Lesson 5PELAJARAN Ke- 2, KWARTAL III 2005
2-9 Juli 2005
Diterjemahkan oleh: Joice Manurung.
Allah adalah Prioritas Kita
" 'Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu
akan ditambahkan kepadamu' " (Matius 6:33, NKJV).
Sabtu, 2 Juli
Itu Hanyalah Sejauh P.B.A.R
PENGANTAR
Lukas 16:13
" 'Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia
akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada
yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada
Allah dan kepada Mamon.' " (Lukas 16:13, NKJV).
Inilah saatnya untuk menyadari kenyataan yang ada. Kita terpesona oleh
ilah-ilah yang dikenal dengan nama televisi, radio, musik-musik sekular, dan
lain-lain. Kita menyadari kebenaran Allah yang benar hanya ketika kehidupan
berubah menjadi kepahitan. Di dalam dunia yang penuh dengan godaan kita telah
diberkati dengan adanya kehendak yang bebas. Kita tidak bisa mengabdi kepada
dunia dan kepada Allah, oleh karena itu kita perlu menyadari bahwa ada satu
pilihan yang harus dibuat untuk melakukan perubahan hidup.
Percayalah kepada Bapa kita yang setia. Kita cenderung untuk mempermainkan
prioritas kita, memberikan perhatian kepada dunia dan meninggalkan Allah pada
waktu-waktu kesenangan. Kita mungkin telah kehilangan Allah dalam bagasi
kehidupan kita, akan tetapi semuanya membutuhkan waktu untuk mengeluarkan
segala sesuatu dan memulainya kembali. Inilah saatnya anda untuk menata
kembali prioritas-prioritas anda sehingga Allah berada pada posisi teratas.
Biarlah Ia tetap dekat manakala anda menjalani kehidupan. Tidak pernah ada
kata terlambat untuk menempatkan Allah bertahta sebagai raja dalam kehidupan
kita.
Raihlah. Dalam segala hal yang kita lakukan, pilihlah Allah. Kita dapat pergi
kepada pendeta atau pemimpin pemuda kita dan menanyakan dia bagaimana caranya
kita dapat menempatkan Allah sebagai hal yang pertama; atau, adalah lebih baik,
kita dapat bertanya kepada Allah sendiri. Ia berbicara kepada kita melalui
Ayat-ayat Alkitab dan mengingatkan kita bahwa bahkan di era yang penuh dengan
pertentangan ini ketikan kita sering kali dialihkan perhatiannya oleh ilah-ilah
lain, kita dapat menyelesaikan perkara-perkara besar apabila kita memilih Dia
sebelum kekayaan yang ada di dunia ini.
Terimalah berkat yang melimpah-limpah. Sebagai orang Kristen adalah tugas kita
untuk mencari Allah di setiap waktu. Sebagai orang Kristen adalah tugas kita
untuk mencari Allah di setiap waktu. Ibadah menjangkau lebih dari sekedar
"Saya telah berdoa di waktu pagi dan telah berdoa sebelum tidur." Kita perlu
untuk hidup dalam pengenalan yang terus-menerus terhadap Allah agar menerima
tuntunan dan pengertian yang tidak ada bandingannya. Ada upah yang sangat
besar bagi mereka yang secara konsisten mengutamakan Allah.
George Yeboah, Bracknell, England
Minggu, 3 Juli
Suatu Era yang Baru, Sebuah Jalan Pemikiran yang Baru
KESAKSIAN
Matius 6:33
Menundukkan diri kita kepada kuasa orang lain adalah suatu konsep yang salah
dalam abad ke-21. Sepertinya terdapat suatu gerakan yang mendunia untuk
melakukan pengendalian - suatu gerakan dimana orang-orang Kristen harus berdiri
terpisah. Filsuf Richard Swinburne mengatakan bahwa Allah adalah "pencipta dan
menjaga seluruh alam semesta, seorang agen yang bebas, mampu untuk melakukan
apa saja [yaitu omnipotent-memiliki kuasa yang tidak terbatas], mengetahui
segala sesuatu, sempurna kebaikannya, suatu sumber kewajiban moral, tidak
berubah, kekal, sesuatu yang diperlukan, suci dan berharga untuk disembah."1
Dalam keterangan tersebut bagaimanakah kita sebagai anggota Masehi Hari Ketujuh
membenarkan kegagalan untuk tetap secara konsisten menempatkan Allah yang
pertama?
Dengan pengaruh saat ini yang berasal dari pemikiran postmodernisme,
interpretasi sekular yang baru ditemukan tentang tuntutan Allah menunjukkan
tindakan-tindakan yang tidak didasari yang beberapa dari kita melakukannya di
dalam gereja. Don Cupitt, seorang filsuf modern menyatakan bahwa "seseorang
yang modern haruslah secara spiritual kuat dan cukup sehat untuk hidup dan mati
tanpa ketakhyulan. . . .dunia adalah milik kita. . . .hanya ada aliran yang
tidak ada permulaan dan akhir, suatu dunia manusia mengenai tindakan,
pengertian, dan perasaan."²
Apakah kita sebagai orang Kristen memandang pernyataan tersebut sebagai suatu
pemikiran sesat dari seorang Ateis atau pengetahuan tentang kenyataan yang ada.
Manakala kita berulang-ulang menghalangi Allah untuk menjadi pusat dalam
prioritas kita, daripada hidup secara bebas untuk diri sendiri, tentunya dalam
penolakan tersebut kita hidup dalam pernyataan Cupitt tersebut.
Di manakah Allah dalam kehidupan kita? Di manakah Allah dalam prioritas kita?
Lahir pada tahun 1844, putra dari seorang pendeta gereja Lutheran, Friedrich
Nietzsche menyatakan bahwa "Allah telah mati." Nietzsche mengargumentasikan
bahwa kemanusiaan telah membebaskan dunia dari Allah dan dunia sedang
menjelajah tanpa arah yang jelas. Dalam bukunya yang berjudul The Joyous
Science yang terbit pada tahun 1880, ia menciptakan suatu karakter yang
bertanya kepada seluruh kota apakah mereka tidak dapat merasakan bahwa langit
menjadi lebih gelap, apakah mereka tidak menyadari bahwa mereka membutuhkan
penerangan bahkan di siang hari. Di sini Nietzche secara metafora
menggambarkan penggantian kehadiran Allah yang kudus dengan suatu rasa suka
cita yang besar akan alasan dari kebebasan uman manusia.
Kita membutuhkan Allah untuk mengarahkan. Kita membutuhkan Dia sebagai Allah
dalam prioritas-prioritas kita.
Matius 6:33 berisi dua kata kunci. Kita diperintahkan untuk "mencari" Allah
"pertama kali" dalam segala apa pun yang kita lakukan. Kata "mencari" berasal
dari bahasa Yunani zeteo dan menunjukkan suatu perasaan untuk mencari Allah
secara sungguh-sungguh. Kata "pertama kali" juga berasal dari bahasa Yunani
protos, suku kata pertama pro adalah suatu bentuk superlatif, yang berarti
sebelum. Apa yang menjadi maksud dari pilihan kata ini? Sebelum kita mencari
apa pun, kita mencari Allah. Biarkan Dia menajamkan pilihan-pilihan kita,
mempengaruhi keyakinan-keyakinan kita, dan memelihara nilai-nilai kita.
REAKSI
Apakah anda mengetahui seseorang yang mengatasi suatu keadaan tanpa
mempedulikan Allah? Apa yang menjadi konsekwensi-konsekwensinya?
Fayola Jack, High Wycombe, England
Senin, 4 Juli
Alkitab Menceritakan Segalanya
LOGOS (FIRMAN)
Kejadian 2:24; Keluaran 19:5; Ayub 1:1-5; Roma 3:24; Efesus 1:7; Wahyu 15:3
Penobatan Allah atas Segala Allah (Wahyu 15:3)
"Seolah-olah berada di dalamnya, orang-orang fasik telah mengamati penobatan
Putera Allah tersebut. Mereka memandang daftar hukum Allah yang berada di
dalam tanganNya, peraturan-peraturan yang mereka telah pandang rendah dan
langgar. Mereka menyaksikan riak keajaiban, rasa terpesona, dan penyembahan
dari orang-orang yang diselamatkan; dan ketika gelombang pujian menyapu orang
banyak yang tidak memiliki kota, semuanya dengan satu suara berteriak, 'Besar
dan ajaiblah pekerjaanNya, Tuhan Allah yang Maha Besar; adil dan benarlah
jalan-jalanNya, engkau Raja dari orang-orang suci;' dan jatuh tersungkur,
mereka memuji Putera kehidupan." 1
Siapakah Tuhan Allah yang Maha Besar itu? Siapakah Raja dari orang-orang suci?
Siapakah Putera kehidupan? Ialah Yesus Kristus, Anak Allah. Namun, sebelum
Yesus menjadi Allah dari segala allah kita secara pribadi, apakah Yesus adalah
Allah dari prioritas dan kehidupan yang jalani setiap hari?
Allah atas Anugerah dan Pengampunan Dosa (Roma 3:24; Efesus 1:7)
Adalah prioritas Allah untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kematian.
Adalah kasih Kristus yang sempurna yang bersedia memilih untuk menanggung
penderitaan, rasa malu, dan kematian dalam pengharapan bahwa kita akan merespon
setiap undangan kasihNya yang tidak bersyarat. Tidak ada cara lain untuk
menghilangkan dosa dari hati umat manusia. Oleh karena itu, Yesus, Tuhan dan
Raja, "telah mengosongkan diriNya sendiri, . . . dan dalam keadaan sebagai
manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati
di kayu salib." (Filipi 2:7-8). Yesus membuat kita menjadi prioritasNya.
Allah atas Perkawinan dan Anak-anak Kita (Kejadian 2:24; Ayub 1:1-5)
Ketika Adam dan Hawa memilih jalan dosa di Taman Eden, mereka tidak dibiarkan
tanpa pengharapan. Sebuah "benih" dijanjikan yang pada akhirnya akan
menghancurkan dosa dan penciptanya, Setan. Untuk mencegah orang tua kita yang
pertama itu mencapai pohon kehidupan dan dosa yang abadi, mereka diusir dari
taman tersebut. Namun demikian, mereka membawa dua lembaga yang utama dari
Taman Eden yang masih ada sampa kepada hari ini: hari Sabat dan perkawinan.
Pasangan yang pertama tersebut menjadi "satu daging" (Kejadian 2:24, KJV) dalam
perkawinan, Adam menggambarkan Yesus Kristus sebagai mempelai laki-laki dan
Hawa menggambarkan mempelai perempuan - gereja. "Hai suami, kasihilah isterimu
sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya
baginya" (Efesus 5:25, NKJV). Di samping itu, Adam tidak hanya menjadi suami
bagi Hawa tetapi ia adalah pelindungnya yang kuat dan imam yang akan menyatukan
rumah tangga dan keluarganya bersama-sama dalam ibadah pagi dan petang,
bergantung kepada Yesus Tuhannya untuk menguatkan mereka secara mental, fisik,
dan spiritual (Kejadian 3:16). Peristiwa ini dilanjutkan sepanjang generasi
Adam sebagaimana itu juga menjadi kebiasaan dari Ayub yang baik dan murah hati
sebagi imam, ayah, dan suami yang beriman untuk mengerjakan "secara tekun demi
keselamatan keluarganya." 2 Ditawarkan begitu banyak kepelesiran pada saat
ini, apakah kita sedang memilih Tuhan Yesus Kristus sebagai prioritas kita pada
permulaan dan akhir di tiap-tiap hari?
Allah atas Orang-orang yang Istimewa yang Menuruti SuaraNya (Keluaran 19:5)
Perjanjian yang Yesus buat dengan umatNya di Gunung Sinai menjadi tempat
perlindungan dan pertahanan kita pada hari ini, dan janji-janji ini sama
kuatnya pada hari sebagai ketika Allah membuatnya dengan orang-orang Israel
pada zaman dahulu (I Korintus 10:11). Janji tersebut adalah janji yang
bersyarat: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada
perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara
segala bangsa" (Keluaran 19:5, penekanan ditambahkan). Dengan membiarkan Yesus
menjadi Tuhan dari segala prioritas dan pilihan kita, menggunakan tema dalam
perkawinan, kita dijanjikan bahwa kita akan menjadi mempelai perempuan Allah
yang berharga, berpakaian kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih
bersih dari kebenaran Kristus, "suatu jemaat yang cemerlang tanpa cacat atau
kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela"
(Efesus 5:27, NKJV). Tiada noda, tiada kerut, tiada lagi dosa! Sebuah hati
yang bersih, suatu kehidupan baru yang kekal di dalam Dia! Amin.
REAKSI
1. Dalam cara-cara praktis yang seperti kita dapat memastikan bahwa
Allah menjadi prioritas dalam seluruh aspek kehidupan kita?
2. Seberapa besar bagian dari Alkitab menolong untuk menginspirasikan
dan menguatkan kita dalam memastikan bahwa Yesus tetap menjadi Allah dalam
priortias kita?
3. Filipi 2:8 mengatakan bahwa Yesus "telah merendahkan diri-Nya dan
taat sampai mati" (NKJV). Bagaimana ini menjadi teladan bagi kita? Cara-cara
praktis yang seperti apa dimana kita dapat mengikuti teladan Yesus tersebut
dalam kehidupan kita sehari-hari?
4. Mengapa anda berpendapat bahwa Allah telah memilih perkawinan untuk
menggambarkan hubunganNya dengan gereja? Apa hubungan yang dapat anda
gambarkan antara perkawinan yang ideal dan hubungan yang ideal antara Allah dan
gerejaNya?
5. Buku The Great Controversy menggambarkan adegan di mana kesadaran
orang-orang fasik bahwa Yesus adalah Tuhan sudah sangat terlambat. Apakah
engkau mengetahui siapa saja yang tidak menerima Yesus sebagai Tuhan dan
Juruselamat mereka? Bagaimana engkau dapat menolong orang ini untuk mengenal
dan menerima Yesus di saat masih ada waktu?
The Great Controversy, hal. 668, 669.
Alfred Eccles, Amersham, England
Kutipan:
Selasa, 5 Juli
Sebuah Kebiasaan Surgawi
KESAKSIAN
Matius 6:24; Markus 12:28-30
MTV, BET, VH1, ESPN. Keputusan, keputusan, keputusan! Apakah dia menginginkan
"pop her collar" untuk Usher atau "Cry A River" untuk Justin? Mungkin
tertawa-tawa di komiknya Bernie Mack? Mengamati permainan All Star? Maksud
saya Iverson, LeBron, dan Shaq - itulah dunia hiburan!
Namun mungkin bukan hari ini. Mabel ingat bahwa ia harus menghubungi Benita
untuk menyusun rencana belanja bersama, dan mungkin jika ada waktu, ia akan
mengepang rambut adiknya. Tiba-tiba sebuah perasaan yang hebat menghampirinya.
Pada saat itu seolah-olah pikirannya telah diputar kembali ketika sebuah suara
yang lembut mengingatkan dia: " 'Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua
tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang
lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.
Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.' " (Matius 6:24, NKJV).
Di tengah-tengah kehidupannya yang begitu sibuk, ia telah menggunakannya dengan
hal-hal yang berhubungan dengan dunia ini. Daripada secara otomatis memberikan
tempat di urutan pertama dalam hidupnya kepada Yesus, ia menempatkan Dia jauh
di bawah daftar "aktivitasnya". Yang terbaik yang ia lakukan adalah dia akan
memberikan waktu selama lima menitu untuk berdoa sebelum tidur; tetapi Tuhan
Yesus tidak meminta untuk menjadi yang terakhir dalam kehidupan kita, Dia juga
tidak puas menjadi yang pertama dan menjadi setara dengan hal-hal yang lain.
Tuhan kita merindukan untuk menjadi yang pertama tanpa ada yang menyamai:
"Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari
pada-Ku' " (Yesaya 44:6, NKJV).
"Suatu kesatuan dengan Kristus dengan hidup dalam iman harus ditanggung, setiap
kesatuan dengan yang lain harus dibinasakan. Kristus pertama kali telah
memilih kita, membayar dengan suatu harga yang tidak terbatas bagi penebusan
kita; dan orang percaya yang sejati memilih Kristus sebagai yang pertama dan
yang terakhir dan yang terbaik dalam segala sesuatu." * Kristus telah mati
bagi kita. Ia menempatkan kita di tempat yang pertama walaupun kita adalah
yang terendah, namun demikian kita menempatkan Dia pada tempat yang terakhir
sementara Dia adalah yang mahluk yang termulia di alam semesta ini,
kesempurnaan yang sejati. Penulis 'The Great Controversy' mengingatkan kita
bahwa orang percaya yang sejati memilih Kristus terlebih dahulu dan yang paling
utama dalam segala sesuatu.
Dan bagaimana kita melakukan hal ini, tanyakanlah? Pertama, kita harus
mematikan diri kita sendiri. Kita perlu untuk menyalibkan sifat alamiah mau
menang sendiri yang menguasai hati dan keinginan kita, secara terus-menerus
menempatkan diri dan keinginan-keinginan yang penuh dosa di hadapan Allah.
Selanjutnya adalah kita harus membuat suatu keputusan untuk memohon Roh Kudus -
tidak hanya untuk hidup di dalam kita tetapi juga menguatkan kita sehingga kita
dapat secara sadar menempatkan Allah pada tempat yang pertama. Dengan secara
sadar menempatkan Allah pada tempat yang pertama, kita akan membangun sautu
kebiasaan surgawi, dan dengan anugerahNya, dengan berjalannya waktu kita akan
secara tidak sadar membuat Dia menjadi yang utama dalam kehidupan kita. Dengan
cara seperti ini, dalam segala hal yang kita lakukan kita dapat hidup dengan
teladan yang sempurna yang Kristus telah buat selama di dunia ini.
REAKSI
1. Bagaimana Markus 12:28-30 menolong anda untuk mengerti?
2. Langkah-langkah praktis seperti apakah yang dapat kita ambil untuk
membuat Kristus menjadi nomor 1?
*Testimonies for the Church, vol. 5, hal. 231 (penekanan ditambahkan).
Andreas Beccai, Reading, England
Rabu, 6 Juli
Inilah Saatnya untuk Menjadi Sungguh-sungguh dengan Allah
BAGAIMANA CARANYA
Kejadian 22:1-18; Matius 10:34-38
Seorang kawan saya mengatakan bahwa Matius 6:33 lebih dari sekedar suatu
nasihat daripada sebuah perintah. Abraham, Ester, dan Ayub adalah segelintir
tokoh dalam Alkitab yang menempatkan Kristus sebagai yang pertama dan hidup
sejahtera. Beberapa hal adalah lebih mudah untuk dimengerti daripada
dijalankan, oleh karena itu di sini ada empat langkah praktis untuk menempatkan
Kristus menjadi yang pertama dalam kehidupan kita:
1. Jadilah sungguh-sungguh dengan dirimu sendiri. Langkah pertama
untuk menyelesaikan suatu masalah adalah dengan menyadari bahwa masalah
tersebut hadir terlebih dahulu. Kita perlu menghilangkan kebanggan diri dan
dengan rendah hati mengosongkan diri kita dari segala sesuatu yang mencegah
kita untuk menjadikan Allah yang pertama.
2. Jadilah sungguh-sungguh dengan Allah. Setelah menjadi tulus dengan
dirimu sendiri, inilah saatnya untuk menjadi tulus dengan Allah. Doa hanyalah
berbicara dengan Allah. Matius 6:6-7 mengajarkan kepada kita bagaimana untuk
menjadi jujur ketika kita melakukan hal ini: carilah tempat yang tenang untuk
melakukan retreat dan akuilah kepada Allah, mintalah bantuanNya. Dengan
melakukan hal ini engkau menawarkan Allah suatu undangan pribadi untuk datang
ke dalam hatimu dan menuntun engkau kepada suatu permulaan yang baru. Ini
adalah satu cara untuk menunjukkan kepada Allah bahwa engkau menginginkan Dia
untuk menjadi prioritas yang utama dalam kehidupanmu.
3. Memelihara suatu hubungan. Engkau perlu mengenal orang dengan siapa
engkau memberikan suatu tempat yang istimewa dalam kehidupanmu; Hal tersebut
membuat segala sesuatu menjadi jauh lebih mudah apabila engkau percaya kepada
Allah sepenuhnya. Semakin engkau mengenal Dia, akan menjadi lebih mudah untuk
melepaskan dan membiarkan Dia yang memimpin. Hal ini dapat dicapai dengan
menyediakan waktu bersama dengan Dia, contohnya melalui doa, melalui bacaan
firman Tuhan atau hanya dengan melakukan saat teduh dengan melakukan refleksi.
4. Meningkatkan dedikasi. Menempatkan Kristus menjadi yang pertama
adalah melibatkan Dia dalam segala sesuatu yang kita lakukan, terutama dalam
mengambil keputusan. Ketika langkah ketiga berhasil, langkah selanjutnya
adalah mempersembahkan talenta/pemberian, kualifikasi, dan keterampilan kepada
Dia. Tanyakan kepadaNya untuk mengunakan semua itu dan menggunakan engkau.
Segala sesuatua yang kita lakukan dan segala sesuatu yang akan kita lakukan
akan dipenuhi dengan tujuan. Mengetahui bahwa engkau memiliki suatu panggilan
yang tertinggi dan adalah agen dari Allah Sang Pencipta dapat menjadi salah
satu dari hal-hal yang paling dapat dipenuhi yang dunia ini dapat tawarkan.
REAKSI
Seberapa sering saya menjauhkan Allah dalam menjalani kehidupan saya
sehari-hari?
Marsha Brooks, London, England
Kamis, 7 Juli
Apa Artinya Mendahulukan Allah?
PENDAPAT
Yohanes 6:27
Yohanes 6:27 mengatakan kepada kita bahwa daripada bekerja demi makanan yang
dapat binasa, kita seharusnya bekerja untuk hal-hal yang bertahan sampai kepada
kehidupan kekal. Hal ini berhubungan dengan ayat ini pada minggu ini yang
diambil dari Matius 6:33. Carilah dahulu kerajaan Allah artinya kita harus
mendahulukan Allah dalam segala sesuatu - bukan beberapa hal - segala hal.
Sebagai orang Kristen, kadang kala adalah sulit bagi kita untuk mempraktekkan
apa yang kita ketahui dalam teori. Contohnya, seorang pelajar memiliki tengat
waktu tugas yang harus dipenuhi untuk lulus dalam pelajaran tersebut. Dikejar
waktu, ia memilih untuk tidak ke gereja pada hari Sabat untuk menyelesaikan
tugas itu. Saya tahu bahwa beberapa dari kita mungkin dapat mengenal situasi
seperti ini.
Allah tahu bahwa kita tidak dapat melakukan kehidupan yang baik berdasarkan
kekuatan kita sendiri - kita memerlukan pertolongan Allah. Iblis telah
menyesatkan kita untuk percaya bahwa kita mampu menjalani kehidupan ini dengan
kekuatan kita sendiri; tetap saja, Allah telah membuat aturan bagi kita.
Ketika kita menempatkan Allah yang pertama dalam segala hal yang kita lakukan,
tidak diragukan lagi Dia akan memberkati kita. Kadang-kadang sebagai orang
Kristen kita dapat berada dalam keadaan bahaya dengan menjadi ekstrim dalam
interpretasi kita mengenai firman Allah, terutama pada hal-hal yang
memprioritaskan Allah. Menjadi orang Kristen yang baik dan memprioritaskan
Allah tidaklah sekedar diukur dengan apakah seseorang itu beribadah atau tidak
kepada Allah pada waktu dan tempat yang sudah ditentukan oleh gereja.
Memprioritaskan Allah adalah lebih dari mengukur penyembahan secara
terus-menerus dengan hati yang penuh.
Dalam mencari kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu mencari
Firman Allah dimana dengan cara tersebut kita dapat hidup dengan tuntunan
Tuhan. Sepuluh Perintah Allah adalah tempat untuk memulai. Perintah Allah
memberikan kepada kita kerangka dari prinsip-prinsip yang mendasar, terutama
menolong dalam memenuhi orientasi kehidupan Kristus. Empat hukum yang pertama
mengajak kita untuk mengasihi Allah dan tidak menempatkan apa pun juga di
hadapanNya. Jika tujuan kita yang tertinggi sebagai orang Kristen adalah untuk
berjalan di atas jalan-jalan emas sorgawai, maka kita perlu untuk mengingat
Allah sebagai yang pertama dan terutama dalam segala hal yang kita lakukan dan
kita katakana. Yang paling penting adalah kita harus tetap menempatkan Allah
sebagai yang pertama dan terutama di dalam hati kita.
REAKSI
Apa yang menjadi definisi anda pribadi untuk kata "prioritas"?
Shelema Thompson, Essex, England
Kutipan:
Jumat, 8 Juli
Petak Umpet
PENDALAMAN
Ulangan 4:29; Matius 6:33; 7:7, 8
KESIMPULAN
Memfokuskan kembali perjalanan kehidupan kita sehari-hari ke dalam suatu
hubungan yang langsung dengan Yesus Kristus berarti menolak pandangan untuk
hidup secara independen untuk diri sendiri. Kita perlu mencari Allah terlebih
dahulu. Dia harus menjadi Tuhan dalam prioritas dan pilihan-pilihan kita
sehari-hari sebelum kita dapat memuliakan Dia ketika bangun di pagi hari hari.
Kristus memilih untuk menderita karena kita karena kita adalah prioritas
pertamaNya. Adam datang kepada Allah dalam doa demi kekuatan mental, fisik,
dan spiritual. Ketika Yesus menjadi Tuhan dalam kehidupan kita, tindakan dan
pemikiran kita memancarkan tindakan dan pemikiran Allah. Ketikan hubungan kita
dibangun, dedikasi kita bertumbuh. Melalui tindakan-tindakan ini kita akan
menemukan "kehidupan yang baik" dengan sebenarnya.
PERTIMBANGKAN
? Perhatikanlah kalendermu untuk melihat seberapa sering engkau
menempatkan Allah menjadi prioritas di dalam hari-harimu. Sepanjang minggu ke
depan, catatlah waktu yang engkau rencanakan untuk dihabiskan bersama Allah.
? Carilah seseorang di dalam gerejamu dimana engkau mengaguminya
secara spiritual. Temukanlah bagaimana mereka membuat prioritas untuk
menghabiskan waktu dengan Allah dan membiarkan Allah memberi mereka makan
setiap hari.
? Tuliskanlah sebuah iklah yang menggambarkan keadaan dirimu.
Cantumkan hobi atau kesenangan apa saja yang engkau miliki. Apakah engkau
adalah orang dengan siapa Allah suka menghabiskan waktuNya? Berapa banyak
aktivitas dimana Dia bersama dengan engkau?
? Dengarkanlah musisi Kristen kontemporer Wayne Watson dengan
lagunya "The Urgency (of the Generally Insignificant)" dari albumnya The Way
Home. Pikirkanlah apa yang lirik lagu ini katakana mengenai prioritas.
? Buatlah suatu doa pagi bersama dengan teman atau sekelompok
teman. Hal ini dapat dilakukan secara pribadi atau melalui internet atau
melalui telepon. Buatlah hal mendahulukan Dia menjadi suatu kenyataan dan
saling tergantung satu sama lain.
? Kunjungilah penghuni panti asuhan daripada melakukan
kegiatan-kegiatan yang sudah biasa engkau lakukan dalam pelayanan. Atau
susunlah program kunjungan ke penjara terdekat. Jadilah seperti Kristus dan
bagikanlah kasihNya kepada mereka yang tidak dapat sering mendengarkannnya.
? Gambarlah dalam sepotong kertas segala sesuatu yang memenuhi
hari-harimu. Kapankah engkau selesai, cobalah untuk mencari tempat bagi Allah.
Apa, jika ada, yang salah dalam gambar ini?
HUBUNGKAN
Matius 6.
Rick Warren, The Purpose-Driven Life; L. B. Cowman, Streams in the Desert.
Jason Cork, Kissimmee, Florida
[Non-text portions of this message have been removed]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]
Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/