From: "e-JEMMi" <[EMAIL PROTECTED]>
Salam dalam kasih Kristus,
Untaian kalimat yang indah, apalagi kata-kata yang memberikan makna
dan berkat, memiliki pengaruh yang luar biasa untuk mengubah banyak
hal. Walaupun mungkin kita belum bisa menjadi anak-anak Tuhan yang
dapat berkhotbah dengan luar biasa, melalui hal-hal kecil pun Allah
dapat memakai kata-kata dan perbuatan kita untuk melayani dan
memuliakan Dia dan menjadi berkat bagi orang lain. Bagaimana
caranya? Silakan simak Renungan Misi dan Artikel Misi yang kami sajikan
minggu ini.
Anda dapat menjadi berkat bagi bangsa-bangsa melalui banyak hal,
salah satu langkah praktisnya adalah melalui doa. Kami mengajak Anda
untuk berdoa bagi pelayanan di Indonesia. Jangan lupakan juga untuk
mendoakan misionaris-misionaris di Peru, Afrika, dan Colombia.
Dukungan doa Anda adalah kekuatan bagi mereka. Jadilah terang bagi
bangsa-bangsa melalui doa-doa Anda. (Lis)
Redaksi e-JEMMi
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
"APAKAH ANDA MENJADI SALURAN KASIH KARUNIA ALLAH
DALAM HUBUNGAN ANDA DENGAN ORANG LAIN?"
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* RENUNGAN MISI *~
APA? AKU, HANYA SEORANG HAMBA?
==============================
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala
sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi
Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana
Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga
ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran
Anak-Nya." (Roma 8:28,29)
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan
perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus." (Filipi 2:5)
Apa? Aku, hanya seorang hamba? Bagaimana mungkin aku dapat
mempengaruhi kehidupan orang lain?
Seperti Musa, kita mungkin merasa tidak sanggup untuk melakukan
tugas pekerjaan yang Yesus berikan kepada kita. Tetapi, apa yang
membedakan kita dengan dunia ini adalah bukan hanya mengenai hal-hal
apa yang kita katakan, melainkan apa yang kita lakukan -- bagaimana
kita menjalani hidup kita sehari-hari.
Salah seorang wanita paling saleh yang saya kenal tidak pernah
menulis buku atau berkhotbah, namun kita dapat melihat betapa
tekunnya ia dalam mendengarkan! Seringkali kita menganggap remeh
karunia yang kelihatannya kecil itu, padahal perkara-perkara kecil
itulah yang dapat menunjukkan kepada orang lain jika Allah yang
berdiam di dalam diri kita adalah nyata. Salah seorang kawan dekat
saya datang kepada Kristus bukan karena khotbah bagus yang ia
dengar, melainkan karena seorang Kristen yang dengan setia
mengunjunginya tiap hari selama sebulan, setelah ia mendapat
kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk.
Tidak seorang pun di antara kita yang tidak berarti. Kita semua bisa
memberikan pengaruh! Kita mungkin tidak bisa seperti Billy Graham,
tetapi Allah akan menempatkan kita pada posisi yang di situ kita bisa
melayani dan
memuliakan Dia. Yang perlu kita lakukan hanyalah memohon pada-Nya.
Salah seorang pahlawan dalam Perjanjian Baru adalah Stefanus. Ia
melayani orang-orang dengan jalan mengurus diakonia. Ketika itu
gereja mula-mula sedang bertumbuh dengan sangat cepat (lebih dari
tiga ribu orang menjadi Kristen pada satu hari Pentakosta saja).
Namun setelah itu, timbul perselisihan mengenai pembagian makanan di
antara orang-orang percaya. Para rasul menyadari bahwa di satu sisi
mereka tetap harus memberitakan Firman, sehingga mereka merasa
memerlukan bantuan untuk menangani administrasi. Para murid
mengetahui bahwa tugas orang-orang ini akan banyak mempengaruhi
kehidupan orang-orang di sekitar mereka. Maka dengan seksama,
dipilihlah tujuh orang (termasuk Stefanus) untuk melakukan tugas itu.
Lalu, apa yang terjadi kemudian? Firman Allah terus menyebar, bukan
hanya karena para pengkhotbah luar biasa seperti Petrus dan Yohanes,
melainkan juga karena orang-orang lain seperti Stefanus yang "penuh
dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda
di antara orang banyak (lihat Kisah Para Rasul 6:8). Dan Stefanus
waktu itu hanya sebagai pengurus diakonia!
Dengan kedudukannya itu, tidak membuat peran Stefanus menjadi kurang
penting dibanding mereka yang lain. Ia hanya membiarkan Allah
memakai dirinya, sementara ia menjalani hidup dengan penuh ketaatan.
Orang biasa pun menjadi luar biasa, yang pasif menjadi bersemangat,
semua karena Stefanus bersedia melayani dan memberikan segalanya
untuk memuliakan Tuhan.
"Maka, orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan,
bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau
makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami
melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau
tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami
mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk
salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah
melakukannya untuk Aku." (Matius 25:37-40)
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Pola Hidup Kristen
Judul Artikel: Apa? Aku, Hanya Seorang Hamba?
Penulis : Shawn Robinson
Penerbit : Gandum Mas, Yayasan Kalam Hidup, YAKIN
Halaman : 965 - 967
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* ARTIKEL MISI *~
DIPANGGIL UNTUK MENJADI BERKAT
==============================
Salah satu kegagalan yang paling menyedihkan dari umat Kristen
adalah kegagalan untuk dapat menjadi berkat bagi dunia. Sejak umat
Allah memperoleh identitasnya sebagai bangsa yang kudus, memiliki
hukum dan tanah perjanjian, maka masa peperangan dan permusuhan
dengan bangsa-bangsa lain sebenarnya sudah berakhir. Janji Allah
kepada Abraham akan digenapi (Kejadian 12:2-3). Umat Allah akan
menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain di seluruh muka bumi, karena
memang untuk maksud itulah pemilihan dan keselamatan dianugerahkan
kepada mereka (Yesaya 2:1-5). Yosua 24 menyaksikan bahwa umat Israel
ditempatkan oleh Allah di tengah bangsa-bangsa lain dengan risiko
sangat tinggi karena ilah-ilah mereka begitu menarik untuk disembah,
sementara sikap bangsa-bangsa lain itu juga cenderung mempersulit
dan menganiaya umat Allah (Lukas 10:3; Yohanes 17:14-19). Meskipun
demikian, mereka terpanggil bukan untuk berperang, melainkan untuk
menjadi berkat. Memang, peperangan yang tak terhindarkan masih
mungkin terjadi, tetapi Allah tidak pernah memanggil mereka untuk
membinasakan bangsa-bangsa lain, bahkan kerjasama dalam membangun
kesejahteraan dan kebenaran harus diciptakan (1Raja-raja 5:1-12;
Yeremia 29:7). Mereka harus mengasihi, bahkan mendoakan mereka yang
memusuhi (Matius 5:44), karena panggilan untuk "menjadi berkat"
adalah salah satu bukti dari iman yang sejati (Matius 5:46).
Sayang sekali, semakin lama panggilan dari Allah ini terus-menerus
terabaikan. Sejarah membuktikan, fase setelah gereja mula-mula yang
berhasil mengemban Amanat Agung ini (Kisah Para Rasul 2:47) kemudian
diikuti dengan fase-fase sejarah kegagalan umat Kristen yang semakin
mendalam. Umat Kristen makin lama makin tidak mampu menjadi berkat
bagi bangsa-bangsa di dunia ini, karena antara lain:
Jiwa Manusia yang Cenderung Berat Sebelah dan Egosentristik
-----------------------------------------------------------
Memang Alkitab dengan jelas sekali menyaksikan panggilan Allah untuk
bersatu dan memberitakan Injil, tetapi panggilan untuk menjadi satu
atau "ut Omnes Unum Sint" (Yohanes 17:21; 13:35) dan "pemberitaan
Injil, pemuridan dan pembaptisan" (Matius 28:19-20) tersebut
diresponi dan dikembangkan secara keliru dan berat sebelah oleh jiwa
yang berdosa. Akibatnya, apa yang dihasilkan bukanlah berkat dan
kebaikan, melainkan kejahatan yang tersamar. Umat Kristen semakin
eksklusif, menutup diri, egois, dan tak dapat menjadi berkat bagi
dunia ini. Panggilan untuk bersatu dan saling mengasihi telah diubah
menjadi upaya untuk menggalang dan menciptakan "solidaritas
kelompok". Persis seperti ketika negara-negara Kapitalis berkabung,
mengheningkan cipta dan mengutuki pengeboman atas gedung kembar
World Trade Center di New York dan Pentagon di Washington DC pada 11
September 2001, begitu juga banyak umat Kristen yang "hanya"
berkumpul berdoa puasa untuk kepentingan gereja setelah terjadi
pembakaran gedung-gedung gereja dan penganiayaan di beberapa daerah
di Indonesia. Jiwa-jiwa yang lebih mementingkan ego, eksklusivitas
dan merasa benar sendiri semakin bertumbuh subur. Doa mohon
pengampunan dan belas kasihan bagi mereka yang telah menganiaya
makin jarang dipanjatkan, sebaliknya kebencian dan keinginan untuk
membalas justru semakin sering diutarakan. Sikap mengheningkan cipta
dan keprihatinan hanya diberikan untuk kepentingan kelompoknya
sendiri namun sikap yang sama tak pernah diberikan untuk kelompok
lain yang menderita. Solidaritas memang bagian integral dari
"persekutuan (Koinonia)", tetapi solidaritas tanpa jiwa koinonia
adalah persekutuan tanpa kehadiran Kristus (Matius 18:20). Sehingga
fungsinya pun bukanlah untuk menang atas dosa, namun sebaliknya,
malah justru merangsang untuk menghidupkan dosa. Begitu juga
panggilan untuk memberitakan Injil. Panggilan agung yang sering
disebut dengan "The Great Commission" ini juga hadir dalam hati
manusia yang berdosa sebagai satu hal yang telah tercemar dosa.
Akibat dari semua ini adalah pemberitaan Injil yang seharusnya lahir
dari jiwa yang penuh belas kasihan dan kasih Kristus atas mereka
yang masih hidup dalam gelap telah berubah menjadi sekadar keinginan
atas pertambahan jumlah. Pemberitaan Injil bisa jadi telah menjadi
suatu tren religiusitas tanpa hati nurani, karena yang dibanggakan
adalah keberhasilannya namun dalam kepuasan batin mereka, sukacita
malaikat (Lukas 15:10) untuk pertobatan orang berdosa tidak ada.
Tidak mengherankan jika semangat pemberitaan Injil yang berkobar-
kobar, seperti pada akhir abad XIX dan permulaan abad XX (Great
Awakening) di satu sisi malah mengakibatkan kematian peran umat
Kristen di dunia ini. Dosa menyebabkan semangat pemberitaan Injil
menghasilkan "antiintellectualism" ("Fundamentalism and American
Culture" New York: Oxford, 1980, p. 212), padahal
"antiintellectualism" sendiri membuat peran umat Kristen menjadi
mati dalam hampir semua bidang kehidupan. Peran umat Kristen pun
makin mengecil sehingga terjadilah "pemutarbalikan posisi", dari
"sumber berkat" menjadi "objek perubahan paradigma". Kekristenan
harus menampakkan diri dan menanggalkan prinsip-prinsip utama
identitas mereka, atau mereka akan semakin terisolir dan terasing,
bahkan di antara saudara-saudara seiman mereka sendiri.
Jacques Ellul dalam The Technological Society telah mensinyalir hal
ini. Di tengah budaya baru yang diciptakan oleh perkembangan
teknologi, begitu banyak ruang untuk mengaplikasikan iman Kristen
telah tertutup, termasuk persekutuan dengan saudara seiman. "Natural
Grouping", seperti misalnya "persekutuan orang percaya" tak ada
lagi. Yang ada adalah "Technological Society" sehingga antara hamba
Tuhan pun muncul persaingan dan kecemburuan yang sangat besar.
Hancurnya keterikatan relasi dengan sesama ini menutup kemungkinan
bagi umat Kristen untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa di dunia ini.
Sikap umat Kristen di tengah kegagalan mereka untuk menjadi berkat.
-------------------------------------------------------------------
Kegagalan untuk menjadi berkat ini juga telah menyeret umat
Kristiani ke dalam kesalahan-kesalahan lain yang makin menceraikan
mereka dari dunia. Tanpa disadari, telah muncul budaya Kristen yang
ekslusif yang memberi perasaan keterasingan, permusuhan, dan
penolakan terhadap dunia luar. Meskipun Alkitab sendiri mengajarkan
pemakaian "pelayanan" sebagai bahasa inklusif bagi hubungan
kekristenan dengan dunia (Matius 25:34-40) seraya mengingatkan bahwa
bahasa eksklusif dengan simbol-simbol iman Kristen tak berfaedah
untuk dipakai pada saat hati manusia masih tertutup (Matius 7:6),
umat Kristen belum berhasil mengintegrasikan kedua kebenaran
tersebut dalam sikap mereka terhadap dunia. Mereka terjebak dalam
berbagai ekstrim, seolah-olah pemberitaan Injil memang harus
konfrontatif dengan risiko penolakan dan kebencian dunia terhadap
mereka. Seolah-olah pengalaman nabi-nabi dan rasul-rasul dengan
penganiayaan oleh karena Injil adalah "satu-satunya kemungkinan"
yang memang menjadi ketetapan Tuhan. Mereka lupa bahwa sebagian
besar penolakan dan kebencian dunia atas umat Kristen terjadi oleh
karena kesalahan dan kelemahan mereka, dan bukan oleh karena
kesetiaan mereka pada Injil Yesus Kristus.
Tuhan Yesus memang sudah memprediksi kebencian dunia atas umat
Kristen (Yohanes 17:14), tetapi Dia tidak pernah mengajarkan sikap
dan tingkah laku yang akan menimbulkan kebencian. Berulang kali
Alkitab menyaksikan kehadiran yang "sangat positif" dari umat Allah
di tengah dunia (Ishak di Bersyeba -- Kejadian 26; Jusuf di Mesir --
Kejadian 39-50; keluarga Elimelekh di Moab dalam Kitab Rut; dan
Daniel di Babel). Oleh sebab itu, untuk lebih memahami realita
kegagalan untuk menjadi berkat beberapa fenomena di bawah ini perlu
diwaspadai, yaitu:
1. Perasaan takut dan alergi terhadap umat beragama lain yang ada di sekitar
kita.
Ketakutan yang tidak pada tempatnya biasanya lahir dari pemahaman
yang keliru tentang kebenaran Firman Allah. Panggilan untuk
memberitakan Injil, misalnya, telah berubah menjadi hukum
keharusan untuk memberitakan Injil bagi setiap orang Kristen
dengan cara dan pendekatan yang sama. Akibatnya, pemberitaan
Injil dilakukan di luar konteks "menjadi berkat" dan toleransi
menghargai perbedaan yang merupakan modal utama untuk menjadi
berkat tidak ada lagi. Seolah-olah toleransi menghargai perbedaan
merupakan sikap yang keliru oleh karena merugikan dan
membahayakan eksklusivitas iman sehingga perlu dihindari jauh-
jauh. Hasilnya, pemberitaan Injil banyak yang dilakukan di luar
konteks dialogis antarpribadi yang baik dimana orang
memperlakukan objek pemberitaan Injil sebagai satu pribadi yang
seutuhnya. Tidak heran jikalau banyak orang Kristen melakukan
pemberitaan Injil dengan ketakutan dan kecemasan. Mereka takut
oleh karena Injil yang begitu penting harus disampaikan di luar
konteks "kepedulian yang sesungguhnya" terhadap sesama. Hal ini
pada kenyataannya memang seringkali berisiko tinggi, karena
mereka yang menjadi obyek pemberitaan Injil tersebut "merasa
dirinya diperlakukan bukan sebagai manusia yang seutuhnya".
2. Sikap mengisolasi dan bermusuhan terhadap dunia.
Memang, Alkitab menyaksikan perbedaan hakiki antara umat Allah
dengan apa yang disebut sebagai "dunia". Tetapi, Alkitab juga
menyaksikan betapa Allah sangat mengasihi "dunia" dan mengutus
Anak-Nya yang Tunggal untuk menyelamatkan dunia. Bahkan, Alkitab
juga menyaksikan bahwa kita yang sesungguhnya anak-anak dunia
telah dipanggil keluar untuk diutus kembali ke dalam dunia.
Gereja (ekklesia) adalah kumpulan anak-anak tebusan-Nya yang di
tempatkan "di tengah dunia untuk menjadi berkat bagi dunia".
Itulah sebabnya, Allah mengizinkan umat- Nya hidup bersama,
bahkan bekerjasama dengan "anak-anak dunia" dalam hampir setiap
bidang kehidupan. Sejarah juga membuktikan bahwa Allah memakai
umat beragama lain untuk membawa filsafat Aristotel (*) kembali
mengisi wacana kepedulian terhadap realita kehidupan dalam dunia
yang selama berabad-abad telah diabaikan oleh umat Kristen.
Teokrasi versi Perjanjian Lama sudah dihapuskan, bahkan negara
Kristen seperti zaman Konstantin telah ditiadakan. Allah tidak
pernah memanggil umat-Nya menjadi "Reconstructionist" yang akan
membangun masyarakat dengan prinsip-prinsip hukum dan peraturan
yang eksklusif Alkitabiah. Panggilan untuk umat Kristen adalah
panggilan untuk menjadi terang dan garam, dan bukan panggilan
untuk menjadi ragi (yeast) yang mengubah hakikat atau mengkhamirkan.
Di tengah misteri kehidupan yang diizinkan Allah ini, banyak umat
Kristen terus-menerus jatuh dalam berbagai kesalahan. Mereka
tidak menyadari adanya berbagai peran yang harus mereka mainkan
karena di satu pihak mereka "bukan milik dunia", tetapi di pihak
lain "mereka adalah bagian dari realitas kehidupan di dunia".
Peran mereka bukan hanya satu yaitu "sebagai yang lain dari
dunia". Namun mereka memiliki peran "ganda" karena mereka harus
hidup bersama, bekerjasama, berdialog, saling menolong, saling
menghormati, bahkan saling mengasihi dengan "anak-anak dunia".
Mereka harus membangun masyarakat dan kehidupan yang lebih baik
untuk dijalani bersama dengan "anak-anak dunia". Sikap menutup
diri dan permusuhan adalah dosa.
Sikap menutup diri dan permusuhan seringkali muncul tanpa
disadari. Sikap negatif ini bahkan menjadi pola hidup banyak umat
Kristen, khususnya pada saat mereka tidak mampu menjadi fleksibel
dalam menjalankan peran "ganda" yang diberikan Allah pada mereka.
Mereka dipanggil untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa di dunia, dan
panggilan itu tak
mungkin terpenuhi jika mereka terus menutup diri dari dunia ini.
[ (*) Setelah perang Salib (abad XI-XIII) perjumpaan dengan Islam
telah membawa masuk filsafat Aristotel kembali ke dalam
kekristenan. Filsafat Aristotel bukanlah filsafat Kristen,
melainkan pengaruhnya telah membukakan wacana pemikiran Kristen
yang selama ini terabaikan. Kekristenan yang selama berabad-abad
didominir oleh orientasi Agustinian yang memisahkan Allah dari
dunia yang sudah jatuh dalam dosa, sekarang melihat arti
keselamatan Kristus dalam realita alam semesta yang sudah diperdamaikan. ]
Bahan diedit dari sumber:
Buletin : Newsletter STTRII, Volume IX/2001
Penulis : Yakub B. Susabda, Ph.D.
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* SUMBER MISI *~
THE JESUS FILM PROJECT
==> http://www.jesusfilm.org/
==> http://www.jesusfilm.org/languages/indexjc.html
"JESUS" Film Project, sebuah organisasi pelayanan penginjilan yang
sangat luar biasa, telah menerjemahkan film "JESUS" ke dalam 910
bahasa (termasuk yang hanya berupa versi audio). Lebih dari 5 milyar
orang telah melihat film itu sejak 1979, kebanyakan dalam bahasa
asli daerah mereka. Melalui film itu, para penonton dapat melihat
kembali masa-masa kehidupan Yesus. Hampir setiap kata-kata dalam
film tersebut, yang diambil dari Injil Lukas, begitu memberi
inspirasi dan telah secara luar biasa menampilkan kembali masa-masa
terpenting dalam sejarah umat manusia. Saksikan film "JESUS" secara
online dalam bahasa daerah Anda dan ajaklah juga anak-anak Anda
menikmati "The Story of Jesus for Children".
WIDE NET INTERNATIONAL MINISTRIES
==> http://www.thewidenet.org
==> http://mnn.gospelcom.net/article/7612
Wide Net adalah sebuah organisasi pelayanan dari Amerika yang
diluncurkan awal tahun ini, mereka mengkhususkan diri dalam
penggunaan teknologi dalam melayani konsultasi untuk menolong
pelayanan Kristen di seluruh dunia dalam mengabarkan Injil.
"Organisasi ini dibuka awal tahun 2005, untuk menyediakan teknologi
kelas dunia, konsultasi, dan layanan lainnya bagi pelayanan Kristen
untuk membantu mereka melaksanakan tugasnya secara lebih efisien,"
kata wakil Wide Net, Jason Williamson. "Biaya operasional kami di
luar dugaan sangatlah rendah, dana yang kami terima ini sebenarnya
dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi orang-orang percaya
di negara-negara berkembang, sementara pada saat bersamaan juga
dapat memberikan kita kesempatan untuk menciptakan solusi untuk
model yang sangat murah." Satu hal yang menarik adalah bagaimana
Wide Net membimbing mereka yang terhilang kepada Kristus melalui
pelatihan-pelatihan. "Banyak dari peserta pelatihan ini sama sekali
tak pernah pergi ke gereja; mereka belum terjangkau. Mereka tidak
diperhitungkan oleh penginjilan tradisional. Pada akhir pelatihan,
orang-orang itu seringkali datang pada kami dan berkata, "Dapatkah
kami diberitahu satu tempat dimana kami bisa belajar lebih banyak
tentang Alkitab?" dan banyak dari mereka lalu datang kepada Kristus.
Wide Net sedang mencari para profesional Kristen untuk membantu
usaha penginjilan ini. Informasi lebih lanjut, kunjungi situs di atas.
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* DOA BAGI MISI DUNIA *~
P E R U
Peru Merayakan Kesuksesan dalam Pemberitaan Injil Peru (MNN) --
Lebih dari 60.000 salinan Book of Hope telah didistribusikan di
Lima, Peru akhir-akhir ini. Hal itu diadakan sebagai bagian dari
pelayanan Affect Destiny Team dari Michigan. Sebagai kelanjutannya,
sekitar 8.000 anak dan pemuda telah menerima Kristus pada acara Hope
Fest Celebration. Atas kesuksesan itu, sekarang lebih banyak
gembala-gembala sidang Peru yang mau bekerja dengan memakai "Book of Hope".
[Mission Network News, August 23th 2005]
Pokok Doa:
----------
* Bersyukur untuk suksesnya distribusi Book of Hope di Lima serta
mengucap syukur untuk 8.000 anak dan pemuda di Peru yang telah
menerima Kristus pada acara Hope Fest Celebration.
* Doakan supaya Book of Hope senantiasa dipakai Tuhan untuk melayani
anak-anak di Peru.
A F R I K A
Umat Kristen sangat dibutuhkan untuk membantu penginjilan Gereja-
gereja di Afrika (MNN). Sementara itu, pelatihan misi untuk Afrika
Timur pada dasarnya sangatlah sederhana, yaitu meliputi: mengatur
jalannya pelatihan penginjilan serta penyebaran bahan EvangeCubes.
Wakil dari Global Missions Fellowship, Nathan Sheets mengatakan
bahwa mereka membantu gereja di Afrika mempersiapkan diri untuk
mampu secara pribadi memberitakan Injil kepada 4 juta orang yang
belum percaya di Afrika Timur. Sheets mengatakan bahwa mereka akan
sangat sibuk di musim panas ini. "Kita telah memobilisasi kira-kira
600 orang dari Amerika Utara untuk terlibat dalam membantu kerjasama
dengan gereja-gereja yang ada dalam hal membantu penginjilan,
pemuridan, dan membangun gereja-gereja baru." Sheets mengemukakan
bahwa sejak bulan Maret, respon gereja-gereja di Afrika tersebut
sangatlah hebat. Setelah mendapatkan peralatan dan pelatihan, mereka
mengembangkannya sendiri. "Kita telah melihat 27 ribu lebih orang
Afrika dilatih dan melatih bersama Evangecubes, sedangkan kami hanya
punya bahan Evangecubes lengkap untuk melatih 7 ribu orang saja.
Tapi dari 7 ribu orang itu, mereka keluar dan mengabarkan Injil
dengan 30 ribu orang lainnya. Hasilnya 11 ribu orang datang pada
Kristus dan 63 gereja baru dimulai."
[Mission Network News, August 23th 2005]
Pokok Doa:
----------
* Doakan pelatihan penginjilan yang akan dilakukan; persiapan dan
orang-orang yang akan terlibat dalam pelatihan ini.
* Doakan petobat-petobat baru serta gereja-gereja baru supaya ada
follow up dari mereka dan selalu ada penyertaan Roh Kudus.
C O L O M B I A
Seorang wanita telah membuat perbedaan demi perdamaian di Colombia.
Pernyataan pemerintah tentang program demobilisasi (pembubaran
tentara) di Colombia telah mendapat tanggapan beragam. Menurut para
tentara yang sah, hal itu berarti akan ada banyak kekuatan yang
menentang pemerintah. Mewakili IN Network, Rody Rodeheaver
menceritakan tentang salah satu rekannya, kita sebut saja namanya
'Gloria', yang menolong anak-anak jalanan di pusat negara itu. Yang
dikerjakan Gloria adalah pekerjaan yang sangat berbahaya karena
pelayanan misinya bersarang di tengah wilayah para gerilyawan. "Ia
mengumpulkan anak-anak itu dan merawatnya, memberi mereka makan dan
pakaian, serta memastikan mereka mendapatkan pendidikan, serta yang
paling penting adalah membagikan kasih Kristus kepada anak-anak itu.
Saat ini IN Network Colombia telah mendanai lebih dari 25 anak-anak
jalanan ini." Adanya perang yang sedang berkecamuk di sekitar daerah
itu, Rodeheaver mengatakan, bahwa mereka tidak bisa lagi memikirkan
siapa yang bisa melindungi Gloria dan pelayanannya. "Bahkan para
gerilyawan itu mengakui bahwa 'di sini ada seorang wanita yang
atasnya ada Tangan Allah sendiri yang melindunginya' dan selama
bertahun-tahun mereka menghormatinya dan tidak pernah mengganggunya."
[Sumber: Mission Network News, August, 24th, 2005]
Pokok Doa:
----------
* Mengucap syukur karena pelayanan yang dilakukan oleh 'Gloria'
telah menjadi berkat bagi anak-anak jalanan. Doakan agar Allah
melindungi 'Gloria' dan terus memberikan hikmat dalam melakukan
pelayanan di daerah berbahaya tersebut.
* Berdoa untuk anak-anak jalanan yang dilayani supaya Roh Kudus
membuka hati mereka untuk tidak hanya sekadar terbuka menerima
kebutuhan jasmani, tapi juga hati mereka terbuka menerima Kristus,
serta membagi kasih tersebut kepada orang lain.
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* DOA BAGI INDONESIA *~
PELAYANAN DI INDONESIA
======================
Kunci pelayanan misi adalah berjejaring dengan anggota tubuh
Kristus, karena Tubuh Kristus sebagaimana tubuh kita -- bisa
berfungsi secara maksimal jikalau setiap anggota tubuh dapat
menjalankan fungsinya sesuai dengan talenta yang diberikan Tuhan.
* Doakan untuk kerjasama antarlembaga atau organisasi misi dan
gereja-gereja di Indonesia.
* Doakan organisasi misi yang sedang berusaha merekrut tenaga-tenaga
muda dalam pelayanan misi sedunia, termasuk tenaga-tenaga
pelayanan untuk suku-suku terabaikan.
* Doakan kegerakan misi dan even misi yang dilakukan oleh
organisasi, gereja, atau individu dalam rangka kebersamaan.
* Doakan organisasi misi Indonesia dalam menebar kasih Kristus kepada
bangsa-bangsa.
* Doakan mereka yang terpanggil menjadi 'goers' (yang diutus), yang
memerlukan 'senders' (pendukung) baik dalam doa, dana, dan moral.
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* URLS Edisi Ini *~
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2005 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Rudi Kurniadi, Lisbet, dan Tesalonika
Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi(at)xc.org>
______________________________________________________________________
Berlangganan, kirim email kosong ke: <subscribe-i-kan-misi(at)xc.org>
Berhenti, kirim email kosong ke: <unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org>
Kirim pertanyaan/saran/bahan: <owner-i-kan-misi-JEMMi(at)xc.org>
Situs e-MISI dan e-JEMMi http://www.sabda.org/misi/
Arsip e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA http://www.sabda.org/ylsa/
SABDA Katalog http://www.sabda.org/katalog/
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?"
Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"' (Yesaya 6:8)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IYOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]
Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/