From: "e-Konsel" <[EMAIL PROTECTED]>

                     -*- PENGANTAR DARI REDAKSI -*-

   Beberapa waktu yang lalu banyak media ramai membicarakan tentang
   terjadinya peristiwa bunuh diri dari seorang anak yang masih duduk
   di bangku Sekolah Dasar dan juga seorang bocah yang masih berusia
   kira-kira 5 tahun. Banyak pakar psikologi yang mencoba menganalisa
   penyebab dari peristiwa yang menghebohkan ini. Pengaruh media
   televisi, ingin menarik perhatian orangtua, perasaan malu, dan tidak
   mampu menangani stres yang dihadapi adalah beberapa penyebab anak
   bunuh diri yang mereka simpulkan.

   Selama ini, mungkin, Anda berpikir bahwa stres hanya mungkin dialami
   oleh orang dewasa yang memiliki tingkat kesulitan hidup yang lebih
   kompleks. Ternyata pendapat ini tidak 100% benar, sebab anak pun
   bisa mengalaminya. Sebenarnya, stres yang terjadi pada anak bukanlah
   hal yang berbahaya jika mereka bisa mengatasi dan menghadapinya.
   Nah, tugas kitalah sebagai orangtua dan pendidik untuk membantu agar
   mereka bisa menghadapinya. Harapan kami, sajian e-Konsel edisi ini
   bisa memberikan pengetahuan kepada Anda untuk membantu mengatasi
   stres yang dihadapi anak-anak. Selamat menyimak. (Dav)

   Redaksi

*CAKRAWALA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* CAKRAWALA*

              -*- DAPATKAH ANAK ANDA MENGATASI STRES? -*-

   Tekanan batin, stres. Setiap orang, termasuk anak-anak kita, yang
   hidup di dunia yang bergerak cepat, bersaing ketat, dan berubah-ubah
   ini pasti akan mengalami berbagai tekanan batin. Mungkin, kehidupan
   anak nampaknya tidak mempunyai beban apa-apa dibandingkan dengan
   kehidupan seorang pemimpin perusahaan, namun anak-anak pun menderita
   karena tekanan-tekanan batin sebagaimana yang dialami oleh orang-
   orang dewasa. Hanya saja gejala-gejalanya yang berbeda.

   Jika para eksekutif menderita penyakit lambung, maka bagi seorang
   anak penyakit yang diderita akibat stres dapat muncul dalam
   berbagai bentuk, dari sering pilek sampai sulit membaca. Gejala-
   gejala yang nampak dalam kelakuannya biasanya termasuk tidak mau
   bergaul dan suka menyendiri, makin tidak mau berbicara, atau berlaku
   luar biasa agresif. Reaksi-reaksi fisik dapat berupa sering diare, 
gatal-gatal, gangguan pada kulit, perubahan kebiasaan makan, atau mimpi-mimpi 
buruk.

   Di balik akibat-akibat langsung yang timbul karena tekanan pada
   anak-anak, kita juga harus ingat bahwa penelitian menunjukkan adanya
   hubungan yang erat antara tekanan-tekanan batin yang berkepanjangan
   dan masalah-masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, penyakit
   jantung, dan kanker. Jadi, berdasarkan alasan-alasan ini, sangatlah
   penting bahwa anak-anak itu membina pola-pola yang baik untuk
   menangani masalah-masalah tekanan batin atau stres ini.

   Pada dasarnya, tekanan batin atau stres itu merupakan pengrusakan
   tubuh. Ada beberapa macam tekanan batin yang memang wajar dan juga
   diperlukan bagi suatu kehidupan yang sehat. Tekanan batin yang wajar
   itu dapat membuat pikiran menjadi tangkas dan sistem peredaran darah
   berfungsi dengan baik. Olehnya juga, kita dipacu untuk berhasil
   dalam ujian, untuk bersaing dengan lebih ketat dalam pertandingan-
   pertandingan atletik, untuk mengasihi dan menangis dan untuk
   berusaha agar dapat mencapai suatu kehidupan yang lebih memuaskan.

   Tetapi, jika tekanan yang wajar itu berubah menjadi penderitaan dan
   putus asa, maka timbullah masalah dalam kesehatan dan tingkah laku.
   Hal-hal yang mungkin menimbulkan tekanan yang tidak sehat di dalam
   diri anak-anak itu sangat banyak, termasuk juga kejadian-kejadian
   seperti perpindahan ke kota lain, suatu penyakit yang kronis,
   kelahiran seorang adik, atau meninggalnya seseorang yang dikasihi.
   Tekanan batin juga dapat bersumber dari dalam diri anak itu sendiri,
   sebagai akibat dari hubungan-hubungan yang salah atau kelakuan-
   kelakuan yang merusak. Atau, hal itu dapat juga berakar pada sesuatu
   yang di luar dirinya, situasi atau lingkungan yang tidak dapat 
dikendalikannya.

   Bagaimana caranya agar kita dapat mengurangi sumber-sumber tekanan
   itu dan mengatasi tekanan-tekanan yang tidak terelakkan? Hal ini
   sebagian besar bergantung pada apakah kita dapat menentukan apa yang
   merupakan sumbernya. Jika sudah diketahui sumber dari stres itu,
   maka kita akan dapat langsung menangani masalahnya. Tetapi, jika
   sumber tekanan itu masih tersembunyi dan kabur, mungkin yang terbaik
   yang dapat kita lakukan ialah menolong anak itu menyusun siasat
   untuk mengatasi hal itu.

   Bagaimana cara Anda sebagai orangtua menanggulangi stres atau
   tekanan, itulah yang akan menjadi contoh bagi anak Anda. Berikut ini
   terdapat beberapa cara yang dapat Anda dan anak Anda pertimbangkan:

   . Bicarakan hal ini. Salah satu respon yang paling buruk terhadap
     masalah stres ialah menyembunyikannya atau memendamnya di dalam
     hati Anda sendiri -- merasa seolah-olah bahwa hanya Anda seorang
     diri saja yang menghadapi masalah itu. Ciptakan kesempatan bagi
     anak Anda yang masih kecil untuk mengungkapkan perasaannya.
     Memainkan boneka tangan, seperti boneka si Unyil, dan menggambar
     merupakan kegiatan yang baik untuk mengungkapkan perasaannya.

   . Ketika seorang anak menjadi semakin besar, ia akan dapat dengan
     lebih baik merumuskan dan menganalisa kejengkelan atau keadaannya
     yang frustrasi itu. Hendaklah Anda peka terhadap komentar-komentar
     anak itu karena hal itu mungkin dapat memberi petunjuk tentang
     adanya kegelisahan. Jika ia menyinggung tentang seorang jagoan di
     sekolah yang selalu mengganggu atau perceraian orangtua seorang
     kawan maka mungkin hal itu dapat menjadi titik tolak untuk, dengan
     lembut, mengajukan beberapa pertanyaan yang dapat mengungkapkan
     ketakutan yang tersembunyi agar hal itu dapat segera diatasi.

   . Bersama anak Anda gambarkan dengan jelas cara penyelesaian yang
     mungkin dilakukan. Tolonglah anak itu untuk mengenali tindakan-
     tindakan tertentu yang dapat dilakukannya untuk mengakhiri suatu
     keadaan yang menekan. Jika misalnya, masalahnya adalah pelajaran
     sekolah yang tertinggal, bicarakanlah bagaimana caranya agar anak
     itu dapat mengatur jadwal waktunya dengan lebih baik lagi,
     memperbaiki kebiasaan belajarnya, mencari bantuan baik dari Anda
     maupun dari para guru. Sedikit gagasan yang kreatif dapat
     menimbulkan cara penyelesaian yang baik. Dan seringkali, karena
     begitu kuatir, cara penyelesaian yang sebenarnya sederhana itu tidak 
terlihat.

   . Jika di dalam kehidupan anak Anda sudah terjadi hubungan
     antarpribadi, tolonglah dia untuk menilai siapa sebenarnya yang
     harus bertanggung jawab. Anak itu mungkin secara keliru merasa
     bertanggung jawab atas tindakan-tindakan orang lain yang sama
     sekali berada di luar kekuasaannya.

   . Periksalah dalam firman Allah apa jawaban atau tanggapan
     terhadap suatu masalah. Salah satu hak istimewa orang Kristen
     ialah bahwa kita dapat menyerahkan kekuatiran kita kepada Tuhan,
     dan sebagai gantinya dapat menerima damai dan ketenangan yang
     sejati (Roma 8:26-28). Doa yang disertai dengan hati yang jujur
     dapat menghilangkan beban tekanan batin. Berdoalah bersama-sama
     dengan anak Anda. Ketaatan yang sesederhana mungkin dapat menjadi
     penyelesaian yang tepat jika ia telah melanggar salah satu prinsip
     Allah untuk kehidupan ini.

   . Hiduplah sehari demi sehari. Kebanyakan dari hal-hal yang
     dikuatirkan baik oleh anak-anak maupun oleh orangtua tidak akan
     pernah terjadi. Sehat sekali jika kita memusatkan perhatian hanya
     pada masalah yang ada sekarang dan yang ada di tempat ini. Kadang-
     kadang, memang kita perlu menikmati saat sekarang ini dan menunda
     dulu untuk menangani apa yang menjadi sumber stres atau tekanan
     itu hingga saat yang lebih tepat. Sarankan kepada anak Anda agar
     ia tidak kuatir tentang sesuatu masalah sampai setelah masalah itu
     dibicarakan bersama-sama dengan Anda dalam suasana yang lebih santai.

   . Berilah anak Anda cukup waktu untuk bermain. Bermain itu merupakan
     salah satu cara yang penting bagi anak itu untuk mengatasi stres
     atau tekanan. Belilah mainan yang paling memungkinkan anak itu
     untuk mengembangkan kreativitas dan daya khayalnya, seperti tanah
     liat, balok-balok susun, atau perkakas untuk mengukir kayu.

   . Usahakan agar setiap anggota keluarga Anda cukup tidur dan olahraga.

   . Batasi jumlah waktu menonton televisi untuk anak Anda. Terlalu
     banyak menonton televisi dapat mengakibatkan anak mengalami stres
     karena menanggung beban informasi dan emosi yang berlebihan.

   . Jangan memperlakukan anak Anda sebagai ahli terapi. Seorang ibu
     atau ayah yang hidup sendirian cenderung tergoda untuk mencurahkan
     beban masalahnya kepada anak-anak karena tidak ada orang dewasa
     lain di rumahnya. Sebaiknya, carilah seorang keluarga, teman
     dekat, atau pendeta yang dapat mendengarkan.

   . Janganlah memaksa anak Anda untuk ikut atletik, perguruan tinggi,
     atau pertandingan kesenian, dan juga jangan menentukan suatu
     sasaran yang tidak realistik.

   . Jika mungkin, aturlah agar anak Anda mempunyai tempat yang menjadi
     milik pribadinya walaupun tempat itu hanya merupakan salah satu
     pojok ruangan pokoknya suatu tempat untuk dapat menyendiri.

   . Usahakanlah menyediakan waktu untuk saat teduh yang teratur di
     rumah Anda dan pada waktu itu radio dan televisi harus dimatikan,
     dan juga telepon tidak mengganggu.

   . Sediakanlah dan nikmatilah saat-saat santai bersama-sama dengan
     anak Anda. Berhentilah sejenak untuk memandang matahari yang
     terbenam, memperhatikan keindahan bunga, mengagumi bunyi burung.

   . Akhirnya, banyaklah tertawa bersama-sama! Sudah sejak lama diakui
     bahwa tertawa mempunyai kekuatan yang dapat menyembuhkan stres,
     tertawa merupakan penawar stres yang sangat efektif.

   Tidak ada satu orang pun, termasuk anak-anak, yang dapat sepenuhnya
   melarikan diri dari keadaan yang sarat dengan tekanan batin atau
   stres itu. Namun demikian, kita dapat mengurangi sumber-sumber stres
   yang ganas dan yang menggerogoti keadaan mental para anggota
   keluarga kita sampai pada tingkat yang masih dapat diatasi atau
   dikuasai, dan menolong mereka untuk mengendalikan akibat-akibat
   tekanan-tekanan itu. Dan upahnya ialah kehidupan yang lebih sehat dan 
bahagia.

-*- Sumber diambil dari: -*-
   Judul Buku: 40 Cara Mengarahkan Anak
   Penulis   : Paul Lewis
   Penerbit  : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1997
   Halaman   : 62 - 66

*TELAGA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* TELAGA*

   Ternyata tidak hanya orang dewasa saja yang bisa mengalami stres,
   anak-anak pun bisa mengalami gangguan ini. Dan, tentu saja jika ini
   terjadi, orangtua tidak bisa tinggal diam. Beberapa cara yang kami
   ambil dari perbincangan dengan Bapak Heman Elia, M.Psi. berikut ini,
   kami harapkan bisa membantu Anda, para orangtua yang sedang
   mengalami masalah seperti ini.

           -*- BAGAIMANA MEMBANTU ANAK MENGHADAPI STRES? -*-

   T : Bagaimana kita bisa meningkatkan daya tahan kita sebagai
       orangtua agar tidak stres menghadapi anak yang stres?

   J : Ada 3 hal yang bisa kita lakukan untuk memperbesar daya tahan
       kita sendiri terhadap stres.

       PERTAMA, kita perlu memandang lingkungan dan realita di sekitar
       kita secara lebih utuh dan realistis. Misalnya, tidak membesar-
       besarkan ancaman, tidak menghantui atau menakut-nakuti diri sendiri.

       KEDUA, kita perlu berpikir secara rasional dan lebih sehat di
       dalam menghadapi kegagalan, peristiwa kurang menyenangkan yang
       kita alami dan sebagainya. Cara berpikir yang rasional berarti
       kita tidak mengalahkan diri kita dengan menambahkan pikiran-
       pikiran negatif ke dalam diri kita.

       KETIGA, kita perlu mempunyai kehidupan rohani yang baik. Dalam
       hal ini kita perlu sering membaca dan merenungkan firman Tuhan
       karena firman Tuhan banyak memberi kita pandangan yang sehat dan
       cara-cara yang baik dalam menghadapi situasi di sekitar kita
       yang tidak selalu baik. Seringkali apa yang kita alami adalah
       sesuatu yang kurang menyenangkan, tetapi Alkitab memberi dasar
       bagi kita untuk menghadapinya, terutama di dalam kehidupan iman.
------
   T : Sebenarnya di usia berapa anak-anak mulai bisa mengalami stres
       dalam kehidupannya?

   J : Biasanya kalau ibu yang mengandung itu mengalami tekanan berat,
       lalu menghadapi, misalnya suasana keluarga yang kurang
       menyenangkan dan tidak harmonis, maka akan berdampak kepada
       janin. Menurut penelitian, janin-janin yang dikandung oleh ibu
       yang mengalami stres cukup berat, pada masa kelahirannya anak
       akan cenderung lebih banyak mengalami kegelisahan yang akan
       terbawa sampai remaja.
------
   T : Meskipun pada waktu di dalam kandungan ibunya tidak mengalami stres, 
tetapi 
        anak tetap mempunyai potensi untuk stres. Biasanya apa penyebabnya?

   J : Menurut tingkatannya, secara umum penyebab anak stres pada
       TINGKAT SEDANG, misalnya kalau anak harus ikut pindah rumah,
       pindah sekolah, orangtua yang bertengkar terus-menerus,
       menghadapi kelahiran adiknya, orangtua yang menikah lagi, anak
       harus bekerja pada usia yang masih muda, dan orangtua yang jarang di 
rumah.

       Stres pada TINGKAT BERAT, misalnya anak harus diopname dan
       dioperasi di rumah sakit, orangtua bercerai, dan jika anak
       mengalami perkosaan atau pelecehan seksual.

       Stres pada TINGKAT TERBERAT adalah kematian beberapa anggota
       keluarga sekaligus atau bencana alam, peperangan, kerusuhan
       sehingga mereka harus hidup di pengungsian.

       Dari tingkatan-tingkatan ini kita bisa kurang lebih
       memperkirakan gangguan tingkah laku yang akan dihadapi. Semakin
       berat tentunya semakin besar potensi gangguan tingkah laku yang akan 
muncul.
------
   T : Apakah ada hal-hal lain yang membuat kita bisa menduga bahwa
       anak kita sedang mengalami stres?

   J : Mulai dari perubahan tingkah laku, misalnya adanya perubahan
       tingkah laku menjadi lebih tegang, lebih rewel, lebih gelisah,
       lebih cemas, lebih cengeng, mundur ke tingkat perkembangan
       sebelumnya, misalnya tadinya sudah tidak ngompol sekarang
       ngompol lagi dan sebagainya. Selain itu masih ada gejala-gejala
       yang berakibat pada fisik, misalnya pada anak-anak usia 3 tahun
       mereka bisa sakit lambung, muntah-muntah kemudian demam. Pada
       usia-usia selanjutnya bisa saja terjadi gangguan tidur, mimpi
       buruk dan sebagainya.
-----
   T : Suasana bagaimana yang sebenarnya bisa mendukung seorang anak
       supaya dia lebih tahan menghadapi stres?

   J : Rumah yang harmonis yang bisa memberikan rasa aman bagi seluruh
       anggotanya. Itu yang akan memberikan bekal bagi anak untuk
       menghadapi lingkungan lebih baik. Selain itu, anak akan
       mengalami stres yang lebih besar kalau di keluarga itu terdapat
       lebih dari 2 anak yang berusia di bawah 3 tahun. Artinya, setiap
       tahun lahir seorang anak, jadi jarak kelahiran antaranak perlu
       diperenggang untuk mengurangi kemungkinan stres pada anak.
       Kemudian, kalau bisa sewaktu menikah, ada kepribadian yang lebih
       baik dari masing-masing pasangan karena seorang ibu, dalam hal
       ini pengasuh utama bagi anak, mempunyai peran penting. Kalau
       sang ibu mudah mengalami gangguan tingkah laku atau rentan
       terhadap stres, maka akan berpengaruh juga terhadap anak.

       Di samping itu seorang ibu juga perlu responsif terhadap anak,
       karena akan memperbesar daya tahan anak. Ibu juga perlu
       mengetahui hal-hal yang umum mengenai perawatan anak dan
       kemudian orangtua tidak banyak cekcok, kondisi rumah sebaiknya
       bersih dan teratur. Banyak rumah yang kondisi rumahnya tidak
       teratur sehingga kadang menimbulkan stres yang lebih berat.

       Satu hal lagi yang juga penting adalah orangtua perlu hadir
       secara teratur di dalam kehidupan anak. Bagaimanapun anak perlu
       ada orang dewasa yang bisa menampung keluhan-keluhannya, rasa
       takutnya dan sebagainya. Beberapa hal ini akan membantu anak
       untuk menghadapi stres yang dialaminya.
------
   T : Kalau seandainya ada anak di dalam rumah tangga kita yang
       mengalami tekanan, mengalami stres, sebagai orangtua apa yang
       bisa kita lakukan terhadap anak ini?

   J : Prinsip yang utama adalah kita perlu memberikan suasana yang
       menerima, bisa memahami anak dan bisa melihat masalah dari sudut
       pandang anak itu. Kalau anak itu mengaku ketakutan dan
       sebagainya, janganlah anak itu ditolak atau direndahkan atau
       diejek karena akan memperbesar stres yang dirasakannya.

       Kemudian orangtua juga harus memberikan satu lingkungan dimana
       anak itu merasa terlindungi dan aman. Seringkali orangtua kurang
       bisa memberikan suasana seperti itu. Misalnya ketika anak
       mempunyai masalah di sekolah, adakalanya kita sebagai orangtua
       cenderung tidak sabar, cenderung cepat marah sehingga akibatnya
       stres yang terjadi pada anak ini tidak terselesaikan.

       Satu hal yang juga sangat penting adalah kita harus menciptakan
       suasana ibadah di rumah. Jadi, jika anak pada saat tidak di
       dalam pengawasan orangtua dan sedang menghadapi suatu masalah,
       maka dia sudah terbiasa untuk berdoa, minta perlindungan Tuhan
       dan selalu bersandar kepada Tuhan.
------
   T : Anak-anak yang orangtuanya menerapkan disiplin dengan keras
       sekali, dampaknya anak bisa jadi stres. Dalam hal ini
       bagaimanakah jalan tengahnya supaya apa yang orangtua anggap
       baik juga tertangkap baik oleh anaknya dan anak yang diharapkan
       baik juga dipahami oleh orangtuanya?

   J : PERTAMA, orangtua perlu memandang atau belajar memandang apa
       yang dipandang oleh anak. Seringkali orang dewasa beranggapan
       anak adalah orang dewasa dalam bentuk mini, akibatnya anak-anak
       tidak berkembang menurut perkembangannya yang wajar. Misalnya,
       dalam hal disiplin, anak usia 3 tahun tidak bisa disuruh duduk
       lebih dari 15 menit, untuk 10 menit duduk diam saja itu sudah
       bagus sekali. Anak usia 3-5 tahun membutuhkan banyak sekali
       gerakan, harus lari ke sana ke sini, kalau dia harus belajar
       kemudian masih dimarahin lagi otomatis dia tidak suka untuk belajar.

       KEDUA, orangtua perlu belajar untuk memahami perkembangan atau
       psikologi perkembangan anak dengan mengetahui pada tahap-tahap
       atau usia berapa saja anak mengalami hal-hal tertentu, sehingga
       orangtua akan lebih banyak menghargai anak. Dalam hal disiplin,
       orangtua harus bisa membedakan antara ketidakmampuan anak untuk
       bertanggung jawab dan tidak bisa bertanggung jawab. Anak tidak
       mengikuti perintah kita karena dia belum bisa, belum matang,
       belum cukup matang ataukah karena anak itu memang sengaja tidak
       mau dan menentang, itu harus dibedakan. Jadi, kalau kita tahu
       bahwa dia memang belum bisa bertanggung jawab, maka kita tidak
       boleh menerapkan disiplin dengan ketat. Kita harus melatih dia,
       setahap demi setahap.
------
   T : Apakah sebaiknya setiap kali anak mengalami permasalahan,
       orangtua perlu turun tangan supaya anak tidak sampai stres?

   J : Orangtua, sebaiknya melakukan tindakan preventif dengan
       memberikan suasana berkomunikasi secara terbuka tanpa rasa
       takut. Jika ini sudah terjalin dengan baik, maka jika anak
       menghadapi stres yang tidak bisa diatasinya, dengan sendirinya
       dia akan meminta kita untuk membantunya. Jadi, adakalanya dengan
       diskusi atau komunikasi, kita bisa memperbaiki cara anak
       memandang dan memperkuat daya juangnya sehingga dia mau berlatih
       mengatasi masalahnya sendiri.

-*- Sumber: -*-
   [[Sajian di atas, kami ambil/edit dari isi kaset TELAGA No. #088B
     yang telah diringkas/disajikan dalam bentuk tulisan.
     ==>  http://www.telaga.org/transkrip.php?membantu_anak_stres.htm
       -- Jika Anda ingin mendapatkan transkrip lengkap kaset ini lewat
        e-Mail, silakan kirim surat ke: < [EMAIL PROTECTED]
                              atau: < [EMAIL PROTECTED] >             ]]


*INFO *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* INFO*

                -*- CHRISTIAN COUNSELING CONFERENCE -*-

   Kami informasikan kembali bagi Anda para guru, pemimpin rohani, dan
   hamba-hamba Tuhan dalam pelayanan konseling, jangan lewatkan
   konferensi dengan tema:

       "TANTANGAN DAN PELUANG KONSELING KRISTEN DI INDONESIA II"

   Konferensi akan diselenggarakan pada:
   Hari, tanggal    : Kamis-Jumat, 21-22 Juli 2005
   Tempat           : Bidakara, Hotel Bumikarsa
                      Jl. Jendral Gatot Subroto Kav. 71-73, Jakarta
   Pembicara        : Pdt. Yakub Susabda, Ph.D.
                      Pdt. DR. Mesach Krisetya
                      Pdt. DR. Dwijo Saputro
                      Pdt. Siang Yang Tan, Ph.D.
                      Esther Susabda, Ph.D.
   Biaya Pendaftaran:
   - Rp. 350.000,00; per orang (termasuk makan siang + snack, tanpa akomodasi)
   - Rp. 550.000,00; per orang
     (termasuk makan siang + snack, menginap 1 malam di Hotel Bumikarsa)
   - Bebas biaya seminar untuk 50 mahasiswa/i teologia atau psikologi
     yang ingin mengikuti seminar tetapi kesulitan biaya (menulis surat
     permohonan kepada panitia).

   Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
   - Ria dan Christy
     STTRII Kemang Utara IX/10, Jakarta 12760
     Telp.: (021) 7990357, 7982819 / Fax.: (021) 7987437
     Email: [EMAIL PROTECTED]

   - Ibu Feri
     Pastorium SAAT, Taman Dieng III/16 Malang
     Telp.: (0341) 561498 / Fax.: (0341) 561498

   - Pusat Pelayanan Gereja-gereja Injili Indonesia (PPGII)
     Jl. Sentani No. M-27 Kompleks Wisma Angkasa Pura
     Jakarta Pusat 10720
     Telp.: (021) 6410445 / Fax.: (021) 6410446

   Seminar ini diselenggarakan atas kerjasama:
   - Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Indonesia (STTRII)
   - Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT)
   - Pusat Pelayanan Gereja-gereja Injili Indonesia (PPGII)
   dan diprakarsai oleh: Pdt. Yakub B. Susabda, Ph.D.
                         Pdt. DR. Dwijo Saputro
                         Pdt. Paul Gunadi, Ph.D.

   Ada kemungkinan bisa ditampilkan di Situs C3I (Christian Counseling
   Centre Indonesia) jika memang sesuai dengan visi dan misi C3I.
   ==>   http://www.sabda.org/c3i/

   Selain itu, saat ini YLSA (Yayasan Lembaga SABDA) juga memiliki
   komunitas penulis online "Christian Writers' Club" (CWC). Silakan
   mengirimkan tulisan-tulisan Anda kepada moderator komunitas CWC agar
   bisa ditampilkan dalam Situs CWC. Untuk lebih jelasnya, silakan
   menghubunginya di alamat:  ==>   <[EMAIL PROTECTED]>

   Kiranya informasi dari kami bisa membantu Anda untuk menyalurkan
   talenta menulis yang Anda miliki. Jangan segan mengirimkan email
   lagi jika masih ada hal yang ingin ditanyakan. Kami tunggu tulisan
   Anda! Untuk pembaca lainnya, jangan mau ketinggalan, kami tunggu
   juga partisipasinya! GBU.

e-KONSEL*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*e-KONSEL

                          STAF REDAKSI e-Konsel
                           Ratri, Silvie, Evie
                     PENANGGUNG JAWAB ISI dan TEKNIS
                          Yayasan Lembaga SABDA
                      INFRASTRUKTUR dan DISTRIBUTOR
                           Sistem Network I-KAN
                       Copyright(c) 2005 oleh YLSA
                       http://www.sabda.org/ylsa/
                     http://www.sabda.org/katalog/
                     Rekening: BCA Pasar Legi Solo
                  No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati

*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
   Anda punya masalah atau perlu konseling? <[EMAIL PROTECTED]>
   Informasi/artikel/bahan/sumber konseling/surat/saran/pertanyaan/dll.
   dapat dikirimkan ke alamat:             <[EMAIL PROTECTED]>
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
   Berlangganan: Kirim e-mail kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
   Berhenti:     Kirim e-mail kosong:  [EMAIL PROTECTED]
   Sistem lyris: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-konsel
   ARSIP publikasi e-Konsel:  http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*


[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke