From: [EMAIL PROTECTED]
Perceraian
OPEN FORUM 061401 B
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA
PENANYA: Pertanyaan saya adalah mengenai perkawinan dan perceraian. Saya sudah
mendengarnya berkali-kali di radio, tapi saya masih belum mengerti. Saya pikir
Musa sudah memberikan peraturan untuk mengizinkan perceraian, dan saya pikir
tidak ada pertentangan di dalam Alkitab, tetapi saya mendengar anda mengatakan
bahwa di dalam Perjanjian Baru perceraian tidak diperbolehkan.
MR. C: Ya, di Ulangan 24:1, Tuhan memberikan peraturan yang sangat mengejutkan.
Sebelumnya Tuhan berfirman bahwa jika seorang suami mempunyai seorang isteri
yang melakukan perzinahan, perempuan itu harus dilempari dengan batu sampai
mati (hukuman rajam). Ini adalah dosa yang sangat menyedihkan. Tetapi disini
Tuhan memberikan peraturan yang lain, yaitu kalau seorang suami menemukan
sesuatu yang "tidak senonoh" pada isterinya, sang suami boleh "menuliskan surat
cerai dan menyuruhnya pergi". Di Ulangan 24:1 kita baca:
"Apabila seseorang mengambil seorang perempuan dan menjadi suaminya, dan jika
kemudian ia tidak menyukai lagi perempuan itu, sebab didapatinya yang tidak
senonoh padanya, lalu ia menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan
perempuan itu, sesudah itu menyuruh dia pergi dari rumahnya,"
Nah, arti sebenarnya dari ungkapan "tidak senonoh" itu adalah kalau perempuan
itu ditemukan berzinah dengan orang lain. Ungkapan "tidak senonoh" itu menunjuk
kepada dosa perzinahan. Tuhan juga menerangkan kembali hal itu dalam Perjanjian
baru, jadi kita tidak salah mengerti mengenai masalah ini. Sekarang, kenapa
Tuhan mengganti hukum tentang masalah ini sehingga menimbulkan kebingungan?
Disatu sisi, perempuan yang ditemukan berzinah harus dilempari dengan batu
sampai mati, tetapi kemudian Tuhan berkata lagi bahwa sang suami boleh
menceraikan perempuan itu. Ingatlah disini tidak dikatakan kalau perempuan
boleh menceraikan suaminya, disini hanya dikatakan kalau sang suami boleh
menceraikan isterinya kalau dia ditemukan berzinah. Dan Kristus menjelaskan
mengenai hal ini di kembali di Matius 19:7-8 ketika Dia berkata:
"Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi
sejak semula tidaklah demikian."
Peraturan mengenai perceraian itu diberikan karena "ketegaran hati" atau karena
"ketidak percayaan" mereka. Siapakah yang tidak percaya? Apakah itu orang-orang
Farisi, karena pada saat itu Yesus sedang berbicara kepada mereka? Tidak, ayat
ini (Ulangan 24:1) sudah ada selama 1400 tahun sebelumnya. Jadi siapakah yang
dimaksud mempunyai "ketegaran hati" disini?
Ketika kita mempelajari Alkitab dengan seksama, kita menemukan bahwa Tuhan
menikah secara rohani dengan bangsa Israel di zaman dahulu. Kita bisa baca
mengenai hal ini di Yesaya 50, Yeremia 3 dan Hosea 2. Tuhan menikah dengan
bangsa Israel, tetapi bangsa Israel selalu berada di dalam perzinahan rohani,
yaitu, setiap kali mereka berbuat dosa atau memberontak terhadap Tuhan, mereka
sedang melakukan perzinahan secara rohani. Dan menurut hukum yang sebenarnya,
seharusnya Tuhan membunuh mereka dengan hukuman rajam. Dia seharusnya
menghancurkan bangsa Israel karena mereka melakukan perzinahan lagi, dan lagi,
dan lagi.
Akan tetapi Tuhan tidak bisa berbuat hal itu, karena menurut rencana
keselamatan yang Allah sudah rencanakan, Kristus harus datang dan menerima
wujud manusia-Nya dari bangsa Israel. Kristus harus datang dari keturunan
Abraham, dari keturunan Daud dan berasal dari suku Yehuda. Jadi untuk alasan
ini dan lainnya, Tuhan memberikan hukum pengganti yang bersifat sementara itu.
Kemudian ketika secara ajaib "tabir [tirai] Bait Suci terbelah dua dari atas
sampai ke bawah" (Matius 27:51), Tuhan secara resmi bercerai dengan bangsa
Israel. Sekarang Tuhan sudah selesai dengan pernikahannya dengan bangsa Israel.
Itulah sebabnya Yesus berkata ".....tetapi sejak semula tidaklah demikian".
Dengan kata lain, Kristus mengingatkan kita bahwa hukum tersebut sudah tidak
berlaku lagi.
Sekarang kalau kita heran kenapa dalam kenyataannya Tuhan memberikan suatu
perintah di dalam Alkitab, dan kemudian perintah itu tidak dijalankan lagi,
kita juga harus mengingat kepada hukum-hukum upacara. Hukum-hukum tersebut
sangat jelas disebutkan di dalam Alkitab, tetapi kita tidak menjalankannya
lagi. Yaitu seperti perintah untuk mengadakan kurban bakaran dan kurban darah,
merayakan Passover (Paskah Perjanjian Lama), semua ini adalah perintah-perintah
yang jelas tertulis di dalam Alkitab, tetapi ketika kita sampai di Perjanjian
Baru, yaitu ketika Kristus pergi ke kayu salib, semua hukum-hukum upacara ini
sudah tidak dijalankan lagi.
Kita tidak lagi menjalankan hukum-hukum upacara tersebut karena semuanya sudah
digenapi dalam Kristus, seperti yang dijelaskan di Kolose 2:17: "semuanya ini
hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus"
Hukum upacara yang masih dijalankan sampai berakhirnya masa kerja gereja
hanyalah upacara baptis air dan upacara perjamuan kudus. Jadi sebetulnya Tuhan
sudah mengikuti rencana yang sangat konsisten ketika Dia menjalankan semua ini,
yaitu Tuhan sendiri juga tunduk kepada hukum-hukum yang dibuat-Nya sendiri.
For the earth shall be filled with the knowledge of the glory of the LORD, as
the waters cover the sea. (Habakkuk 2:14)
www.familyradio.com
============================================
From: [EMAIL PROTECTED]
Hari Ke-tujuh
OPEN FORUM 030101 JP-G
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA
PENANYA: Kenapa Tuhan memberkati hari ke-tujuh?
MR. C: Dalam Perjanjian Lama Tuhan memberkati hari ke-tujuh (Sabtu) karena
pengajaran yang sangat-sangat penting didalam Alkitab bahwa kita diselamatkan
karena "kasih karunia" (anugrah) saja. Dengan tidak melakukan pekerjaan pada
hari ke-tujuh dan memerintahkan bangsa Israel untuk sama sekali tidak melakukan
pekerjaan pada hari ke-tujuh Sabat, Tuhan memberikan gambaran yang menunjukkan
bahwa Dia-lah yang harus melakukan seluruh pekerjaan untuk menyelamatkan kita.
Ini adalah kebenaran yang sangat penting di dalam Alkitab, tetapi sayangnya ada
banyak salahpengertian tentang hal ini ketika orang-orang memberitakan Injil.
Mereka menginginkan suatu rencana keselamatan dimana mereka dapat berbuat
sesuatu pekerjaan dengan usaha mereka sendiri untuk menggenapi keselamatan
mereka. Itu adalah sama seperti menyuruh bangsa Israel kuno di dalam Perjanjian
Lama untuk bekerja pada hari Sabat. Ingatlah tentang seorang laki-laki yang
melakukan pekerjaan ringan untuk mengumpulkan "kayu api" pada hari Sabat, dan
Di Bilangan 15:35 kita baca:
"Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Orang itu pastilah dihukum mati; segenap
umat Israel harus melontari dia dengan batu di luar tempat perkemahan."
Hari ke-tujuh Sabat adalah bagian dari hukum upacara sama halnya seperti
peraturan mengenai makanan dan minuman, perayaan bulan baru, kurban bakaran,
kurban darah, dll. Karena itu kita sudah tidak merayakannya lagi. Dengan
kebangkitan Kristus, Tuhan sudah memberikan kita hari Sabat yang baru yang
seluruhnya berbeda dengan Sabat hari ke-tujuh, yaitu, hari Minggu Sabat.
Sekarang kita menyediakan hari Minggu sebagai hari Tuhan (Yesaya 58:13). Pada
hari itu kita bisa menyanyikan puji-pujian, mempelajari Alkitab, berdoa,
bersaksi tentang Injil, dll.
Kembali kepada istirahat Tuhan pada hari ke-tujuh, di Ibrani 4:9-10 Tuhan
berfirman:
"Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.
Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah
berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari
pekerjaan-Nya."
Dalam kata lain, untuk masuk ke dalam tempat perhentian Tuhan, kita harus
berhenti dari semua usaha-usaha kita sendiri untuk menggenapi keselamatan kita,
sama seperti Tuhan berhenti dari pekerjaan-Nya pada hari ke-tujuh. Keselamatan
yang sejati secara utuh adalah 100% "kasih karunia" (anugrah) dari Tuhan, itu
bukan terjadi karena pekerjaan-pekerjaan atau usaha-usaha yang dapat kita
lakukan sendiri. Di Efesus 2:8-9 kita baca:
"Sebab karena kasih karunia [anugrah] kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan
hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada
orang yang memegahkan diri."
For the earth shall be filled with the knowledge of the glory of the LORD, as
the waters cover the sea. (Habakkuk 2:14)
www.familyradio.com
[Non-text portions of this message have been removed]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]
Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/