From: "Boru ku Hasian" <[EMAIL PROTECTED]>
"Layakkah engkau marah?"
Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.
Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya:
"Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku?
Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu,
bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan
berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak
didatangkan-Nya.
Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati
dari pada hidup."
Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?" ( Yunus 4:1-4 )
Setelah panjang lebar ...... Dalam doanya ...... Yunus mengungkapkan isi
hatinya .......
Mengungkapkan kemarahannya ...... Menumpahkan kekesalannya ......
Tuhan menjawab dengan singkat : ...... "Layakkah engkau marah ?" .......
Mari kita renungkan ......
Ternyata Tuhan ....... Bukan hanya sabar mendengar pujian .....
Bukan hanya sabar mendengar sembah kita ......
Dia pun sabar ...... Mendengar kekesalan hati kita .....
Namun ...... Sabarkah kita ....... Mendengar ucapan singkatnya : .......
"Layakkah engkau marah ?" .......
Adakah hari ini ...... Ada kemarahan di hati kita ...... ?
Mungkin ..... Bukan pada Tuhan ..... Namun ..... Pada sesama ......
======================================================
From: "Boru ku Hasian" <[EMAIL PROTECTED]>
KEBERANIAN DI TENGAH KRISIS
"Sudahkan Anda Siap?"
dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang
mengaruniakannya. ( Pengkotbah 12:7 )
Masalah kembali menjadi tanah ...... Mungkin tidak begitu masalah bagi kita
.....
Namun ..... Bagaimana dengan kembali kepada Allah ...... ?
Adakah kita juga siap ..... ?
===================================================
From: "Boru ku Hasian" <[EMAIL PROTECTED]>
"Kita Mesti Berbeda"
Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik,
antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah
kepada-Nya.
( Maleakhi 3:18 )
Mari kita periksa ..... Apakah kita orang benar ..... Berbeda dengan orang
fasik .....
Dalam ..... Perkataan kita ..... Perbuatan kita ..... Cara hidup kita .....
Ibadah kita .....
atau ..... Kita sama dengan mereka .....?
===================================================
From: "Boru ku Hasian" <[EMAIL PROTECTED]>
TUNDUKLAH PADA SUAMIMU...
Ayat Bacaan: Efesus 5:22-24, Kejadian 2:18-20 "Tunduklah isteri-isteri,
tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya didalam Tuhan." (Kolose 3:18)
Kej. 2:18-20 mengajarkan, bahwa setiap wanita diciptakan untuk menjadi
pelengkap dan penolong suaminya. Artinya isteri menjadi pemenuhan hidup bagi
suaminya. Sedangkan dalam Ef. 5:22-24 mengajarkan, bahwa isteri menjadi pribadi
yang tunduk kepada suaminya. Bagaimana kedua hal ini dapat berpadu? Bagaimana
mungkin seorang istri menjadi
penolong atau pelengkap bagi suami di satu sisi, dan di sisi lainnya sekaligus
juga tunduk kepadanya?
Dasar utama istri tunduk kepada suami adalah kebebasan dari kasih yang utuh,
bukan kecemasan dan ketakutan. Karena sebagaimana gereja tunduk pada keTuhanan
Kristus, adalah dengan sukarela untuk membalas kasih-Nya. Demikian pula
seharusnya, motivasi isteri tunduk kepada suami dalam hidup rumah tangganya.
Namun, apa artinya tunduk?
Menundukkan diri tidak berarti menjadi keset yang dapat diinjak-injak dengan
semena-mena. Yang dimaksudkan firman Tuhan adalah menundukkan diri, bukan
menjual habis, sehingga tidak lagi memiliki harga diri sama sekali. Dalam
pengertian ini isteri bukanlah sesuatu yang tidak berarti, ia memiliki
kekhususan sebagai seorang pribadi yang berhak mengutarakan gagasan dan
perasaannya.
Hubungan dalam pernikahan akan berjalan mulus apabila mengikuti pedoman firman
Tuhan. Pedoman firman ini akan menolong tiap pasangan dalam mencapai tujuan,
yakni hubungan yang bahagia/bertumbuh. Salah satu pedoman yang diberikan firman
Tuhan, yang ditujukan pada isteri ialah untuk tunduk pada kepemimpinan suami.
Ia tunduk kepada sang suami bukan karena sang suami menuntutnya, tetapi karena
Kristus mengarahkannya pada firman Tuhan. Jika isteri tidak tunduk kepada
suami, maka tidak hanya pernikahannya yang bermasalah, tetapi secara rohani pun
ia bermasalah. Bagaimana dengan kondisi rumah tangga Anda?
Janganlah perdebatan-perdebatan di antara pasangan menjadikan pertikaian dan
keributan suami-isteri.
DOAKAN BERSAMA:
Doakan agar para isteri Kristen pada saat ini lebih mau mengikuti pimpinan
suami dalam hidup rumah tangganya. Mengikutsertakan suami dalam usaha
mengharmoniskan rumah tangganya, sehingga komunikasi terus berjalan.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IYOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]
Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/