|
Melangkah Dengan
Iman
Oleh : Mundhi Sabda H. Lesminingtyas* - Sinar Harapan Edisi Sabtu, 3 Desember 2005- Dengan banyaknya masalah yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup saya, saya menemukan 3 tujuan hidup. Yang pertama : mempersembahkan kembali talenta yang telah Tuhan berikan. Yang kedua : membesarkan ketiga anak saya dalam terang dan ajaran Kristus hingga mereka layak dipersembahkan kepada Tuhan serta mampu membangun keluarga kudus. Yang ketiga : menyediakan telinga bagi rekan-rekan senasib supaya mereka tetap yakin akan kasih dan penyertaan Tuhan. Dari ketiga tujuan tersebut, saya berusaha menulis ntuk memuliakan Tuhan. Saya juga harus membagi waktu dengan ketat supaya bisa tetap bekerja untuk mendapatkan uang demi anak-anak, tanpa mengabaikan perkembangan mereka. Untuk mencapai tujuan ketiga, sayapun bergabung di LK3 (Layanan Konseling Keluarga & Karir) sebagai volunteer. Melakukan banyak pekerjaan yang berbeda dalam waktu yang bersamaan sungguh membuat saya jungkir balik. Untuk menjaga kedekatan dengan anak-anak, tak jarang saya membawa mereka dalam pelayanan hingga larut malam. Rasanya saya hampir tak sanggup menjadi 4 pribadi sekaligus (sekretaris di kantor, penulis, ibu bagi 3 anak, dan konselor awam bagi rekan senasib). Ketika kantor saya mengalami gonjang-ganjing karena manajemen kantor pusat di Amerika meninggalkan nilai-nilai kristiani, atasan saya yang notabene seorang pelayan Tuhan pun mengundurkan diri. Saya dan staf lain barat ayam kehilangan induk. Suasana kerjapun semakin tidak kondusif bagi pencapaian tujuan hidup saya. Karena saya yakin bahwa visi hidup saya tak mungkin terwujud selama masih berada di lembaga tersebut, maka saya pun mulai melirik-lirik lowongan pekerjaan di tempat lain. Suatu kali, sebuah International NGO yang bergerak di bidang konservasi alam menawarkan pekerjaan yang sepertiga waktunya harus dihabiskan di pulau-pulau kecil di Halmahera. Posisi yang ditawarkan sangat bagus dan gajinyapun dua kali lipat dari gaji saya sebelumnya. Gejolak hati saya pun langsung mengiyakan. Namun setelah lama bergumul, saya diperhadapkan pada 2 pilihan, antara tujuan hidup atau kelimpahan uang. Apabila menerima posisi itu, saya bisa bermandi uang, tetapi tujuan hidup harus dikorbankan. Namun saya ragu, apakah benar uang yang saya peroleh bisa membeli kebahagiaan anak-anak saat saya berada di pulau terpencil tanpa akses untuk berkomunikasi. Ketika saya merasakan pergumulan yang sangat berat, saya membagi beban dengan kawan-kawan rohani, penginjil dan pembimbing rohani. Dari 8 orang yang saya jadikan teman curhat, 7 diantaranya tidak mendukung saya untuk menerima tawaran kerja tersebut. Sayapun tidak berani nekad karena saya percaya mereka dipakai Tuhan untuk membantu saya berpikir masak-masak sebelum mengambil keputusan. Suatu siang Pdt. Julianto mengundang saya untuk mendiskusikan rencana pelayanan LK3 di masa mendatang. Ketika Pdt. Julianto memaparkan rencana Counseling & Parenting Education, hati saya langsung berkata "Inilah tempat bagi saya untuk belajar menjadi orang tua yang berkenan di hadapan Tuhan". Ketika beliau membicarakan rencana workshop "How To Forgive", saya hampir berteriak "Yes! Saya harus punya ketrampilan forgive untuk membereskan kepahitan masa lalu. Saya ingin menikmati hidup tanpa sakit hati" Karena motivasi dasar pelayanan LK3 untuk menjadi agen penebus sangat cocok dengan visi hidup saya, maka saya pun tidak menolak ketika Pdt. Julianto mengajak saya bergabung di LK3 secara fulltime. Namun tidak begitu lama, pergumulan baru mucul. Di satu sisi, saya sangat tertarik dengan pelayanan LK3 . Di sisi lain, gaji yang ditawarkan hanya setengah dari gaji saya sebelumnya. Sungguh tidak mudah bagi saya untuk meninggalkan posisi yang cukup prestisius di lembaga bonafide dengan standar gaji internasional, kemudian beralih ke lembaga kecil dengan standar gaji lokal. Pergulatan batin saya mulai berkecamuk. Hati saya ingin melayani secara fulltime di LK3. Namun rasio saya mengatakan bahwa gaji yang ditawarkan tidak akan mencukupi kebutuhan saya dan anak-anak. Ketika hati saya semakin gundah, saya pun kembali berbagi beban kepada 18 kawan rohani, penginjil dan hamba Tuhan. Karena 16 orang sangat mendukung saya untuk fulltime di LK3, maka saya pun berpikir sederhana bahwa pelayanan di LK3 merupakan panggilan Tuhan. Ketika saya mulai kuatir dengan tabungan yang semakin hari semakin berkurang, Tuhan menggerakkan saya untuk membaca ulang email dari Job Palar yang menuliskan "Sebuah lompatan, selalu membutuhkan tenaga. Makin besar tenaga untuk melompat, akan semakin jauh jarak lompatannya. Barangkali dengan full time di LK3 mbak Ning akan lebih bisa mengaktifkan impuls-impuls yang selama ini kurang terlatih untuk peka. Finansial selalu menjadi pertimbangan, tetapi kerja keras dalam berkarya buat Tuhan akan selalu mendapat harga yang setimpal, Mbak. Saya sendiri barangkali tak akan berani melakukan lompatan besar segagah mbak Ning dan saya hanya akan kagum" Senada dengan Job Palar, Budhe Farida Flahenda dari sebuah lembaga pelayanan kristiani di Malang mengatakan bahwa memutuskan untuk fulltime di LK3 berarti saya melangkah dengan iman. Dari sinilah saya kembali diyakinkan bahwa selama saya berserah total dan bekerja keras di dalam Tuhan, maka Tuhan tidak akan membiarkan saya dan anak-anak mati kelaparan. Saya yakin bahwa kerja keras menggarap dan menabur di ladang Tuhan pasti akan menghasilkan buah yang manis. Keyakinan saya atas pemeliharaan Tuhan dalam hidup saya, tidak serta merta membuat Tuhan menjatuhkan rejeki nomplok dari langit. Ketika saya bersandar pada pemeliharaan Tuhan, Tuhan pun memberi saya akal budi untuk mengelola hidup secara lebih bijaksana dan efisien. Memang tidak mudah menerapkan sikap hemat tanpa merasa berkekurangan. Namun saya tetap mencoba mengemas sesuatu yang tampaknya tidak enak dengan bungkus yang indah. Setiap hari saya membawa bekal makan dari rumah dengan dalih lebih bersih dan bergizi. Saya mengurangi konsumsi daging, ayam dan makanan berlemak lainnya dengan dalih hidup sehat tanpa kolestrol. Setiap pagi saya berjalan kurang lebih 600 m dari perempatan Citra Land ke kantor LK3 dengan dalih olah raga pagi. Ternyata hidup akan terasa ringan kalau kita menjalaninya penuh keiklasan dan suka cita. Terlebih lagi kalau kita melakukannya dengan iman. * Manajer Operasional LK3 =================================================
From: SS
Happy new year A ssemble with the Saints (Heb 10:25) P ray earnestly everyday (1 Thes 5:17, 18) P ray for great blessings (Mal 3:10) Y ield not to temptation (1 Thes 5:22) N eglect not your talents and opportunities (Gal 6:10) E xamine yourself daily (2 Cor 13:5) W ork diligently for the Lord (1 Cor 15:58) Y ield your members to righteousness (Rom 6:11, 16) E xercise yourself in Godliness (1 Tim 4:7) A im at sinless perfection (Heb 6:1) R edeem the time (Eph 5:15, 16) ************************************* Baca juga buku : Mengenal Dia Lebih Dalam (Kairos-2004), Dinamika Kehidupan Orang Percaya (Yasinta-2004), segera terbit bacaan orang muda : PACARAN ASYIK namun jangan ASYIK PACARAN!! -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] JNM Mailing list are managed by : Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver) If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED] Web Site : http://www.iprf.us -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- YAHOO! GROUPS LINKS
|

