PENYERAHAN

PENYERAHAN

 

Thesis 19

 

Tidak seorangpun yang dapat menyalibkan dirinya atau membawa dirinya untuk 
menyerah. Seorang yang lain harus melakukan hal itu baginya.

 

Mungkin salah satu dari kebenaran yang tersulit untuk diterima di dalam wilayah 
penyerahan adalah bahwa kita tidak dapat melakukannya! Bila kita dapat 
melakukan penyerahan, maka kita tidak perlu menyerah. Jika kita dapat melakukan 
sesuatu, maka kita tidak harus menyerah. Karena penyerahan, atau menyerah, 
adalah mengakui bahwa kita tidak dapat melakukan sesuatu. Oleh karena itu, 
tidak dapat dipungkiri, pekerjaan yang membawa kita ke titik penyerahan harus 
menjadi pekerjaan TUHAN. Hal itu bukanlah sesuatu yang dapat kita kerjakan bagi 
diri kita sendiri.

 

Sebagaimana yang telah kita ketahui di awal, si jahat telah menyediakan jalan 
samping pada setiap langkah bagi seseorang yang menyadari kebutuhannya terhadap 
Kristus dan memutuskan untuk datang kepada Yesus. Setan berkata, "Engkau adalah 
orang berdosa, dan engkau tidak memiliki kebenaran. Itu benar-maka usahakanlah 
kebenaranmu." Dan kita menjalani hari-hari dan tahun-tahun yang penuh 
kesiasiaan untuk menghasilkan kebenaran melalui kuasa kemauan.

 

Kemudian kita mendengar tentang kebenaran yang menyatakan bahwa kebenaran 
datang hanya melalui iman, dan sang iblis segera melompat dan berkata, "Itu 
benar, engkau membutuhkan iman. Mulailah mengusahakan imanmu."

 

Dan setelah kita mulai mengerti bahwa iman adalah karunia, bukan hasil usaha 
kita, iblis menemui kita kembali pada langkah terakhir untuk datang kepada 
Kristus, penyerahan, dan berkata, "OK, sekarang apa yang engkau perlu lakukan 
adalah berusaha keras untuk menyerah."

 

Kadangkala orangtua dan para guru dan para pendeta dan para pemimpin gereja 
telah tanpa sadar menolong iblis dalam kampanyenya! Pernahkah engkau berada di 
sebuah perbaktian di mana seorang pendeta atau seorang guru mengajakmu berusaha 
keras untuk berserah? Pernahkah engkau melihat, mungkin, sebuah altar kecil 
berada di depan dengan sebuah nyala api kecil dan secarik kertas dibawa ke 
depan? Dan engkau menuliskan dosa-dosa yang ingin engkau serahkan pada secarik 
kertas itu dan membawanya ke depan dan meletakkannya di api tersebut. Apakah 
itu penyerahan?

 

Pernahkah engkau bertanya-tanya bagaimana membersihkan dirimu dari beberapa 
dosa di dalam hidupmu dan pernahkah seseorang berkata kepadamu bahwa yang harus 
engkau lakukan adalah menyerahkannya? Dan engkau berusaha untuk menyerah. 
Engkau mengatakan kata-kata ini. Engkau berkata, "Aku menyerahkan 
ketidakjujuranku," atau, "Aku menyerahkan angan-angan jahatku." Engkau 
mendoakan kata-kata itu. Tetapi engkau menemukan bahwa ketidakjujuran dan 
angan-angan jahat itu masih ada di dalam dirimu.

 

Alkitab menggunakan perumpamaan dari penyaliban sebagai lambang dari pengalaman 
penyerahan. Paulus berkata, "Aku telah disalibkan dengan Kristus." Galatia 
2:19. Yesus menggunakan lambang itu berulang kali, mengundang 
pengikut-pengikut-Nya untuk memikul salib mereka dan mengikut Dia. Lihat Matius 
10:38; Lukas 14:27; Markus 8:34. Sebenarnya , pada saat Yesus berbicara tentang 
salib, Dia selalu menghubungkan hal itu sebagai salib kita, tidak pernah 
salib-Nya sendiri.

 

Pikirkanlah sebentar tentang penyaliban. Bagaimana hal itu diselesaikan? Mudah 
untuk mengingatnya, bukan? Berapa kali kita telah melihat karya seni dan 
mendengar tentang paku-paku dan kayu itu? Tetapi perhatikan satu hal yang 
utama. Engkau tidak dapat menyalibkan dirimu sendiri. Seseorang yang lain harus 
melakukannnya bagimu.

 

Jika engkau ingin bunuh diri, engkau bisa melakukannya dengan sejumlah cara. 
Engkau dapat menempelkan pistol di keningmu dan menarik pelatuknya. Engkau 
dapat melompat dari jembatan Golden Gate atau Empire State Building. Engkau 
dapat memakan obat tidur dalam jumlah besar, atau mengunci dirimu di dalam 
mobil di garasi dengan mesin menyala. Orang-orang telah mengusahakan berbagai 
cara dengan tingkat keberhasilan yang lebih besar atau lebih kecil. Tetapi 
tidak seorangpun yang pernah mampu untuk melakukan bunuh diri dengan 
menyalibkan dirinya.

 

Christ Object Lessons menyatakan begini, "Tidak ada manusia yang dapat 
mengosongkan dirinya dari diri itu sendiri. Kita hanya dapat mengizinkan 
Kristus untuk menyelesaikan pekerjaan itu."-Hal. 159. Bagaimana kita dapat 
mengizinkan Kristus menyelesaikan pekerjaan itu? Hal itu menyangkut lebih dari 
hanya berkata atau berdoa. "Bibir bisa saja menyatakan kemiskinan jiwa yang 
tidak diakui hati. Sementara berbicara kepada TUHAN tentang kemiskinan roh, 
hati bisa saja terombang-ambing dengan kecongkakan akan keunggulan dari 
kerendahan hati dan kebenaran yang ditinggikan. Hanya satu cara bagi diri untuk 
dapat mendapatkan kebenaran sejati. Kita harus memandang pada Kristus."-Idem.

 

Pada saat kita membuat pilihan untuk menjalani waktu hari demi hari dengan 
memandang Kristus, pada saat kita mengundang Dia untuk melakukan pekerjaan-Nya 
di dalam hidup kita, Dia akan menuntun kita langkah demi langkah kepada titik 
penyerahan. Menyerah hanya mungkin ketika Dia telah membawa kita pada titik itu.

 

95 Theses on Righteousness by Faith, Morris L. Venden, 

Pacific Press Publishing Associations-Boise, Idaho.

Translated by Joriko Melvin Sihombing.


[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke