From: "e-Konsel" <[EMAIL PROTECTED]>
-*- PENGANTAR DARI REDAKSI -*-
Beberapa waktu yang lalu banyak media ramai membicarakan tentang
terjadinya peristiwa bunuh diri dari seorang anak yang masih duduk
di bangku Sekolah Dasar dan juga seorang bocah yang masih berusia
kira-kira 5 tahun. Banyak pakar psikologi yang mencoba menganalisa
penyebab dari peristiwa yang menghebohkan ini. Pengaruh media
televisi, ingin menarik perhatian orangtua, perasaan malu, dan tidak
mampu menangani stres yang dihadapi adalah beberapa penyebab anak
bunuh diri yang mereka simpulkan.
Selama ini, mungkin, Anda berpikir bahwa stres hanya mungkin dialami
oleh orang dewasa yang memiliki tingkat kesulitan hidup yang lebih
kompleks. Ternyata pendapat ini tidak 100% benar, sebab anak pun
bisa mengalaminya. Sebenarnya, stres yang terjadi pada anak bukanlah
hal yang berbahaya jika mereka bisa mengatasi dan menghadapinya.
Nah, tugas kitalah sebagai orangtua dan pendidik untuk membantu agar
mereka bisa menghadapinya. Harapan kami, sajian e-Konsel edisi ini
bisa memberikan pengetahuan kepada Anda untuk membantu mengatasi
stres yang dihadapi anak-anak. Selamat menyimak. (Dav)
Redaksi
*CAKRAWALA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* CAKRAWALA*
-*- DAPATKAH ANAK ANDA MENGATASI STRES? -*-
Tekanan batin, stres. Setiap orang, termasuk anak-anak kita, yang
hidup di dunia yang bergerak cepat, bersaing ketat, dan berubah-ubah
ini pasti akan mengalami berbagai tekanan batin. Mungkin, kehidupan
anak nampaknya tidak mempunyai beban apa-apa dibandingkan dengan
kehidupan seorang pemimpin perusahaan, namun anak-anak pun menderita
karena tekanan-tekanan batin sebagaimana yang dialami oleh orang-
orang dewasa. Hanya saja gejala-gejalanya yang berbeda.
Jika para eksekutif menderita penyakit lambung, maka bagi seorang
anak penyakit yang diderita akibat stres dapat muncul dalam
berbagai bentuk, dari sering pilek sampai sulit membaca. Gejala-
gejala yang nampak dalam kelakuannya biasanya termasuk tidak mau
bergaul dan suka menyendiri, makin tidak mau berbicara, atau berlaku
luar biasa agresif. Reaksi-reaksi fisik dapat berupa sering diare,
gatal-gatal, gangguan pada kulit, perubahan kebiasaan makan, atau mimpi-mimpi
buruk.
Di balik akibat-akibat langsung yang timbul karena tekanan pada
anak-anak, kita juga harus ingat bahwa penelitian menunjukkan adanya
hubungan yang erat antara tekanan-tekanan batin yang berkepanjangan
dan masalah-masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, penyakit
jantung, dan kanker. Jadi, berdasarkan alasan-alasan ini, sangatlah
penting bahwa anak-anak itu membina pola-pola yang baik untuk
menangani masalah-masalah tekanan batin atau stres ini.
Pada dasarnya, tekanan batin atau stres itu merupakan pengrusakan
tubuh. Ada beberapa macam tekanan batin yang memang wajar dan juga
diperlukan bagi suatu kehidupan yang sehat. Tekanan batin yang wajar
itu dapat membuat pikiran menjadi tangkas dan sistem peredaran darah
berfungsi dengan baik. Olehnya juga, kita dipacu untuk berhasil
dalam ujian, untuk bersaing dengan lebih ketat dalam pertandingan-
pertandingan atletik, untuk mengasihi dan menangis dan untuk
berusaha agar dapat mencapai suatu kehidupan yang lebih memuaskan.
Tetapi, jika tekanan yang wajar itu berubah menjadi penderitaan dan
putus asa, maka timbullah masalah dalam kesehatan dan tingkah laku.
Hal-hal yang mungkin menimbulkan tekanan yang tidak sehat di dalam
diri anak-anak itu sangat banyak, termasuk juga kejadian-kejadian
seperti perpindahan ke kota lain, suatu penyakit yang kronis,
kelahiran seorang adik, atau meninggalnya seseorang yang dikasihi.
Tekanan batin juga dapat bersumber dari dalam diri anak itu sendiri,
sebagai akibat dari hubungan-hubungan yang salah atau kelakuan-
kelakuan yang merusak. Atau, hal itu dapat juga berakar pada sesuatu
yang di luar dirinya, situasi atau lingkungan yang tidak dapat
dikendalikannya.
Bagaimana caranya agar kita dapat mengurangi sumber-sumber tekanan
itu dan mengatasi tekanan-tekanan yang tidak terelakkan? Hal ini
sebagian besar bergantung pada apakah kita dapat menentukan apa yang
merupakan sumbernya. Jika sudah diketahui sumber dari stres itu,
maka kita akan dapat langsung menangani masalahnya. Tetapi, jika
sumber tekanan itu masih tersembunyi dan kabur, mungkin yang terbaik
yang dapat kita lakukan ialah menolong anak itu menyusun siasat
untuk mengatasi hal itu.
Bagaimana cara Anda sebagai orangtua menanggulangi stres atau
tekanan, itulah yang akan menjadi contoh bagi anak Anda. Berikut ini
terdapat beberapa cara yang dapat Anda dan anak Anda pertimbangkan:
. Bicarakan hal ini. Salah satu respon yang paling buruk terhadap
masalah stres ialah menyembunyikannya atau memendamnya di dalam
hati Anda sendiri -- merasa seolah-olah bahwa hanya Anda seorang
diri saja yang menghadapi masalah itu. Ciptakan kesempatan bagi
anak Anda yang masih kecil untuk mengungkapkan perasaannya.
Memainkan boneka tangan, seperti boneka si Unyil, dan menggambar
merupakan kegiatan yang baik untuk mengungkapkan perasaannya.
. Ketika seorang anak menjadi semakin besar, ia akan dapat dengan
lebih baik merumuskan dan menganalisa kejengkelan atau keadaannya
yang frustrasi itu. Hendaklah Anda peka terhadap komentar-komentar
anak itu karena hal itu mungkin dapat memberi petunjuk tentang
adanya kegelisahan. Jika ia menyinggung tentang seorang jagoan di
sekolah yang selalu mengganggu atau perceraian orangtua seorang
kawan maka mungkin hal itu dapat menjadi titik tolak untuk, dengan
lembut, mengajukan beberapa pertanyaan yang dapat mengungkapkan
ketakutan yang tersembunyi agar hal itu dapat segera diatasi.
. Bersama anak Anda gambarkan dengan jelas cara penyelesaian yang
mungkin dilakukan. Tolonglah anak itu untuk mengenali tindakan-
tindakan tertentu yang dapat dilakukannya untuk mengakhiri suatu
keadaan yang menekan. Jika misalnya, masalahnya adalah pelajaran
sekolah yang tertinggal, bicarakanlah bagaimana caranya agar anak
itu dapat mengatur jadwal waktunya dengan lebih baik lagi,
memperbaiki kebiasaan belajarnya, mencari bantuan baik dari Anda
maupun dari para guru. Sedikit gagasan yang kreatif dapat
menimbulkan cara penyelesaian yang baik. Dan seringkali, karena
begitu kuatir, cara penyelesaian yang sebenarnya sederhana itu tidak
terlihat.
. Jika di dalam kehidupan anak Anda sudah terjadi hubungan
antarpribadi, tolonglah dia untuk menilai siapa sebenarnya yang
harus bertanggung jawab. Anak itu mungkin secara keliru merasa
bertanggung jawab atas tindakan-tindakan orang lain yang sama
sekali berada di luar kekuasaannya.
. Periksalah dalam firman Allah apa jawaban atau tanggapan
terhadap suatu masalah. Salah satu hak istimewa orang Kristen
ialah bahwa kita dapat menyerahkan kekuatiran kita kepada Tuhan,
dan sebagai gantinya dapat menerima damai dan ketenangan yang
sejati (Roma 8:26-28). Doa yang disertai dengan hati yang jujur
dapat menghilangkan beban tekanan batin. Berdoalah bersama-sama
dengan anak Anda. Ketaatan yang sesederhana mungkin dapat menjadi
penyelesaian yang tepat jika ia telah melanggar salah satu prinsip
Allah untuk kehidupan ini.
. Hiduplah sehari demi sehari. Kebanyakan dari hal-hal yang
dikuatirkan baik oleh anak-anak maupun oleh orangtua tidak akan
pernah terjadi. Sehat sekali jika kita memusatkan perhatian hanya
pada masalah yang ada sekarang dan yang ada di tempat ini. Kadang-
kadang, memang kita perlu menikmati saat sekarang ini dan menunda
dulu untuk menangani apa yang menjadi sumber stres atau tekanan
itu hingga saat yang lebih tepat. Sarankan kepada anak Anda agar
ia tidak kuatir tentang sesuatu masalah sampai setelah masalah itu
dibicarakan bersama-sama dengan Anda dalam suasana yang lebih santai.
. Berilah anak Anda cukup waktu untuk bermain. Bermain itu merupakan
salah satu cara yang penting bagi anak itu untuk mengatasi stres
atau tekanan. Belilah mainan yang paling memungkinkan anak itu
untuk mengembangkan kreativitas dan daya khayalnya, seperti tanah
liat, balok-balok susun, atau perkakas untuk mengukir kayu.
. Usahakan agar setiap anggota keluarga Anda cukup tidur dan olahraga.
. Batasi jumlah waktu menonton televisi untuk anak Anda. Terlalu
banyak menonton televisi dapat mengakibatkan anak mengalami stres
karena menanggung beban informasi dan emosi yang berlebihan.
. Jangan memperlakukan anak Anda sebagai ahli terapi. Seorang ibu
atau ayah yang hidup sendirian cenderung tergoda untuk mencurahkan
beban masalahnya kepada anak-anak karena tidak ada orang dewasa
lain di rumahnya. Sebaiknya, carilah seorang keluarga, teman
dekat, atau pendeta yang dapat mendengarkan.
. Janganlah memaksa anak Anda untuk ikut atletik, perguruan tinggi,
atau pertandingan kesenian, dan juga jangan menentukan suatu
sasaran yang tidak realistik.
. Jika mungkin, aturlah agar anak Anda mempunyai tempat yang menjadi
milik pribadinya walaupun tempat itu hanya merupakan salah satu
pojok ruangan pokoknya suatu tempat untuk dapat menyendiri.
. Usahakanlah menyediakan waktu untuk saat teduh yang teratur di
rumah Anda dan pada waktu itu radio dan televisi harus dimatikan,
dan juga telepon tidak mengganggu.
. Sediakanlah dan nikmatilah saat-saat santai bersama-sama dengan
anak Anda. Berhentilah sejenak untuk memandang matahari yang
terbenam, memperhatikan keindahan bunga, mengagumi bunyi burung.
. Akhirnya, banyaklah tertawa bersama-sama! Sudah sejak lama diakui
bahwa tertawa mempunyai kekuatan yang dapat menyembuhkan stres,
tertawa merupakan penawar stres yang sangat efektif.
Tidak ada satu orang pun, termasuk anak-anak, yang dapat sepenuhnya
melarikan diri dari keadaan yang sarat dengan tekanan batin atau
stres itu. Namun demikian, kita dapat mengurangi sumber-sumber stres
yang ganas dan yang menggerogoti keadaan mental para anggota
keluarga kita sampai pada tingkat yang masih dapat diatasi atau
dikuasai, dan menolong mereka untuk mengendalikan akibat-akibat
tekanan-tekanan itu. Dan upahnya ialah kehidupan yang lebih sehat dan
bahagia.
-*- Sumber diambil dari: -*-
Judul Buku: 40 Cara Mengarahkan Anak
Penulis : Paul Lewis
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1997
Halaman : 62 - 66
*TELAGA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* TELAGA*
Ternyata tidak hanya orang dewasa saja yang bisa mengalami stres,
anak-anak pun bisa mengalami gangguan ini. Dan, tentu saja jika ini
terjadi, orangtua tidak bisa tinggal diam. Beberapa cara yang kami
ambil dari perbincangan dengan Bapak Heman Elia, M.Psi. berikut ini,
kami harapkan bisa membantu Anda, para orangtua yang sedang
mengalami masalah seperti ini.
-*- BAGAIMANA MEMBANTU ANAK MENGHADAPI STRES? -*-
T : Bagaimana kita bisa meningkatkan daya tahan kita sebagai
orangtua agar tidak stres menghadapi anak yang stres?
J : Ada 3 hal yang bisa kita lakukan untuk memperbesar daya tahan
kita sendiri terhadap stres.
PERTAMA, kita perlu memandang lingkungan dan realita di sekitar
kita secara lebih utuh dan realistis. Misalnya, tidak membesar-
besarkan ancaman, tidak menghantui atau menakut-nakuti diri sendiri.
KEDUA, kita perlu berpikir secara rasional dan lebih sehat di
dalam menghadapi kegagalan, peristiwa kurang menyenangkan yang
kita alami dan sebagainya. Cara berpikir yang rasional berarti
kita tidak mengalahkan diri kita dengan menambahkan pikiran-
pikiran negatif ke dalam diri kita.
KETIGA, kita perlu mempunyai kehidupan rohani yang baik. Dalam
hal ini kita perlu sering membaca dan merenungkan firman Tuhan
karena firman Tuhan banyak memberi kita pandangan yang sehat dan
cara-cara yang baik dalam menghadapi situasi di sekitar kita
yang tidak selalu baik. Seringkali apa yang kita alami adalah
sesuatu yang kurang menyenangkan, tetapi Alkitab memberi dasar
bagi kita untuk menghadapinya, terutama di dalam kehidupan iman.
------
T : Sebenarnya di usia berapa anak-anak mulai bisa mengalami stres
dalam kehidupannya?
J : Biasanya kalau ibu yang mengandung itu mengalami tekanan berat,
lalu menghadapi, misalnya suasana keluarga yang kurang
menyenangkan dan tidak harmonis, maka akan berdampak kepada
janin. Menurut penelitian, janin-janin yang dikandung oleh ibu
yang mengalami stres cukup berat, pada masa kelahirannya anak
akan cenderung lebih banyak mengalami kegelisahan yang akan
terbawa sampai remaja.
------
T : Meskipun pada waktu di dalam kandungan ibunya tidak mengalami stres,
tetapi
anak tetap mempunyai potensi untuk stres. Biasanya apa penyebabnya?
J : Menurut tingkatannya, secara umum penyebab anak stres pada
TINGKAT SEDANG, misalnya kalau anak harus ikut pindah rumah,
pindah sekolah, orangtua yang bertengkar terus-menerus,
menghadapi kelahiran adiknya, orangtua yang menikah lagi, anak
harus bekerja pada usia yang masih muda, dan orangtua yang jarang di
rumah.
Stres pada TINGKAT BERAT, misalnya anak harus diopname dan
dioperasi di rumah sakit, orangtua bercerai, dan jika anak
mengalami perkosaan atau pelecehan seksual.
Stres pada TINGKAT TERBERAT adalah kematian beberapa anggota
keluarga sekaligus atau bencana alam, peperangan, kerusuhan
sehingga mereka harus hidup di pengungsian.
Dari tingkatan-tingkatan ini kita bisa kurang lebih
memperkirakan gangguan tingkah laku yang akan dihadapi. Semakin
berat tentunya semakin besar potensi gangguan tingkah laku yang akan
muncul.
------
T : Apakah ada hal-hal lain yang membuat kita bisa menduga bahwa
anak kita sedang mengalami stres?
J : Mulai dari perubahan tingkah laku, misalnya adanya perubahan
tingkah laku menjadi lebih tegang, lebih rewel, lebih gelisah,
lebih cemas, lebih cengeng, mundur ke tingkat perkembangan
sebelumnya, misalnya tadinya sudah tidak ngompol sekarang
ngompol lagi dan sebagainya. Selain itu masih ada gejala-gejala
yang berakibat pada fisik, misalnya pada anak-anak usia 3 tahun
mereka bisa sakit lambung, muntah-muntah kemudian demam. Pada
usia-usia selanjutnya bisa saja terjadi gangguan tidur, mimpi
buruk dan sebagainya.
-----
T : Suasana bagaimana yang sebenarnya bisa mendukung seorang anak
supaya dia lebih tahan menghadapi stres?
J : Rumah yang harmonis yang bisa memberikan rasa aman bagi seluruh
anggotanya. Itu yang akan memberikan bekal bagi anak untuk
menghadapi lingkungan lebih baik. Selain itu, anak akan
mengalami stres yang lebih besar kalau di keluarga itu terdapat
lebih dari 2 anak yang berusia di bawah 3 tahun. Artinya, setiap
tahun lahir seorang anak, jadi jarak kelahiran antaranak perlu
diperenggang untuk mengurangi kemungkinan stres pada anak.
Kemudian, kalau bisa sewaktu menikah, ada kepribadian yang lebih
baik dari masing-masing pasangan karena seorang ibu, dalam hal
ini pengasuh utama bagi anak, mempunyai peran penting. Kalau
sang ibu mudah mengalami gangguan tingkah laku atau rentan
terhadap stres, maka akan berpengaruh juga terhadap anak.
Di samping itu seorang ibu juga perlu responsif terhadap anak,
karena akan memperbesar daya tahan anak. Ibu juga perlu
mengetahui hal-hal yang umum mengenai perawatan anak dan
kemudian orangtua tidak banyak cekcok, kondisi rumah sebaiknya
bersih dan teratur. Banyak rumah yang kondisi rumahnya tidak
teratur sehingga kadang menimbulkan stres yang lebih berat.
Satu hal lagi yang juga penting adalah orangtua perlu hadir
secara teratur di dalam kehidupan anak. Bagaimanapun anak perlu
ada orang dewasa yang bisa menampung keluhan-keluhannya, rasa
takutnya dan sebagainya. Beberapa hal ini akan membantu anak
untuk menghadapi stres yang dialaminya.
------
T : Kalau seandainya ada anak di dalam rumah tangga kita yang
mengalami tekanan, mengalami stres, sebagai orangtua apa yang
bisa kita lakukan terhadap anak ini?
J : Prinsip yang utama adalah kita perlu memberikan suasana yang
menerima, bisa memahami anak dan bisa melihat masalah dari sudut
pandang anak itu. Kalau anak itu mengaku ketakutan dan
sebagainya, janganlah anak itu ditolak atau direndahkan atau
diejek karena akan memperbesar stres yang dirasakannya.
Kemudian orangtua juga harus memberikan satu lingkungan dimana
anak itu merasa terlindungi dan aman. Seringkali orangtua kurang
bisa memberikan suasana seperti itu. Misalnya ketika anak
mempunyai masalah di sekolah, adakalanya kita sebagai orangtua
cenderung tidak sabar, cenderung cepat marah sehingga akibatnya
stres yang terjadi pada anak ini tidak terselesaikan.
Satu hal yang juga sangat penting adalah kita harus menciptakan
suasana ibadah di rumah. Jadi, jika anak pada saat tidak di
dalam pengawasan orangtua dan sedang menghadapi suatu masalah,
maka dia sudah terbiasa untuk berdoa, minta perlindungan Tuhan
dan selalu bersandar kepada Tuhan.
------
T : Anak-anak yang orangtuanya menerapkan disiplin dengan keras
sekali, dampaknya anak bisa jadi stres. Dalam hal ini
bagaimanakah jalan tengahnya supaya apa yang orangtua anggap
baik juga tertangkap baik oleh anaknya dan anak yang diharapkan
baik juga dipahami oleh orangtuanya?
J : PERTAMA, orangtua perlu memandang atau belajar memandang apa
yang dipandang oleh anak. Seringkali orang dewasa beranggapan
anak adalah orang dewasa dalam bentuk mini, akibatnya anak-anak
tidak berkembang menurut perkembangannya yang wajar. Misalnya,
dalam hal disiplin, anak usia 3 tahun tidak bisa disuruh duduk
lebih dari 15 menit, untuk 10 menit duduk diam saja itu sudah
bagus sekali. Anak usia 3-5 tahun membutuhkan banyak sekali
gerakan, harus lari ke sana ke sini, kalau dia harus belajar
kemudian masih dimarahin lagi otomatis dia tidak suka untuk belajar.
KEDUA, orangtua perlu belajar untuk memahami perkembangan atau
psikologi perkembangan anak dengan mengetahui pada tahap-tahap
atau usia berapa saja anak mengalami hal-hal tertentu, sehingga
orangtua akan lebih banyak menghargai anak. Dalam hal disiplin,
orangtua harus bisa membedakan antara ketidakmampuan anak untuk
bertanggung jawab dan tidak bisa bertanggung jawab. Anak tidak
mengikuti perintah kita karena dia belum bisa, belum matang,
belum cukup matang ataukah karena anak itu memang sengaja tidak
mau dan menentang, itu harus dibedakan. Jadi, kalau kita tahu
bahwa dia memang belum bisa bertanggung jawab, maka kita tidak
boleh menerapkan disiplin dengan ketat. Kita harus melatih dia,
setahap demi setahap.
------
T : Apakah sebaiknya setiap kali anak mengalami permasalahan,
orangtua perlu turun tangan supaya anak tidak sampai stres?
J : Orangtua, sebaiknya melakukan tindakan preventif dengan
memberikan suasana berkomunikasi secara terbuka tanpa rasa
takut. Jika ini sudah terjalin dengan baik, maka jika anak
menghadapi stres yang tidak bisa diatasinya, dengan sendirinya
dia akan meminta kita untuk membantunya. Jadi, adakalanya dengan
diskusi atau komunikasi, kita bisa memperbaiki cara anak
memandang dan memperkuat daya juangnya sehingga dia mau berlatih
mengatasi masalahnya sendiri.
-*- Sumber: -*-
[[Sajian di atas, kami ambil/edit dari isi kaset TELAGA No. #088B
yang telah diringkas/disajikan dalam bentuk tulisan.
==> http://www.telaga.org/transkrip.php?membantu_anak_stres.htm
-- Jika Anda ingin mendapatkan transkrip lengkap kaset ini lewat
e-Mail, silakan kirim surat ke: < [EMAIL PROTECTED]
atau: < [EMAIL PROTECTED] > ]]
*INFO *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* INFO*
-*- CHRISTIAN COUNSELING CONFERENCE -*-
Kami informasikan kembali bagi Anda para guru, pemimpin rohani, dan
hamba-hamba Tuhan dalam pelayanan konseling, jangan lewatkan
konferensi dengan tema:
"TANTANGAN DAN PELUANG KONSELING KRISTEN DI INDONESIA II"
Konferensi akan diselenggarakan pada:
Hari, tanggal : Kamis-Jumat, 21-22 Juli 2005
Tempat : Bidakara, Hotel Bumikarsa
Jl. Jendral Gatot Subroto Kav. 71-73, Jakarta
Pembicara : Pdt. Yakub Susabda, Ph.D.
Pdt. DR. Mesach Krisetya
Pdt. DR. Dwijo Saputro
Pdt. Siang Yang Tan, Ph.D.
Esther Susabda, Ph.D.
Biaya Pendaftaran:
- Rp. 350.000,00; per orang (termasuk makan siang + snack, tanpa akomodasi)
- Rp. 550.000,00; per orang
(termasuk makan siang + snack, menginap 1 malam di Hotel Bumikarsa)
- Bebas biaya seminar untuk 50 mahasiswa/i teologia atau psikologi
yang ingin mengikuti seminar tetapi kesulitan biaya (menulis surat
permohonan kepada panitia).
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
- Ria dan Christy
STTRII Kemang Utara IX/10, Jakarta 12760
Telp.: (021) 7990357, 7982819 / Fax.: (021) 7987437
Email: [EMAIL PROTECTED]
- Ibu Feri
Pastorium SAAT, Taman Dieng III/16 Malang
Telp.: (0341) 561498 / Fax.: (0341) 561498
- Pusat Pelayanan Gereja-gereja Injili Indonesia (PPGII)
Jl. Sentani No. M-27 Kompleks Wisma Angkasa Pura
Jakarta Pusat 10720
Telp.: (021) 6410445 / Fax.: (021) 6410446
Seminar ini diselenggarakan atas kerjasama:
- Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Indonesia (STTRII)
- Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT)
- Pusat Pelayanan Gereja-gereja Injili Indonesia (PPGII)
dan diprakarsai oleh: Pdt. Yakub B. Susabda, Ph.D.
Pdt. DR. Dwijo Saputro
Pdt. Paul Gunadi, Ph.D.
Ada kemungkinan bisa ditampilkan di Situs C3I (Christian Counseling
Centre Indonesia) jika memang sesuai dengan visi dan misi C3I.
==> http://www.sabda.org/c3i/
Selain itu, saat ini YLSA (Yayasan Lembaga SABDA) juga memiliki
komunitas penulis online "Christian Writers' Club" (CWC). Silakan
mengirimkan tulisan-tulisan Anda kepada moderator komunitas CWC agar
bisa ditampilkan dalam Situs CWC. Untuk lebih jelasnya, silakan
menghubunginya di alamat: ==> <[EMAIL PROTECTED]>
Kiranya informasi dari kami bisa membantu Anda untuk menyalurkan
talenta menulis yang Anda miliki. Jangan segan mengirimkan email
lagi jika masih ada hal yang ingin ditanyakan. Kami tunggu tulisan
Anda! Untuk pembaca lainnya, jangan mau ketinggalan, kami tunggu
juga partisipasinya! GBU.
e-KONSEL*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*e-KONSEL
STAF REDAKSI e-Konsel
Ratri, Silvie, Evie
PENANGGUNG JAWAB ISI dan TEKNIS
Yayasan Lembaga SABDA
INFRASTRUKTUR dan DISTRIBUTOR
Sistem Network I-KAN
Copyright(c) 2005 oleh YLSA
http://www.sabda.org/ylsa/
http://www.sabda.org/katalog/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Anda punya masalah atau perlu konseling? <[EMAIL PROTECTED]>
Informasi/artikel/bahan/sumber konseling/surat/saran/pertanyaan/dll.
dapat dikirimkan ke alamat: <[EMAIL PROTECTED]>
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Berlangganan: Kirim e-mail kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti: Kirim e-mail kosong: [EMAIL PROTECTED]
Sistem lyris: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-konsel
ARSIP publikasi e-Konsel: http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
[Non-text portions of this message have been removed]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]
Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/