From: Arie Saptaji Yang Penting Bagian Dalamnya
"Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah" (I Ptr. 3:4). Teman saya, seorang kontraktor kecil-kecilan, menceritakan pengalamannya merenovasi sebuah rumah. Kalau dilihat oleh mata awam, rumah itu tidak kelihatan bermasalah. Catnya masih tampak bagus. Namun, kayu-kayunya sebenarnya sudah keropos. Bagian dalamnya digerogoti rayap. "Itulah lucunya. Catnya mahal, berkualitas bagus. Tapi kayunya malah kelas dua. Ketika harus direnovasi, biayanya jadi mahal sekali," paparnya. Kondisi yang sejajar dengan itu kian menggejala di sekitar kita. Berbagai iklan produk perawatan diri membanjiri baik media cetak maupun media elektronik. Kulit yang lebih putih atau awet muda disodorkan sebagai rahasia kebahagiaan hidup. Kita pun dipikat untuk berlomba-lomba mendandani diri. Perawatan diri yang patut memang sudah sewajarnya kita lakukan. Namun, Alkitab lebih memusatkan perhatian pada sisi yang lain. Kita didorong untuk terlebih dahulu membenahi bagian dalam, yaitu manusia batiniah atau karakter kita. Dandanan lahiriah bisa jadi hanya untuk menyelubungi kekeroposan hati. Sebaliknya, karakter yang saleh tak ayal akan "mempercantik" seluruh penampilan diri kita - tutur kata, sikap dan perilaku. *** * Arie Saptaji, penulis Let's Go Into Narnia: Mengenal Lebih Dekat Dunia Ajaib C.S. Lewis (Gradien, awal Juli 2005) & 4 buku lain. Situs: http://www.geocities.com/denmasmarto ================================================= From: Dewi Kriswanti SAHABAT ORANG PERCAYA Bacaan : Yesaya 42:3 "Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum." (Yesaya 42:3) Setelah kita percaya kepada Tuhan, dan diselamatkan bukan berarti jalan kehidupan kita lalu menjadi rata dan tanpa hambatan. Konsep berpikir dan beriman yang salah dari banyak orang Kristen adalah, kalau saya sudah ada di dalam Tuhan, maka tidak boleh ada masalah dalam hidup saya. Inilah konsep yang salah yang banyak dimiliki oleh orang kristen, sehingga ketika masalah datang timbulah persungutan. Jalan ke sorga itu akan selalu diwarnai dengan onak duri dan lika-liku perjalanan hidup. Kadangkala hal tersebut akan membuat kita menjadi lemah, seperti buluh yang terkulai. Jika keadaan yang demikian menimpah kita, jangan datang kepada manusia, datanglah kepada Tuhan. Tuhan tidak akan kekurangan cara untuk datang memberi kekuatan dan menolong kita. Jadi manusia adalah mahkluk yang penuh dengan kelemahan, Allah mengerti karena kelemahan inilah manusia mudah sekali jatuh ke dalam pencobaan, dan begitu gampang untuk mundur dan tinggalkan Tuhan. Karena Allah yang menjadikan kita, maka Dia mengetahui bagaimana memperlakukan kita. Allah mengenal siapa kita, Dia tahu keadaan jiwa kita, keadaan pikiran dan watak serta karakter kita. Jadi sukar apa bagi Allah yang menjadikan manusia yang digambarkan sebagai buluh yang patah untuk dipulihkan dan ditegakkanNya kembali. Supaya sumbuh yang hampir padam itu diberikan kembali api, supaya terbakar dan nyala kembali, oleh sinar api itu dapat menyinari sekitarnya, sehingga namaNya boleh dipuji dan ditinggikan serta dimuliakan. Berarti Yesus Kristuslah sahabat kita, biasanya dalam keadaan kita yang seperti itu, orang lain akan lari dan meninggalkan kita. Tidak ada seorangpun yang mau mengerti dengan keadaan kita yang demikian. Jadi dikala kita sudah tidak memiliki hati yang bersukacita dan hati yang damai sejahtera, ada seorang sahabat yang Allah pertetapkan sebagai sahabat bagi orang berdosa. Allah tetapkan Yesus Kristus sebagai sahabat bagi orang-orang yang percaya kepadaNya, agar dikala mereka tergeletak ditopangnya mereka sehingga dapat berdiri kembali. Jadi jika di dalam hidup kita, datang masalah, sakit penyakit, dan pencobaan-pencobaan hidup yang lainnya, jangan datang kepada manusia untuk meminta nasehat ataupun pertolongan. Nasehat atau pertolongan yang diberikan manusia terbatas sifatnya, tetapi Yesus Kristus yang menjadikan diriNya sahabat dan penolong bagi kita, yang juga merupakan Allah yang besar kuasanya, layak kita jadikan tempat pengharapan kita dikala persoalan hidup terjadi di dalam hidup kita. (Ariel) Doa:Ya Allah, hanya dalam tangan pengasihanMu kami berserah, haleluya. Amin! ALLAH MENETAPKAN YESUS KRISTUS SEBAGAI SAHABAT BAGI ORANG-ORANG PERCAYA ============================================================ From: Peggy Bastian Tangan Hampa Oleh: Manati I Zega Seseorang dinyatakan oleh dokter ahli bahwa usianya tidak akan lama lagi. Penyakit yang dideritanya telah menggerogoti hidupnya. Mendengar vonis yang menyedihkan itu, dia meminta Pendeta untuk datang dan mendoakannya. Ketika Pendeta mengetahui kondisinya yang demikian parah dia pun berkeinginan untuk menanyakan sesuatu kepadanya. "Jika Tuhan menghendaki engkau menghadap kepada-Nya, apakah engkau rela dalam menghadapi kenyataan ini? Apakah engkau meyakini kepastian keselamatan berada dipihakmu?" "Ya, saya meyakini semuanya itu." Ketika mengucapkan kalimat yang terakhir ini, dia langsung menangis. Pendeta yang ada di tempat itupun menjadi bingung. Sebab sebelumnya dia meyakini kepastian keselamatan menjadi miliknya, tetapi mengapa tiba-tiba menangis. Tanda tanya besarpun memenuhi hati Pendeta ini. Oleh sebab itu, dia memberanikan diri dan menanyakan sesuatu kepadanya. "Tadi engkau berkata bahwa, keselamatan telah menjadi milikmu. Surga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupanmu, sekarang mengapa harus menangis?" Akhirnya dia menjelaskan penyebab utama mengapa dia menangis. Dengan tersedu-sedu dia mengaku bahwa waktunya telah habis, telah banyak anugerah Tuhan yang diterimanya. Namun, tidak ada sesuatupun yang dipersembahkannya kepada Tuhan - ketika menghadap Tuhan. Terlarut dalam kesedihan itu, akhirnya Pendeta pun memintanya untuk menuangkan dalam tulisan, perasaan yang dialaminya saat itu. Dengan linangan air mata, dia menuliskan kalimat-kalimat berikut ini. Dapatkah aku menghadap Tuhan dengan tangan hampa? Jiwaku sudah diselamatkan, Tetapi aku belum mengerjakan apa-apa bagi Tuhan Bagaimana aku berjumpa dengan dia? Selesai menuliskan kalimat-kalimat di atas, akhirnya orang ini meninggal. Kemudian Pendeta tersebut mencarikan komponis Kristen yang mencintai Tuhan. Pendeta tersebut meminta kepadanya agar kalimat di atas dijadikan lagu. Lalu, di tangan komponis ini kalimat lagu tersebut digubah dan akhirnya menjadi lagu abadi yang dinyanyikan oleh gereja Tuhan hingga sekarang ini. Waktu yang kita miliki sangat singkat. Setiap detik yang kita lewati tidak akan terulang lagi. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Mungkin besok atau hari ini engkau dipanggil kepangkuan-Nya. Apakah engkau sudah siap ketika menghadap Tuhan dengan hidup yang berbuah bagi Injil-Nya? Ataukah sebaliknya engkau menghadap Tuhan dengan tangan hampa. Tidak ada yang engkau kerjakan bagi-Nya? Jawablah dengan jujur. Kalau belum, mulailah pikirkan dan kerjakan sekarang juga. Begitu banyak anugerah Allah yang engkau nikmati. Tidakkah engkau rindu anugerah yang sama dinikmati juga oleh orang lain? Te Deum laudamus, te Dominum confitemur Kami memujiMu Allah, kami memuliakanMu Tuhan =========================================== Saling Bergenggam Tangan Terlalu sering kita merasa kesepian. Tapi selalu ada seseorang yang siap untuk memegang dan menggenggam tangan kita. Ada sebuah kisah cantik sekali mengenai seorang perawat yang kelewat lelah, yang menghantarkan seorang pria muda kesisi ranjang salah satu pasiennya.Ia miringkan dirinya sambil berkata keras pada pasien itu, katanya, "Putramu disini." Dengan susah payah, matanya yang sudah kabur membuka sebentar, lalu menutup kembali, ibarat nyala lilin yang padam. Pemuda itu menaruh tangan pria tua itu kedalam tangannya sendiri, dan duduk disamping tempat tidurnya. Sepanjang malam ia duduk disana, menggenggam tangan orang tua itu dan membisikkan kata-kata penghibur. Pagi-pagi sekali esok harinya, pasien itu ternyata meninggal. Dalam sekejab saja para staf rumah sakit berlarian memenuhi ruangan itu, mematikan mesin-mesin serta mencabut segala macam jarum2 suntik. Seorang perawat melangkah mendekati pemuda itu dan mulai menghiburnya, ikut berbagi duka cita, tapi ia menyelanya. "Siapakah bapak itu?" tanyanya. Perawat yang terperangah dan kaget itu menjawab, "Lhooh, saya tadinya pikir ia ayahmu!" " Bukan.., oh.. ia bukan ayahku," jawabnya balik. "Seumur hidupku, ini pertama kali aku melihatnya." "Lantas., lha anda kok diam saja waktu kutuntun kau kepadanya kemarin?" "Saya sadar ia memerlukan dan mendambakan anaknya dan putranya tidak ada disini", orang itu menerangkan. "Dan karena aku tahu ia sebegitu parah sakitnya sehingga tak mengenali aku bukan anaknya, aku tahu ia memerlukan aku." Ibu Teresa terbiasa mengingatkan kita kembali bahwa tak seorangpun layak dan harus mati sendirian. Makanya, tidak seorangpun pantas harus berduka cita maupun menangis sendiri juga. Ataupun tertawa sendiri, atau merayakan sendiri. Kita diciptakan untuk mengarungi perjalanan hidup ini bergandengan tangan. Ada seseorang yang hari ini siap sedia untuk menggandeng dan menjabat tanganmu. Dan seseorang yang berharap kau akan menggenggam tangan-tangannya. Ingatlah untuk selalu saling bergantung dan saling bantu membantu satu sama lainnya! =========================================== : Seorang misionaris memutuskan untuk pulang ke Amerika, setelah isteri dan anaknya meninggal dalam pelayanan di pedalaman Afrika. Sewaktu pulang,pesawat yang ditumpanginya transit/singgah di suatu negara. Bertepatan dengan itu naiklah serombongan olahragawan yang baru menyelesaikan suatu pertandingan. Para olahragawan itu sangat bersukacita karena mereka memperoleh banyak medali, mereka merayakan kemenangannya dalam pesawat itu. Misionaris itu memperhatikan mereka, sambil berkata dalam hatinya, "Hebat sekali, mereka ini adalah pahlawan-pahlawan bagi Amerika,". Sewaktu mendarat di Los Angeles, dia memandang keluar jendela dan melihat karpet merah yang terbentang panjang, ada marching band dan tari-tarian. Saat rombongan olahragawan itu turun, mereka disambut dengan sorak-sorai dan masing-masing mereka dikalungi bunga. "Luarbiasa!" bisik hatinya. Setelah upacara penyambutan selesai, barulah misionaris itu tersadar bahwa ia berdiri sendirian di tengah-tengah lapangan itu. Suasana sudah sepi, dan tidak seorang pun yang datang menyambut kepulangannya. Menyadari akan keberadaannya, misionaris itu menengadah ke atas dan berkata, "Tuhan, mengapa saya diperlakukan berbeda dengan mereka? Saya rasa ini tidak adil. Mereka pulang sebagai pahlawan, pulang membawa medali dan kepulangan mereka disambut dengan meriah, tetapi saya ini hambaMu, istri dan anak saya mati di ladang misi, tetapi mengapa tidak ada yang menyambut saya? Saya rasa ini tidak adil Tuhan, saya pun salah satu warga Amerika!". Tuhan lalu menjawabnya, "AnakKu, mereka disambut karena mereka sudah pulang, tetapi engkau belum pulang, engkau hanya transit di Amerika. Engkau tidak mendapat sambutan, karena Amerika bukan rumahmu yang sesungguhnya. Jika engkau pulang ke sorga nanti, Aku akan mengadakan acara penyambutan yang lebih meriah dari yang telah kau saksikan tadi. Istri dan anakmu tidak mati untuk orang Amerika, mereka mati untuk KerajaanKu, AnakKu, waktu engkau pulang nanti, malaikat-malaikat akan menyambutmu, bahkan isteri dan anakmu akan berdiri dan mengalungkan bunga untuk kamu, Jangan kuatir, sekarang mereka sudah ada bersamaKu.". Ingatlah, kita hidup di dunia ini hanya untuk sementara waktu saja, kita hanya transit di dunia! Selama hidup di dunia, kita masih mengalami berbagai-bagai penderitaan. Mungkin kita sering dihina, dicaci, bahkan dianiaya karena pekerjaan kerajaan Tuhan, atau karena persekutuan kita dengan Tuhan, tetapi semuanya itu tidak sia-sia dan hanya sementara, Tuhan pasti memperhitungkannya. Ingatlah bahwa Tuhan tahu segala penderitaan yang kita alami dan itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kemuliaan yang akan Tuhan berikan bagi kita kelak. "Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." (1 Korintus 15:58) [Non-text portions of this message have been removed] -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED] -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

