From: [EMAIL PROTECTED] Nafas Tuhan ALKITAB ADALAH NAFAS TUHAN
Sekarang mari kita lihat kepada ayat penting didalam Alkitab tentang sifat dari Alkitab itu sendiri. Di 2 Timotius 3:16 kita baca: “Segala [semua] tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Dan 2 Petrus 1:20-21 lebih jauh mendukung fakta ini, disitu kita baca: “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” Kata “inspirasi” (ilham) secara literal berarti “nafas Tuhan”. Itu berasal dari dari kata Yunani yang hanya digunakan pada ayat ini dalam Perjanjian Baru. Kata ini terdiri dari dua asal kata yaitu: “theos” yang berarti “Tuhan” (dari sinilah kita mendapat kata “theology”), dan “pneustos”, yang berasal dari kata yang berarti “untuk meniup”. Kata Yunani “meniup” ini digunakan tujuh kali dalam Perjanjian Baru, jadi kita dapat melihat lebih jauh bagaimana Tuhan menggunakan kata ini didalam Alkitab. Seperti misalnya, kita mendapatkan dalam perumpamaan rumah yang didirikan diatas Batu, dan rumah yang didirikan diatas pasir dalam Matius 7:25-27 dan Lukas 6:46-49. Dan kita diberitahukan bahwa ketika hujan dan banjir datang dan angin “bertiup”, hanya rumah yang dibangun diatas batu yang masih tetap tinggal. Dan kita mengetahui bahwa “Batu” itu tidak lain menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus sendiri (1 Korintus 10:4). Ada perbedaan yang besar antara rumah yang dibangun diatas Batu dan rumah yang dibangun diatas pasir. Di Matius 7:24 kita baca: “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” Sekarang topik pembicaraan berubah dari fondasi rumah kepada manusia karena sebetulnya Tuhan mempunyai kepedulian yang besar terhadap manusia. Pada kenyataannya, Dia membagi umat manusia menjadi dua bagian penting yaitu – mereka yang Ia selamatkan, dan mereka yang tidak Ia selamatkan. Alkitab seringkali berbicara tentang orang yang diselamatkan sebagai “orang yang bijaksana”. Disisi lain, kita baca di Matius 7:26: “Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.” Dengan demikian kita mengetahui bahwa Alkitab seringkali berbicara tentang orang yang tidak percaya sebagai “orang yang bodoh”. Untuk lebih jauh mengerti apa yang didalam pikiran Tuhan mengenai pembangunan rumah kita harus melihat pada bagian-bagian lain didalam Alkitab. Kita harus membandingkan “hal yang rohani dengan hal yang rohani” (yaitu membandingkan “ayat yang satu dengan ayat yang lain”), seperti yang diinstruksikan untuk kita perbuat dalam 1 Korintus 2:13. Seperti misalnya, Mazmur 127:1 menyebutkan lebih jauh tentang membangun sebuah rumah, disitu kita baca: “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.” Dalam kata lain, Tuhan adalah pembangun dari rumah tersebut, yaitu gereja yang kekal, atau badan kumpulan orang-orang percaya sejati atau gereja yang tidak terlihat oleh mata. Itulah rumah-rumah yang dibangun diatas Batu seperti yang kita lihat dalam 1 Korintus 3:11 yang berkata: “Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.” Ini menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat. Sebelumnya kita sudah mengetahui bahwa Tuhan “menafaskan”, atau “meniup” keluar Firman-Nya dengan menggunakan orang-orang percaya yang sudah dipilih-Nya untuk menyebarkan setiap kata yang diberikan-Nya kepada umat manusia. Contoh lain dari kata “meniup” ditemukan dalam Yohanes 3:5-9. Tetapi ini adalah tentang pekerjaan dari Allah Roh Kudus dalam menyelamatkan individu-individu. Disitu kita baca: “Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh." Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?" Tentu saja “Roh” itu adalah Allah Roh Kudus – tetapi bagaimana kita dapat mendengar suara-Nya? Apakah suara Tuhan itu? Yesus berkata di Yohanes 10:27: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,” Yesus juga berkata di Yohanes 17:17: “….firman-Mu adalah kebenaran.” Dalam seluruh Alkitab kita menemukan bahwa Tuhan hanya berbicara didalam Firman-Nya, yaitu Alkitab. Suara Tuhan adalah Alkitab; dalam pasal yang pertama dari Yohanes kita menemukan salah satu nama dari Yesus adalah “Firman Tuhan”, atau dalam bahasa Yunani-nya “logos”. Dengan demikian kita mengetahui bahwa Yesus Kristus adalah “logika” dari program keselamatan Allah. Kita juga belajar dari 2 Petrus 1:21 bahwa Alkitab ditulis oleh “orang-orang kudus pada zaman dahulu sebagaimana Allah Roh Kudus menggerakkan mereka”. Dan di 2 Petrus 3:15-16 Petrus sedang berbicara nubuat yang ditulis oleh Rasul Paulus, dan Petrus berkata tentang Paulus sbb: “…..seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.” Disini Petrus memahami bahwa surat-surat Paulus adalah sama dengan nubuat Alkitab, yang pada waktu itu adalah seluruh kitab-kitab Perjanjian Lama. Sekali lagi kita diingatkan bagaimana Tuhan menulis Alkitab – yang keluar dari “mulut-Nya”. Alkitab adalah sempurna dan komplit, dan Tuhan menyimpannya untuk ribuan tahun. Itu adalah satu-satunya tempat dimana kita dapat menemukan kebenaran sejati dan kehendak-kehendak Tuhan untuk kita dan dunia ini. Berbicara mengenai Alkitab, raja Daud menyatakan dalam Mazmur 119:97: “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.” Biarlah hal itu juga menjadi kebiasaan kita, kalau Tuhan sudah menyelamatkan kita. Biarlah Tuhan membuat kita untuk selalu mencari Firman-Nya seperti yang diajarkan dalam Mazmur 119:105: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” So faith comes by hearing, and hearing by the word of God (Roma 10:17). www.familyradio.com ====================================== From: [EMAIL PROTECTED] Doa Keliling In a message dated 8/11/2005 12:09:47 AM Pacific Standard Time, teguh1@ writes: dear p.setiawan mohon penjelasan tentang kebenaran doa keliling kota ato kampung yang dilakukan secara bersamaan atau berdua-dua terjadi di semarang/jawatengah karna saya juga mengikuti dan melakukannya. atas jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih teguh ------------------------------------------ Dear Beloved, Menurut hemat saya, Tuhan memberikan kita perintah untuk menyebarkan Injil. Jadi sebaiknya kalau kita mau melakukan doa keliling, kita juga membawa selebaran-selebaran Injil atau bahkan Alkitab-Alkitab kecil untuk diberikan kepada mereka-mereka yang kita temui di jalan (tetapi berhati-hatilah ketika melakukan hal ini di Indonesia). Sekarang misalnya, adalah tidak mungkin jika kita hanya berdoa dan berdoa dan berdoa untuk seseorang atau untuk sekumpulan orang banyak, tetapi sama sekali tidak pernah berusaha untuk mencari kesempatan supaya dapat bersaksi tentang Yesus kepada mereka. Itu adalah tindakan yang sia-sia. Lagipula ingatlah bahwa Tuhan bukanlah pembantu kita dimana kita dapat menyuruh-Nya untuk melakukan ini atau itu. Tuhan adalah Raja. Dan Tuhan lebih mengetahui segala sesuatu tentang manusia daripada manusia itu sendiri, bahkan Ia mengetahui apa yang kita perlukan sebelum kita meminta kepada-Nya (Matius 6:8, Matius 6:31-33). Tugas utama dari orang-orang yang percaya adalah untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia, di Markus 16:15-16 Yesus berkata: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis [secara rohani] akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum." So faith comes by hearing, and hearing by the word of God (Roma 10:17). May Christ's strength be with you, Setiawan ========================================== From: [EMAIL PROTECTED] Tangan dan Kaki OPEN FORUM 040601 C SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Dapatkah anda menerangkan Amsal pasal 6, ayat 12 dan 13 ? MR. C: Di Amsal 6:12-13 kita baca: "Tak bergunalah dan jahatlah orang yang hidup dengan mulut serong, yang mengedipkan matanya, yang bermain kaki dan menunjuk-nunjuk dengan jari," Menurut Alkitab dalam bahasa aslinya, Ibrani, ayat ini bisa diterjemahkan sbb: "Orang yang nakal dan jahat, hidup dengan mulut serong, dia mengedipkan matanya, dia berbicara dengan kakinya, dia mengajar dengan jari-jarinya." Baiklah, pertama-tama, seorang yang jahat menjalani kehidupannya dengan mulut yang serong. Ungkapan "serong" berarti jahat, jadi itu berarti dengan mulut yang jahat dia memberontak melawan Allah. Dia mengedipkan matanya, dia bermain dengan kaki, dan mengajar dengan jarinya. Nah, jari atau kaki secara rohani berkaitan dengan "kehendak manusia". Tangan, jari, kaki dan dahi semuanya adalah ungkapan yang sama yang menggambarkan kehendak manusia. Dengan tangan kita, dengan jari kita, dengan kaki kita, kita menjalankan apa yang telah kita putuskan menurut kehendak hati kita. Jadi maksudnya, ketika disebutkan bahwa dia mengajar dengan menunjuk-nunjukkan jari atau bermain dengan kaki, yang sedang dikatakan di sini sebenarnya adalah bahwa dia berbicara atau mengajarkan apa yang ada di dalam pikirannya yang jahat, yaitu hal-hal yang dia ingin lakukan. Dan ini adalah sangat-sangat jahat. Nah mengenai mengedipkan mata, saya kurang yakin apa yang dimaksudkan di sini. Saya harus melihat pada kata aslinya dalam bahasa Ibrani untuk mengetahui bagaimana kata ini dipakai di bagian lain dalam Alkitab, tetapi pada saat ini saya belum siap untuk menerangkan artinya. PENANYA: Apakah mengajar dengan menunjuk-nunjukkan jari ini seperti tanda dengan jari yang biasa dilakukan oleh anak-anak nakal? MR. C: Bukan. Hal ini artinya adalah untuk mengajarkan hal-hal yang menuruti keinginan kita sendiri. Jari-jari anda adalah bagian dari tangan anda. Dan berada di dalam tangan Tuhan berarti untuk berada dibawah kehendak Tuhan. Sebagai contoh, ketika Tuhan menuliskan sepuluh perintah Allah pada dua loh batu dengan menggunakan jari-jari-Nya, ini menunjukkan kehendak Allah, bahwa perintah-perintah tersebut harus dijalankan sebagai hukum-hukum Allah. For the earth shall be filled with the knowledge of the glory of the LORD, as the waters cover the sea. (Habakkuk 2:14) www.familyradio.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IYOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED] -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

