SSCQ Lesson 4, KWARTAL III 2005Lesson 4, KWARTAL III 2005
July 16-23

Diterjemahkan oleh: Rachel dan Danny Handoko

 

 

Tuhan dari Keinginan Kita

 

 



 

"Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh 
daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri 
dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia 
telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging" (Roma 8:3).



Sabtu, 16 Juli

Hukum Duniawi atau Hukum Allah?

PENDAHULUAN

Markus 14:36

 



Tuhan mengutus Anak-Nya supaya hubungan kita dengan hukum dapat menjadi jelas.  
Walaupun sifat kita lemah dan berdosa, kita akan melihat dan mengerti rencana 
kasih Tuhan untuk kita, melalui Yesus Kristus.  Dia datang ke dunia ini untuk 
hidup sebagai satu di antara kita.  Dia mengalami semua pencobaan, kesakitan, 
dan sukacita yang kita alami, Dia memiliki kerinduan yang sama seperti yang 
kita miliki, dan Dia menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk mengalahkan dosa 
bila kita menyerahkan keinginan kita kepada Tuhan.

Bila ini terjadi, beban yang kita tanggung menjadi lenyap, hukum-hukum Allah 
menjadi bertambah jelas, dan hidup kita menjadi berarti sementara kita memenuhi 
kehendak Tuhan.  "'janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau 
kehendaki'" (Mrk 14:36).  Semoga ini menjadi doa kita.

Marcelo Lobo Franco, Criciuma, Brazil

Minggu, 17 Juli

Dunia Ini Tidak Cukup Berharga

BUKTI

Filipi 2:8

 

Bayangkan saja pemandangan ini:  satu kelompok orang-orang yang jengkel 
berkumpul di sisi satu pegunungan untuk mengadakan satu sesi keluhan kepada 
Allah.  Orang yang pertama yang membawakan kasusnya adalah Musa.  Dia dengan 
kuat menggenggam tongkatnya dan melihat kepada Allah, dan menumpahkan 
perasaaannya: "Tuhan, kita sudah saling mengenal dengan baik.  Engkau melakukan 
perbuatan yang hebat di Laut Merah dan terhadap angkatan perang Firaun.  Tetapi 
 tidak dapatkah saya menginjakkan kaki di Kanaan?  Pengalamanku bersama Engkau 
tidaklah selamanya menyenangkan.  Aku telah dengan sengaja ditinggikan hanya 
untuk direndahkan sesudahnya.  Apa yang aku lakukan hanyalah memukul batu 
karang! Mengapa hal itu begitu buruk?"

Tuhan tersenyum dan dengan tenang memanggil orang yang berikutnya.

Yohanes Pembaptis memulai ratapannya: "Tuhan, aku tahu Engkau adalah adil dan 
benar, tetapi saya merasa terganggu, dan semakin saya memikirkannya semakin 
marah diri saya.  Pernahkah Engkau memakan belalang?  Aku sudah pernah.  Dan 
Engkau membuat aku mengarungi pegunungan dan lembah mengabarkan pertobatan, dan 
apa yang kudapatkan untuk itu?  Pemenjaraan dan hukuman mati!"

            Tuhan tersenyum sekali lagi dan memanggil orang yang berikutnya.

Namanya Ayub.  "Saya adalah seorang korban yang tidak berdaya," dia berkata.  
"Tanpa membicarakannya dengan saya Engkau telah memberikan kepada Setan izin 
untuk menghancurkan saya.  Saya kehilangan tujuh ribu domba, tiga ribu unta, 
ternak, keledai, hamba-hamba, dan anak-anak.  Dan kemudian istriku mengatakan 
bahwa aku telah kehilangan integritas, dan lebih baik mengutuki Engkau dan 
mati.  Saya tidak mengerti bagaimana sesuatu yang demikian terjadi kepada saya. 
 Engkau kadang-kadang tampak tidak adil dalam tindakan-Mu, bukan hanya 
terhadapku, tetapi terhadap orang lain juga."

Ini mungkin tampak mengada-ada, menunjukkan cara manusia menilai situasi.  Dan 
sampai tingkat tertentu mungkin tampaknya dipaksakan secara teologi, tetapi ini 
adalah orang-orang yang telah meninggalkan kehidupan duniawi dan menyerahkan 
kehendak mereka kepada kehendak Allah, tidak mempedulikan akibat apapun yang 
akan diakibatkan oleh pilihan mereka.

Mengenai Ayub, Tuhan berkata: "'Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub?'" 
(Ayub 1:8).  Seolah-olah Dia berkata, "tingkah laku Ayub adalah satu teladan 
yang hidup dari orang-orang yang hidup menurut kehendak-Ku."  Ini adalah satu 
perasaan yang mulia bahwa Tuhan menghargai manusia yang menghidupkan  
tuntutan-tuntutan hukum-Nya di dalam suatu dunia yang hilang dalam dosa.  Itu 
adalah penghargaan-Nya bagi integritas tabiat mereka yang memutuskan untuk 
memelihara perintah-perintah-Nya, walaupun cahaya dunia ini tampaknya lebih 
berkilauan.

Tuhan yang sama ini yang berbicara mengenai Yesus, "Inilah Anak-Ku yang 
Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Mat 3:17), dan kehidupan Anak-Nya adalah 
teladan yang sempurna dari penyerahan kepada kehendak Allah.

"Dunia ini tidak layak bagi mereka" (Ibr 11:38).

 

 

 

 

Joelson Borges, Criciuma, Brazil

Senin, 18 Juli

Tuhan, Percayakan Padaku!

LOGOS

Kejadian 1, 2; 1 Raja 3:1-15; Roma 1:3; 6:1-7; 8:3; 2 Kor 5:17; Fil 2:8; Kol 
2:12, 13; 1 Tim 3:16; 1 Pet 1:13-16; 1 Yoh 2:1

 

Salomo adalah seorang muda yang istimewa:  kaya, berkuasa, dan putra Daud, raja 
Israel.  Sama seperti semua orang muda yang kaya dan berkuasa, dia bisa saja 
menerima hal-hal yang baik yang ditawarkan dunia.  Tetapi justru sebaliknya: 
"Salomo menunjukkan kasihnya kepada TUHAN dengan hidup menurut 
ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya" (1 Raja-raja 3:3).

Betapa seorang muda yang hebat!  Tahukah Anda apa yang terjadi kepada seorang 
muda yang memutuskan untuk mentaati dan menghormati bapanya untuk mengasihi 
Allah?  Dia memiliki hikmat, umur panjang, dan penghargaan dari orang lain.  
Itulah tepatnya yang terjadi pada Salomo:  "TUHAN menampakkan diri kepada 
Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: "Mintalah apa yang 
hendak Kuberikan kepadamu." (ayat 5).

Salomo menjawab, "'berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang 
perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan 
yang jahat'" (ayat 9).

Karena Salomo menjawab dengan begitu bijaksana, Tuhan memenuhi permintaannya - 
dan jauh lebih banyak lagi!  

Salomo berkata, "percayalah kepadaku!  Berikanlah kepadaku hikmat untuk 
melakukan pekerjaan-Mu," dan Tuhan mendengar dia dan membuat dia menjadi raja 
terbesar yang pernah dimiliki Israel.  Salomo mengubah kehendaknya menjadi 
kehendak Tuhan dan membuat Tuhan menjadi Allah dari kehendak-kehendaknya!

 

Lukas 1:28-38

Maria adalah seorang muda yang penuh dengan impian sama seperti wanita-wanita 
muda yang lain sudah bertunangan, menantikan hari pernikahannya.  Tetapi, suatu 
hari, malaikat Gabriel datang dan mulai berbicara kepadanya.  Dia berkata 
kepadanya, "' Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang 
anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus ... Anak Allah Yang 
Mahatinggi'" (Luk 1:31,32).

Seperti semua wanita muda yang lain yang akan menikah sebagai seorang perawan, 
dia pastilah sempat merasa gentar.  Banyak pertanyaan yang pasti terlintas di 
pikirannya.  Pertanyaan seperti: "Apa yang harus kukatakan kepada Yusuf?" atau 
"Apa yang orang lain akan pikirkan mengenai diriku?"  Tetapi gantinya 
memperhatikan pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di pikirannya, Maria 
berkata, "'jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (ayat 38).

Maria sesungguhnya sedang berkata kepada malaikat itu: "Percayalah padaku!"

 

Lukas 5:27,28

Matius Lewi adalah seorang pemungut cukai.  Di zaman Yesus pekerjaan itu 
tidaklah dianggap pekerjaan yang baik karena orang-orang Farisi memandang 
pemungut cukai sebagai orang berdosa (Mark 2:15,16).  Tetapi Yesus tidak begitu 
mempedulikan pekerjaan yang dilakukan oleh Lewi, daripada pekerjaan yang dia 
dapat lakukan.  Yesus memberikan kepadanya satu undangan yang sederhana: "' 
Ikutlah Aku.' Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu 
mengikut Dia'" (Luk 5:27,28).  Lewi memaksudkan: "percayalah padaku!" dan dia 
menjadi seorang murid Yesus yang besar.  Dan Yesus selamanya menjadi Tuhan dari 
segala kehendaknya.

 

 

Mat 4:18-22; Luk 5:1-11

Petrus dan Andreas tidak memperoleh satu malam menjala ikan yang baik.  Mereka 
tidak memiliki pemikiran bahwa pada hari yang sama itu mereka akan bertemu 
dengan Seseorang yang sangat istimewa.  Sudah pagi ketika Tuan itu datang, 
diikuti oleh kerumunan orang banyak, dan meminta izin untuk menggunakan perahu 
Petrus untuk berkhotbah.  Setelah menyampaikan pekabaran-Nya dan membubarkan 
orang banyak, Yesus mengundang Petrus dan Andreas untuk menurunkan jala mereka 
kembali.  Bila Anda bertanya kepada seseorang yang mengerti mengenai menangkap 
ikan, mereka akan memberitahukan kepada Anda bahwa waktu yang terbaik untuk 
menangkap ikan dengan jala adalah di waktu malam;  jadi, adalah suatu kebodohan 
untuk menurunkan jala di pagi hari.

Tetapi, karena Yesus adalah Tuhan dari kehendak mereka, mereka tidak ragu-ragu; 
 mereka mentaati Dia.  Dan dengan terkejut, ketika mereka mencoba untuk menarik 
jala mereka kembali ke atas perahu, mereka tidak dapat melakukannya sendiri; 
mereka harus memanggil rekan-rekan mereka, Yohanes dan Yakobus, untuk menolong. 
 Simon Petrus "dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena 
banyaknya ikan yang mereka tangkap" (ayat 9).  Bila Yesus sanggup mengubah satu 
malam yang gagal menjadi satu pagi yang penuh berkat, bayangkan saja apa yang 
Dia dapat lakukan dalam kehidupan para nelayan itu!

Ketika Yesus mendekati mereka dengan undangan untuk menjadi penjala manusia, 
mereka dengan seketika meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Dia.  Yakobus 
dan Yohanes meninggalkan jala mereka untuk mengikut Yesus (Mat 4:18-22).  Dalam 
sikap mereka meninggalkan segala sesuatu itu, mereka sedang berkata, 
"Percayalah pada kami!"

Dalam merenungkan keempat kisah ini, kita menemukan beberapa poin yang sama:

-       mereka semua adalah orang-orang muda.

-       Mereka tidak sempurna, tetapi adalah orang-orang yang sederhana.

-       Mereka semua menerima satu undangan atau satu panggilan.

-       Mereka semua mengarahkan kehendak mereka ke dalam kehendak Allah.

-       Jawaban mereka semua selalu sama: "Percayalah padaku!"

Yesus masih tetap memanggil orang-orang muda untuk menjadi Salomo yang lain, 
Maria yang lain, Matius Lewi yang lain, dan bahkan penjala-penjala ikan yang 
lain.  Yesus sedang memanggil Anda hari ini!  Buatlah Dia menjadi Tuhan atas 
kehendak Anda.  Inilah kesempatan terbaik dalam seumur hidupmu.  Apakah 
jawabanmu kepada Yesus?  Bila Anda menerima panggilan-Nya, katakan kepada-Nya 
hari ini: "Tuhan, percayalah padaku!"

 

REAKSI

1.    Kadang-kadang berkata "Percayalah padaku!" kedengarannya begitu mudah 
karena itu adalah jawaban yang paling terhormat yang dapat kita berikan kepada 
Yesus, tetapi apa yang menurut perkiraan Anda adalah rintangan-rintangan, rasa 
takut, dan keragu-raguan yang pastilah dialami oleh tokoh-tokoh Alkitab ini 
sebelum, selama, dan setelah sambutan mereka?

2.    Bagaimana Anda akan menjawab pertanyaan seorang yang baru percaya bila 
dia bertanya, "Apakah setiap orang memperoleh satu undangan atau panggilan?"

3.    Satu Raja-raja 3:5 menceritakan permohonan Salomo untuk hikmat, apa yang 
Anda dapat minta hari ini yang sesungguhnya akan membuat hidup Anda jelas lebih 
mudah dan lebih bahagia?  Apa yang dapat Anda minta yang akan membantu Anda 
membawa lebih banyak kemuliaan bagi Tuhan?  Pengertian apa yang dapat kita 
peroleh sementara melihat kepada kedua jawaban itu?

 

 

Junior Paiva, Criciuma, Brazil

Selasa, 19 Juli

Membuat Mimpi Allah Menjadi Kenyataan

KESAKSIAN

Roma 12:1,2

 

"Agama yang benar berhubungan dengan kehendak.  Kehendak adalah kuasa yang 
memerintah dalam sifat alamiah manusia, membawa semua kesanggupan yang lain di 
bawah kekuasaannya.  Kehendak bukanlah selera atau kecenderungan, tetapi adalah 
kuasa yang menentukan, yang bekerja di dalam anak-anak manusia untuk penurutan 
kepada Tuhan, atau kepada ketidak-menurutan."1

"Kamu haruslah menyerahkan kehendakmu kepada kehendak Yesus Kristus;  dan 
sementara engkau melakukan hal ini, Tuhan akan dengan segera mengambil alih, 
dan mengerjakan di dalam dirimu untuk berkehendak dan bekerja menurut 
kesenangan hati-Nya.  Seluruh keberadaan dirimu akan dengan demikian dibawa ke 
bawah kendali Roh Kristus;  dan bahkan pikiranmu akan tunduk kepada-Nya."2

Sejak saya menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan dalam hidupku, saya 
telah berpikir bahwa bila saya berjuang untuk membuat mimpi Tuhan menjadi satu 
kenyataan dalam hidup saya maka saya akan sungguh-sungguh hidup menurut tujuan 
Allah.  Saya percaya bahwa apa yang penting bukan hanya untuk berjuang supaya 
tetap murni dan adil, tetapi untuk mengizinkan kemurnian dan keadilan untuk 
tinggal di dalam hati saya, karena Tuhan, berlawanan dengan apa yang saya 
mungkin pikirkan, tidak ingin saya menjadi sempurna melalui usaha saya sendiri; 
 Dia ingin untuk membuat saya menjadi sempurna.

Saya telah bekerja sebagai penginjil literatur selama 16 tahun, dan satu dari 
tantangan yang besar untuk Roh Kudus dalam kehidupan dan pekerjaan saya adalah 
pergumulan saya yang terus menerus dengan kehendak saya.  Sebagaimana Paulus 
mengatakannya, "Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan 
keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging" (Gal 5:17).

Satu pagi saya merencanakan rute pekerjaan saya, kemudian saya berdoa dan 
meninggalkan rumah dengan keyakinan bahwa semua itu adalah yang dikehendaki 
Tuhan bagi saya untuk hari itu.  Tetapi seorang pria meminta tumpangan kepada 
saya, dan melalui orang ini Tuhan mengubah arah pekerjaan saya.

Untuk menolong pria itu, saya akhirnya membawa dia ke suatu kota sekitar 25 mil 
dari tempat saya berencana untuk bekerja, jadi saya mengunjungi dua orang di 
dua desa yang berdekatan.

Dalam kedua kunjungan itu, oleh kasih karunia Tuhan saya dapat menjual 16 
langganan kepada majalah-majalah Kristen kita, menjadwalkan dua pembicaraan di 
sekolah di sana, dan mendaftarkan tiga orang dalam kursus Alkitab.  Orang-orang 
ini hidup di daerah pedesaan dan tidak pernah akan memperoleh kontak dengan 
pekabaran Advent bila Tuhan tidak mengutus pria itu untuk membelokkan saya.  
Saya kembali ke rumah dengan sangat bahagia sore itu, yakin bahwa saya telah 
memenuhi keinginan Allah.  Pria kepada siapa saya memberikan tumpangan juga 
memutuskan untuk mempelajari Alkitab.

Melalui persekutuan yang sungguh-sungguh dengan Tuhan adalah mungkin untuk 
mengalami "kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang 
sempurna" (Roma 12:2).

============================

1. Messages to Young People [Nasihat kepada Orang Muda], hlm. 151.

2. Ibid., hlm. 152.

Emerson Tomaz de Oliveira, Capivari de Baixo, Brazil

Rabu, 20 Juli

Lompatan kepada Kemerdekaan

BAGAIMANA CARANYA

Maz 37:5;  Ams. 18:24; 1 Pet 5:7

 

Tahun 1988 saya sedang bekerja sebagai pengajar Alkitab di kota Florianapolis, 
Brazil.  Di antara yang saya temui di kota itu adalah Keluarga Braga, yang 
memiliki seorang anak laki-laki berusia empat tahun bernama Jonah.  
Kadang-kadang orang tuanya mengizinkan dia pergi dengan saya berjalan-jalan di 
tepi pantai, biasanya mendekati matahari terbenam.  Di pantai ada tempat di 
mana orang bermain voli, dan satu siang saya menempatkan Jonah di panggung 
tempat wasit.

Sementara saya memandang kepadanya, saya bertanya, "Jonah, apakah engkau 
percaya bahwa bila engkau melompat saya bisa menangkap kamu?"  Tanpa menjawab 
pertanyaan saya atau berpikir dua kali, dia melompat begitu saja.  Walaupun 
saya tidak siap, untungnya saya bisa menangkap dia.  Dia memandang saya dan 
tertawa seolah-olah tidak ada yang terjadi.  Kemudian saya bertanya kepadanya: 
"Mengapa engkau tertawa?  Engkau hampir saja terluka!"

Dengan tanpa prasangka dia hanya berkata:  "Tidakkah engkau bertanya apakah 
saya percaya engkau dapat menangkap saya?  Itu sebabnya saya melompat!"  Tanpa 
mengetahuinya, Jonah telah mengajar saya satu pelajaran yang besar.

Kita hidup di satu dunia di mana kita terasing karena dosa.  Yesus datang 
kepada kita dan bertanya: "Beranikah engkau melompat?  Apakah engkau percaya 
Aku akan melindungi engkau di dalam lengan-Ku?"  Dengan kata lain: "Maukah 
engkau menundukkan kehendakmu kepada kehendak-Ku?"

Untuk mengiyakan pertanyaan ini, kita pada dasarnya harus memahami tiga konsep: 

 

Persahabatan (Ams 18:24).  Untuk memiliki seorang sahabat, seseorang yang dapat 
mendengarkan kita, seseorang yang menjadi teman yang baik, tentulah merupakan 
suatu hal yang terbaik.  Kita semua memiliki seorang teman yang baik, tetapi 
untuk melompat menuju kemerdekaan, kita perlu memiliki Satu Orang yang selalu 
berada bersama kita, setiap hari: Yesus.

 

Percaya (Maz 37:5).  Apakah percaya?  Menurut ayat ini, percaya datang bila 
Anda memberikan sesuatu kepada seseorang.  Anda memberikan sesuatu yang 
berharga kepada seseorang hanya bila Anda mempercayai orang itu.  Ini adalah 
satu langkah yang penting bagi setiap hubungan untuk bisa berjalan dengan baik, 
apakah itu hubungan antar manusia ataupun hubungan rohani.  Mengingat 
keinginan-keinginan dan kehendak daging kita, bila kita percaya pada Yesus, 
kita akan menyerahkan kehendak dan keinginan kita kepada-Nya, mempercayai bahwa 
Dia akan mengubah kita.

 

Perlindungan (1 Pet 5:7).  Didalam membicarakan pentingnya kerendahan hati, 
Petrus menutup pemikirannya dengan memberikan pada kita jaminan bahwa Yesus 
memelihara kita.  Tidakkah itu sungguh mengagumkan?  Hanya di dalam Yesus kita 
akan berbahagia sepenuhnya, walaupun kehendak-Nya mungkin tidak sebagaimana 
yang kita kehendaki.  Dia adalah Satu-satunya yang tahu apakah yang terbaik 
bagi kita, dan di atas segalanya, kita dapat meletakkan semua kekuatiran kita 
kepada-Nya.  Apakah Anda masih membutuhkan satu janji yang lebih baik lagi?

 

 

Júnior César A. de Paiva, Criciúma, Brazil

 

Kamis, 21 Juli

Kerinduan yang Terbesar

OPINI

Mazmur 37:5

 

" Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan 
bertindak" (Maz 37:5).

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana sejarah dunia ini bila semua orang di 
masa lalu telah berkata Tidak kepada Tuhan?  Bila Nuh menolak untuk membangun 
bahtera?  Bila Musa telah menolak panggilan Allah untuk menjadi pemimpin?  Bila 
Yunus pada akhirnya menolak untuk pergi ke Niniwe?  Bila para murid telah 
menolak panggilan Yesus untuk berkhotbah?  Bila Yesus telah menolak untuk mati 
bagi dunia ini?

Dan bagaimana bila Ellen Harmon waktu muda tidak mau mendengarkan suara Roh 
Kudus?  Bagaimana dia bisa memiliki begitu banyak literatur dan begitu banyak 
nasihat?  Bagaimana bila James White muda tidak memberikan segala sesuatu untuk 
mencetak majalah kristen yang pertama - The Present Truth [Kebenaran Zaman Ini] 
- di tahun 1848.  Akankah kita memiliki begitu banyak percetakan yang mencetak 
majalah-majalah, buku-buku dan surat-surat di seluruh dunia di begitu banyak 
bahasa?  Bagaimana bila tahun 1868 Goodloe Bell tidak menerima undangan Allah 
dan memulai satu kelas dengan 12 remaja muda di loteng rumahnya sendiri?  
Akankah pendidikan kristen seperti yang kita miliki hari ini, begitu lengkap 
dan terpercaya, di antara sistem pendidikan dunia yang terutama lainnya?

Pelipatgandaan yang luar biasa ini terjadi hanya karena semua mereka menerima 
kehendak Tuhan di dalam hidup mereka dan berkata "Ya" kepada Tuhan kita.

Alkitab penuh berisi teladan-teladan dari orang-orang muda yang mengizinkan 
Tuhan untuk memenuhi kehendak-Nya di dalam hidup mereka.  Minggu ini kita telah 
merenungkan teladan-teladan orang-orang dewasa di zaman kita yang telah 
melakukan hal yang sama.

Bila kita memberikan diri kita sendiri sepenuhnya kepada Tuhan dan Pemelihara 
kita, Dia akan melakukan mujizat-mujizat dan transformasi di dalam kehidupan 
kita, dan kita akan menjadi saksi-saksi yang hidup dari apa yang Tuhan inginkan 
kita menjadi di dunia ini, membawa pekabaran Tuhan kepada orang lain.  
Karenanya kita akan mempersiapkan diri kita sendiri untuk kehidupan di rumah 
sorgawi.  Tidakkah ini adalah keinginan Tuhan yang terbesar?

 

REAKSI

1.    Mazmur 37:5 menjanjikan bahwa bila kita mempercayakan jalan kita kepada 
Tuhan dan mempercayai-Nya maka Dia akan bertindak?  Kedengarannya baik, tetapi 
tidakkah tampaknya ada banyak orang yang mempercayai Tuhan untuk melakukan 
hal-hal yang tidak pernah terjadi?  Bagaimana ayat ini bisa dipahami?

2.    Bila Anda harus menyebutkan satu hal yang Tuhan mungkin inginkan Anda 
untuk berkata "Ya, Tuhan" untuk jawaban atas sesuatu yang Dia minta dari Anda, 
apakah hal itu?

 

 

 

 

Deise Lobo Franco, Criciúma, Brazil
 

Jumat,  22 Juli

Serahkanlah

EKSPLORASI

Maz 37:4; 40:8; Mark 14:36

 

 

KESIMPULAN

Tanyakan pada sembarang orang Kristen manapun dan mereka akan mengatakan pada 
Anda bahwa mereka benar-benar ingin melakukan kehendak Tuhan.  Tetapi 
mempraktekkannya adalah lebih sulit daripada kedengarannya.  Daging kita lemah 
dan sifat alamiah kita dengan mendesak menginginkan melakukan segala sesuatu 
dengan cara yang mudah.  Kita juga ingin untuk mengerti dengan tepat apa yang 
Tuhan sedang lakukan, gantinya mengikuti dengan iman.  Menyerah kepada kehendak 
Allah adalah sesuatu yang seorang Kristen harus lakukan setiap hari.  Dan hal 
itu makin lama makin mudah - bila dilatih.  Ikuti tuntunan Allah dan Dia akan 
memberkati.  Segera Anda akan menemukan bahwa keinginan-keinginan hati Anda 
telah berubah menjadi keinginan-keinginan-Nya!

 

PERTIMBANGKAN

·       Mencoba suatu bentuk puasa untuk menyesuaikan diri dengan kehendak 
Allah.  Puasa itu bisa berupa tidak memakan makanan pencuci mulut, mematikan 
TV, tidak membeli hal-hal yang tidak perlu, berhenti memakan fast food untuk 
seminggu, dsb.

·       Membuat satu gambar atau kolase dari keinginan-keinginan hati Anda.  
Buatlah itu dalam bentuk batu-batu di altar dan tunjukkan bagaimana Anda 
mengorbankan keinginan Anda di altar itu.

·       Memainkan satu permainan kepercayaan dengan mata ditutup dengan seorang 
pasangan.  Satu dari Anda memakai penutup mata sementara yang lain mengucapkan 
instruksi-instruksi untuk melalui rintangan-rintangan atau mengelilingi rumah.

·       Meminta Tuhan untuk membangunkan Anda untuk waktu perbaktian di waktu 
pagi.  Biarlah Dia membantu Anda membuat hal itu menjadi satu prioritas, dan 
ketika Anda terbangun - bangunlah!

·       Melakukan sesuatu yang Anda tidak ingin lakukan untuk seseorang hari 
ini.  Singkirkan keinginan-keinginan hatimu sendiri dan bawalah satu buku baru 
untuk sahabat yang sakit, sirami kebun tetangga yang sedang berlibur, atau 
gunakan waktu di panti jompo.

·       Daftarkan keinginan-keinginan Anda untuk kehidupan Anda.  Berikutnya, 
daftarkan apa yang Anda pikir adalah kehendak Tuhan bagi kehidupanmu.

·       Tuliskan akhir bagi kisah ini:  bayangkan apa yang akan terjadi bila 
saja Musa tidak menuruti Allah di semak belukar yang terbakar.  Tuliskan 
bagaimana Anda pikir Tuhan akan menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan.

 

HUBUNGKAN

Hakim-hakim 6-8

The Desire of Ages [Kerinduan Segala Zaman], chaps. 34, 73.

Dietrich Bonhoeffer, The Cost of Discipleship.

 

 

Kris Coffin Stevenson, Mount Vernon, Ohio

 

Diterjemahkan oleh : Rachel dan Danny Handoko, Netherland


[Non-text portions of this message have been removed]





-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke