FILIPI, KITAB SUKACITA


Sebelum kita membahas kitab Filipi, mari kita baca dulu Kisah Para 
Rasul16:19-34, perhatikan ayat 25-26, demikian :

16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan 
puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi 
penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah 
belenggu mereka semua. 

Diceritakan bahwa Paulus dan Silas menyanyikan pujian kepada Allah ketika dalam 
penjara, dan mereka mengalami mujizat dan terlepaslah belenggu mereka dan 
terbukalah pintu penjara.

Dalam keadaan terpenjara, Paulus dan Silas menuji-muji Tuhan dengan nyanyian. 
Paulus mengalami suka-cita yang tidak dibatasi oleh keadaan dan lokasi, dan ia 
membuktikannya dalam sebuah tulisan/ surat kepada Jemaat di Filipi. 

Sukacita kita adalah dalam Tuhan. Kitab Filipi dikenal sebagai 'The Book of 
Joy'. Jika anda menginginkan sukacita, selamilah kitab ini, karena ke-4 
pasalnya semuanya ber-tema suka-cita :

Pasal 1 : Suka-cita dalam penderitaan.
Pasal 2 : Sukacita dalam melayani.
Pasal 3 : Sukacita karena percaya.
Pasal 4 : Sukacita atas berkat Tuhan.

Paulus menjelaskan kualitas sukacita, ia mengalami sukacita yang terjadi pada 
tahun 61M saat dia dipenjara. Sukacita adalah satu tujuan dari pelayanan. 
Daftar sukacita dalam Surat Paulus kepada Jemaat di Filipi secara rinci adalah:

1. Sukacita dalam doa ( Filipi 1:4) 
2. Sukacita dalam memberitakan Injil Kristus (Filipi 1:14-18)
3. Sukacita dalam iman ( Filipi 1:25, 3:20-21))
4. Sukacita persahabatan (Filipi 1:26; 2:28-29; 4:1)
5. Sukacita dalam kasih dan kesatuan (Filipi 2:1-4, 2:14-15)
6. Sukacita dalam pengharapan (Filipi 2:16, 3:20-21)
7. Sukacita dalam pengorbanan (Filipi 2:17-18)
8. Sukacita atas berkat Tuhan (Filipi 4:10-13, 19)

Akan mudah mendapatkan suka-cita dan mengungkapkannya dalam sebuah tulisan 
apabila misalnya seorang sedang berlibur di tepi pantai, dibawah sinar matahari 
yang cerah, ditengah pemandangan yang indah sambil meneguk minuman segar. Mudah 
sekali mengungkapkan sukacita ketika seorang pemuda mendapat jawaban dari gadis 
pujaannya dan menerima cintanya. Mudah sekali mengungkapkan sukacita ketika 
kita mendapatkan hadiah, penghargaan, dll. Tetapi lain lagi suka-cita yang 
dialami oleh Rasul Paulus, ia menuliskan kitab sukacita itu dalam keadaan ia 
dipenjara!.

Model penjara Romawi, jaman Rasul Paulus dulu, bukan seperti penjara yang ada 
disini. Kita kenal ada penjara Cipinang misalnya, disana ada penjara biasa, ada 
juga penjara VIP. Penjara VIP ini dilengkapi AC, Kulkas dan televisi. Tetapi 
penjara-penjara Romawi adalah penjara yang letaknya dibawah tanah, yang gelap 
dan pengap, makin berat perbuatan kriminal orang itu, semakin ia ditaruh ke 
bagian yang lebih bawah. Anehnya Rasul Paulus menuliskan sukacita justru dari 
tempat seperti itu.

Tulisan Paulus di Filipi bersifat paradoks. Dari dalam penjara Rasul Paulus 
memberi salam damai sejahtera kepada umat yang berada di luar penjara yang 
berada dalam situasi dan kondisi yang lebih baik, lebih damai dan sukacita. 
Bukan itu saja, ia mendoakan jemaat di Filipi bahkan berkali-kali dalam 
suratnya itu ia mengatakan agar mereka bersukacita senantiasa, dan penyarankan 
agar suka-cita itu meluap keluar.

Paulus mengharapkan agar suratnya dapat menguatkan jemaat di Filipi yang 
mengalami tekanan-tekanan. Maka keadaan inilah, Paulus banyak melakukan sharing 
tentang keadaannya, bahwa orang yang mereka anggap sangat dekat dengan Tuhan 
ternyata juga mengalami hal sama seperti mereka. 

Orang yang mengalami keadaan seperti Paulus itu biasanya akan merasa 
'teraniaya', marah dan jengkel, mempertanyakan 'keadilan' mengapa ia dipenjara. 
Tetapi Paulus tidak melihat dari kepentingannya sendiri sehingga ketika dia 
disingkirkan dan ia dipenjara, baginya itu bukan masalah, yang penting 
pekerjaan Tuhan tetap dijalankan. 

Maka jelas, sukacita yang dialami Paulus ini adalah sukacita yang sejati, yang 
merupakan bagian dari buah-buah Roh :

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, 
kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Tidak ada hukum yang 
menentang hal-hal itu. (Galatia 5:22-23)

Sukacita adalah ciri khas suatu hubungan yang sejati dan sikap kerohanian yang 
tulus ikhlas. Sebuah keluarga yang harmonis didalamnya ada suka cita. Hubungan 
dengan Kristus tidak meniadakan sukacita, sebaliknya justru meningkatkannya dan 
menyempurnakannya.
Di dalam Kitab Mazmur 16:11, Daud mengatakan: "di hadapanMu ada sukacita 
berlimpah dan di tangan kananMu ada nikmat senantiasa."


Ada 3 macam suka cita :

1. Sukacita jasmaniah, sukacita semacam ini dialami jika seseorang secara 
materi/jasmani tercukupi.

2. Sukacita emosional, adalah sukacita ketika kemutuhan emosional tercukupi, 
yang dialami ketika hati/perasaan tidak dilukai, perasan aman, nyaman, tenang 
dll.

3. Sukacita batiniah/rohaniah, adalah sukacita sejati yang tidak tergantung 
pada keadaan dan lokasi. Sukacita yang tidak dibuat-buat/ dicari-cari tetapi 
sukacita yang lahir dari dalam batin. 


Paulus mengalami hal sukacita type ke-3 ditengah-tengah kondisi dipenjara. Dan 
ia merasa apa yang ia butuhkan sudah terpenuhi karena ia menemukan Yesus Sang 
Juruselamat, perhatikan ayat ini :

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, 
Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah 
melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh 
Kristus, (Filipi 3:8 )

Sukacita yang tak terpengaruh keadaan/siatuasi dan kondisi, dibuktikan oleh 
Paulus dan Silas dengan nyanyian-nyanyian pujian mereka yang mendatangkan 
mujizat. Seorang yang mengalami demikian akan memiliki keberanian yang luar 
biasa. Mari kita pelajari kisah dibawah ini.

* Kisah 14:19-20
14:19 Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka 
membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan 
batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati.
14:20 Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah 
ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama 
dengan Barnabas ke Derbe

Kejadian itu terjadi di kota Listra (Kisah 14:8 ), Paulus mengalami 
penganiayaan, ia dirajam sampai 'dikira' mati, dan ia diseret ke luar kota. 
Tetapi ternyata ia tidak mati. Apakah keadan tersebut membuat nyali Paulus 
hilang, dan enggan kembali ke kota itu?, mari kita baca :

* Kisah 14:21 
Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. 
Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.

Sesuatu hal yang luar biasa, ketakutan secara manusiawi yang lazim dialami 
manusia setelah mengalami penganiayaan tidak membuat Paulus keder kembali ke 
kota Listra. Karena ada sukacita dalam melayani Kristus melebihi ketakutan 
ditolak orang banyak. 

* Filipi 4:13 
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Paulus menyandarkan segala perkara yang dialaminya didalam Tuhan yang memberi 
kekuatan kepadanya dalam pelayanan-pelayanannya. Sikap seperti ini membuatnya 
mampu bersyukur atas segala sesuatu dan bersyukur dalam segala sesuatu. Yang 
merupakan sukacita yang tidak tergantung pada situasi dan kondisi. 

Sukacita yang dialami Paulus ini bukan sekedar 'think positive' dimana kekuatan 
manusia menjadi ukurannya. Berpikir positif punya batasan-batasan manusiawi. 
Sukacita dalam Tuhan melebihi batas-batas manusiawi. Sebab Tuhan memang lebih 
besar dari semua masalah-masalah kita. Sukacita yang dialami Paulus ini adalah 
sikap sadar bahwa ada jaminan yang lebih besar dari Allah yang empunya semesta 
alam. 

* Filipi 4:4-7
"Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! 
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah 
hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal 
keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai 
sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu 
dalam Kristus Yesus."

* Mazmur 92:5
Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena 
perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai.



Blessings in Christ,
Bagus Pramono
August 9, 2005 











[Non-text portions of this message have been removed]





-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke