From: "e-JEMMi" <[EMAIL PROTECTED]>

   Salam dalam kasih Kristus,

   Keluar dari batas daerah aman kita (comfort zone) memang bukan satu
   hal yang mudah, dibutuhkan pergumulan yang luar biasa. Namun, hal
   itu bukanlah suatu hal yang besar jika kita menyerahkan hidup kita
   pada Kristus. Setiap orang harus berani keluar dari comfort zone-
   nya jika karena itu ia dapat bertumbuh dan berbuah lebih baik.
   Sebuah kesaksian tentang pelayanan di sebuah negara asing, kami
   harapkan dapat menjadi berkat dan menambah wawasan Anda tentang
   betapa luasnya bidang pekerjaan di ladang Tuhan.

   Jangan lupa untuk mendoakan pelayanan lintas budaya yang dilakukan
   oleh anak-anak negeri. Berdoa juga untuk saudara-saudara kita di
   Guatemala, Asia, International. Tuhan menyertai! (Lis)

   Redaksi e-JEMMi

           < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Matius+25:40 >

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
                   "BE A LIGHT TO ALL THE NATIONS"
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* KESAKSIAN MISI *~

                           PENGALAMAN PRIBADI
                           ==================

   Saya bersyukur untuk penyertaan Tuhan dan setiap pelajaran dalam
   mengenal Allah yang saya dapat selama tinggal di N sampai saat ini.
   Ketika mengingat hal-hal itu, bisa dirasakan bahwa Allah
   menginginkan sesuatu yang indah di dalam kehidupan saya secara
   pribadi untuk kemuliaan-Nya. Bersyukur untuk setiap teguran dari
   Allah karena kasih sayang-Nya.

   Saya mempunyai beberapa pengalaman pribadi yang sangat menarik.
   Beberapa kali saya diberi kesempatan secara pribadi untuk mengenal
   lebih dekat orang-orang N yang mempunyai latar belakang agama A.
   Dari diundang jalan-jalan, mengunjungi rumah mereka, sampai kepada
   diskusi-diskusi berdua. Suatu kali saya diajak oleh Pak Bis untuk
   berjalan-jalan karena kebetulan sedang tidak ada kegiatan di kampus.
   Kami mengunjungi daerah di pusat kota, dengan satu kali naik bus
   dari kampus sampai ke taman kota. Dia membawa saya ke daerah-daerah
   kuno di tengah kota. Kami juga sempat mampir ke rumah seorang
   temannya (agama B juga). Kesempatan ini sangat berharga bagi saya
   untuk bisa melihat dari dekat kehidupan mereka, kepercayaan mereka,
   selain melihat kondisi rumah asli orang-orang N yang masih kuno.
   Saya juga dihadiahi barang sebagai tanda berkat. Karena merupakan
   bagian dari budaya, saya pun tidak berpikir macam-macam, walaupun
   sebenarnya barang ini sebelumnya digunakan untuk menyembah dewa
   mereka. Setelah itu kami pergi ke rumah Pak Bis dan berada di sana
   untuk waktu yang cukup lama, saya pun mempergunakan kesempatan itu
   untuk lebih mengenal keluarga Pak Bis. Keluarga mereka memang
   termasuk kelas menengah. Rumah itu cukup besar dan tertata dengan
   bagus, beberapa kamar di lantai bawah juga disewakan untuk keluarga-
   keluarga. Sambil menikmati makanan khas orang N, saya bisa menikmati
   hubungan dengan keluarga ini tanpa ada rasa curiga tentang adanya
   maksud-maksud khusus di balik semua itu. Saya bersyukur bisa
   membangun hubungan dengan keluarga ini dan terus menyemangati untuk
   membangun hati untuk orang-orang yang terhilang. Sekarang saya
   sedang berpikir untuk mengatur jadwal saya karena Pak Bis mengundang
   makan malam di rumahnya. Saya tidak pernah berpikir akan ada kesempatan 
seperti ini.

   Di kesempatan yang lain ketika sedang bersantai di ruang santai di
   Departemen, Pak Bis mendatangi saya dan mengajak ngobrol. Karena
   waktu itu adalah waktu bebas, jadi saya bisa ngobrol dengannya cukup
   lama sambil menunggu. Tanpa saya sadari dia membawa saya kepada
   diskusi tentang "kedamaian yang sejati". Memang dialah yang memulai
   diskusi tentang hal apa yang bisa membuat kedamaian di dunia ini.
   Kami melihat jika semua orang bisa saling mengerti, memahami, puas
   satu sama lain maka bisa terjalin kedamaian walaupun masih ada
   faktor-faktor lain yang perlu dilihat. Pak Bis berargumen jika semua
   orang di dunia ini memiliki satu agama dan menyembah kepada satu
   Tuhan, yang waktu itu kami sepakati dengan sebutan "Super God". Ia
   sangat tertarik sekali dengan hal ini.

   Saya melihat dia haus menemukan kebenaran, kedamaian yang sejati.
   Ini membuat saya menjadi bersemangat untuk melanjutkan diskusi itu.
   Jika diantara semua god dan goddess yang disembah oleh orang A,
   orang B, orang C, orang D, orang E, dan yang lain, ada "Super God"
   maka alangkah indahnya jika semua menyembah kepada Dia. Ini
   kesimpulan sementara yang kami dapatkan. Waktu itu diskusi kami
   terhenti karena orang yang kami tunggu sudah datang. Saya mengajak
   Pak Bis untuk lain kali bisa melanjutkan diskusi kami, dan ternyata
   dia pun tertarik. Sebuah pelajaran baru telah saya dapatkan, untuk
   memperkenalkan orang kepada Kristus, saya tidak perlu memaksakan
   suatu pengetahuan dan doktrin. Tetapi lebih mengajak bersama-sama
   menemukan kebenaran dan kedamaian sejati sehingga membuat dia merasa
   bahwa saya juga sedang mencari kebenaran itu, sama-sama mencari
   "Super God" itu. Saya melihat bahwa Pak Bis senang dengan hal ini.
   Saya ingin sekali mulai mendoakan Pak Bis dan menyerahkannya kepada
   Roh Kudus untuk bekerja. Masih banyak orang yang haus akan kasih Allah yang 
sejati.

   Suatu kali ada teman lain dari satu Departemen, Pak Ram, mengajak
   saya untuk jalan-jalan di daerah yang sama di tengah kota, di
   daerah-daerah kuno. Dan waktu itu sedang ada festival yang diadakan.
   Ada sebuah patung yang ditaruh di sebuah kereta dengan atap yang
   menjulang tinggi. Kereta ini ditarik oleh orang banyak dan diarak
   mengelilingi kota kuno di tengah-tengah kota sampai akhirnya
   berhenti di suatu tempat yang serba putih juga. Semua orang yang
   datang dari tempat lain dan orang-orang yang di sekitarnya,
   melemparkan uang mereka ke dalam kereta ini untuk memberikan
   persembahan. Kemudian para pendeta dan orang-orang yang di atas
   kereta melemparkan bunga-bunga sebagai tanda berkat dari patung itu.
   Mereka meyakini ini sebagai cara untuk mencari kesejahteraan dan
   pengetahuan. Saya diajak untuk terus mengikuti kereta ini ke mana
   dia berjalan dan sempat diberi uang receh oleh Pak Ram untuk saya
   lemparkan ke dalam kereta. Tanpa pikir macam-macam dan supaya dia
   tidak kecewa, saya lemparkan uang itu ke dalam kereta dan kemudian
   dari kereta orang-orang melemparkan bunga dan yang harus kami
   tangkap. Saya tidak menangkapnya. Pak Ram menangkap bunga tersebut
   kemudian menaruh di kepalanya sebagai tanda berkat. Dia juga menaruh
   bunga di kepala saya. Saya juga tidak berpikiran macam-macam,
   silakan taruh di kepala saya, namun saya tetap menjaga hati nurani
   dengan mendoakan orang-orang yang ada di sekitar saya dan Pak Ram.
   Saya melihat banyak orang yang datang dan melakukan ritual ini.
   Ketika melihat kerumunan banyak orang yang melakukan ini, saya
   mengingat bahwa mereka sedang berjalan ke kebinasaan. Mungkin
   sepertinya mereka tertawa, senang, menari-nari, tetapi hidup mereka
   kosong. Saya berpikir bagaimana saya bisa menyampaikan kebenaran
   kepada banyak orang itu. Saya tidak tahu dan saya hanya berdoa.
   Mereka seperti domba-domba yang tidak bergembala.

   Kemudian saya diajak Pak Ram ke rumahnya. Memasuki lorong-lorong di
   bawah bangunan. Lewat perkampungan orang-orang kelas menengah ke
   bawah. Daerah ini termasuk daerah kuno dari sejarah kerajaan N.
   Melewati jalan-jalan sempit. Sebuah rumah kecil, tingkat, model
   kuno, saling berhimpitan dengan rumah-rumah yang lain dan sangat
   minim cahaya dari luar. Langit-langit rumah yang rendah dan pintu
   yang kecil membuat kita perlu membungkuk jika masuk. Keluarga Pak
   Ram termasuk keluarga menengah ke bawah. Tetapi saya bersyukur bisa
   menikmati waktu bersama dengan keluarga ini. Mereka menerima saya
   dan merasa senang. Saya bersyukur untuk kesempatan berkunjung ke
   rumah Pak Ram, bertemu dengan istri dan anak-anak mereka. Waktu
   pulang, saya pun diantar ke perhentian kendaraan umum dan ternyata
   jaraknya cukup jauh juga, dam kami pun harus kembali melewati jalan-
   jalan tadi. Di tengah jalan saya ingin mengambil foto patung.
   Setelah selesai mengambil foto, Pak Ram mengajak saya masuk dan
   memuja patung itu. Waktu itu saya berpikir hanya ingin melihat ke
   dalam dan melihat bagaimana mereka memuja.

   Untuk masuk ke tempat ini, saya harus melepas sepatu karena bahannya
   terbuat dari kulit, dan hal ini dilarang. Saya diminta untuk tidak
   berbahasa Inggris, dan tetap diam, jika ada orang bertanya, saya
   hanya boleh menjawab dengan memakai bahasa tubuh. Saya masuk ke
   dalam dan merasakan sesuatu yang cukup aneh juga. Pak Ram meminta
   saya untuk memberi uang receh sebagai persembahan dan menaruhnya di
   depan patung. Permintaan Pak Ram ini cukup membuat saya bingung.
   Orang-orang di sekitar saya berdoa sedangkan saya hanya diam saja
   dan melihat-lihat sampai Pak Ram selesai dan mengajak saya keluar.
   Di luar kuil saya sempat bingung terutama masalah hati nurani karena
   memberi uang tersebut. Saya terus berdoa supaya Allah memurnikan
   hati nurani saya. Saya cukup bergumul dengan hal itu. Belum selesai
   memikirkan hal itu, saya diajak lagi masuk ke dalam suatu tempat
   patung lain yang cukup terkenal di tengah kota. Namun saya menolaknya.

   Selesai sembahyang, dia bertanya mengapa saya tidak masuk. Dia
   berkata, dulu sewaktu dia ke Filipina, dia juga ke gereja dan tidak
   melihatnya sebagai masalah. Saya bingung bagaimana harus
   menjelaskannya. Saya memang punya alasan dalam membangun hubungan
   dengannya, tetapi saya cukup kesulitan untuk menjelaskan hal itu.
   Saya minta maaf padanya dan memberikan alasan yang sekiranya bisa
   diterima oleh dia tanpa memasukkan pengetahuan-pengetahuan rohani.
   Beberapa hari setelah itu dia juga mengajak saya untuk melakukan
   pemujaan seharian di sebuah bukit yang cukup tinggi saat bulan
   purnama. Saya bersyukur kepada Tuhan mendapatkan kesempatan ini, dan
   bergumul dalam hati nurani. Saya teringat pekerjaan saya sebelumnya
   dimana waktu itu saya bisa masuk ke dalam masjid, pondok pesantren,
   dapat duduk dan mengobrol dengan "mereka" tanpa dicurigai.

   Suatu kali saya diberi kesempatan bekerja bersama seorang staf
   pengajar di Departemen Mesin, Pak Reg. Ketika bersama-sama mengecek
   pekerjaan, ternyata pekerjaan tersebut belum bisa dikerjakan saat
   itu juga. Namun ternyata itu adalah suatu kesempatan yang berharga
   dimana saya bisa ngobrol dengan Pak Reg (agama B). Kami diskusi
   tentang kepuasan sejati. Dia melihat bahwa bukan uang yang
   memuaskan, bukan banyak istri yang memuaskan, bukan yang lain.

   Sebulan ini memang merupakan masa-masa ujian akhir semester,
   sehingga tidak banyak aktifitas di kampus dan dia pun merasa bosan.
   Dia berpikir bahwa dia akan puas kalau memiliki banyak pekerjaan.
   Saya mengatakan padanya bahwa jika kita puas dengan Tuhan, maka kita
   bisa puas dengan semua hal. Saya masih belajar bagaimana
   menjelaskannya dengan bahasa Inggris yang bisa dia mengerti. Tetapi
   saya bersyukur kepada Tuhan karena memiliki kesempatan untuk
   membagikan hal itu. Saya melihat bahwa ada banyak orang yang sedang
   haus akan kepuasan sejati.

   Ketika saya berjalan ke kampus saya teringat dengan satu lagu.

      Tiap hari kutemukan mereka yang terhilang
      Hidup yang tak menentu arah tujuan
      Dalam tawa mereka tersimpan duka
      Namun Tuhan mendengar tangis mereka

      Reff. Mereka perlukan (2x)
            Kasih Yesus yang besar s'bagai jawaban
            Mereka perlukan (2x)
            Tidakkah kau sadari Dia kasih yang sejati?
            Mereka perlukan

   Setiap hari melihat orang-orang yang melakukan pemujaan tetapi tidak
   tahu ke arah mana mereka berjalan, mereka tidak tahu, apa tujuan
   mereka. Tanpa mereka sadari mereka sedang berjalan ke arah
   kebinasaan. Mereka seperti domba yang tidak bergembala (Markus
   6:34). Jika membayangkan mereka yang menyembah patung yang mereka
   buat sendiri, memandikan patung, menyembah batu-batu yang tidak bisa
   apa-apa, semuanya adalah kesia-siaan. Pernah suatu kali kami
   berjalan dari rumah Pak Samuel ke kampus bersama-sama tetangga Pak
   Samuel. Hampir setiap sudut jalan kami berhenti sebentar karena dia
   melakukan pemujaan ke patung atau bahkan batu-batu yang dianggap
   dewa bagi dia, memang itu ia percayai. Tetapi betapa sayangnya
   kehidupan yang ia miliki, semuanya sudah dibutakan. Saya belajar
   dari Yesus yang memiliki belas kasihan dan mendoakan mereka, dan
   mulai membagikan kebenaran.

   Suatu kali kami bersama keluarga dimana kami tinggal untuk makan
   malam bersama (seperti biasanya). Itu merupakan pengalaman dimana
   kami bisa membagikan tentang Kristus. Kebetulan saat itu saya sedang
   memakai sarung. Dan dari membicarakan sarung, pembicaraan perlahan
   sampai ke kehidupan keluarga, suami dan istri. Kami berdiskusi
   tentang peran pria dan wanita dalam konteks Alkitabiah dan pandangan
   umum dari berbagai agama sampai kepada penjelasan tentang penciptaan
   (di Kejadian). Memang bagi kami ini adalah sesuatu yang sulit untuk
   bisa dijelaskan dengan baik, bicara gampang tetapi praktek sulit,
   kami sadari bahwa kami belum mengalami itu. Tetapi kami bersyukur
   bisa menyampaikan bahwa hubungan suami dan istri merupakan analogi
   dari hubungan antara Kristus dengan jemaat (di Efesus). Point yang
   terus kami doakan adalah membagikan Injil dan meneguhkan keluarga ini.

   Hari-hari ini saya bersyukur dapat menikmati pengalaman yang
   berharga mengenai maksud Allah dalam kehidupan saya, kehendak Allah
   dalam proyek ini, dan terus belajar bersabar menantikan Allah.
   Melihat semuanya dari kacamata Allah sering kali membuat saya tidak
   bersabar karena keinginan pribadi, tawaran-tawaran yang muncul, dan
   lain-lain. Tetapi ketika terus mendekat kepada Allah, menggantungkan
   diri kepada Allah, Allah terus menolong untuk tetap bertahan pada
   apa yang menjadi rencana-Nya. Sekarang adalah bagaimana untuk terus
   melihat, bukan mengenai saya tetapi mengenai apa yang Allah inginkan
   (The Purpose Driven Life).

   Kembali mengingat akan semua janji Tuhan yang sudah dipegang selama
   ini, telah menolong saya untuk kembali meyakini Allah dalam segala hal.

   Ini Perkembangan Kami:
   ----------------------
   Kami bersyukur untuk kegiatan baru yang dilakukan oleh Ariadin di
   Soil Lab dalam membantu mahasiswa S2 mengambil data bagi tesis
   mereka. Selain menambah pengetahuan tentang dunia Teknik Sipil,
   Ariadin juga bisa berkesempatan membangun hubungan lebih dalam
   dengan teman-teman mahasiswa S2 tersebut, karena praktis paling
   tidak 6 jam sehari mereka selalu bersama. Pernah suatu kali dalam
   pembicaraan mereka, Ariadin mempunyai kesempatan untuk membagikan
   keyakinannya dalam keselamatan, menerima Kristus sebagai Tuhan dan
   Juruselamat. Bersyukur kepada Tuhan untuk hal itu.

   Bagi Catur, aktifitas di Lab. Termodinamika memang sudah selesai.
   Sekarang ia sedang menantikan jadwal aktifitas di Lab. Instrumen
   untuk mempersiapkan kerja praktek semester depan. Staf pengajar
   masih sibuk jadi belum bisa dimulai. Dalam satu bulan ini ia sedang
   menghadapi ujian akhir semester jadi masih sibuk dengan aktifitas
   ujian. Terkadang bisa juga ikut menjaga ujian jika diajak oleh teman
   dari staf, sambil melihat sistem yang digunakan. Selama ini ia masih
   banyak membantu di Lab. Komputer dalam bidang perawatan. Sambil
   terus mengusahakan aktifitas pribadi yang efektif sehingga tidak
   mengalami kebosanan, menawarkan diri untuk membantu, mempelajari
   kembali buku-buku mata kuliah Teknik Mesin atau hal-hal yang lain.

   Kami juga mempunyai kesempatan untuk melihat proyek kerja dari salah
   satu International Non Government Organization (INGO) dari Amerika,
   dalam bidang pendidikan. Bersyukur kepada Tuhan untuk hal itu.

   Perkembangan N
   --------------
   Hari-hari ini masih sensitif. Baru saja terjadi aksi mogok dalam
   pendidikan (educational strike), banyak sekolah-sekolah yang
   diliburkan. Aksi ini terjadi sebagai bentuk protes kepada pemerintah
   karena adanya penembakan kepada siswa-siswa salah satu sekolah oleh
   para tentara. Aksi tentara atau polisi terkadang cukup keras. Pernah
   saya melihat secara langsung di sebuah acara festival di tengah
   kota, bagaimana polisi memukuli orang-orang dengan tongkat dan
   terjadi kekacauan. Kondisi keamanan sudah membaik, tidak ada
   pemeriksaan seperti sebelumnya. Di dalam kota, pengaruh dari para
   Maois tidak terasa, lain halnya dengan di desa atau daerah.

   Bahan diedit dari sumber:
   Judul Buletin: Utusan, Vol. 9 Th. 4 Mei - Agustus 2005
   Judul Artikel: Pengalaman Pribadi
   Penulis      : Catur
   Penerbit     : Departemen Pengutusan Lintas Budaya (DPLB), Para Navigator
   Halaman      : 16 - 20

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* SUMBER MISI *~

 BENCANA DUNIA MENDAPAT TANGGAPAN DARI UMAT KRISTEN DAN PENGINJILAN
   ONLINE
==>    http://guide.gospelcom.net/
==>    http://www.thelife.com/disaster

   "Situs Bencana Segera Mengambil Tindakan Cepat Menanggapi Kejadian
   Bom London" demikian judul berita utama Web Evangelism Bulletin
   terakhir. Penulis berita itu, Tony Whittaker berkata, "Situs Bencana
   TruthMedia.com, dari The Life semula dibuat sehubungan dengan film
   'Passion of The Christ', kemudian berkembang menjadi situs untuk
   tragedi Tsunami. Peranan terpenting dari situs semacam ini untuk ke
   depannya adalah sebagai sarana penginjilan di tengah situasi-situasi
   bencana yang terjadi. Tim penyusun telah menambahkan sebuah tombol
   baru yang mengarah ke kasus Bom London. Kunjungi "The Life" dan
   temukan artikel-artikel yang menyentuh hati tentang terorisme,
   kesedihan dan akibat yang ditimbulkan darinya. Sumber-sumber lain
   yang ada antara lain: kursus online singkat tentang bermacam-macam
   bidang (perkawinan, Tuhan, Alkitab dan masalah hidup); kisah nyata,
   sebuah menu untuk "memahami Yesus" serta bagian lain untuk film
   Passion of the Christ. Situs ini juga memuat chat board dan message
   board. Selamat berkunjung!

 MISSION NETWORK NEWS MENAWARKAN LAPORAN MISI HARIAN GRATIS
==>http://www.mnnonline.org/
==>https://www.mnnonline.org/email/
==>http://www.mnnonline.org/mobile/

   Apakah Anda tertarik dengan laporan terbaru dari pelayanan misi di
   seluruh dunia? Mission Network News, sebuah organisasi berita
   Kristen menawarkan sebuah layanan e-mail yang akan mengirimkan
   berita kepada Anda tentang apa yang Tuhan kerjakan untuk melebarkan
   Kerajaan-Nya. MNN setiap harinya membagikan berita-berita terakhir
   yang membawa dampak dalam misi dan penginjilan lewat radio dan
   internet. Temukan audio interview lengkap, laporan khusus, daftar
   stasiun radio dan banyak lagi. Berlangganlah sekarang dan nikmati
   pelayanan Kristen yang sangat menarik ini. MNN juga tersedia dalam
   format lain seperti podcasts, RSS feeds, bookmarklets dan Web site content.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* DOA BAGI MISI DUNIA *~

 G U A T E M A L A
   Sebuah Kelompok Kristen yang membantu para wanita membuat perbedaan
   di Guatemala (MNN)-- mereka adalah masyarakat pedesaan yang
   termiskin di antara yang miskin. Sepertinya kita melihat tangan
   Tuhan yang sedang bergerak di daerah ini. Wakil dari Food For The
   Poor, Angel Aloma mengatakan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan di
   sana lebih dari sekedar 'penginjilan sosial'. "Penderitaan badani
   berpengaruh bagi spiritualitas mereka. Dengan melihat kebaikan Tuhan
   yang bekerja dalam kehidupan mereka secara langsung, mereka akan
   lebih mudah menerima Firman Allah dan Injil. Hal itu tidak dapat
   terjadi tanpa kerjasama", kata Aloma ketika menjelaskan hasil dari
   aktivitas mereka itu. "Saya mengunjungi beberapa dari 600 pusat
   pelayanan perempuan yang kami miliki yang meliputi pusat penyediaan
   nutrisi dan pelatihan bagi kaum perempuan. Kami bekerja secara
   eksklusif melalui gereja-gereja. Saya mengunjungi sebuah organisasi
   misi yang begitu indah disana. Mereka bekerjasama bersama salah satu
   partner misi kami yaitu "Hope of Life". Dengan Food For The Poor,
   mereka menciptakan sebuah komunitas yang membantu para perempuan dan
   keluarganya dengan memberikan pelatihan keterampilan kerja, rumah
   tangga, dan program penyaluran makanan.
   [Mission Network News, August 25th 2005]
   Pokok Doa:
   ----------
   * Doakan supaya orang-orang di Guatemala dapat melihat kebaikan
     Tuhan yang bekerja dalam kehidupan mereka dan menerima kebenaran Injil.
   * Mengucap syukur untuk pelayanan yang dilakukan oleh Food For The
     Poor. Doakan supaya mereka dapat melakukan kerjasama yang baik
     dengan organisasi dan gereja-gereja lokal di Guatemala.

  A S I A
   Konferensi Asia 2005 di Jendela 10/40 akan berlangsung pada 10-14
   Oktober 2005 di Hyderabad, India. Pertemuan akan diadakan bersamaan
   dengan peluncuran "Doa lewat Jendela 8" - Gereja-gereja Teraniaya di
   Jendela 10/40. Selama pertemuan tersebut, para pemimpin terkenal di
   dunia akan membagikan pandangan dan masukan tentang hal-hal yang
   meliputi: Pertumbuhan Gereja yang Efektif lewat Negara-negara di
   Jendela 10/40; Strategi Doa untuk Transformasi Bangsa; Membagikan
   Injil di tengah Penganiayaan; Wanita dalam Pelayanan; Senjata
   Rahasia Tuhan; Pelayanan Penyelamatan dengan Kuasa Tuhan; Peperangan
   Rohani dan Peran Pemetaan Rohani; Kuasa Persatuan dalam Gerakan
   Gereja Rumah; Penginjilan Medis; Menyembuhkan dengan Kemurahan
   Tuhan; Menjadi Perantara yang Efektif dengan Umat Buddha, Hindu, dan
   Islam. Sebagai tambahan, penyelenggara juga tidak menutup
   kemungkinan untuk mengadakan sebuah "Konferensi Virtual" (peserta
   diwajibkan mendaftar terlebih dulu). Konferensi Virtual ini akan
   menghadirkan semua materi pertemuan, perkembangan terakhir setiap
   hari selama konferensi, serta rekaman video dan audio sesi-sesi
   pertemuan. Jika Anda tertarik untuk menghadiri pertemuan tersebut
   dari rumah atau kantor Anda, kirimkan e-mail ke Direktur Proyek WIN,
   J.J. Torrez di alamat: jtorrez (at) win1040 (dot) com.
   [Sumber: CMDNet, August 27th 2005]
   Pokok Doa:
   ----------
   * Berdoa untuk Konferensi Asia Jendela 10/40, berdoa untuk sarana,
     prasarana yang dibutuhkan, serta keamanan selama konferensi
     berlangsung. Doakan juga peserta yang akan ikut dalam konferensi ini.
   * Doakan untuk tindak lanjut dari konfrensi ini bagi pelayanan
     di negara-negara yang berada di jendela 10/40.

 I N T E R N A S I O N A L
   Penginjilan adalah tujuan para pilot dan teknisi MAF Internasional
   (MNN)-- Mission Aviation Fellowship adalah sebuah organisasi misi
   yang memanfaatkan pesawat, peralatan komunikasi dan ahli-ahli teknik
   lainnya sebagai jalan untuk menjangkau orang-orang di negara/daerah
   yang tak dapat dijangkau dengan cara penginjilan biasa. Organisasi
   ini tidak hanya menyediakan pelayanan penerbangan, mereka pun
   menyediakan peralatan sistem komunikasi dan ahli-ahli teknik
   lainnya. Wakil MAF, Dave Bochman mengatakan, karena mereka bukan
   misionaris atau pendeta, maka pintu-pintu akan selalu terbuka untuk
   misi penjangkauan yang mereka lakukan. "Kalau boleh dibilang, kami
   lebih mudah mendapatkan kepercayaan karena kami tidak dianggap
   sebagai penyebar ajaran agama". Sebagai orang-orang bidang teknik
   dan manajerial, saya rasa beberapa daerah akan bersedia membuka
   pintu mereka, dan tentunya, daerah itu adalah daerah yang tidak
   mengizinkan organisasi penginjilan biasa beroperasi." MAF bekerja di
   beberapa daerah seperti itu dan kami telah melihat hasil
   kesuksesannya, kata Bochman. "Di beberapa daerah tersebut, waktu
   yang kami punyai kadang memang cukup singkat, namun walau demikian,
   kami mulai melihat beberapa buahnya. Di tempat lain di mana kami
   ada di sana selama beberapa tahun, kami juga telah melihat bahwa
   pelayanan kami berbuah."
   [Sumber: Mission Network News, August 29th, 2005]
   Pokok Doa:
   ----------
   * Mengucap syukur untuk pintu-pintu yang selalu terbuka dalam
     pelayanan MAF. Berdoa agar kesempatan yang luas ini dapat
     dimanfaatkan MAF untuk menuai banyak jiwa.
   * Berdoa untuk dukungan dana serta ahli-ahli yang terus menerus dibutuhkan.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* DOA BAGI INDONESIA *~

 PELAYAN LINTAS BUDAYA
   =====================

   * Doakan agar pintu-pintu boleh terbuka untuk mengabarkan Kebenaran
     kepada bangsa/suku bangsa yang belum mendengar Injil di seluruh dunia.

   * Doakan supaya anak-anak Tuhan yang berada di ladang misi dapat
     membagikan prinsip-prinsip Kebenaran kepada orang sekitar mereka.

   * Doakan mereka yang diutus ke daerah asing yang sedang mempelajari
     bahasa daerah di mana mereka akan melayani.

   * Berdoa untuk proses adaptasi para utusan Injil dengan orang-orang
     baru, lingkungan baru, kebiasaan yang baru, dan makanan yang baru.

   * Berdoa untuk perasaan kesepian (loneliness) yang kadang-kadang
     dirasakan oleh anak-anak Tuhan yang bekerja di ladang misi yang
     jauh dari dukungan sosial.

   * Doakan keamanan, kesehatan, dan kebutuhan hidup para utusan Injil
     ini agar pelayanan mereka bisa terus terpelihara dengan baik.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* URLS Edisi Ini *~

* CMDNet                                 http://www.cmd.org.nz/cmdnet/
* Mission Network News              http://www.missionnetworknews.org/

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
    (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
     mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2005 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Rudi Kurniadi, Lisbet, dan Ary
Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi(at)xc.org>
______________________________________________________________________
Berlangganan, kirim email kosong ke:  <subscribe-i-kan-misi(at)xc.org>
Berhenti,   kirim email kosong ke:  <unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org>
Kirim pertanyaan/saran/bahan:       <owner-i-kan-misi-JEMMi(at)xc.org>
Situs e-MISI dan e-JEMMi                    http://www.sabda.org/misi/
Arsip e-JEMMi                     http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                                  http://www.sabda.org/ylsa/
SABDA Katalog                            http://www.sabda.org/katalog/
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~


_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
 'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
 "Siapakah yang akan Kuutus,  dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" 
  Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"'                 (Yesaya 6:8)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IYOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke