|
PENGAMPUNAN Thesis
32 Pengampunan
tidak bermanfaat bagi orang berdosa kecuali dia
menerimanya. Engkau mungkin pernah mendengar
cerita beberapa tahun yang lalu tentang seorang yang dijatuhi hukuman mati,
menantikan eksekusinya. Seseorang berusaha menangani
kasusnya, membuat permohonan untuk menyelamatkan hidupnya, dan dia diberikan
pengampunan. Tetapi dia menolak untuk
menerimanya. Penolakan itu menyebabkan
kegemparan di kalangan pakar hukum. Apa yang akan engkau
lakukan kepada orang yang menolak untuk diampuni? Kasus
itu akhirnya dibawa ke Mahkamah Agung, dan keputusan telah dibuat. Jika pengampunan diberikan, tetapi pengampunan itu tidak diterima,
maka pengampunan tidak dapat dipaksakan kepada siapa pun. Dan orang yang menolak untuk diampuni itu melangkah kepada
kematiannya. Umat manusia berada di bawah
ancaman hukuman mati. Kita dipenjara di planet
ini, menunggu eksekusi. Tetapi Yesus telah mengusahakan
kasus kita. Dia turun dan mati menggantikan tempat
kita, menanggung hukuman kita, menjadi pengganti kita. Dia menawarkan pengampunan. Tetapi kita
menolak untuk menerimanya. Pengampunan adalah "transaksi" dua
arah.
Agar pengampunan terjadi, harus ditawarkan dan
diterima. Pernahkah engkau mengalami hal itu
dalam tingkat hubungan antar manusia? Pernahkah
seseorang bersalah kepadamu, dan engkau telah datang kepadanya menawarkan
pengampunan, namun dirimu hanya mendapatkan kekecewaan?
Pernahkah engkau menemukan bagi dirimu sendiri bahwa
pengampunan harus dua arah? Engkau bisa saja
begitu pengampun. Engkau bisa saja dengan semangat yang
tulus menginginkan agar hubungan itu dipulihkan. Tetapi jika pihak lain
itu tidak menerima pengampunan yang engkau berikan, pengampunan tidak akan terjadi. Dalam Lukas 17:3 Yesus berkata
kepada murid-murid-Nya bagaimana mereka harus membalas orang yang berdosa
terhadap mereka. Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan
jikalau ia menyesal, ampunilah ia. Alkitab tidak mengatakan, Jikalau saudaramu berbuat dosa, ampunilah
dia. Dalam
ayat 4, Yesus menarik garis bahkan lebih dekat lagi, Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh
kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal. Engkau
harus mengampuni dia. Kembali orang yang bersalah
harus bertobat untuk diampuni. TUHAN
memiliki semacam penghormatan yang tinggi terhadap kuasa memilih kita
sehingga Ia tidak akan memaksakan bahkan
pengampunan-Nya kepada kita. Dia menawarkannya dengan
cuma-cuma. Dia mendorong kita untuk menerimanya.
Tetapi pilihan akhir adalah milik kita. Kita dapat menolaknya jika kita memilih
demikian. Saat
Yesus dipakukan pada salib, Dia mengucapkan sebuah doa
bagi orang-orang yang menyalibkan Dia. Kata-kata-Nya diulang-ulang sepanjang
masa, hingga sampai hari ini, Bapa, ampunilah mereka; karena mereka tidak tahu
apa yang mereka perbuat. Pengampunan-Nya tidak terbatas,
luas bahkan hingga kepada orang-orang yang membunuh Dia. Dia berdoa bagi mereka
secara khusus. Tetapi apakah doa-Nya
dijawab? Apakah mungkin bagi doa-Nya untuk
dijawab? Apa yang memutuskan apakah doa-Nya akan
dijawab? The
Desire of Ages, hal. 745, mengatakan kepada kita, Beberapa orang
oleh karena ketidak-menyesalan mereka akan membuat
sebuah kemustahilan bagi doa Kristus dijawab untuk
mereka. TUHAN membuat ketentuan untuk
pengampunan yang berkelimpahan dan ditawarkan
cuma-cuma. Yesus menyediakan suasana bagi
pengampunan. Dan beberapa orang menerima, dan beberapa
yang lain menolak. Bagi orang-orang yang menolak,
pengampunan-Nya tidak bermanfaat. Pengampunan hanya
bermanfaat bagi orang yang mau menerimanya. Pengampunan
tersedia. Pengorbanan Kristus di salib
cukup untuk memasukkan setiap jiwa yang pernah lahir ke dunia ini dalam
keselamatan-Nya. Satu-satunya yang dapat menghalangi
engkau untuk diampuni adalah dirimu
sendiri. Itu adalah pilihanmu. Pengampunan menjadi milikmu jika engkau
menerimanya. 95
Theses on Righteousness by Faith, Morris L. Venden,
Pacific
Press Publishing Translated
by Joriko Melvin Sihombing -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] JNM Mailing list are managed by : Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver) If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED] Web Site : http://www.iprf.us -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|
Title: PENGAMPUNAN

