|
From: John Adisubrata
KASIH: 'I WANT TO KNOW
WHAT LOVE IS' (1)
Oleh: John Adisubrata ADA APA DENGAN CINTA?
"Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua
bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai
KASIH, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang
gemerincing." (1 Korintus 13:1)
Dari masa ke masa di setiap bagian penjuru bumi selalu tercipta lagu-lagu
baru dengan tema klasik mengenai cinta, lagu-lagu yang sering kali
menggambarkan kerinduan seseorang untuk mengutarakan isi hatinya kepada seorang
kekasih idamannya. Tidak jarang lagu-lagu tersebut juga dibubuhi syair-syair
berbau cengeng, yang melukiskan penderitaan-penderitaan yang harus
dilalui seseorang oleh karena: tertolaknya cinta, rasa duka gara-gara cinta yang
bertepuk sebelah tangan, retaknya hubungan kasih yang mengakibatkan perpisahan,
bahkan perceraian di dalam keluarga.
Di Amerika Serikat syair lagu-lagu semacam itu mudah sekali
ditemukan melalui musik-musik berirama 'Country Western', yang sering
kali menjadi bahan tertawaan para penolaknya. Di Jerman lagu-lagu
tersebut dijuluki dengan suatu nama ejekan: 'Die Schnulze'.
Yang paling menakjubkan, hingga sekarang lagu-lagu cengeng seperti itu
masih mempunyai banyak penggemar di Indonesia. Pada zaman penjajahan
pra-1945 lagu-lagu tersebut biasanya hanya diwakili oleh musik yang berirama
'Keroncong'. Tetapi semenjak dasawarsa ke-70 mereka juga melanda dunia
musik Indonesia melalui lagu-lagu yang berirama populer lainnya.
Apakah lagu-lagu bernada dan bersyair cengeng mengenai cinta,
bahkan mengenai segala masalah yang dimulai oleh cinta,
sebenarnya menjadi sukses oleh karena para penggemarnya bisa menghayati
kesejajaran syair-syairnya dengan pengalaman-pengalaman atau
masalah-masalah hidup mereka sendiri?
Pernahkah Anda mendengar dan memperhatikan syair sebuah lagu
'rock' berjudul 'I Want to Know What
Love is' (Aku Ingin Mengetahui Arti Kasih) yang
sangat 'ngetop kurang-lebih pertengahan dasawarsa ke-80 yang lalu? Lagu tersebut
memperdengarkan irama sangat manis dengan nada-nada minor, diiringi kata-kata
lirih yang dengan jitu sekali dapat menyentuh dan menyayat-nyayat hati para
pendengarnya.
Apakah lagu 'I Want to Know What Love is' sebenarnya melukiskan
kehidupan seseorang yang sedang dilanda kesepian, lalu berupaya untuk
menemukan MAKNA KASIH yang sejati dari seorang kekasih idamannya?
Atau, ... apakah syair lagu sangat 'catchy' tersebut mempunyai
suatu arti yang jauh lebih dalam lagi, sehingga dapat membongkar
rahasia kerinduan hati manusia akan MAKNA HIDUP yang lebih berarti, di
tengah-tengah arus gelombang kehidupan yang bergejolak tak menentu ini?
Yang pasti irama refrein lagu 'ballad' ciptaan Mick Jones, pemain gitar utama rock group
'Foreigner', telah
mengungkapkan suatu syair yang berulang kali memaparkan kerinduan hatinya untuk
mengetahui kebenaran makna kasih yang sejati. Perhatikanlah dengan
seksama arti sebenarnya yang tersembunyi di balik setiap kata kasih di dalam refrein lagu yang ditulis oleh
pena pemusik berbakat ini:
I want to know what love
is (Aku ingin mengetahui
arti kasih)
I want you to show me (Aku ingin agar engkau menunjukkannya kepadaku) I want to feel what love is (Aku ingin merasakan kebenaran kasih) I know you can show me (Aku tahu engkau sanggup menunjukkannya kepadaku) Perhatikanlah juga syair yang dipergunakan di dalam 'bridge' lagu
tersebut, yang meneriakkan rasa putus asa yang diderita olehnya:
In my life there's been heartache
and pain
(Di dalam hidupku ada kepiluan
dan derita)
I don't know if I can face it again ('Ku tak tahu apakah aku mampu menghadapinya lagi) Can't stop now, I've travelled too far (Tak bisa berhenti sekarang, 'ku t'lah berkelana terlampau jauh) To change this lonely life ('Tuk mengubah hidup yang kosong/sepi ini) Tak dapat dibantah, lagu tersebut telah mengemukakan suatu kenyataan hidup
masyarakat dunia pada masa itu. Bahkan yang pasti, inti syairnya masih tetap
relevan sampai sekarang untuk menyingkapkan rahasia kehampaan hidup
yang diam-diam selalu tersembunyi di dalam hati para
penggemarnya!
Amsal raja Salomo yang
menyinggung masalah ini, mengatakan: "Orang yang
menyanyikan nyanyian untuk hati yang sedih adalah seperti orang
yang menanggalkan baju di musim dingin, dan seperti cuka pada luka."
(Amsal 25:20)
Setiap generasi, baik yang sudah berlalu maupun masakini, pasti akan
melewati masa-masa genting, di mana mereka terus berusaha untuk menelusuri di
dalam kehidupan mereka arti kasih yang sesungguhnya. Kendatipun di luar
kesadaran mereka sendiri, yang sebenarnya amat mereka dambakan adalah
makna dan tujuan hidup itu sendiri!
Melalui media dunia, masyarakat mengajarkan kepada umat manusia untuk
mencari makna hidup sesuai dengan standar-standar yang sudah ditentukan olehnya,
yaitu: mendahulukan kepentingan diri sendiri, mengabaikan moral
hidup, penampilan yang 'sempurna', harta
kekayaan yang berlebih-lebihan, kedudukan karir yang dapat
meningkatkan status di mata masyarakat, kekuasaan yang
semena-mena, penghargaan dan sanjungan manusia, serta segala
sesuatu yang dapat menaikkan harga diri sendiri. Semua itu merupakan
syarat-syarat utama di dalam kesemuan arti makna hidup yang diajarkan
oleh masyarakat dunia kepada 'para' penduduknya. Jadi makna
hidup yang bersifat egosentris sekali!
Lagu ballada yang dialunkan oleh suara khas penyanyi tenar Lou Gramm, pelopor rock group Foreigner,
telah jitu mengemukakan secara terbuka sekali kondisi hati manusia yang
sebenarnya, yang terus-menerus berusaha menemukan sesuatu untuk memenuhi kekosongan hidup
mereka yang tak pernah terpuaskan. Kehidupan hampa yang mengakibatkan
rasa pilu dan sedih, yang tidak jarang memaksa mereka untuk bertindak nekat,
mengambil jalan pintas sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi, atau
mengakhiri kepedihan hati mereka.
Berbeda sekali dengan lagu-lagu cengeng mengenai cinta yang sering kali
menimbulkan rasa jemu di dalam hati kala mendengarkannya berulang-ulang kali,
lagu 'I Want to Know What Love is' mampu memberikan suatu
'message' yang amat relevan, dengan menuding secara jitu sekali masalah
kehidupan umat manusia sepanjang masa. Terutama bagi kaum muda-mudi yang sedang
memburu makna kasih yang murni, yang menurut dugaan mereka, adalah
jawaban mutlak bagi kebahagiaan hidup yang sejati.
Oleh karena itu, pada saat diluncurkan untuk pertama kali di bulan Januari
1985, lagu 'I Want to Know What Love is' dapat segera menjamah
hati setiap pendengarnya secara masal, yang mengakibatkan lagu tersebut dengan
mudah serentak menduduki tingkat penjualan 'single' per keping
tertinggi 'music charts' (No
1) di seluruh dunia. Selain meraih kedudukan itu di
Australia, lagu tersebut juga berhasil melanda tangga lagu-lagu
'ARIA (Australian
Record Industry Association) - Top
50' selama berpuluh-puluh
minggu!
Sebuah lagu yang jelas dapat mengemukakan rahasia isi hati para
pendengarnya, yang selalu merindukan KASIH yang dapat
memuaskan serta membebaskan diri mereka dari rasa
takut atau kuatir akan masa depan yang tidak terduga. Tetapi
kenyataan yang harus diakui, usaha untuk menemukannya menggunakan
standar-standar yang sudah ditentukan oleh masyarakat dunia sambil mengandalkan
kekuatan diri sendiri, akan selalu berakhir dengan kekecewaan, karena semua itu
sia-sia belaka.
Jadi, ... ada apa sebenarnya dengan CINTA?
Salah satu dari tulisan-tulisan rasul Petrus yang dicatat di dalam firman
Tuhan mengenai kesia-siaan dan kekosongan hidup manusia, mengatakan: 'Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti
rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput,
rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi
firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil
kepada kamu.' (1 Petrus 1:24-25)
"sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi
besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang
sebentar saja kelihatan lalu lenyap." (Yakobus 4:14)
(Bersambung)
KASIH:
'I WANT TO KNOW WHAT LOVE IS' (2) MEMBURU
KASIH
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] JNM Mailing list are managed by : Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver) If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED] Web Site : http://www.iprf.us -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|

