan, sekarang
pemerintah Rusia memberikan akreditasi kepada organisasi-organisasi
asing. Salah satunya adalah organisasi Buckner Orphan Care
International. Buckner's Tiffany Taylor mengatakan proses ini
berjalan sangat lama. "Sangat sedikit organisasi Kristen dari
Amerika yang diakreditasi kembali secara menyeluruh. Secara
keseluruhan hanya ada 37 organisasi yang diberi akreditasi dan lebih
kurang 20 di antaranya adalah organisasi dari Amerika. Sedangkan di
antara 20 organisasi tersebut, yang merupakan organisasi Kristen
bisa dihitung dengan jari." Hal tersebut berarti bahwa hanya sedikit
organisasi yang berfokus pada kegiatan adopsi dan mensharingkan
nilai-nilai kekristenan. Taylor mengatakan bahwa bagi organisasi-
organisasi Kristen tersebut, relasi dengan Kristus merupakan hal
terpenting. "Segala sesuatu yang dilakukan Buckner Orphan Care
International bagi anak yatim piatu di berbagai negeri harus
berkaitan dengan tujuan untuk mengenalkan anak-anak tersebut tentang
kasih Bapa melalui Injil yang diberitakan."
[Sumber: Mission Network News, May 20th 2005]
Pokok Doa:
----------
* Doakan Buckner Orphan Care International yang memiliki kesempatan
melayani anak-anak yatim piatu di Rusia. Doakan agar mereka dapat
menggunakan kesempatan ini dalam memenuhi kebutuhan jasmani dan
rohani anak-anak tersebut.
* Doakan supaya setiap pelayanan yang dilakukan oleh Buckner Orphan
Care International menjangkau dan menolong lebih banyak lagi anak-
anak yatim piatu di seluruh dunia.
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* DOA BAGI INDONESIA *~
Kondisi Kesehatan di Indonesia
------------------------------
Menurut Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, sekitar 8% anak usia
balita di Indonesia menderita busung lapar. Sedangkan khusus di NTB,
persentasenya mencapai 10%.
Ternyata tidak hanya busung lapar, saat ini ada beragam jenis
penyakit yang menyerang di beberapa wilayah Indonesia, antara lain
virus polio liar (VPL) yang saat ini menyerang 14 penderita di Jawa
Barat dan Banten. Selain itu, ada sekitar 328 warga kabupaten
Indragiri Hilir Riau terjangkit malaria dan mengganasnya wabah demam
berdarah di Ketapang Sampit.
[Sumber: Dari surat kabar dan televisi]
Pokok Doa:
----------
* Doakan departemen kesehatan Indonesia dalam menanggulangi beragam masalah
kesehatan dan penyakit yang saat ini melanda di wilayah- wilayah Indonesia.
* Berdoa untuk anak-anak Tuhan yang saat ini terlibat dalam
pelayanan kesehatan. Salah satunya adalah pelayanan Obor Berkat
Indonesia (OBI) yang ingin menyampaikan kasih kepada semua orang
melalui perhatian dan cinta kasih para dokter dan paramedis OBI.
* Doakan supaya terjalin kerjasama yang harmonis antara departemen
kesehatan di tingkat pusat, di tingkat daerah, dan dengan para
tenaga medis di lapangan sehingga bisa meningkatkan efektivitas
pelayanan bagi para penderita penyakit.
* Berdoa agar tersedia obat-obatan yang memadai dengan harga yang
terjangkau bagi masyarakat.
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* SURAT ANDA *~
From: Anita Runtuwene <need_u7@>
>Hi, senang bisa bertemu, walau hanya melalui e-mail. Melalui e-mail
>ini, saya minta tolong kirimkan artikel tentang suku-suku di
>Indonesia, jika ada.
>atasnya saya ucapkan trima kasih..
>Tuhan Yesus Memberkati....
Redaksi:
Untuk mendapatkan artikel tentang suku-suku di Indonesia, Anda bisa
berkunjung langsung ke Situs e-MISI (Mengabarkan Injil ke Seluruh
Indonesia) khususnya di bagian Doa bagi Suku. Selain itu, juga
tersedia informasi tentang suku di Indonesia di bagian Profil Suku.
Silakan berkunjung ke Situs e-MISI untuk mendapatkan artikel yang Anda
perlukan.
==> http://www.sabda.org/misi/ [Situs e-MISI]
==> http://www.sabda.org/misi/suku.php [Doa bagi Suku]
==> http://www.sabda.org/misi/profil.php [Profil Suku]
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* URLS Edisi Ini *~
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
* Obor Berkat Indonesia http://www.cbn.or.id/obi/profil.asp/
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi,
sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia. Thanks.
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
Bahan-bahan dalam e-JEMMi diambil dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2005 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Rudi Kurniadi, Lisbet, dan Tesalonika
Staf e-MISI dan Staf Redaksi <[EMAIL PROTECTED]>
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk kirim pertanyaan/saran/bahan: <[EMAIL PROTECTED]>
Untuk Situs e-MISI dan e-JEMMi http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA http://www.sabda.org/ylsa/
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?"
Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"' (Yesaya 6:8)
[Non-text portions of this message have been removed]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]
Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/