From: Full Gospel Indonesia
-------------cari pikiran Allah dalam Alkitab ------------------
PROSES TRANSFORMASI -2 : Kendalanya adalah KESOMBONGAN !
Saudara2 yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,
TRANSFORMASI adalah hal2 yang spiritual, " supranatural " kata orang dunia,
untuk bisa melakukan dengan sempurna sangat sulit bagi umatNya yang belum dalam
Kristus, sebab ditulis dalam Mat 7:14, bahwa jalan kehidupan layaknya seperti
jalan memasuki suatu pintu gerbang yang sangat2 sempit dan harus jalan melalui
jalan2 yang sempit pula, betul2 Tuhan itu luar biasa! manusia tinggal pilih :
jalan yang lebar, enak, mulus atau jalan bersamaNya lewat jalan yang sempit itu
? ini adalah hasil pergumulan doa saya diawal tahun 2005 untuk siaran Full
Gospel Indonesia.
Saya pilihkan tulisan2 para hambaNya sebagai berikut :
Rev. DR. David Yonggi :
Kesombongan dan keangkuhan menyebabkan kita
meninggikan diri kita sendiri. Hal2 yang harus diperhatikan oleh hamba-hamba
Tuhan adalah :
Jangan meninggikan diri !
Kesombongan dan keangkuhan menyebabkan kita meninggikan
diri kita sendiri. Ada beberapa hamba Tuhan yang selalu membicarakan berbagai
hal yang telah mereka capai. Mereka membicarakan bagaimana suksesnya mereka di
dalam pelayanan mereka dan mereka juga membicarakan pekerjaan besar apa saja
yang telah mereka kerjakan. Tentu saja semua orang mempunyai keinginan agar
orang lain mengetahui pekerjaan baik yang telah kita lakukan.
Kesombongan dan keangkuhan menyebabkan kita meninggikan diri kita sendiri.
Ketika seorang hamba Tuhan menyombongkan semua hal
yang telah dicapainya, maka orang-orang menjadi tidak terkesan lagi. Malahan
orang-orang akan merendahkan hamba Tuhan yang seperti itu. Tuhanlah yang
berhak meninggikan atau merendahkan kita (I Samuel 2:7). Oleh karena itu,
hamba-hamba Tuhan tidak boleh mementingkan dirinya sendiri atau berusaha
menempatkan diri mereka sendiri di atas orang lain.
Sombong adalah sifat iblis !
Ketika kita membaca Alkitab, kita dapat melihat
bahwa orang-orang yang merasa bangga membuat diri mereka dihukum Tuhan. Yang
pertama adalah Lucifer. Lucifer sebagai malaikat yang tertinggi berusaha
meninggikan dirinya sendiri ke tingkatan dimana hanya Tuhan yang layak. Ia
juga menempatkan dirinya di tahta Allah. Ia berusaha menyamakan dirinya dengan
Allah. Tetapi, hal ini menyebabkan ia dihukum Allah. Ia dibuang dari sorga
dan kita mengenalnya sebagai Iblis (Yesaya 14:12-15).
Bahkan setelah jatuh, Iblis masih saja memberontak dan menentang Tuhan. Ia
membujuk Adam dan Hawa melalui keinginan mereka untuk mencapai kebesaran,
sehingga membuat mereka menjadi bangga atas diri mereka sendiri. "Matamu akan
terbuka dan kamu akan menjadi sama seperti Allah" (Kejadian 3:5). Adam dan
Hawa jatuh karena ditipu Iblis dan mereka memakan buah dari pohon pengetahuan
akan yang baik dan yang jahat yang dilarang Tuhan untuk dimakan. Sebagai akibat
ketidaktaatan mereka terhadap Tuhan, maka Adam dan Hawa dibuang dari Taman Eden
/ Firdaus.
Keturunan Nuh tidak terkecuali!
Mereka berkata satu sama lain, "Marilah kita dirikan
bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan
marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi." (Kejadian
11:4).
Mereka ingin menjadi seperti Tuhan. Namun menara Babel tidak pernah bisa
mencapai langit dan mereka tersebar-sebar ke seluruh bumi.
Contoh2 dalam Alkitab :
Haman merupakan contoh lain dari seorang yang angkuh.
Ia berusaha meninggikan dirinya melebihi orang lain. Tetapi, sebagai akibatnya
ia malah direndahkan. Mordekhai yang sudah ia rencanakan untuk dibunuh malah
dinaikkan ke atas kuda dan memegang tali kekang, sementara Haman mengaraknya ke
seluruh kota sambil berseru, "Beginilah dilakukan kepada orang yang raja
berkenan menghormatinya." Akhirnya Haman digantung tiang gantungan yang
sebenarnya ia rencanakan untuk menggantung Mordekhai. (Ester 7:9-10)
Semua hal tersebut terjadi karena mereka berusaha meninggikan diri mereka
sendiri, bukannya meninggikan Tuhan Sang Pencipta. Alkitab mengatakan pada
kita,
"Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan"
(Amsal 16:18)
Semua hamba Tuhan harus menanyai diri mereka sendiri dengan pertanyaan ini,
"Benarkah saya sudah bekerja untuk kemuliaan Tuhan dan namaNya, atau apakah
saya terjebak di dalam kesombongan saya sendiri?"
Pada suatu saat, saya tinggal di sebuah hotel bersama beberapa pendeta dari
United States (AS) dan seorang pendeta dari Thailand. Saya melihat bahwa
pendeta-pendeta dari Amerika kadang-kadang tidak mempedulikan pendeta yang dari
Thailand tersebut. Tetapi ketika tiba waktunya untuk menyampaikan khotbah,
situasinya benar-benar berubah. Ketika pendeta-pendeta yang dari Amerika
menyampaikan khotbah, banyak jemaat yang menggosok-gosok matanya dan mereka
mulai mengantuk. Saya harus menterjemahkan khotbah tersebut ke dalam bahasa
Korea, dan hal itu bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Tetapi, ketika pendeta
yang dari Thailand itu mulai menyampaikan khotbahnya, semua orang
mendengarkannya dengan sungguh-sungguh dan lebih nmudah bagi saya untuk
menterjemahkannya. Mengapa ada perbedaan semacam itu? Apakah pendeta yang dari
Thailand itu lebih kompeten daripada pendeta-pendeta yang dari Amerika? Tidak.
Alasannya adalah ketika pendeta-pendeta dari Amerika sibuk sendiri dengan
urusannya, pendeta yang dari Thailand itu berlutut dan ia merendahkan diri di
hadapan Tuhan serta berdoa meminta pertolongan dari Roh Kudus.
Untuk menyampaikan pesan Tuhan diperlukan kerjasama dengan Roh Kudus.
Menyampaikan khotbah mengenai pesan Tuhan bukanlah seperti memberikan kuliah
tentang pengetahuan akan dunia ini. Hanya dengan begitu kita dapat mengalami
pekerjaan besar Tuhan terjadi. Oleh karena itu, hamba-hamba Tuhan yang
meninggikan dirinya melebihi orang-orang adalah orang yang benar-benar bodoh.
Yesus Kristus adalah satu-satunya orang dimana kita dapat bermegah diri di
dalamNya.
Seseorang yang sungguh-sungguh menunjukkan contoh yang hebat adalah Yohanes
Pembabtis. Ketika Yohanes mulai memberitakan Injil, sejumlah besar orang
berkumpul di sekitarnya. Tetapi ketika Yesus memulai pelayananNya, orang-orang
mulai mengelilingi Yesus. Ketika salah seorang pengikut Yohanes melaporkan hal
ini kepada Yohanes, ia berkata, "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin
kecil." (Yohanes 3:30)
Yohanes merendahkan dirinya sendiri dengan rendah hati. Ia telah mempersiapkan
dirinya sebelum Yesus memasuki pelayananNya. Namun, tanpa menyebutkan pekerjaan
besar yang telah ia lakukan, ia melangkah mundur. Setelah ia memenuhi
tugasnya, Yohanes menyerahkan semuanya kepada Yesus. Dengan cara yang sama,
tidak peduli seberapa besar kesuksesan yang telah kita capai, kita tidak boleh
membiarkan kesuksesan itu merasuki pikiran kita, tetapi berikanlah kemuliaan
itu kepada Tuhan kita Yesus Kristus.
Kita harus bersikap seperti Rasul Paulus!
Rasul Paulus mengakui, "Tetapi aku sekali-kali tidak
mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia
telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia." (Galatia 6:14). Kita harus
bersikap seperti itu. Kita harus selalu berlutut di hadapan Kristus dan dengan
rendah hati menyatakan, "Aku adalah hambaMu yang tidak berharga."
Rev. Joe Daugherty :
Apakah hal utama yang menghalangi jalan kita
untuk diberkati? Ada banyak kemungkinan: kurangnya pengetahuan, ketakutan,
ke-tidakpercaya-an dan dosa. Setiap hal tersebut merupakan penghalang turunnya
berkat Tuhan, tetapi ada satu hal lagi yang menjadi akar masalah yaitu
KESOMBONGAN.
Kesombongan adalah suatu pendapat pribadi yang berlebihan.
Kesombongan membuat kita meninggikan diri melebihi Tuhan dan orang lain.
Kesombongan membuat kita mengandalkan cara kita sendiri, pikiran kita sendiri,
dan kemampuan kita sendiri, bukannya mengandalkan cara Tuhan, pikiran Tuhan,
dan kemampuan Tuhan.
Lucifer jatuh karena kesombongannya. Yehezkiel 28:14 mengatakan, "He was the
anointed cherub who covers." (artinya: ia adalah pemimpin kerub yang diurapi).
Luciferlah yang memimpin penyembahan karena ia memang diciptakan untuk itu.
Ayat 17 mengatakan, "Engkau sombong karena kecantikanmu." Kesombongan akan
penampilannya membuat Lucifer jatuh ke dalam pemberontakan dan dosa.
Yesaya 14:12-14 mengatakan, "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang
Timur,... Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit,
aku hendak mendirikan tahtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak
duduk di atas bukit pertemuan... Aku hendak naik mengatasi ketinggian
awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi."
Kesombongan menyebabkan Lucifer berusaha menggulingkan Kerajaan Allah. Ia
dilemparkan dan kehilangan posisinya. Kesombongan menyebabkan dosa. Dosa
menyebabkan kurangnya pengetahuan. Kurangnya pengetahuan menyebabkan ketakutan.
Kesombongan merupakan akar masalahnya.
Kesombongan Menyebabkan Penipuan:
Bagaimana seorang malaikat bisa berpikir bahwa ia dapat menggulingkan Kerajaan
Allah dan mengambil alih kediamanNya? Satu-satunya cara untuk melakukan hal
tersebut adalah dengan melakukan penipuan total. Obaja 3 mengatakan,
"Kesombongan telah menipumu." Penipuan diri mengambil alih ketika kesombongan
itu timbul.
Kesombongan menyebabkan seseorang berpikir bahwa dirinya lebih pintar daripada
Tuhan. Kesombongan menyebabkan orang-orang lebih berjalan dengan caranya
sendiri dan melakukan apa yang mereka mau, daripada melakukan cara Tuhan dan
melakukan kehendakNya.
Adam dan Hawa mengikuti jalan yang sama seperti Lucifer. Mereka menolak
perintah Tuhan karena mereka lebih memilih untuk melakukan kehendak mereka
sendiri. Alasannya sederhana saja, karena kesombongan. Kesombongan mengandalkan
caranya sendiri melebihi cara Tuhan.
Kesombongan disebabkan oleh keinginan daging dan keinginan mata.
Amsal tentang Kesombongan:
Amsal 8:13, "Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan; aku benci kepada
kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat."
Amsal 11: 2, "Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh." Amsal 13: 10,
"Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran."
Amsal 16:10, "Pride goes before destruction." (artinya: Kesombongan membawa
kehancuran)
Manifestasi dari Kesombongan:
1. Tidak mencari Tuhan di dalam doa dan FirmanNya
2· Tidak mematuhi Roh Tuhan dan Firman Tuhan
3· Menolak untuk menyembah dan memberi
4· Tidak bertobat ketika berdosa
5· Lebih peduli pada pendapat orang lain daripada pendapat Tuhan
6· Mengejar kesenangan dan kenyamanan sebagai ganti dari komitmen dan
penyerahan diri kepada kehendak Tuhan
7· Tidak bisa mengendalikan amarah
8· Pemberontakan atau Otoritas sekuler - yaitu tidak mau tunduk kepada hal-hal
rohani
Solusi dari Tuhan : Merendahkan diri !
Yakobus 4:1-10, mengatakan bahwa pertengkaran dan pertentangan merupakan akibat
dari kesombongan diri. "Tuhan menentang kesombongan, tetapi Ia memberikan
anugerahNya bagi orang yang rendah hati."
Penyerahan diri kepada Tuhan dan kepada orang-orang yang telah Ia pilih atas
kamu merupakan poin yang pertama.
Hal ini hanya biasa terjadi dengan pertobatan yang
sungguh-sungguh. "Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggika
kamu."
I Petrus 5:5-11 mengatakan bahwa kita harus tunduk kepada pemimpin-pemimpin
rohani kita. Tuhan menentang kesombongan, tetapi Ia memberikan anugerahNya bagi
orang yang rendah hati. Mempedulikan Tuhan merupakan suatu tindakan yang rendah
hati dimana Bapa kita di sorga adalah satu-satunya yang peduli akan kepedulian
kita. Petrus mengungkapkan bahwa Iblis sedang mencari pintu yang terbuka
terhadap kesombongan. Ketika kita berjaga-jaga dengan merendahkan diri dan
melawan si jahat, maka anugrah Tuhan akan menguatkan, membangun dengan sempurna
dan mengokohkan kita.
Catatan :
Rev. DR. David Yonggi Cho adalah Gembala Gereja Yoido Full Gospel Church. Seoul
Korea, beliau termasuk para pelopor gereja millenium baru diabad 21 ini ,
melayani ratusan juta umatNya diseluruh dunia , DCEM dan "Church Growth
International".adalah 2 organisasi yang dibentuk untuk membantu misi &
pelayanan interdenominasi - international , pelayanan Roh Kudus diseluruh
dunia.
Rev. Joe Daugherty adalah Senior dari "Victory Christian Center" di Tulsa, OK.
beliau adalah seorang anggota dari jajaran direksi "Church Growth
International".
Lanjutan PROSES TRANSFORMASI-2 : BERDOA BERSAMA ROH KUDUS 1-4 merupakan siaran
terbatas hanya untuk semua cell groups Full Gospel Indonesia, silahkan yang
berminat bergabung, para hamba Tuhan, dimohon bantuannya untuk bisa membantu
members berdiskusi tentang " jalan yang sempit " ini dalam group masing2.
GBU
Prepared by : Bambang Wiyono
HP : 812 327
3886
e-mail : [EMAIL PROTECTED]
IP 206.190.39.113
http://groups.yahoo.com/group/fullgospel_indonesia/ ( bahasa Indonesia
)http://groups.yahoo.com/group/threefoldblessing/ ( bahasa Inggris )
[Non-text portions of this message have been removed]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]
Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/