PENGAMPUNAN DOSA

Topik pembicaraan kita hari ini adalah tentang pengampunan dosa. Yesaya 59:2 memberitahukan situasi yang sebenarnya dari keadaan rohani kita yang disebabkan oleh dosa-dosa kita, disitu kita baca:
"tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."

Dan Mazmur 130:4 menjelaskan suatu konsep yang menakjubkan, disitu kita baca:
"Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang."

Kemudian Daniel 9:9 lebih jauh mengatakan demikian:
"Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia"

Satu dari hal yang paling menarik dalam Perjanjian Baru ditemukan dalam Lukas pasal 4, yaitu ketika Yesus masuk ke dalam rumah ibadah di Nazaret. Disitu Ia diberikan kitab nabi Yesaya, dan kemudian Ia membuka Yesaya pasal 61 dan membaca ayat 1 dan 2, seperti yang kita temukan dikutip di Lukas 4:18-19 yang berkata demikian:
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan [pengampunan] kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Penjelasan yang indah dan singkat ini menggambarkan misi Tuhan Yesus Kristus di bumi yang sudah dikutuk karena dosa ini. Dan sebetulnya hal ini juga mengaris-bawahi kerusakan rohani yang total dari seluruh umat manusia.

- Secara rohani kita adalah miskin dan kita membutuhkan seorang Juruselamat
- Secara rohani kita adalah tawanan dari dosa-dosa kita atau tawanan dari Iblis
- Kita perlu untuk mendengar tentang pengampunan dari Allah supaya dapat dibebaskan dari penjara Iblis
- Kita perlu untuk diberikan penglihatan rohani
- Kita perlu untuk dibebaskan karena secara rohani kita adalah tertindas

Dan kemudian kita membaca tentang Tuhan Yesus Kristus di Kisah Para Rasul 10:43 demikian:
"Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."

Alkitab banyak mengajarkan tentang pengampunan dan bagaimana hal tersebut dihubungkan dengan "darah pendamaian". Tetapi mengapa darah pendamaian? Di Imamat 17:11 kita menemukan suatu prinsip, disitu kita baca:
"Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa."

Ini menjelaskan mengapa pada masa Perjanjian Lama ada begitu banyak domba, kambing, lembu, dan burung merpati yang dijadikan kurban pendamaian di atas mezbah di dalam Bait Suci --seperti binatang pada rumah pembantaian-- yang terjadi setiap hari. Dan dalam Perjanjian Baru di kitab Ibrani 9:22 kita membaca demikian:
"Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan."

Tetapi sebenarnya kurban macam apakah yang Allah maksudkan -- suatu macam kurban binatangkah? Jawabannya adalah tidak. Kita menemukan jawaban dari pertanyaan ini di Mikha 6:7, dimana kita baca demikian:
"Berkenankah TUHAN kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan ribu curahan minyak? Akan kupersembahkankah anak sulungku karena pelanggaranku dan buah kandunganku karena dosaku sendiri?"

Dan kita juga membaca di Ibrani 10:4 sebagai berikut:
"Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa."

Jadi bila Allah tidak menginginkan kurban darah dari binatang, kurban darah macam apakah yang sebenarnya Allah maksudkan? Kita mengetahui jawaban dari hal ini di Ibrani 9:12 yang berkata kepada kita demikian:
"dan Ia [yaitu Yesus] telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal."

Kemudian Wahyu 1:5 memberitahukan kepada kita demikian:
"dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya"

Ingatlah sebelumnya sudah kita bahas di Imamat 17:11 bahwa untuk mencurahkan darah adalah berarti untuk menyerahkan nyawa, karena "nyawa mahluk ada di dalam darahnya". Dan Tuhan Yesus Kristus adalah "Anak Domba yang disembelih sejak dunia dijadikan", seperti yang tertulis di Wahyu 13:8. Dan Yohanes pembaptis mengenali hal ini ketika pertama kali ia bertemu dengan Yesus. Di Yohanes 1:29 kita baca demikian:
"Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Jadi Yesus Kristus adalah "Pengantara Perjanjian Baru, dan darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel." seperti yang kita baca di Ibrani 12:24. Dan berbicara tentang mereka yang menerima "Perjanjian Yang Baru" atau "Injil Kasih Karunia", Wahyu 7:14 berkata kepada kita sebagai berikut:
"Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar [yaitu masa siksaan yang dahsyat]; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba."

Dan Yesaya pasal 63 menunjukkan fakta bahwa Kristus harus menanggung murka Allah sendirian supaya dapat membayar upah dosa-dosa umat-Nya. Hal ini juga digambarkan dengan jubah-Nya yang putih bersih dan kemudian tercemar oleh darah mereka-mereka yang Ia datang untuk menyelamatkan. Di Yesaya 63:1-3 kita baca demikian:
"Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra dengan baju yang merah, dia yang bersemarak dengan pakaiannya, yang melangkah dengan kekuatannya yang besar?" "Akulah yang menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan!" "Mengapakah pakaian-Mu semerah itu, dan baju-Mu seperti baju pengirik buah anggur?" "Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku! Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku, dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah cemar."

Dan 2 Korintus 5:21 memberikan kita gambaran yang sama dengan cara yang lain, disitu kita baca:
"Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah."

Ketika kita melihat kepada Alkitab untuk mempelajari tentang pengampunan yang indah yang Allah sediakan ini, biarlah kita memeriksa hati kita masing-masing untuk melihat bagaimana kita berdiri dihadapan Allah. Apakah kita sudah menerima pengampunan-Nya yang besar ini? Kalau sudah, apakah kita sudah turut memberitakan Injil Kristus kepada orang-orang yang lain supaya bilamana mungkin mereka juga dapat mengetahui pengampunan-Nya yang indah ini?

Heaven and earth shall pass away, but My words shall not pass away  (Matthew 24:35)
www.familyradio.com
============================================
 
Dinosaurus

OPEN FORUM 120899 E
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Jika kita semua berasal dari Adam dan Hawa, mengapa ada begitu banyak bangsa yang berbeda-beda?

MR. C: Kita mengetahui bahwa seluruh umat manusia berasal dari Adam dan Hawa yang hidup 13,000 tahun yang lalu, dan Hawa juga disebut sebagai "ibu dari segala bangsa" (Kejadian 3:20). Setelah Adam dan Hawa, kehidupan di dunia ini berlangsung terus selama kurang lebih 6,000 tahun, dan kemudian Tuhan menghancurkan seluruh isi bumi dengan air bah yang melampaui puncak-puncak gunung yang tertinggi pada waktu itu. Orang-orang yang berada di dalam bahtera dan lolos dari air bah itu hanyalah Nuh dan ketiga anak lelakinya beserta isteri-isteri mereka.

Kemudian kurang lebih 3,000 tahun setelah air bah, Tuhan membagi-bagi satu daratan yang sangat luas yang semula ada di bumi. Tuhan memisahkan daratan tersebut dan membagi-baginya menjadi beberapa benua yang kita kenal sekarang ini. Di Kejadian 10:25 kita baca:
"Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan."

Pada zaman Peleg-lah daratan di bumi dibagi-bagi menjadi beberapa bagian. Kebanyakan ilmuwan tidak percaya akan hal ini karena mereka tidak tunduk kepada kebenaran Alkitab tetapi mereka hanya tunduk kepada kebenaran mereka sendiri. Dan kemudian Tuhan juga mengacaukan bahasa-bahasa manusia ketika mereka membangun "menara Babel" yang puncaknya sampai ke langit. Ini adalah gambaran dari orang-orang yang berusaha untuk diselamatkan berdasarkan hasil karyanya sendiri, dan di Kejadian 11:8-9 kita baca:
"Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel [babbling/gagap], karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi."

Pada waktu itulah berbagai macam bangsa mulai terbentuk dengan bahasa yang berbeda-beda dan mereka tidak mengerti satu sama lain. Alkitab tidak mengungkapkan mengenai kapan tepatnya warna kulit berubah menjadi berbeda-beda, tetapi mungkin saja hal itu terjadi secara bersamaan seketika itu juga.

OPEN FORUM 030299 D
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Apakah pernah ada dinosaurus di bumi ?

MR. C: Adalah benar dinosaurus pernah hidup di bumi. Tuhan menciptakan dinosaurus pada hari yang ke-enam dari penciptaan pada waktu permulaan. Kerangka-kerangka binatang ini ditemukan di batu-batu yang berpasir di berbagai tempat di seluruh dunia. Dinosaurus bermacam-macam dalam ukurannya, ada yang kecil seperti seekor ayam, ada yang lebih besar dari seekor gajah dan lebih tinggi dari seekor jerapah.

Selama air bah di zaman Nuh, kurang lebih 7000 tahun yang lampau, semua binatang-binatang yang hidup, yang tidak ada di bahtera bersama Nuh dan keluarganya, telah musnah ditelan air bah itu. Sifat dari air bah itu adalah sangat mengerikan karena pada waktu itu air naik sampai di atas puncak gunung yang tertinggi pada zaman itu. Dan banyak binatang-binatang terperangkap dalam lapisan lumpur yang kemudian mengeras dan menjadi seperti batu, --demikianlah kita mempunyai fosil-fosil dari mahluk-mahluk zaman dahulu--.

Kita mempunyai catatan-catatan bisu dari berbagai macam binatang-binatang yang ada di bumi sebelum air bah. Di hari sekarang ini biasanya kalau seekor binatang mati, tulang-tulangnya tidak menjadi fosil; mereka hanya lepas dari bagian elemen-elemennya dan kemudian lama kelamaan menghilang menjadi debu. Jadi, ini adalah salah satu bukti bahwa bahwa air bah tersebut betul-betul pernah terjadi.

Dan Alkitab tidak menyebutkan kata dinosaurus, kata "dinosaurus" ditemukan oleh para ilmuwan, tetapi di Kejadian pasal 1 kita membaca bahwa Tuhan menciptakan binatang-binatang. Di Kejadian 7 kita membaca bahwa paling sedikit dua dari setiap macam binatang masuk ke dalam bahtera bersama Nuh, dan semua yang lain dimusnahkan. Dalam kitab Kejadian pasal 7 dan pasal 8 memberitahukan kepada kita sifat dari air bah itu.

For the earth shall be filled with the knowledge of the glory of the LORD, as the waters cover the sea.  (Habakkuk 2:14)
www.familyradio.com
======================================================
 
Doa Bapa Kami

OPEN FORUM 030101 JP-G
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Di dalam doa Bapa Kami di Lukas 11:4, apa yang Tuhan maksud dengan "janganlah membawa kami ke dalam pencobaan" ?

MR. C: Ketika para murid pada waktu itu meminta Yesus untuk mengajarkan mereka berdoa, Yesus kemudian memberikan mereka sebuah model doa. Ini tidak berarti bahwa setiap waktu kita harus berdoa dengan kata-kata yang persis sama, tetapi kita harus melihat kepada setiap pernyataan-pernyataan yang ada di dalam doa ini untuk memberikan kita petunjuk bagaimana seharusnya kita berdoa.

Perhatikan di ayat pertamanya di Lukas 11:2, kita baca:
"Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu;"

Kita harus berdoa kepada Bapa yang ada di Surga karena Dia-lah yang memberikan segala sesuatu dan hadiah yang sempurna. Hadiah yang paling sempurna yang bisa diberikan kepada kita adalah keselamatan.

Kemudian pernyataan "dikuduskanlah nama-Mu" berarti bahwa Bapa adalah Allah Yang Maha Kudus. Dia bukan hanya "seseorang" lain yang bisa kita panggil dengan sembarangan seperti "hai", Dia bukan seperti manusia atau ilah-ilah yang lain. Allah bukanlah siapa yang kita bisa berbuat sembarangan atau kita permainkan. Allah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, dari kekal Dia ada, dan Dia-lah yang memerintah atas segala sesuatu sejak dahulu kala, sekarang, dan sampai selama-lamanya sepanjang segala masa. Kemudian di Lukas 11:4a, kita baca:

"dan ampunilah kami akan dosa kami [hutang kami], sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami;..........."

Ini adalah doa untuk keselamatan. Keselamatan adalah keperluan yang paling penting dari seluruh umat manusia. Kemudian kita baca lagi di Lukas 11:4b:
"...............dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan [penghakiman]; tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat."

Ini adalah juga permohonan untuk mendapatkan keselamatan. Kata Yunani "pencobaan" (pierasmos), dalam bahasa aslinya berarti "penghakiman". Jadi Tuhan menginginkan kita untuk sadar sepenuhnya akan penghakiman pada hari terakhir nanti.

Kalau seseorang dicurigai melakukan kejahatan, dia akan dibawa kepada hakim untuk diadili dan ditentukan apakah dia bersalah atau tidak. Kalau dia ditemukan bersalah, hakim akan memutuskan hukumannya sesuai dengan undang-undang yang berlaku, dan orang itu harus membayar hukuman tersebut sesuai dengan yang dituntut oleh undang-undang yang berlaku dimana hakim tersebut memerintah.

Seluruh umat manusia adalah subjek dari hukum-hukum Tuhan; Setiap manusia adalah subjek untuk diadili pada hari terakhir untuk ditentukan bersalah atau tidak. Tetapi kita semua adalah orang-orang yang berdosa, jadi pada hari terakhir nanti semua orang-orang yang tidak mempunyai Juruselamat pasti akan ditemukan bersalah, dan kita tahu hukumannya adalah kutukan yang kekal. Upah atas dosa ialah maut atau kematian kedua (Roma 6:23), yaitu, dibuang ke dalam neraka dan dijauhkan dari hadirat Tuhan untuk selama-lamanya. Ini adalah hukuman yang sangat mengerikan.

Di dalam doa Bapa Kami, kita berdoa, "janganlah membawa kami ke dalam penghakiman"  Dalam kata lain ini adalah permohonan untuk keselamatan. Ketika kita berdoa, "ampunilah kami akan dosa kami," itu berarti kita sedang berkata, "Ya Tuhan, selamatkanlah saya."

Dan pernyataan yang selanjutnya juga adalah permohonan untuk keselamatan. Kita berdoa, "lepaskanlah kami [saya] dari pada yang jahat," dari yang jahat yang mana kita ingin dilepaskan? Kita ingin dilepaskan dari murka Tuhan yang memang kita pantas untuk mendapatkannya. Kejahatan dari dosa-dosa kita yang membuat kita berada di bawah murka Tuhan. Kejahatan karena kita memberontak terhadap Tuhan dan menjadi budak Iblis. Setiap orang yang belum diselamatkan mereka masih berada di dalam kerajaan Iblis.

Jadi pernyataan "lepaskanlah kami dari pada yang jahat" adalah permohonan untuk keselamatan. Ini adalah doa supaya kita bisa dilepaskan dari murka Tuhan. Ini adalah doa supaya kita dilepaskan dari dosa-dosa kita. Ini adalah doa supaya kita dilepaskan keluar dari kerajaan Iblis dan dibawa ke dalam kerajaan Tuhan Yesus Kristus (Kolose 1:13). Oleh karena itu, tiga permohonan dalam Doa Bapa Kami ini secara efektif adalah sebuah doa untuk keselamatan. Ketika kita diselamatkan, kita mengetahui bahwa tiga permohonan ini telah dijawab dengan tegas. Ini adalah janji yang indah yang Tuhan nyatakan di Wahyu 3:10:
"Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan [penghakiman] yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai [menghakimi] mereka yang diam di bumi."

Ketika kita membaca dengan hati-hati dan seksama doa Bapa Kami yang ditemukan di Matius pasal 6 dan Lukas pasal 11, kita mempelajari bahwa ini adalah intisari dari doa keselamatan. Keselamatan adalah keperluan yang paling penting dari seluruh umat manusia. Kalau kita sudah diselamatkan (mendapatkan kebangkitan jiwa yang baru) kita mempunyai hidup yang kekal; kita sudah aman dan terlindungi, kita sudah mempunyai berkat yang paling baik yang bisa kita dapatkan.

Go ye into all the world, and preach the gospel to every creature.  (Mark 16:15)
www.familyradio.com


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-




SPONSORED LINKS
Arizona regional multiple listing service United regional health care system Anda networks


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke