From: [EMAIL PROTECTED]
SABAT JAMAK
"Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama
minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur
itu........Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu:
"Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit....." (TB Matius 28:1,5-6)
Dalam kebanyakan versi Alkitab kata "sabat" dalam ayat-ayat ini tidak
ditranslasikan dengan benar. Masalah ini bukan hanya ditemukan dalam
translasi-translasi Alkitab berbahasa Inggris tetapi juga ditemukan dalam dalam
Alkitab King James dan juga dalam kebanyakan versi Alkitab berbahasa lain
seperti bahasa Jerman, Spanyol, Belanda, dll. yang translasi Yunani-nya diambil
dari Textus Receptus ataupun juga Nestle/Wescott Hort. Kelihatannya orang-orang
yang mentranslasikannya menemukan kesulitan dengan kata sabat ini sehingga
secara tidak sengaja tergoda untuk merubah artinya, dimana sebenarnya ini
adalah sebuah ajaran yang sangat-sangat penting dalam Injil Perjanjian Baru.
Tetapi para mahasiswa Alkitab yang dengan teliti menggunakan konkordansi dan
memeriksanya dalam Greek Interlinear Bible dengan cepat dapat menemukan
kesalahan translasi ini. Sangat disayangkan sekali masalah ini dibiarkan
berlarut-larut setelah sekian lama. Nah, sekarang marilah kita bandingkan
ayat-ayat ini dengan berbagai translasi yang berbeda:
Dalam bahasa aslinya Yunani, Matius 28:1 seharusnya ditulis:
"Setelah sabat-sabat [jamak] lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari
pertama sabat-sabat [jamak] itu,............"
Dalam Alkitab bahasa Indonesia (versi Terjemahan Baru) ditulis:
"Setelah hari Sabat [seharusnya ditulis dalam bentuk jamak] lewat, menjelang
menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu [ini juga seharusnya adalah kata
sabat dalam bentuk jamak] itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain,
menengok kubur itu."
Ada dua kata sabat dalam ayat ini yang seharusnya diterjemahkan dalam bentuk
jamak. Kemudian dalam Alkitab bahasa Inggris (Young's Literal Translation 1898)
ditulis:
"And on the eve of the sabbaths [jamak], at the dawn, toward the first of the
sabbaths [jamak], came Mary the Magdalene, and the other Mary, to see the
sepulchre"
Ini adalah terjemahan yang benar sesuai dengan bahasa aslinya, dan dalam bahasa
aslinya Yunani (Stephanos-1550) ditulis:
"oye de sabbatwn [jamak] th epifwskoush eiV mian sabbatwn [jamak] hlqen maria h
magdalhnh kai h allh maria qewrhsai ton tafon"
Perhatikan bahwa disini kita menemukan dua kata sabat yang ditulis dalam bentuk
"jamak" (sabbatwn), dan kita juga akan menemukan kebenaran yang sama tentang
hal ini dalam ayat-ayat pembukaan Markus 16, Lukas 24 dan Yohanes 20. Tidak
diragukan lagi hal ini menandakan sudah berakhirnya era hari ke-tujuh sabat
Perjanjian Lama (Sabtu) dan dimulainya era sabat Perjanjian Baru yaitu hari
pertama sabat (Minggu) ketika Yesus bangkit dari antara orang mati pada hari
Minggu pagi kurang lebih pada tahun 33 Masehi.
Kemudian mari kita lihat Markus 16:1-2 yang ditulis dengan cara yang sedikit
berbeda:
Versi TB: "Setelah lewat hari Sabat [dalam bentuk tunggal], Maria Magdalena dan
Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan
meminyaki Yesus. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu [ini
seharusnya adalah kata sabat dalam bentuk jamak], setelah matahari terbit,
pergilah mereka ke kubur."
Versi YLT: "And the sabbath [tunggal] having past, Mary the Magdalene, and Mary
of James, and Salome, bought spices, that having come, they may anoint him, and
early in the morning of the first of the sabbaths [jamak], they come unto the
sepulchre, at the rising of the sun,"
Versi Yunani: "kai diagenomenou tou sabbatou [tunggal] maria h magdalhnh kai
maria h tou iakwbou kai salwmh hgorasan arwmata ina elqousai aleiywsin auton
kai lian prwi thV miaV sabbatwn [jamak] ercontai epi to mnhmeion anateilantoV
tou hliou"
Disini kita menemukan kata sabat yang pertama ditulis dalam bentuk "tunggal"
(sabbatou) tetapi kata sabat yang kedua ditulis dalam bentuk "jamak" (sabbatwn).
Dan di Lukas 24:1 kita baca demikian:
Versi TB: "tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu [ini seharusnya
adalah kata sabat dalam bentuk jamak] itu mereka pergi ke kubur membawa
rempah-rempah yang telah disediakan mereka."
Versi YLT: "And on the first of the sabbaths [jamak], at early dawn, they came
to the tomb, bearing the spices they made ready, and certain others with them,"
Versi Yunani: "th de mia twn sabbatwn [jamak] orqrou baqeoV hlqon epi to mnhma
ferousai a htoimasan arwmata kai tineV sun autaiV"
Disini lagi kita menemukan kata sabat yang menunjuk kepada hari Minggu ditulis
dalam bentuk "jamak" (sabbatwn).
Dan yang terakhir di Yohanes 20:1 kita baca demikian:
Versi TB: "Pada hari pertama minggu [ini seharusnya adalah kata sabat dalam
bentuk jamak] itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria
Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur."
Versi YLT: "And on the first of the sabbaths [jamak], Mary the Magdalene doth
come early (there being yet darkness) to the tomb, and she seeth the stone
having been taken away out of the tomb"
Versi Yunani: "th de mia twn sabbatwn [jamak] maria h magdalhnh ercetai prwi
skotiaV eti oushV eiV to mnhmeion kai blepei ton liqon hrmenon ek tou mnhmeiou"
Dalam semua ayat-ayat ini kita menemukan kebenaran yang sama, ada kata sabat
yang seharusnya ditulis dalam bentuk jamak (sabbatwn). Jadi tidak ada keraguan
bahwa era hari ke-tujuh sabat Perjanjian Lama sudah berakhir ketika Kristus
bangkit pada hari Minggu pagi di tahun 33 Masehi dan era sabat Perjanjian Baru
dimulai. Tentu saja fakta bahwa era hari ketujuh sabat telah berakhir juga
didukung oleh ayat lain di dalam Alkitab yaitu di Kolose 2:16-17 dimana kita
baca:
"Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan
minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari sabat [ini adalah
hukum-hukum upacara di dalam Perjanjian Lama termasuk hari ke-tujuh sabat];
semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya
ialah Kristus!"
I wait for the LORD, my soul doth wait, and in his word do I hope (Psalm
130:5).
May Christ's strength be with you,
Setiawan
===============================================
From: [EMAIL PROTECTED]
Bermegah
In a message dated 7/21/2005 8:19:24 AM Pacific Standard Time, unknown@ writes:
Saudaraku, saya setuju bahwa hukum upacara sudah dihapuskan sejak kematian
Kristus. Karena itu sekarang kita tidak lagi melakukan ritual mempersembahkan
korban. Saya juga setuju jika dikatakan bahwa hari Sabat adalah suatu "tanda"
atau "peringatan". Namun, untuk menguji kebenaran argumentasi Anda, ada tiga
pertanyaan yang ingin saya ajukan dan harus dijawab dengan teliti: pertama,
apakah benar hukum Sabat adalah hukum upacara? Kedua, tanda atau peringatan
apakah hari Sabat itu? Ketiga, apakah yang digenapi Allah melalui kematian
Kristus?
------------------------------------------------------------
Dear Beloved,
Alkitab yang kita baca mempunyai ayat-ayat yang sama, tetapi kelihatannya kita
mempunyai perbedaan pendapat yang mendalam tentang arti dari kata "peringatan"
atau "tanda". Dan sebenarnya juga tidak ada perbedaan antara "mempersembahkan
kurban bakaran" dan "menguduskan hari ke-tujuh Sabat", kedua-duanya adalah
hukum-hukum yang tertulis dalam kitab Taurat, yaitu 5 kitab pertama dari
Alkitab yang ditulis oleh Musa dan panitera lainnya berdasarkan inspirasi dari
Allah Roh Kudus.
Sama halnya seperti hukum "sunat jasmani" yang merupakan sebuah tanda (Kejadian
17:10-14), yang tidak lagi kita jalankan dalam Perjanjian Baru, hukum hari
ke-tujuh Sabat dimana kita tidak boleh melakukan "pekerjaan jasmani" apapun
pada hari Sabtu adalah sebuah peringatan.
Di Keluaran 31:13-14 Tuhan berkata kepada kita:
"Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus
kamu pelihara, sebab itulah PERINGATAN antara Aku dan kamu, turun-temurun,
sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu. Haruslah
kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar
kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang
melakukan pekerjaan [jasmani] pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari
antara bangsanya."
Dan Yehezkiel 20:12 berkata:
"Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi PERINGATAN di antara
Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan
mereka."
Dan di Mazmur 81:3-5 kita baca:
"Tiuplah sangkakala pada bulan baru, pada bulan purnama, pada hari raya kita.
Sebab hal itu adalah suatu ketetapan bagi Israel, suatu hukum dari Allah Yakub.
Sebagai suatu PERINGATAN bagi Yusuf ditetapkan-Nya hal itu, pada waktu Ia maju
melawan tanah Mesir. Aku mendengar bahasa yang tidak kukenal"
Sebuah"peringatan" adalah sama seperti sebuah "tanda" atau "bayangan", hal itu
tidak mempunyai isi rohani. Hal ini semua menunjuk pada aspek-aspek dari
rencana keselamatan Allah --yang dilakukan-- oleh Kristus. Ungkapan kunci dalam
ayat-ayat ini adalah "....Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.....".
Itulah sebabnya Mazmur 92:1-5 berkata demikian:
"Mazmur. Nyanyian untuk hari Sabat. Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada
TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi, untuk
memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam,
dengan bunyi-bunyian sepuluh tali dan dengan gambus, dengan iringan kecapi.
Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena
perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai. Betapa besarnya
pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu.
Nah sekarang karena Kristus telah datang, kita tidak lagi menjalankan
tanda-tanda bayangan itu. Dalam Perjanjian Lama Allah menggunakan sejumlah
peringatan atau gambaran atau bayangan yang secara langsung menunjuk kepada
pengampunan dosa, tetapi hal-hal itu sendiri tidak mempunyai isi rohani. Ini
adalah sama seperti bayangan sebuah pohon yang tidak memiliki isi pokok. Pohon
tersebut dapat hidup tanpa bayangan, tetapi bayangannya tidak akan ada tanpa
pohon tersebut. Dan semakin dekat bayangan tersebut ke pohon, akan lebih jelas
merefleksikan pokok pohon yang sebenarnya.
Alkitab cukup jelas menyatakan bahwa kita tidak boleh bekerja dengan pekerjaan
kita sendiri untuk menggenapkan keselamatan kita (Efesus 2:8-9, Titus 3:5), hal
ini termasuk merayakan hari-hari tertentu, berbicara dalam bahasa-bahasa
tertentu, berdoa doa-doa tertentu, dibaptis dengan cara-cara tertentu,
melakukan upacara-upacara tertentu, dll. Semua ini adalah pekerjaan yang kita
lakukan sendiri, dan semua pekerjaan yang kita lakukan sendiri bagaimanapun
terlihat baik, suci atau alkitabiahnya hal itu tidak dapat menggenapkan
keselamatan kita.
Kita tidak dapat memberikan diri kita sendiri "kebangkitan jiwa yang baru" yang
merupakan syarat mutlak untuk keselamatan (Yohanes 3:5), tetapi Tuhan-lah yang
harus melakukan hal tersebut. Dalam kata lain kita harus menunggu Tuhan (Mazmur
130:5, Ratapan 3:26). Kita harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan untuk
menyelesaikan karya penyelamatan-Nya didalam diri kita menurut jadwal-Nya
(Injil Anugrah).
Tetapi hal ini tidak disukai oleh banyak orang Kristen pada hari sekarang ini,
mereka lebih menginginkan suatu injil dimana mereka dapat memegang kendali
dalam keselamatan mereka dengan melakukan suatu pekerjaan tertentu (Injil
Pekerjaan). Sayangnya tidak ada keselamatan didalam injil-injil yang semacam
itu.
Dan pada kenyataannya bila anda bersikeras untuk tetap menjalankan hukum Taurat
mengenai hari ke-tujuh Sabat, itu berarti anda sedang mengingkari kayu salib.
Seakan-akan anda berkata bahwa Kristus belum melakukan karya-Nya diatas kayu
salib untuk menggenapkan hal tersebut. Itulah sebabnya anda masih harus
melakukan sesuatu seperti "menguduskan hari ke-tujuh Sabat" untuk menggenapkan
keselamatan anda.
Itu berarti anda tidak percaya sepenuhnya kepada karya Kristus. Itu berarti
anda menginginkan suatu pujian bagi diri anda sendiri karena anda sudah
melakukan atau menyumbang suatu pekerjaan tertentu untuk menggenapkan
keselamatan anda dimana seharusnya seluruh pujian untuk karya keselamatan hanya
diberikan kepada Tuhan Yesus Kristus.
Di Kolose 2:16-19 Alkitab berkata:
"Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan
minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat [ke-tujuh];
semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya
ialah Kristus. Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang
pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada
penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya
yang duniawi, sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh
tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi,
menerima pertumbuhan ilahinya."
Dan Efesus 2:8-9 berkata kepada kita:
"Sebab karena kasih karunia [anugrah] kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan
hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada
orang yang memegahkan diri."
Dan 1 Korintus 1:31 berkata demikian:
"Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia
bermegah di dalam Tuhan."
I wait for the LORD, my soul doth wait, and in his word do I hope (Psalm
130:5).
May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit,
Setiawan
[Non-text portions of this message have been removed]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]
Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/