From: gdwinugroho 

Dia tetap Allah


Jim (Ayah Becki, pelayan Tuhan ) : Ketika mereka membawa putri saya, Becki, ke 
unit gawat darurat di rumah sakit, saya tahu bahwa mereka akan segera keluar 
bersamanya. Lagipula, bukankah jemaat gereja kami sedang mendukung kami dalam 
doa ? Meskipun Allah belum menyembuhkan kanker pada kakinya, namun bukankah Dia 
seringkali bekerja pada saat-
saat terakhir ? Tidakkah akan menjadi kesaksian yang indah bila Dr. Kline 
keluar dan mengatakan pada Sally, saya dan saudara-saudara perempuan Becki, 
serta begitu banyak sahabat di sekeliling kami, bahwa tumor itu tiba-tiba 
lenyap ?

Beberapa jam kemudian, Dr. Kline keluar dari ruang operasi namun tidak dengan 
berita seperti yang saya harapkan. Sebaliknya ia mengatakan bahwa mereka harus 
mengamputasi kaki Becki. Bagian tubuhnya yang lain belum terserang sel-sel 
kanker, karena itu nyawanya masih tertolong. Namun, ia harus kehilangan 
kakinya! Ia tidak akan berlari-lari lagi. Apa pendapat dari jemaat yang saya 
layani tentang kuasa doa bila hal ini terjadi pada kami? Mengapa 
Allah mengecewakan kami? Ya, Tuhan, usianya saja baru 16 tahun!

Saya  berpaling pada Sally dan berkata, "Kita harus kuat sekarang. Kita harus 
melalui saat-saat sulit ini dengan kekuatan kita sendiri. Jelas sudah, Allah 
tidak mau menolong kita."
Sally (Istri & Ibu Becki) : Saya terkejut mendengar ucapan Jim. 
Allah memang tidak menjawab doa kami seperti yang kami harapkan, tetapi saya 
tahu Dia akan membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang setia. Becki akan segera 
sembuh dan karena ia masih memiliki pandangan yang positif terhadap hidup ini, 
saya tahu bahwa 
semangatnya tidak ikut teramputasi.

Becki (Anak, 16 tahun) : Saya juga berharap Allah akan memberikan mukjizat Nya 
untuk saya. Namun jika tidak, saya tahu Dia akan menguatkan saya. Allah 
berjanji akan memberikan segala sesuatu yang saya butuhkan. Jika saya 
membutuhkan dua kaki. Dia tidak akan mengambil satu kaki saya. Saya tidak mau 
dikasihani meski saya tahu bahwa saya harus berjuang melalui proses penyembuhan 
dan membiasakan diri dengan kaki palsu saya.

Jim : Tatkala bergumul melawan keragu-raguan dalam diri saya, beberapa sahabat 
baik bersedia mendengarkan luapan perasaan saya. 
Saya bertanya kepada mereka, "Apakah Allah terlalu sibuk menjawab doa orang 
lain yang sedang mencari tempat parkir sehingga Dia tidak punya waktu untuk 
menyembuhkan kaki Becki? Bagaimana mungkin saya dapat kembali berdiri di 
hadapan jemaat dan mengajar bahwa Alkitab adalah kebenaran?" Saat ini saya 
sadar bahwa saya hanya memiliki satu pilihan. Maukah saya membiarkan Dia 
menunjukkan kedaulatan Nya sebagai Allah? Pada akhirnya saya menyadari bahwa 
yang menakutkan adalah bila saya menjauh dari Nya.

Pada minggu-minggu selanjutnya setelah operasi Becki, saya mengakui bahwa 
berdoa bukan berarti memilih dan mengambil sendiri berkat yang saya inginkan. 
Sebaliknya, doa adalah perjanjian saya dengan Allah, suatu pengakuan akan 
keberadaanNya  dan bahwa saya mengizinkan rencanaNya terjadi dalam hidup saya, 
apapun itu. Dia ingin agar saya 
memberi Nya kesempatan untuk menjadi Allah, dan mengatakan kepadaNya bahwa saya 
siap bertumbuh secara rohani lewat berbagai penderitaan dan masalah. Keraguan 
saya pun sirna. Akhirnya saya dapat berkata,"Baiklah, Allah, saya memang tidak 
mampu memahami hal ini, 
tetapi saya percaya bahwa Engkau akan memelihara kami semua. Saya akan 
memberiMu kesempatan untuk menyatakan kedaulatanMu sebagai Allah."

Sally : Saya lega Jim mampu mengatasi kepedihan hatinya. Yang lebih 
mengembirakan lagi adalah respon Becki dalam menghadapi keadaannya. Suatu hari 
ia bermain roller skate lagi. Karena ia bermain berpasangan, ia tidak perlu 
menggunakan tongkat penyangga. Ketika 
musik berakhir, ia mengakhirinya dengan melakukan putaran hanya dengan satu 
kaki.

Seorang anak lelaki kecil yang baru pertama kali melihatnya berteriak,"Oh, kamu 
kehilangan satu kaki?"
Dengan keterkejutan yang dibuat-buat Becki menjawab,"Benarkah? Ya, ampun. Saya 
selalu menghilangkan banyak barang. Ibu saya akan membunuh saya kalau ia tahu 
bahwa saya menghilangkannya. Maukah kamu membantu mencarikan kaki saya ?
Anak itu dengan sungguh-sungguh mulai mencari kaki Becki yang disangkanya 
benar-benar hilang. Akhirnya, Becki menunjukkan tongkat penyangganya dan 
menjelaskan tentang kakinya.
Saya sangat sedih dengan keadaan Becki. Saya sedih melihat penderitaannya 
setelah operasi dan bagaimana ia berusaha menyesuaikan diri untuk hidup dengan 
satu kaki. Tetapi selera humornya membuat saya semakin percaya atas kedaulatan 
Allah dalam peristiwa ini.

Becki : Allah telah memakai kehilangan ini agar saya memiliki hati yang penuh 
belas kasihan kepada orang-orang yang dalam penderitaan. 
Saya belajar tentang terapi pemulihan, sehingga saya dapat melayani banyak 
orang cacat lainnya. Disamping itu, Dia juga memakai saya dalam hal-hal yang 
tak pernah saya duga sebelumnya. Beberapa tahun setelah operasi itu, seseorang 
berkata kepada saya, "Sikap Anda yang tidak malu dengan keadaan tubuh Anda 
membantu saya untuk dapat menerima diri sendiri. Saya terlalu keras kepala dan 
malu dengan bentuk kaki saya. Namun sewaktu saya melihat Anda pergi dengan 
mengenakan celana pendek atau baju renang, tanpa malu menunjukkan kaki anda 
yang buntung, saya menjadi sadar betapa konyolnya saya karena malu dengan 
ketidaksempurnaan tubuh saya. Sejak itu, saya dapat menerima banyak hal pada 
diri saya dan menyadari bahwa ketidaksempurnaan merupakan bagian keunikan saya."

Kini, beberapa tahun kemudian, saya menikah dengan seorang pendeta, Craig 
Sanders, dan kami dikaruniai tiga putri yang aktif. Sebagai istri pendeta, saya 
banyak menghibur orang lain dan mengembangkan komisi wanita. Saya 
berjalan-jalan santai dengan menggunakan tongkat penyangga sebanyak tiga atau 
empat kali seminggu, bersepeda, bermain ski, dan mengelola bisnis kursi rotan 
di rumah. Allah sangat baik kepada saya dan saya bersyukur atas perbuatan 
tanganNya bagi hidup saya.

Jim & Sally Conway, Becki Conway Sanders
Embun Bagi Jiwa
Gloria 
=================================================
From: Dewi Kriswanti 

DOA YANG DITERIMA
Bacaan : Mazmur 6:1-11

"TUHAN telah mendengar permohonanku, TUHAN menerima doaku." (Mazmur 6:10).
Doa bukan sekedar kebiasaan yang harus dilakukan oleh orang percaya. Doa adalah 
jalan yang menghantarkan diri kita untuk bertemu dengan Allah. Doa juga kunci 
untuk merebut kuasa yang membawa mujizat. Meski dengan kata-kata sederhana, 
namun sangat bersar kuasanya . 

Mungkin saat ini saudara mengalami persoalan kehidupan yang cukup berat. 
Sepertinya persoalan yang terjadi tidak ada jalan keluarnya, dan andapun tidak 
tahu kapan akan selesai. Jangan takut dan berputus asa, masih ada harapan jika 
tangan dan hati anda diarahkan ke sorga melalui doa. Selama kita masih memiliki 
kehidupan doa, maka selalu akan ada kuasa dan mujizat di dalam kehidupan kita. 
Rahasia apakah yang harus kita ketahui agar setiap doa yang kita naikkan kepada 
Allah dapat diterima dan menghasilkan mujizat?
1.Doa dengan iman yang sungguh (Yak.1:6-7). Doa yang dinaikkan dengan iman yang 
sungguh dan tidak bimbang, pasti akan mendapat jawaban. Iman yang sungguh dan 
tidak bimbang akan menggetarkan hati Allah sehingga belas kasihanNya 
dilimpahkan kepada kita. 
2. Datang dengan hati yang hancur (Maz. 51:19). Berdoa dengan hati yang hancur 
berarti, diri kita sedang mengatakan bahwa Allah saja yang sanggup menolong dan 
melepasakan diri kita dari persoalan yang terjadi. Inilah pengakuan kita, bahwa 
tanpa Allah terlibat, maka segala sesuatu yang kita usahakan dengan cara dan 
kemampuan kita sendiri maka semuanya akan sia-sia saja. 
3. Memiliki hidup yang benar (Yak5:16). Jika hidup kita benar dan jujur 
dihadapan Allah, maka kita akan menjadi orang yang dikenan oleh Allah. Jika 
demikian maka setiap doa dan permohonan yang kita naikkan akan didengar oleh 
Allah, karena kita orang yang benar di pemandanganNya.
4. Percaya bahwa kita sudah menerimanya (Mat 21:22). Inilah tindakan iman yang 
harus ada pada setiap kita jika kita meminta seseuatu di dalam doa kita kepada 
Allah. Karena Allah menghargai iman kita yang penuh kepercayaan dan tidak 
bimbang sedikitpun. 

Jadi tidak ada yang perlu kita takutkan di dalam hidup ini, jika kita hidup 
dekat dan memiliki hubungan yang akrab dengan Allah melalui doa. Untuk itu, 
rubahlah cara doa kita kepada Tuhan, dan hiduplah dengan berlandaskan 
firmanNya, maka mujizat akan selalu terjadi di dalam hidup kita. Bangunlah 
menara doa anda, karena doa akan memberikan mujizat dan kemenangan di dalam 
kehidupan.(Ariel)
Doa:Tuhan Yesus, hanya ke dalam tanganMu kami menyerahkan hidup ini. Amin!

ADA HARAPAN JIKA TANGAN DAN HATI KITA ARAHKAN KE SORGA MELALUI DOA
=============================================
From: Christy Hutagalung 

Doa Rosario dibubarkan FPI di Palmerah

Tolong doakan mereka....yang tidak tahu apa yang mereka telah perbuat!!
Tuhan.. Ampunilah mereka..
Sebab mereka tidak tahu apa yang telah mereka perbuat..  
Moga2 hal2 seperti ini tambah menguatkan iman kita, karena ini salah satu salib 
kita sbg pengikut Yesus..

Waspadalah, banyak teroris berbungkuskan agama di sekitar anda! 
Meneriakkan nama Tuhan tapi bertindak brutal dan ngawur. 
Kita harus hadapi mereka dgn tenang, tapi akurat. 
Sayangnya pemerintah tidak bertindak apapun shg mereka jadi meraja lela dan 
makin tak tahu diri... 
Apa bedanya dgn teroris yg melakukan pengeboman jika begini? 
salam, 
totot 

*prihatin, hanya bisa mengurut dada dan geleng2 kepala sembari berdoa* 

 Info sekilas, hati2 dan waspadalah, bisa terjadi di lingkungan Anda. 
 
     Hari Selasa (11/10) malam lalu, FPI kembali beraksi. Ceritanya 
"mirip-mirip" seperti yang terjadi di Taman Getzamani lebih dari 2.000 tahun 
silam. Ketika itu, Yesus dan beberapa muridanya tengah berdoa, tiba-tiba 
digruduk para begundal Yahudi, para pemimpin agama, kaum munafik, dan tentara 
di bawah pimpinan sang pengkhianat Yudas Iskariot. 
     Yang terjadi Selasa malam lalu, tak beda-beda jauh. Ketika umat di sebuah 
lingkungan kawasan Palmerah Barat (sekitar Hotel Pitagiri), tengah berdoa 
rosario bersama (bulan Maria), tiba-tiba digruduk sejumlah orang yang 
mengatasnamakan dari kelompok FPI. Mereka datang bersenjatakan pentungan 
seperti hendak menggerebek perbuatan maksiat atau permainan judi, atau sebuah 
transaksi narkoba. Tanpa sopan santun mereka menerobos. 
     Mereka datang. Masuk. Bertereriak-teriak. Mengacung-acungkan pentungan! 
Tuntutannya satu: bubarkan acara keagamaan (rosario) itu! Kalau mereka tidak 
mau membubarkan diri dan menghentikan acara, rumah yang digunakan untuk 
kegiatan keagamaan itu akan dibakar, dan penghuninya akan diusir! 
     Di bawah ancaman dan (mungkin) cengkeraman rasa takut (atau moga-moga 
sekadar mencegah agar tidak terjadi pertumpahan darah) doa rosario pun 
dihentikan (Maafkan mereka yg tidak tahu apa yg mereka perbuat ya Tuhan). 
     Sudah puaskan para pendatang itu? Belum! Mereka masih minta agar yang 
punya rumah, ketua lingkungan dan lurah setempat di hadapan aparat (kok diam 
saja pak?) menandatangani surat pernyataan yang intinya tidak akan pernah 
mengulang kegiatan keagamaan seperti itu lagi, termasuk doa rosario di 
rumah-rumah yang diikuti oleh banyak orang (sementara mereka sendiri 
nggerombol2 gak karuan). 
     Saudara-saudara, bisa jadi peristiwa serupa akan terjadi juga di 
lingkungan Anda semua. Ya, bersiap-siap sajalah. Karena mereka tidak mau tahu: 
pokoknya semua kegiatan yang berbau Nasrani dan tidak dilakukan di gereja harus 
dilarang! Bahkan sudah di gereja pun, ada yg ditutup paksa! 
Semoga Tuhan bertindak menyadarkan mereka dgn segala cara.... 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IYOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke