From: "Aina - Sinar Kumala" <[EMAIL PROTECTED]>
RIP : Pak Hadi
In Memoriam : PAK HADI
Saya mencoba memasukkan kunci satu persatu, lalu membuka laci-laci Pak Hadi.
Orang tua (70th) yang duduk di work-station satu ini sudah berpulang ke rumah
Bapa di Surga. Beliau sudah 8 tahun bekerja di sini, sebagai Kasir sekaligus
menangani karyawan, sebab kebutuhan karyawan sebagian besar adalah masalah
keuangan. Karena perbedaan usia yang cukup jauh dengan istri, maka Pak Hadi
tetap harus bekerja untuk mencukupi ekonomi keluarganya. Tanggungannya memang
hanya tinggal anak perempuannya yang sudah diterima di salah satu SMU di
Jakarta, sedangkan anaknya yang besar sudah menikah dan berdiam di Australia.
Sejak awal Juni lalu, Pak Hadi di opname di RS Carolus. Agak mengejutkan
sebetulnya, karena sebelum libur Waisak beliau baik-baik saja. Ketika pulang
dari kantor terakhir kali, mobil beliau mogok sehingga Pak Hadi terpaksa harus
agak repot mencari solusi sampai mobilnya berhasil dibawa ke bengkel terdekat.
Tiba di rumah dengan agak kelelahan beliau sempat menyantap beberapa buah
salak, akibatnya nafas beliau menjadi sesak. Khawatir akan hal tersebut,
istrinya lalu mengajak pak Hadi ke dokter, ternyata diminta untuk rontgen.
Hari Seninnya, Pak Hadi masih menyetir sendiri ketika harus ke RS untuk
rontgen. Setelah didapati bahwa ada pembengkakan di jantung, Pak Hadi
diharuskan untuk dirawat. Namun beliau merasa baik-baik, cukup beristirahat
saja di rumah. Karena sesaknya belum juga surut, hari Rabunya Pak Hadi kembali
kontrol dan oleh dokter tetap disarankan agar diopname.
Entah karena pertimbangan dana atau hal lainnya, sang istri membawa Pak Hadi ke
RS Carolus dan langsung oleh dokter diharuskan masuk ke ICCU. Untuk
mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan sesak nafasnya,
pernafasan Pak Hadi dibantu respirator, juga diberi obat penenang dengan alasan
"supaya nafasnya gak balapan sama alat bantunya"... Hari ke-2 Pak Hadi bangun,
langsung mencabut selang-selang yang ada di mulut dan hidungnya sambil berkata,
"Apa-apaan sih ini ? Waduh, bohong nih pakai
alat-alat begini !!" Para dokter jaga sempat panik karena ada pasien
ribut-ribut di ruang ICCU yang biasanya tenang 'kaya kuburan' ;-( Akhirnya Pak
Hadi 'ditidurkan' lagi, dan dokter menjelaskan pada istrinya bahwa jantung pak
Hadi lemah, pernafasannya harus dibantu jika tidak ingin terjadi hal-hal yang
membahayakan nyawanya. Akhirnya, tangan dan kaki Pak Hadi pun diikat, supaya
tidak bisa memberontak !
Malang sekali wajah bapak tua ini, ketika saya membesuknya. Air mukanya tidak
tampak seperti orang sakit, beliau hanya tertidur terus. Pesan dari papa &
istrinya (bukan Mama-ku karena sudah almarhumah;-)) adalah agar saya 'bisa'
meyakinkan istri Pak Hadi untuk memindahkan beliau ke RS lain, sebab mereka
melihat ketidakwajaran. Papa sempat marah-marah, "Gila apa ! Orang gak sakit
juga bisa jadi stressed tuh diikat begitu !" Sayapun meluangkan waktu
berbincang-bincang dengan istri Pak Hadi & putrinya, mengajak mereka
makan malam dan mencari alternatif. (Biasa, cari-cari Mbah Dukun minta
referensi Dukun Jantung ;-d Thanks, Mbah ;-)) Tapi seperti yang papa
'sebalkan' adalah perkataan istrinya, "Ntar kalau ada apa-apa di jalan, gimana
dong ?" Wah... kalau istrinya tidak berani mengambil resiko, apatah lagi yang
bisa kita upayakan ?
Akhirnya, masuk minggu ke-3, pak Hadi bertambah kurus, tidak memiliki semangat
hidup lagi. Dua hari menjelang beliau 'berpulang' memang ikatannya dilepaskan,
tapi 'sang pasien' sudah tampak tidak ingin 'struggle' lagi.
Saya membayangkan, betapa di minggu pertama beliau berharap ada seseorang yang
mampu menolongnya, melepaskan ikatan ditangan & kakinya, memindahkan dia dan
membiarkannya 'hidup normal'. Minggu ke dua, bisa jadi beliau masih berharap.
Namun memasuki minggu ke-tiga, pupuslah harapannya....
Saya menarik secarik lembar kertas dari tumpukan kertas-kertas yang berupa
catatan kecil di salah satu map, di sana ada tulisan tangan Pak Hadi :
" Our Father which art in heaven, Hallowed be thy name.
Thy kingdom come. Thy will be done in earth, as it is in heaven.
Give us this day our daily bread.
And forgive us our debts, as we forgive our debtors.
And lead us not into temptation, but deliver us from evil:
For thine is the kingdom, and the power, and the glory, for ever. Amen."
Beberapa buku rohani seperti Paduan Novena dan Manna Surgawi juga di situ.
Saya percaya Pak Hadi sedang tersenyum di sana, mengenang beliau malam ini saya
pun bisa tersenyum. Terbayang di mata saya, bapak yang selalu menelpon ke meja
saya setiap siang, "Ada tamu gak, Aina ? Kita makan siang menu biasa ?" Atau,
jika saya masih di kantor menjelang malam, "Aina mau makan apa nih ?" (Malam
ini saya masih di kantor, jadi teringat nasi uduk favorit Pak Hadi ;-( )
Rasanya memang hidup ini seperti uap, sebentar ada dan sebentar kemudian
menghilang. Yang tersisa adalah kenangan kepada orang-orang yang ada
disekeliling kita. Langkah-langkah kehidupan adalah merupakan
"catatan-catatan" yang kita buat, jika hidup itu sendiri sudah tiada,
"catatan-catatan" itulah yang masih terbaca. Bagi kita yang masih 'hidup',
inilah kesempatan untuk meninggalkan 'bacaan' agar membuat orang lain tersenyum
bahagia dan memetik suatu makna yang indah, "orang ini berarti bagi saya."
Ingat slogan, "bikin HIDUP lebih HIDUP" ?? So, get your "life" ON !!
salam dalam kasih karunia Tuhan Yesus yang memberi HIDUP
Aina
(yangjadisibukbangetmenggantikanseluruhtugas-tugasPakHadi)
[Non-text portions of this message have been removed]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]
Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/