From: [EMAIL PROTECTED] 

Roh Dunia


OPEN FORUM 121099 E 
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Bisakah Bapak menjelaskan Galatia 4:9-12?

MR. C: Dalam Galatia 4:9-12 kita membaca:
"Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu 
dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah 
dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?  Kamu dengan 
teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan 
tahun-tahun. Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia. Aku 
minta kepadamu, saudara-saudara, jadilah sama seperti aku, sebab akupun telah 
menjadi sama seperti kamu. Belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik dari 
padamu." 

Bangsa Israel kuno dan gereja di Galatia menghadapi suatu masalah, yang oleh 
karena kejadian itulah rasul Paulus dibawah inspirasi dari Allah Roh Kudus 
menulis surat ini. Surat ini di-ilhamkan oleh Allah, oleh karena itu menjadi 
bagian dari Firman Allah, yaitu Injil, dan berita ini adalah untuk kita semua. 

Masalah mereka ini mirip dengan masalah yang muncul dewasa ini, yaitu, mereka 
yakin bahwa ketaatan mereka pada hukum-hukum tata cara ibadah mengenai perayaan 
bulan baru, hari-hari raya, kurban bakaran, kurban persembahan darah, dan Sabat 
hari ke-tujuh adalah dasar bagi keselamatan mereka. Tetapi sepanjang surat 
Galatia, Allah menekankan bahwa keselamatan tidak ada hubungannya sama sekali 
dengan pekerjaan apapun yang kita lakukan sendiri.

Galatia 2:16 berkata dengan jelas:
"Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum 
Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun 
telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman 
dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada 
seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat."

Tuhan berfirman bahwa hal-hal yang mereka lakukan adalah "roh-roh dunia yang 
lemah dan miskin" atau hukum-hukum tersebut, karena mereka salah 
menggunakannya. Hukum itu sendiri tidak salah, tetapi cara mereka menggunakan 
hukum itu yang keliru; hal itu menjadi batu sandungan karena mereka bergantung 
pada ketaatan terhadap hukum itu.

Ketaatan kepada hukum Allah tidak pernah dapat membawa kita kepada keselamatan. 
 Hukum Taurat memberitahukan kepada kita adanya --kebutuhan kita akan 
Juruselamat--, dan juga berkata kepada kita bagaimana Allah menyelamatkan, 
sebagai contoh, hukum itu menyatakan bahwa hanya Kristus saja satu-satunya yang 
dapat menyelamatkan kita.

Mereka yang berkata, "Saya menjalani hidup yang kudus dan taat beribadah, dan 
oleh karena itu, Allah semestinya berterima kasih, dan membawa saya ke dalam 
hubungan yang dekat dengan Allah", ini tidak ada bedanya dengan imam-imam 
Yahudi yang bergantung pada keyakinan bahwa mereka telah mematuhi hukum tata 
cara ibadah untuk keselamatan mereka.

Kepercayaan kita harus sepenuhnya terletak pada kebenaran bahwa Kristus telah 
memilih kita, dan Dia melakukan segenap pekerjaan untuk menyelamatkan kita. 
Iman-Nya diperlukan untuk menyelamatkan kita. Pekerjaan baik apa pun dalam 
hidup kita, yaitu iman kita, penyerahan kita pada Kristus, kerinduan kita untuk 
mempelajari Alkitab, dan kerinduan kita untuk mengasihi sesama kita, adalah 
"akibat" dari fakta bahwa Kristus telah menyelamatkan kita. Kita memuji Allah 
dan bersyukur kepada-Nya karena kerinduan-kerinduan ini ada didalam hidup kita, 
tetapi kita tidak mempercayai hal-hal ini sebagai "penyebab" bagi keselamatan 
kita.

I wait for the LORD, my soul doth wait, and in his word do I hope  (Psalm 
130:5). 
www.familyradio.com 
==================================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

Perhentian


OPEN FORUM 062201 D
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Apakah anda tahu secara alkitabiah apa yang akan terjadi kepada umat 
Yahudi dan umat Advent hari ke-tujuh yang sangat percaya bahwa hari Sabat 
adalah hari Sabtu?

MR. C: Masalahnya dengan orang-orang tersebut adalah mereka mengikuti banyak 
hukum-hukum yang salah lainnya bukan hanya mengenai hari ke-tujuh Sabat saja. 
Alkitab dengan jelas berkata di Wahyu 22:18:
"Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat 
dari kitab ini [Alkitab]: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada 
perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya 
malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini."

Tidak semua, tetapi kebanyakan gereja-gereja yang percaya kepada hari ke-tujuh 
Sabat mempunyai buku yang lain selain dari Alkitab yang mereka percayai sebagai 
nubuat-nubuat tambahan dari Tuhan, karena itu Tuhan sudah menyatakan bahwa 
mereka masih berada di bawah murka Allah. Dan mengenai orang-orang Yahudi yang 
tidak mau menerima kitab-kitab Perjanjian Baru sebagai firman Tuhan mereka 
telah melanggar ayat berikutnya, di Wahyu 22:19 kita baca:
"Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab 
nubuat ini [Alkitab], maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan 
dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."

Mereka yang tidak mau percaya kepada Alkitab secara keseluruhan, yang hanya 
mengakui Perjanjian Lama saja sebagai firman Tuhan, mereka telah melanggar 
perintah dari Wahyu 22:19 tersebut, dan mereka juga masih berada di bawah murka 
Allah. Selama mereka masih melakukan pelanggaran ini menunjukkan bahwa mereka 
masih belum diselamatkan. Jadi sebetulnya kesalahan mereka lebih besar daripada 
hanya melanggar satu aspek saja.

OPEN FORUM 042399 P
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Dapatkah saudara memberi komentar atas Ibrani 4:6-9 ?

MR. C: Di Ibrani 4:6-9 kita baca:
"Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian 
[keselamatan yang Tuhan telah sediakan] itu, sedangkan mereka yang kepadanya 
lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan 
mereka. Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu "hari ini", ketika Ia 
setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di 
atas: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan 
hatimu!" Sebab, andaikata Yosua [yang adalah nama PL yang sama untuk Yesus di 
PB] telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan 
berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain. Jadi masih tersedia suatu hari 
perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah."   

Nah, perhentian apakah itu? Itu adalah "perhentian" yang kita terima apabila 
kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita. Di ayat-ayat 
10-11 kita baca lagi:
"Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya [yaitu mereka yang 
telah diselamatkan], ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama 
seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya. Karena itu baiklah kita berusaha 
[yaitu rajinlah] untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun 
jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga."

Dengan perkataan lain, kita mau memastikan bahwa kita mempunyai rencana 
keselamatan di mana Kristus-lah yang melakukan seluruh karya keselamatan itu. 
Di Efesus 2:8-9 kita baca:
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil 
usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang 
yang memegahkan diri."

Jika kita mengira bahwa kita harus memberi suatu sumbangan, yakni, jika kita 
pikir kita harus melakukan suatu kerja tertentu untuk memenuhi keselamatan 
kita, maka kita sudah mempunyai suatu rencana keselamatan yang berbeda dengan 
rencana keselamatan Tuhan didalam Alkitab.

It is good that a man should both hope and quietly wait for the salvation of 
the LORD.  (Lamentations 3:26)
www.familyradio.com 
===================================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

Dikuduskan

In a message dated 8/2/2005 8:01:38 AM Pacific Standard Time, susiany@ writes:

Sehubungan dengan email "Re: Dipersatukan dengan Allah", saya juga ingin 
menanyakan tentang budaya sex sebelum menikah, teman saya orang singapore 
tinggal di Singapore adalah seorang yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan 
gereja. Tetapi hampir semua orang Singapore adalah menganut budaya sex 
pra-nikah dan dia juga tahu kalau anak dia melakukan itu dan menganggap bahwa 
itu sah-sah saja dan yang saya tahu bahwa ajaran Kristen (apa di Indonesia saja 
???) melarang hal itu.
  
Bagaimana menurut bapak? saya jadi punya pertanyaan seperti yang ditanyakan 
saudara Lya "Yg saya herankan, bagaimana manusia menterjemahkan Alkitab yg sama 
dengan versi yg berbeda? Mengapa disuatu tempat boleh dan di Indonesia tidak 
boleh?"
  
Shalom ,Susi

--------------------------------------------------

Dear Beloved,

Kita hidup pada masa dimana Alkitab sudah bukan menjadi otoritas yang terutama, 
tidaklah mengherankan bila pada hari sekarang ini ada banyak orang-orang yang 
mengaku sebagai Kristen tetapi mereka mengira bahwa mereka lebih mengetahui 
daripada Tuhan, mereka merasa lebih pandai daripada Tuhan.

Jadi masalah utamanya adalah bukan interpretasi Alkitab tetapi otoritas dari 
Alkitab. Manusia ingin menjadi sama seperti Tuhan dan mulai membuat 
peraturan-peraturan mereka sendiri (walaupun kadang-kadang diselipkan satu-dua 
ayat dari Alkitab yang "kelihatannya" mendukung pendapat mereka). Tetapi pada 
akhirnya hal-hal seperti ini akan menghancurkan diri mereka sendiri dan 
kemudian mereka akan bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak ada bersama dengan 
mereka? 

Bagaimanapun juga dengan jelas Alkitab melarang hubungan badan diluar 
pernikahan, ada banyak hal-hal buruk yang dapat terjadi bila kita melanggar 
peraturan ini termasuk kebiasaan-kebiasaan buruk yang nantinya akan dibawa 
kedalam pernikahan yang pada akhirnya akan membuat pernikahan tersebut tidak 
berjalan sebagaimana mestinya.

Tuhan adalah sang Pencipta yang maha bijaksana, Dia lebih mengetahui apa yang 
yang seharusnya manusia lakukan. Hubungan pernikahan adalah kudus dan suci, itu 
adalah jauh lebih baik daripada perzinahan. Kita harus mempunyai rasa hormat 
yang besar untuk hubungan pernihakan dan kita tidak boleh belajar dari 
petunjuk-petunjuk dunia ini. Dosa hanya terlihat manis dari luar tetapi 
didalamnya penuh dengan kegelapan yang pekat. Ingatlah bahwa setiap dosa 
mempunyai akibat buruknya sendiri-sendiri di dunia ini dan pada akhir zaman 
setiap orang yang tidak diselamatkan harus bertanggung-jawab atas upah 
dosa-dosanya sendiri-sendiri.

Dan melihat ada begitu banyaknya penyimpangan seksual yang berkembang di 
mana-mana pada hari ini Alkitab berkata di 1 Tesalonika 4:3-5:
"Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi 
percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi 
isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, bukan di dalam 
keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal 
Allah,"

Pengudusan atau dikuduskan itu berarti "dipisahkan" (set apart) untuk melayani 
Allah. Dan semakin kita dipisahkan, kita ingin untuk menjadi semakin kudus, dan 
kita semakin ingin untuk melakukan hal-hal dalam jalan Allah. Dan Allah berkata 
keintiman ini hanya boleh dilakukan dalam hubungan pernikahan. Perzinahan itu 
berkaitan dengan memiliki hawa nafsu untuk siapa saja yang bukan suami atau 
isteri anda.

There is therefore now no condemnation to them which are in Christ Jesus, who 
walk not after the flesh, but after the Spirit  (Roma 8:1).

May Christ's strength be with you,
Setiawan 

[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke