From: Tim Alfa Let's Worship Together
Teman2, berikut ini ada kegiatan Depmus PPGII yang mendatangkan New Heart Ministries dari USA sbb : Seminar : How to build a worship team Hari Jumat tgl 29 Juli 2005 jam 18.30 - 20.30 (dalam seminar ini akan ada 3 team band gereja yg dimasterclass, jadi seru ada contohnya. kalau punya team band yg mao dimasterclass bisa daftar ke GI Wida atau nina, tapi ga bisa hari jumat karena udah penuh, kalau mau tinggal sabtu pagi jam 09.00) Biaya : 1 team band Rp.100.000 ; peserta pasif yg dengerin aja cuman Rp.20.000 Training : Worship Team Kelas : Worship Leader, Keyboard, Drum, Gitar, Biola (kalau biola ada peminatnya akan dibuka, kalau tidak mungkin bisa dibatalkan) Hari Sabtu tgl 30 Juli 2005 jam 10.00 - 14.00 (3 sesi) Biaya : Rp. 50.000 / peserta termasuk makan siang Khusus untuk biola mungkin hanya 2 sesi saja Dalam training khusus gitar diharap bawa gitar & biola sendiri2 jadi bisa langsung praktek gitu lho, diusahakan tiap partisipan akan dapat giliran untuk praktek ndiri2. Khusus untuk kelas biola diusahakan akan dibuka kalau ada peminatnya, makanya buruan daftarin anak2nya ya... yg ngajar hebat lho... concert masternya Ohio Simphony Orchestra & Resident Composer Singapore Symphony Orchestra Malam Puji-pujian Persekutuan Pemuda Hari Sabtu tgl 30 Juli 2005 jam 18.30 - 20.30 GI Wida (0817 0708256) nina (0812 9436999) atau di kantor PPGII senin sampe jumat 6410445 Ikutan yaaa... dan sekalian minta bantuan kalian untuk sebar luaskan mengenai acara ini.. thank you.. have a nice weekend.... nina Yenn-Chwen Er concertmaster Yenn-Chwen Er, concertmaster, holds a Doctorate from Rice University. He is also director of the New Heart Music Ministries in Houston, which he co-founded in 1997. A native of Singapore, Yenn-Chwen studied in London and Houston with Carmel Kaine, Frederick Grinke, Sergiu Luca and Rapheal Fliegel. In addition to his extensive performance career in festivals and recitals, he is also an active composer and the Composer in Residence with the Singapore Symphony Orchestra in 2002. ================================================= From: Arie Saptaji Sekilas Narnia Saya ingin sharing latar belakang penulisan buku saya, Let's Go Into Narnia, yang dijadwalkan terbit oleh Gradien medio Juli 2005 ini. Alkitab dapat dilihat sebagai jalinan narasi penebusan yang berpuncak pada Penebusan Sejati oleh Anak Allah. C.S. Lewis menyebutnya "mitos sejati." Sejati, karena dilandasi oleh realitas historis kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus. Namun, sebagai narasi, kisah penebusan menggugah imajinasi kita seperti mitos-mitos lainnya. Mitos menyadarkan kita akan kebutuhan rohani, yang pemenuhannya kita dapatkan di dalam Kristus. Dalam buku Reel Spirituality: Theology and Film in Dialogue, Robert K. Johnston, profesor theologi dan kebudayaan di Fuller Theological Seminary, menunjukkan bahwa teologi Kristen pada hakikatnya adalah sebuah cerita didalam dan dari dirinya sendiri. Dan sebagaimana semua cerita, kisah Kekristenan memiliki daya untuk membangkitkan rasa takjub dan mengubah kehidupan kita. Cerita yang baik memancarkan berkas-berkas kebenaran abadi dan universal. Cerita-cerita semacam itu seperti sungai yang mengalirkan air kehidupan sampai ke relung hati kita yang paling dalam. Karena itu, kembali mengutip Johnston, kita perlu mencermati cerita-cerita yang dituturkan dalam kebudayaan saat ini. Bukan hanya agar dapat belajar untuk mengabarkan Injil secara lebih baik, namun juga untuk menyimak apa kiranya yang hendak Allah sampaikan melalui cerita-cerita tersebut. Dalam konteks inilah The Chronicles of Narnia (Kisah dari Narnia) dapat dicermati. Seorang faun (manusia kambing, tokoh mitologi Romawi) membawa payung, seorang ratu di atas kereta, dan seekor singa yang agung. Gambaran itu sekian lama mengganggu benak C.S. Lewis. Ia ingin mewujudkannya sebagai cerita, dan kemudian menemukan genre (cerita fantasi anak-anak) yang cocok untuk itu. Baru kemudian ia merenungkan bagaimana gambaran dan genre tersebut dapat dipakai untuk "menyelundupkan" prinsip-prinsip Kekristenan. Lahirlah Sang Singa, Si Penyihir dan Lemari Ajaib, buku pertama dari tujuh jilid Kisah dari Narnia. Melalui sebuah lemari ajaib, empat orang anak memasuki negeri Narnia, yang tengah dilanda musim dingin berkepanjangan akibat ulah penyihir yang menyebut dirinya Ratu Narnia. Edmund, salah seorang dari mereka, membelot ke pihak si Penyihir. Ia baru sadar akan kekeliruannya setelah mengalami perlakuan kejam si Penyihir. Pertolongan akhirnya datang dari Aslan, seekor singa agung, penguasa Narnia yang sesungguhnya. Aslan inilah figur Kristus dalam seluruh seri kisah ini. Aslan mengampuni Edmund dan menyelamatkannya, namun si Penyihir menuntut nyawa anak itu. "Paling tidak kau sudah mengetahui kekuatan ajaib yang diletakkan di Narnia oleh Sang Kaisar sejak permulaan kehidupan negeri ini. Kau tahu bahwa setiap pengkhianat adalah bagianku, jatah korbanku, dan bahwa untuk setiap pengkhianatan yang terjadi aku berhak membunuh," kilah si Penyihir. Aslan lalu menawarkan nyawanya sendiri sebagai ganti nyawa Edmund. Di sini, pengkhianatan Edmund melambangkan dosa umat manusia, dan Aslan harus menebusnya dengan nyawanya sendiri, sebagaimana dilakukan oleh Kristus. Cerita berlanjut dengan pembantaian Aslan, yang mengingatkan pada penyaliban Kristus. Lusi dan Susan, dua anak lainnya, mengikuti Aslan menuju tempat pembantaian. "Dan kedua anak perempuan itu menangis pedih (meskipun mereka tak tahu apa sebabnya) lalu memeluk sang Singa...." Begitu berada di tangan si penyihir, Aslan diolok-olok dan dipermalukan. "'Hentikan!' seru si Penyihir. 'Cukur dia lebih dulu.' ... mereka memasang tali pengikat mulutnya.... Mereka yang semula merasa takut mendekatinya... mengepung, menendangi, memukuli, meludahi dan mengejeknya." Kebangkitan Aslan juga mirip dengan kisah dalam Injil. Setelah Lusi dan Susan melepaskan tali pemberangus mulut Aslan, mereka meninggalkan Panggung Batu, tempat Aslan dibantai. Keesokan paginya mereka kembali, mendapati Panggung Batu terbelah dua, dan Aslan yang telah bangkit berdiri tegak di belakang mereka. Melalui kisah ini, C.S. Lewis mengajak kita untuk benar-benar mengalami, secara mendalam, kepedihan dan kesengsaraan Kalvari. Dalam karya apologetisnya, Lewis menggunakan kata-kata untuk mempertahankan doktrin Kekristenan; dalam fiksinya, Firman itu menjadi daging. Pengin tahu lebih jauh? Tunggulah bukunya! Oya, rancangan sampulnya sudah bisa ditengok di http://www.geocities.com/denmasmarto/narnia.html * Arie Saptaji, penulis Let's Go Into Narnia: Mengenal Lebih Dekat Dunia Ajaib C.S. Lewis (Gradien, terbit medio Juli 2005). Buku lainnya: Never Be Alone (kump cerpen remaja bareng Sidik Nugroho, 2005), Diciptakan dlm Sebuah Tarian (refleksi, 2004), Bible Trivial (humor & ilustrasi, 2004), Gagal Menjadi Garam (kump artikel, 2002), semua terbitan PBMR ANDI (www.pmbr-andi.com). Situs pribadi: Catatan Denmas Marto | Puisi, Fiksi, Renungan, Film, Buku, Artikel http://www.geocities.com/denmasmarto ================================================= From: Dewi Kriswanti TEMPAT PERLINDUNGAN SEJATI Bacaan : Yoel 3: 9-21 "Tuhan mengaum dari Sion, dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi Tuhan adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel". (Yoel: 3:9) Semakin bertambahnya usia dunia ini, maka kondisi didalamnyapun semakin memprihatinkan. Sebenarnya bukanlah hal yang mengherankan sebab sejak ribuan tahun silam sudah dinubuatkan dan Alkitab telah mencatat dengan jelas mengenai ini, bahwa menjelang zaman akhir, manusia akan mengalami masa-masa sukar yang hebat. Antikris dan antek-anteknya bermunculan. Banyak gelombang pencobaan dan badaipun sedang mengamuk menghantam kehidupan manusia, krisis ekonomi mengglobal, krisis politik dimana-mana, wabah penyakit bermunculan, dan masih banyak tantangan lainnya yang akan kita hadapi. Akan tetapi bagi kita yang hidup di dalam Kristus, yang tidak mengandalkan perlindungan dari dunia pasti ada jaminan perlindungan dan pembelaan yang sempurna dari Allah. Pemazmur berkata, "hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku". Allah yang melindungi kita adalah Allah yang Maha Kuasa, yang melampaui kekuatan badai pencobaan, dalam Dia ada jaminan ketenangan yang pasti. Harus kita pahami, Allah tidak menciptakan kita untuk kalah, patah semangat, jiwa yang frustasi, hidup tidak tenang, Ia punya rencana yang besar dan mulia bagi kita. Sekalipun pencobaan dan kesukaran hidup Tuhan ijinkan, Allah tidak akan membiarkan kita jatuh sampai tergeletak, Ia pasti segera menolong kita dengan cara-Nya yang ajaib. Untuk itu merupakan kewajiban kita untuk tetap berserah dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Firman Tuhan, "Allah akan berperang untuk kita, dan kita akan diam saja". Dibalik semua pencobaan, Tuhan ingin menyatakan kuasa mujizat-Nya atas hidup kita. Alkitab berkata, "tetapi di dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang mengasihi kita" (Roma 8:37), dan diajarkan juga, "sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita". Berdasarkan Firman Tuhan kita dapat dengan yakin menyatakan bahwa Kristus adalah jawaban yang pasti terhadap semua masalah hidup kita. Dalam Dia ada penghiburan, ada kesembuhan, ada kecukupan dalam segala hal, bahkan ada kepastian hidup berkemenangan. (Jhw) Doa:Bapa Sorgawi bimbinglah kami untuk belajar hidup berserah dan berharap sepenuhnya pada-Mu. Amin. JAGALAH LANGKAHMU KALAU ENGKAU BERJALAN KE RUMAH ALLAH [Non-text portions of this message have been removed] -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED] -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

