From: "Mundhi Sabda H. Lesminingtyas" <[EMAIL PROTECTED]> Jangan Tanyakan Oleh Mundhi Sabda H. Lesminingtyas*
Akhir-akhir ini saya agak kelelahan menjawab pertanyaan tentang sahabat saya; Leauw yang berada di penjara. Banyak teman yang mempertanyakan "Mengapa orang-orang percaya seperti Leauw Tuhan biarkan terlempar ke penjara?" Tidak sedikit juga yang bertanya "Apakah orang-orang yang dipenjara bisa memuliakan namaNya atau malah sebaliknya mempermalukan Tuhan?" Leauw yang ditahan karena dituduh melanggar pasal 378 atau penipuan, tiba-tiba menjadi topik pembicaraan yang seru diantara teman-teman saya. Entah mengapa, banyak orang memposisikan saya layaknya kepala Biro Humas untuk kasus Leauw. Kalau sekedar bertanya tentang kabar Leauw, saya ikut besar hati karena hal tersebut menggambarkan kepedulian mereka terhadap Leauw. Saya bisa mendadak lelah dan tidak berminat menjawab jika pertanyaan teman bercorak "mengapa begini, mengapa begitu" Terlebih lagi kalau si penanya langsung menciptakan jawabannya sendiri yang bernada menghakimi. Seperti seorang teman yang bertanya "Mengapa Leauw bisa di penjara?" Tanpa menunggu jawaban, ia pun menjawab pertanyataannya sendiri "Leauw dipenjara bukan kehendak Tuhan tetapi karena kehendaknya sendiri yang telah berbuat dosa!" Rasanya saya ingin berteriak "Stop! Jangan tanyakan kepadaku mengapa orang percaya bisa dipenjara! Tanyakan saja kepadaNya, apa maksud Tuhan yang telah mengijinkan anak-anakNya dipenjara?" Tidak hanya lelah menghadapi pertanyaan orang-orang di luar penjara, saya pun prihatin kalau orang-orang terpenjara yang saya lawat masih saja menyesali diri dan bertanya mengapa begini, mengapa begitu. Rasanya saya punya PR yang cukup berat ketika nara pidana menganggap bahwa terbuangnya mereka ke balik terali besi hanyalah sebuah kecelakaan. Pergumulan saya semakin berat jika narapidana mempercayai kuasa doa sebagai kuasa dirinya memaksakan kehendak Tuhan. Tidak sedikit dari nara pidana yang berdoa berapi-api dan penuh keyakinan "Tuhan bebaskan aku segera, karena aku tahu Engkau mampu melakukannya. Ayo Tuhan, lakukan sekarang untuk aku! Aku bukan hanya meminta, tapi memohon dengan sangat : bebaskan aku segera!" Menghadapi narapidana yang demikian, saya tidak bisa lagi menghiburnya dengan kata-kata yang tidak pasti. Menurut saya, kebutuhan mendesak untuk narapidana semacam itu adalah pembetulan keyakinan dan cara pandang mereka tentang tentang kasih dan penyertaan Tuhan. Mereka juga harus dibantu supaya bisa mengerti dan menerima kehendakNya dengan setia dan penuh rasa syukur. Melihat begitu rumit dan uniknya masalah yang dihadapi setiap nara pidana, saya melihat bahwa mereka memerlukan terapi pribadi/individual. Orang-orang percaya yang Tuhan utus melawat mereka harus mampu menjadi kawan yang menyediakan telinga dan hatinya untuk pergumulan masing-masing narapidana. Setiap nara pidana harus dibantu supaya memiliki keyakinan dan cara pandang yang benar tentang kasih dan penyertaan Tuhan. Memang tidak semudah membalikkan tangan, untuk bisa membantu orang yang sedang jatuh terpuruk untuk bangkit kembali dan memiliki keyakinan serta pandang yang benar bahwa segala sesuatu Tuhan ijinkan terjadi karena Tuhan begitu mengasihi kita. Setelah beberapa kali menjenguk Leauw di rutan Polda Metro Jaya, saya merasa bahwa tidak ada cukup waktu untuk memberi nasehat atau mengingatkan Leauw akan Firman Tuhan. Melihat Leauw yang tidak seceria biasanya, saya yang pembawaannya cenderung "cengengesan" biasanya menghabiskan waktu untuk bercanda. Saya senang sekali kalau Leauw atau nara pidana lain yang saya jenguk bisa tersenyum lepas atau bahkan tertawa cekakakan. Sudah menjadi kebiasaan ketika bertemu nara pidana, saya langsung menjabat erat dan bertanya spontan "Bagaimana kabarnya?" Tanpa menunggu jawaban, saya biasanya langsung mengomentari perubahan pada diri narapidana "Lho, kok malah gemuk? Kerasan ya?" tanya saya sambil bercanda. Selanjutnya saya biasa mengisi waktu untuk bercanda atau ngobrol yang ringan-ringan. Rasanya memang bukan waktu yang tepat untuk memberikan nasehat atau menceramahinya. Supaya bisa "membetulkan" keyakinan dan cara pandang mereka tentang kasih dan penyertaan Tuhan, saya pun biasanya membawakan oleh-oleh buku rohani yang bisa memotivasi mereka. Surat pribadi yang saya tulis dengan penuh kasih juga merupakan oleh-oleh yang biasa saya bawa. Saya berharap surat tersebut bisa dibaca berulang-ulang, kapan saja ia mau. Saat menengok Leauw di penjara, saya pun membawa sepucuk surat yang saya berikan langsung kepadanya. Walaupun saya tak pandai menuliskan kata-kata indah, namun saya berharap bisa memberikan kata-kata yang benar. Inilah salah satu surat saya untuk Leauw. ---- Yang terkasih sahabatku Leauw, Saya bisa merasakan bahwa hidup di dalam penjara adalah sebuah penderitaan Namun jangan pernah berpikir bahwa penderitaan adalah cobaan. Jangan pula menyangka bahwa penderitaan adalah kutukan dari Tuhan. Jangan juga menganggap bahwa Tuhan sedang membiarkanmu menderita. Walau sunyi mencekam, tapi yakinlah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkanmu Yakinlah bahwa Tuhan untuk selalu rindu menggapaimu Supaya engkau senantiasa hidup di dalamNya Bila penderitaan itu harus terjadi di dalam hidup kita Yakinlah bahwa ada rencana Tuhan di balik semua peristiwa Mungkin sulit dimengerti, mengapa Tuhan mengijinkanmu dipenjara. Namun satu hal yang harus kita mengerti : penjara bukanlah neraka !!! Walau saat ini kau terbuang ke penjara, namun ingatlah bahwa dirimu tetap bernilai danterhitung penting dalam karya penyelamatanNya. Saat-saat kita tak bisa bebas berkarya di dunia luar sana, Tuhan ingin kita punya waktu khusus bersamaNya. Merenung dan mencari maksud Tuhan di balik setiap peristiwa adalah salah satu cara yang tepat untuk semakin mengerti kehendakNya. Apapun yang terjadi, yakinlah bahwa Tuhan punya maksud yang agung untuk menyelamatkan kita. Melalui saat teduh, kita bisa menelanjangi diri kita sendiri Menengok sebentar ke belakang untuk menemukan jejak-jejak hitam yang pernah kita lalui. Lihat, lihat dan lihat kembali. Sejenak melihat kembali kesalahan kita, bukan berarti kita harus menyesali diri atau mencari kambing hitam. Namun menjadikan semua kesalahan itu sebagai tonggak-tonggak pengingat, supaya kesalahan serupa tak terulang kembali. Belajarlah dari kesalahan masa lalu tanpa larut dalam kekecewaan. Lalu ucaplah syukur karena Tuhan begitu sayang kepada kita. Kalau kita dipenjara karena kesalahan kita Yakinlah bahwa inilah saat yang Tuhan inginkan supaya kita memutar haluan, kembali ke jalanNya. Walau hidup terasing di penjara sungguh berat dan menyakitkan, pandanglah bahwa rasa sakit itu terjadi karena tangan Tuhan begitu kuat menarik kita yang telah berada di pinggir jurang. Walau sakit, proses itu harus terjadi supaya kita selamat. Kalaupun kita hidup benar namun terbuang ke penjara, yakinlah bahwa ada maksud Tuhan yang begitu indah di balik semua itu. Tuhan ijinkan kita menderita dan terpenjara, supaya di saat-saat mendatang kita lebih peka dan pandai berempati terhadap orang-orang yang terpenjara. Kemudian kita bersikap dengan tepat dan melayani mereka dengan cinta..dan mereka pun memuliakan nama Tuhan! Ada kalanya Tuhan menempatkan kita di penjara karena Tuhan ingin menyelamatkan orang-orang yang terpenjara bersama kita. Atau Tuhan ingin memakai kita untuk memberitakan Kabar Baik di sana. Tuhan mengijinkan kita berada di penjara, supaya kita tahu bagaimana ketulusan pelayan Tuhan dan kualitas pelayanannya. Bila pelayanan di penjara belum menjawab kebutuhan, suatu saat engkau bisa mengembangkan cara yang tepat untuk mengembalikan narapidana ke jalanNya. Sambil menantikan hari-hari pembebesan, kita hanya bisa berdoa dan berserah secara total kepada Tuhan. Berdoa dan mintalah yang terbaik dariNya. Belajarlah untuk tidak memaksakan kehendak kita, tetapi berilah keleluasaan bagi Tuhan untuk berkehendak. Kalaupun apa yang Tuhan berikan tidak sesuai dengan kehendak kita. Berusahalah untuk tetap setia menerima dan menjalaninya dengan rasa syukur Tanpa kita mendesakNya, Tuhan tahu yang terbaik untuk kita. Kalau Tuhan memandang baik kita bebas secepatnya, Tuhanpun akan melepaskan kita segera. Namun bila kita masih perlu lebih banyak waktu untuk mengerti kehendakNya, janganlah menolak untuk tetap di sana. Tuhan maha tahu, waktu yang tepat dan Dia ingin proses pembelajaran untuk kita berjalan sesuai rencanaNya. Yakinlah bahwa suka dan duka dipakai Tuhan untuk kebaikan kita. Tetaplah tersenyum, bersyukur dan berpengharapan di dalamNya. Salam hangat penuh kasih, Mundhi Sabda H. Lesminingtyas **************************************************************** * Penulis buku "TANGAN YANG MENENUN" yang mengisahkan perjuangan orang tua tunggal dalam mengajar anak tentang kasih dan takut akan Tuhan. Informasi buku ini bisa dilihat di www.mangucup.net atau www.mangapulsagala.com atau http://bogor.bpkpenabur.or.id/mambo/ atau hubungi [EMAIL PROTECTED] atau SMS ke 08151661312 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IYOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] JNM Mailing list are managed by : Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver) If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED] Web Site : http://www.iprf.us -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

