SSCQ Lesson 4, KWARTAL III 2005Lesson 4, KWARTAL III 2005
July 16-23
Diterjemahkan oleh: Rachel dan Danny Handoko
Tuhan dari Keinginan Kita
"Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh
daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri
dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia
telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging" (Roma 8:3).
Sabtu, 16 Juli
Hukum Duniawi atau Hukum Allah?
PENDAHULUAN
Markus 14:36
Tuhan mengutus Anak-Nya supaya hubungan kita dengan hukum dapat menjadi jelas.
Walaupun sifat kita lemah dan berdosa, kita akan melihat dan mengerti rencana
kasih Tuhan untuk kita, melalui Yesus Kristus. Dia datang ke dunia ini untuk
hidup sebagai satu di antara kita. Dia mengalami semua pencobaan, kesakitan,
dan sukacita yang kita alami, Dia memiliki kerinduan yang sama seperti yang
kita miliki, dan Dia menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk mengalahkan dosa
bila kita menyerahkan keinginan kita kepada Tuhan.
Bila ini terjadi, beban yang kita tanggung menjadi lenyap, hukum-hukum Allah
menjadi bertambah jelas, dan hidup kita menjadi berarti sementara kita memenuhi
kehendak Tuhan. "'janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau
kehendaki'" (Mrk 14:36). Semoga ini menjadi doa kita.
Marcelo Lobo Franco, Criciuma, Brazil
Minggu, 17 Juli
Dunia Ini Tidak Cukup Berharga
BUKTI
Filipi 2:8
Bayangkan saja pemandangan ini: satu kelompok orang-orang yang jengkel
berkumpul di sisi satu pegunungan untuk mengadakan satu sesi keluhan kepada
Allah. Orang yang pertama yang membawakan kasusnya adalah Musa. Dia dengan
kuat menggenggam tongkatnya dan melihat kepada Allah, dan menumpahkan
perasaaannya: "Tuhan, kita sudah saling mengenal dengan baik. Engkau melakukan
perbuatan yang hebat di Laut Merah dan terhadap angkatan perang Firaun. Tetapi
tidak dapatkah saya menginjakkan kaki di Kanaan? Pengalamanku bersama Engkau
tidaklah selamanya menyenangkan. Aku telah dengan sengaja ditinggikan hanya
untuk direndahkan sesudahnya. Apa yang aku lakukan hanyalah memukul batu
karang! Mengapa hal itu begitu buruk?"
Tuhan tersenyum dan dengan tenang memanggil orang yang berikutnya.
Yohanes Pembaptis memulai ratapannya: "Tuhan, aku tahu Engkau adalah adil dan
benar, tetapi saya merasa terganggu, dan semakin saya memikirkannya semakin
marah diri saya. Pernahkah Engkau memakan belalang? Aku sudah pernah. Dan
Engkau membuat aku mengarungi pegunungan dan lembah mengabarkan pertobatan, dan
apa yang kudapatkan untuk itu? Pemenjaraan dan hukuman mati!"
Tuhan tersenyum sekali lagi dan memanggil orang yang berikutnya.
Namanya Ayub. "Saya adalah seorang korban yang tidak berdaya," dia berkata.
"Tanpa membicarakannya dengan saya Engkau telah memberikan kepada Setan izin
untuk menghancurkan saya. Saya kehilangan tujuh ribu domba, tiga ribu unta,
ternak, keledai, hamba-hamba, dan anak-anak. Dan kemudian istriku mengatakan
bahwa aku telah kehilangan integritas, dan lebih baik mengutuki Engkau dan
mati. Saya tidak mengerti bagaimana sesuatu yang demikian terjadi kepada saya.
Engkau kadang-kadang tampak tidak adil dalam tindakan-Mu, bukan hanya
terhadapku, tetapi terhadap orang lain juga."
Ini mungkin tampak mengada-ada, menunjukkan cara manusia menilai situasi. Dan
sampai tingkat tertentu mungkin tampaknya dipaksakan secara teologi, tetapi ini
adalah orang-orang yang telah meninggalkan kehidupan duniawi dan menyerahkan
kehendak mereka kepada kehendak Allah, tidak mempedulikan akibat apapun yang
akan diakibatkan oleh pilihan mereka.
Mengenai Ayub, Tuhan berkata: "'Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub?'"
(Ayub 1:8). Seolah-olah Dia berkata, "tingkah laku Ayub adalah satu teladan
yang hidup dari orang-orang yang hidup menurut kehendak-Ku." Ini adalah satu
perasaan yang mulia bahwa Tuhan menghargai manusia yang menghidupkan
tuntutan-tuntutan hukum-Nya di dalam suatu dunia yang hilang dalam dosa. Itu
adalah penghargaan-Nya bagi integritas tabiat mereka yang memutuskan untuk
memelihara perintah-perintah-Nya, walaupun cahaya dunia ini tampaknya lebih
berkilauan.
Tuhan yang sama ini yang berbicara mengenai Yesus, "Inilah Anak-Ku yang
Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Mat 3:17), dan kehidupan Anak-Nya adalah
teladan yang sempurna dari penyerahan kepada kehendak Allah.
"Dunia ini tidak layak bagi mereka" (Ibr 11:38).
Joelson Borges, Criciuma, Brazil
Senin, 18 Juli
Tuhan, Percayakan Padaku!
LOGOS
Kejadian 1, 2; 1 Raja 3:1-15; Roma 1:3; 6:1-7; 8:3; 2 Kor 5:17; Fil 2:8; Kol
2:12, 13; 1 Tim 3:16; 1 Pet 1:13-16; 1 Yoh 2:1
Salomo adalah seorang muda yang istimewa: kaya, berkuasa, dan putra Daud, raja
Israel. Sama seperti semua orang muda yang kaya dan berkuasa, dia bisa saja
menerima hal-hal yang baik yang ditawarkan dunia. Tetapi justru sebaliknya:
"Salomo menunjukkan kasihnya kepada TUHAN dengan hidup menurut
ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya" (1 Raja-raja 3:3).
Betapa seorang muda yang hebat! Tahukah Anda apa yang terjadi kepada seorang
muda yang memutuskan untuk mentaati dan menghormati bapanya untuk mengasihi
Allah? Dia memiliki hikmat, umur panjang, dan penghargaan dari orang lain.
Itulah tepatnya yang terjadi pada Salomo: "TUHAN menampakkan diri kepada
Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: "Mintalah apa yang
hendak Kuberikan kepadamu." (ayat 5).
Salomo menjawab, "'berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang
perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan
yang jahat'" (ayat 9).
Karena Salomo menjawab dengan begitu bijaksana, Tuhan memenuhi permintaannya -
dan jauh lebih banyak lagi!
Salomo berkata, "percayalah kepadaku! Berikanlah kepadaku hikmat untuk
melakukan pekerjaan-Mu," dan Tuhan mendengar dia dan membuat dia menjadi raja
terbesar yang pernah dimiliki Israel. Salomo mengubah kehendaknya menjadi
kehendak Tuhan dan membuat Tuhan menjadi Allah dari kehendak-kehendaknya!
Lukas 1:28-38
Maria adalah seorang muda yang penuh dengan impian sama seperti wanita-wanita
muda yang lain sudah bertunangan, menantikan hari pernikahannya. Tetapi, suatu
hari, malaikat Gabriel datang dan mulai berbicara kepadanya. Dia berkata
kepadanya, "' Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang
anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus ... Anak Allah Yang
Mahatinggi'" (Luk 1:31,32).
Seperti semua wanita muda yang lain yang akan menikah sebagai seorang perawan,
dia pastilah sempat merasa gentar. Banyak pertanyaan yang pasti terlintas di
pikirannya. Pertanyaan seperti: "Apa yang harus kukatakan kepada Yusuf?" atau
"Apa yang orang lain akan pikirkan mengenai diriku?" Tetapi gantinya
memperhatikan pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di pikirannya, Maria
berkata, "'jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (ayat 38).
Maria sesungguhnya sedang berkata kepada malaikat itu: "Percayalah padaku!"
Lukas 5:27,28
Matius Lewi adalah seorang pemungut cukai. Di zaman Yesus pekerjaan itu
tidaklah dianggap pekerjaan yang baik karena orang-orang Farisi memandang
pemungut cukai sebagai orang berdosa (Mark 2:15,16). Tetapi Yesus tidak begitu
mempedulikan pekerjaan yang dilakukan oleh Lewi, daripada pekerjaan yang dia
dapat lakukan. Yesus memberikan kepadanya satu undangan yang sederhana: "'
Ikutlah Aku.' Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu
mengikut Dia'" (Luk 5:27,28). Lewi memaksudkan: "percayalah padaku!" dan dia
menjadi seorang murid Yesus yang besar. Dan Yesus selamanya menjadi Tuhan dari
segala kehendaknya.
Mat 4:18-22; Luk 5:1-11
Petrus dan Andreas tidak memperoleh satu malam menjala ikan yang baik. Mereka
tidak memiliki pemikiran bahwa pada hari yang sama itu mereka akan bertemu
dengan Seseorang yang sangat istimewa. Sudah pagi ketika Tuan itu datang,
diikuti oleh kerumunan orang banyak, dan meminta izin untuk menggunakan perahu
Petrus untuk berkhotbah. Setelah menyampaikan pekabaran-Nya dan membubarkan
orang banyak, Yesus mengundang Petrus dan Andreas untuk menurunkan jala mereka
kembali. Bila Anda bertanya kepada seseorang yang mengerti mengenai menangkap
ikan, mereka akan memberitahukan kepada Anda bahwa waktu yang terbaik untuk
menangkap ikan dengan jala adalah di waktu malam; jadi, adalah suatu kebodohan
untuk menurunkan jala di pagi hari.
Tetapi, karena Yesus adalah Tuhan dari kehendak mereka, mereka tidak ragu-ragu;
mereka mentaati Dia. Dan dengan terkejut, ketika mereka mencoba untuk menarik
jala mereka kembali ke atas perahu, mereka tidak dapat melakukannya sendiri;
mereka harus memanggil rekan-rekan mereka, Yohanes dan Yakobus, untuk menolong.
Simon Petrus "dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena
banyaknya ikan yang mereka tangkap" (ayat 9). Bila Yesus sanggup mengubah satu
malam yang gagal menjadi satu pagi yang penuh berkat, bayangkan saja apa yang
Dia dapat lakukan dalam kehidupan para nelayan itu!
Ketika Yesus mendekati mereka dengan undangan untuk menjadi penjala manusia,
mereka dengan seketika meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Dia. Yakobus
dan Yohanes meninggalkan jala mereka untuk mengikut Yesus (Mat 4:18-22). Dalam
sikap mereka meninggalkan segala sesuatu itu, mereka sedang berkata,
"Percayalah pada kami!"
Dalam merenungkan keempat kisah ini, kita menemukan beberapa poin yang sama:
- mereka semua adalah orang-orang muda.
- Mereka tidak sempurna, tetapi adalah orang-orang yang sederhana.
- Mereka semua menerima satu undangan atau satu panggilan.
- Mereka semua mengarahkan kehendak mereka ke dalam kehendak Allah.
- Jawaban mereka semua selalu sama: "Percayalah padaku!"
Yesus masih tetap memanggil orang-orang muda untuk menjadi Salomo yang lain,
Maria yang lain, Matius Lewi yang lain, dan bahkan penjala-penjala ikan yang
lain. Yesus sedang memanggil Anda hari ini! Buatlah Dia menjadi Tuhan atas
kehendak Anda. Inilah kesempatan terbaik dalam seumur hidupmu. Apakah
jawabanmu kepada Yesus? Bila Anda menerima panggilan-Nya, katakan kepada-Nya
hari ini: "Tuhan, percayalah padaku!"
REAKSI
1. Kadang-kadang berkata "Percayalah padaku!" kedengarannya begitu mudah
karena itu adalah jawaban yang paling terhormat yang dapat kita berikan kepada
Yesus, tetapi apa yang menurut perkiraan Anda adalah rintangan-rintangan, rasa
takut, dan keragu-raguan yang pastilah dialami oleh tokoh-tokoh Alkitab ini
sebelum, selama, dan setelah sambutan mereka?
2. Bagaimana Anda akan menjawab pertanyaan seorang yang baru percaya bila
dia bertanya, "Apakah setiap orang memperoleh satu undangan atau panggilan?"
3. Satu Raja-raja 3:5 menceritakan permohonan Salomo untuk hikmat, apa yang
Anda dapat minta hari ini yang sesungguhnya akan membuat hidup Anda jelas lebih
mudah dan lebih bahagia? Apa yang dapat Anda minta yang akan membantu Anda
membawa lebih banyak kemuliaan bagi Tuhan? Pengertian apa yang dapat kita
peroleh sementara melihat kepada kedua jawaban itu?
Junior Paiva, Criciuma, Brazil
Selasa, 19 Juli
Membuat Mimpi Allah Menjadi Kenyataan
KESAKSIAN
Roma 12:1,2
"Agama yang benar berhubungan dengan kehendak. Kehendak adalah kuasa yang
memerintah dalam sifat alamiah manusia, membawa semua kesanggupan yang lain di
bawah kekuasaannya. Kehendak bukanlah selera atau kecenderungan, tetapi adalah
kuasa yang menentukan, yang bekerja di dalam anak-anak manusia untuk penurutan
kepada Tuhan, atau kepada ketidak-menurutan."1
"Kamu haruslah menyerahkan kehendakmu kepada kehendak Yesus Kristus; dan
sementara engkau melakukan hal ini, Tuhan akan dengan segera mengambil alih,
dan mengerjakan di dalam dirimu untuk berkehendak dan bekerja menurut
kesenangan hati-Nya. Seluruh keberadaan dirimu akan dengan demikian dibawa ke
bawah kendali Roh Kristus; dan bahkan pikiranmu akan tunduk kepada-Nya."2
Sejak saya menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan dalam hidupku, saya
telah berpikir bahwa bila saya berjuang untuk membuat mimpi Tuhan menjadi satu
kenyataan dalam hidup saya maka saya akan sungguh-sungguh hidup menurut tujuan
Allah. Saya percaya bahwa apa yang penting bukan hanya untuk berjuang supaya
tetap murni dan adil, tetapi untuk mengizinkan kemurnian dan keadilan untuk
tinggal di dalam hati saya, karena Tuhan, berlawanan dengan apa yang saya
mungkin pikirkan, tidak ingin saya menjadi sempurna melalui usaha saya sendiri;
Dia ingin untuk membuat saya menjadi sempurna.
Saya telah bekerja sebagai penginjil literatur selama 16 tahun, dan satu dari
tantangan yang besar untuk Roh Kudus dalam kehidupan dan pekerjaan saya adalah
pergumulan saya yang terus menerus dengan kehendak saya. Sebagaimana Paulus
mengatakannya, "Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan
keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging" (Gal 5:17).
Satu pagi saya merencanakan rute pekerjaan saya, kemudian saya berdoa dan
meninggalkan rumah dengan keyakinan bahwa semua itu adalah yang dikehendaki
Tuhan bagi saya untuk hari itu. Tetapi seorang pria meminta tumpangan kepada
saya, dan melalui orang ini Tuhan mengubah arah pekerjaan saya.
Untuk menolong pria itu, saya akhirnya membawa dia ke suatu kota sekitar 25 mil
dari tempat saya berencana untuk bekerja, jadi saya mengunjungi dua orang di
dua desa yang berdekatan.
Dalam kedua kunjungan itu, oleh kasih karunia Tuhan saya dapat menjual 16
langganan kepada majalah-majalah Kristen kita, menjadwalkan dua pembicaraan di
sekolah di sana, dan mendaftarkan tiga orang dalam kursus Alkitab. Orang-orang
ini hidup di daerah pedesaan dan tidak pernah akan memperoleh kontak dengan
pekabaran Advent bila Tuhan tidak mengutus pria itu untuk membelokkan saya.
Saya kembali ke rumah dengan sangat bahagia sore itu, yakin bahwa saya telah
memenuhi keinginan Allah. Pria kepada siapa saya memberikan tumpangan juga
memutuskan untuk mempelajari Alkitab.
Melalui persekutuan yang sungguh-sungguh dengan Tuhan adalah mungkin untuk
mengalami "kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang
sempurna" (Roma 12:2).
============================
1. Messages to Young People [Nasihat kepada Orang Muda], hlm. 151.
2. Ibid., hlm. 152.
Emerson Tomaz de Oliveira, Capivari de Baixo, Brazil
Rabu, 20 Juli
Lompatan kepada Kemerdekaan
BAGAIMANA CARANYA
Maz 37:5; Ams. 18:24; 1 Pet 5:7
Tahun 1988 saya sedang bekerja sebagai pengajar Alkitab di kota Florianapolis,
Brazil. Di antara yang saya temui di kota itu adalah Keluarga Braga, yang
memiliki seorang anak laki-laki berusia empat tahun bernama Jonah.
Kadang-kadang orang tuanya mengizinkan dia pergi dengan saya berjalan-jalan di
tepi pantai, biasanya mendekati matahari terbenam. Di pantai ada tempat di
mana orang bermain voli, dan satu siang saya menempatkan Jonah di panggung
tempat wasit.
Sementara saya memandang kepadanya, saya bertanya, "Jonah, apakah engkau
percaya bahwa bila engkau melompat saya bisa menangkap kamu?" Tanpa menjawab
pertanyaan saya atau berpikir dua kali, dia melompat begitu saja. Walaupun
saya tidak siap, untungnya saya bisa menangkap dia. Dia memandang saya dan
tertawa seolah-olah tidak ada yang terjadi. Kemudian saya bertanya kepadanya:
"Mengapa engkau tertawa? Engkau hampir saja terluka!"
Dengan tanpa prasangka dia hanya berkata: "Tidakkah engkau bertanya apakah
saya percaya engkau dapat menangkap saya? Itu sebabnya saya melompat!" Tanpa
mengetahuinya, Jonah telah mengajar saya satu pelajaran yang besar.
Kita hidup di satu dunia di mana kita terasing karena dosa. Yesus datang
kepada kita dan bertanya: "Beranikah engkau melompat? Apakah engkau percaya
Aku akan melindungi engkau di dalam lengan-Ku?" Dengan kata lain: "Maukah
engkau menundukkan kehendakmu kepada kehendak-Ku?"
Untuk mengiyakan pertanyaan ini, kita pada dasarnya harus memahami tiga konsep:
Persahabatan (Ams 18:24). Untuk memiliki seorang sahabat, seseorang yang dapat
mendengarkan kita, seseorang yang menjadi teman yang baik, tentulah merupakan
suatu hal yang terbaik. Kita semua memiliki seorang teman yang baik, tetapi
untuk melompat menuju kemerdekaan, kita perlu memiliki Satu Orang yang selalu
berada bersama kita, setiap hari: Yesus.
Percaya (Maz 37:5). Apakah percaya? Menurut ayat ini, percaya datang bila
Anda memberikan sesuatu kepada seseorang. Anda memberikan sesuatu yang
berharga kepada seseorang hanya bila Anda mempercayai orang itu. Ini adalah
satu langkah yang penting bagi setiap hubungan untuk bisa berjalan dengan baik,
apakah itu hubungan antar manusia ataupun hubungan rohani. Mengingat
keinginan-keinginan dan kehendak daging kita, bila kita percaya pada Yesus,
kita akan menyerahkan kehendak dan keinginan kita kepada-Nya, mempercayai bahwa
Dia akan mengubah kita.
Perlindungan (1 Pet 5:7). Didalam membicarakan pentingnya kerendahan hati,
Petrus menutup pemikirannya dengan memberikan pada kita jaminan bahwa Yesus
memelihara kita. Tidakkah itu sungguh mengagumkan? Hanya di dalam Yesus kita
akan berbahagia sepenuhnya, walaupun kehendak-Nya mungkin tidak sebagaimana
yang kita kehendaki. Dia adalah Satu-satunya yang tahu apakah yang terbaik
bagi kita, dan di atas segalanya, kita dapat meletakkan semua kekuatiran kita
kepada-Nya. Apakah Anda masih membutuhkan satu janji yang lebih baik lagi?
Júnior César A. de Paiva, Criciúma, Brazil
Kamis, 21 Juli
Kerinduan yang Terbesar
OPINI
Mazmur 37:5
" Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan
bertindak" (Maz 37:5).
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana sejarah dunia ini bila semua orang di
masa lalu telah berkata Tidak kepada Tuhan? Bila Nuh menolak untuk membangun
bahtera? Bila Musa telah menolak panggilan Allah untuk menjadi pemimpin? Bila
Yunus pada akhirnya menolak untuk pergi ke Niniwe? Bila para murid telah
menolak panggilan Yesus untuk berkhotbah? Bila Yesus telah menolak untuk mati
bagi dunia ini?
Dan bagaimana bila Ellen Harmon waktu muda tidak mau mendengarkan suara Roh
Kudus? Bagaimana dia bisa memiliki begitu banyak literatur dan begitu banyak
nasihat? Bagaimana bila James White muda tidak memberikan segala sesuatu untuk
mencetak majalah kristen yang pertama - The Present Truth [Kebenaran Zaman Ini]
- di tahun 1848. Akankah kita memiliki begitu banyak percetakan yang mencetak
majalah-majalah, buku-buku dan surat-surat di seluruh dunia di begitu banyak
bahasa? Bagaimana bila tahun 1868 Goodloe Bell tidak menerima undangan Allah
dan memulai satu kelas dengan 12 remaja muda di loteng rumahnya sendiri?
Akankah pendidikan kristen seperti yang kita miliki hari ini, begitu lengkap
dan terpercaya, di antara sistem pendidikan dunia yang terutama lainnya?
Pelipatgandaan yang luar biasa ini terjadi hanya karena semua mereka menerima
kehendak Tuhan di dalam hidup mereka dan berkata "Ya" kepada Tuhan kita.
Alkitab penuh berisi teladan-teladan dari orang-orang muda yang mengizinkan
Tuhan untuk memenuhi kehendak-Nya di dalam hidup mereka. Minggu ini kita telah
merenungkan teladan-teladan orang-orang dewasa di zaman kita yang telah
melakukan hal yang sama.
Bila kita memberikan diri kita sendiri sepenuhnya kepada Tuhan dan Pemelihara
kita, Dia akan melakukan mujizat-mujizat dan transformasi di dalam kehidupan
kita, dan kita akan menjadi saksi-saksi yang hidup dari apa yang Tuhan inginkan
kita menjadi di dunia ini, membawa pekabaran Tuhan kepada orang lain.
Karenanya kita akan mempersiapkan diri kita sendiri untuk kehidupan di rumah
sorgawi. Tidakkah ini adalah keinginan Tuhan yang terbesar?
REAKSI
1. Mazmur 37:5 menjanjikan bahwa bila kita mempercayakan jalan kita kepada
Tuhan dan mempercayai-Nya maka Dia akan bertindak? Kedengarannya baik, tetapi
tidakkah tampaknya ada banyak orang yang mempercayai Tuhan untuk melakukan
hal-hal yang tidak pernah terjadi? Bagaimana ayat ini bisa dipahami?
2. Bila Anda harus menyebutkan satu hal yang Tuhan mungkin inginkan Anda
untuk berkata "Ya, Tuhan" untuk jawaban atas sesuatu yang Dia minta dari Anda,
apakah hal itu?
Deise Lobo Franco, Criciúma, Brazil
Jumat, 22 Juli
Serahkanlah
EKSPLORASI
Maz 37:4; 40:8; Mark 14:36
KESIMPULAN
Tanyakan pada sembarang orang Kristen manapun dan mereka akan mengatakan pada
Anda bahwa mereka benar-benar ingin melakukan kehendak Tuhan. Tetapi
mempraktekkannya adalah lebih sulit daripada kedengarannya. Daging kita lemah
dan sifat alamiah kita dengan mendesak menginginkan melakukan segala sesuatu
dengan cara yang mudah. Kita juga ingin untuk mengerti dengan tepat apa yang
Tuhan sedang lakukan, gantinya mengikuti dengan iman. Menyerah kepada kehendak
Allah adalah sesuatu yang seorang Kristen harus lakukan setiap hari. Dan hal
itu makin lama makin mudah - bila dilatih. Ikuti tuntunan Allah dan Dia akan
memberkati. Segera Anda akan menemukan bahwa keinginan-keinginan hati Anda
telah berubah menjadi keinginan-keinginan-Nya!
PERTIMBANGKAN
· Mencoba suatu bentuk puasa untuk menyesuaikan diri dengan kehendak
Allah. Puasa itu bisa berupa tidak memakan makanan pencuci mulut, mematikan
TV, tidak membeli hal-hal yang tidak perlu, berhenti memakan fast food untuk
seminggu, dsb.
· Membuat satu gambar atau kolase dari keinginan-keinginan hati Anda.
Buatlah itu dalam bentuk batu-batu di altar dan tunjukkan bagaimana Anda
mengorbankan keinginan Anda di altar itu.
· Memainkan satu permainan kepercayaan dengan mata ditutup dengan seorang
pasangan. Satu dari Anda memakai penutup mata sementara yang lain mengucapkan
instruksi-instruksi untuk melalui rintangan-rintangan atau mengelilingi rumah.
· Meminta Tuhan untuk membangunkan Anda untuk waktu perbaktian di waktu
pagi. Biarlah Dia membantu Anda membuat hal itu menjadi satu prioritas, dan
ketika Anda terbangun - bangunlah!
· Melakukan sesuatu yang Anda tidak ingin lakukan untuk seseorang hari
ini. Singkirkan keinginan-keinginan hatimu sendiri dan bawalah satu buku baru
untuk sahabat yang sakit, sirami kebun tetangga yang sedang berlibur, atau
gunakan waktu di panti jompo.
· Daftarkan keinginan-keinginan Anda untuk kehidupan Anda. Berikutnya,
daftarkan apa yang Anda pikir adalah kehendak Tuhan bagi kehidupanmu.
· Tuliskan akhir bagi kisah ini: bayangkan apa yang akan terjadi bila
saja Musa tidak menuruti Allah di semak belukar yang terbakar. Tuliskan
bagaimana Anda pikir Tuhan akan menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan.
HUBUNGKAN
Hakim-hakim 6-8
The Desire of Ages [Kerinduan Segala Zaman], chaps. 34, 73.
Dietrich Bonhoeffer, The Cost of Discipleship.
Kris Coffin Stevenson, Mount Vernon, Ohio
Diterjemahkan oleh : Rachel dan Danny Handoko, Netherland
[Non-text portions of this message have been removed]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]
Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/