Doa Bapa Kami (4)
Matius 6 : 9 – 15
 
Doa Bapa Kami ini merupakan satu kesatuan yang utuh meskipun kita membaca di dalam bagian pembahasan pada ayatnya yang ke 11. Di sini sepertinya ada section yang baru. Seolah-olah ada satu permintaan yang berkenaan dengan urusan Tuhan yaitu pengudusan namaNya, KerajaanNya datang, terjadinya kehendakNya seperti di sorga dsb. Lalu urusan kita, yaitu kebutuhan makanan, pengampunan dosa, dan juga supaya Tuhan memeliharakan kita dari pencobaan. Memang ada perbedaannya, tapi kita lebih menekankan kesatuannya. Pusat permintaan dari Doa Bapa Kami adalah di dalam ayat yang ke 9 dan 10 yaitu nama Tuhan yang dikuduskan dan supaya Kerajaan Tuhan itu sendiri hadir. Semua permintaan yang lain itu menjadi satu kesatuan, bahkan bisa dikatakan sub terhadap permintaan yang penting di dalam ayat 9 dan 10 tersebut karena ini semua berhubungan secara erat.
 
Di dalam ayat yang ke-11, di situ dikatakan di dalam ajaran Tuhan Yesus supaya kita belajar untuk berdoa memohonkan segala apa yang kita butuhkan dan di dalam hal ini diwakili dengan makanan kami, dalam bahasa Inggris digunakan bread (roti). Itu dianggap sebagai salah satu kebutuhan fisik yang bersifat mewakili semua kebutuhan fisik yang lain. Ayat ini mengatakan yang secukupnya, di dalam tafsiran memiliki beberapa arti. Kata secukupnya ini muncul di dalam bahasa Indonesia, tidak muncul di terjemahan Inggris – give us this day our daily bread (dalam bahasa Indonesia – makanan kami pada hari ini yang secukupnya). Salah satu tafsiran adalah supaya Tuhan memberikan yang cukup untuk hari ini saja, ada spirit contentment, di dalam kebutuhan fisik kita. Kita belajar meminta kepada Tuhan apa yang kita butuhkan dan bukan apa yang kita inginkan, yang kita inginkan itu tidak tentu penting, yang kita butuhkan itu yang betul-betul perlu. Tuhan minta supaya kita belajar minta apa yang betul-betul kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.
 
Kenapa prinsip ini penting? Karena prinsip ini berkait dengan permintaan yang sebelumnya, datanglah KerajaanMu. Orang yang di dalam kehidupannya terus menerus memikirkan kebutuhan fisik, fasilitas hidup, dsb. dengan berlebihan, akhirnya matanya akan kabur untuk melihat Kerajaan Allah. Dirinya akan dipenuhi oleh pemikiran keinginannya sendiri yang bukan merupakan keinginan Tuhan. Akhirnya dia tidak bisa melihat realita Kerajaan Allah secara luas. Persoalan Kerajaan Allah salah satunya adalah dimengerti dengan satu sikap hati yang luas, mengerti Kerajaan Allah dengan bersikap global (ini sudah kita bahas).
 
Waktu kehidupan kita dipenuhi dengan pemikiran keinginan kita terhadap kebutuhan-kebutuhan fisik, kita desperately mengejar hal itu, dan tidak mengerti realita Kerajaan Allah itu dengan jelas, lalu hidup kita akhirnya terkurung di dalam suatu realm yang sangat sempit. Kita mesti minta kepada Tuhan agar Tuhan memberikan kepada kita kepekaan apa yang sungguh-sungguh kita butuhkan bukan sekedar apa yang kita inginkan dan itulah yang kita minta kepada Tuhan. Tuhan memberikan apa yang menjadi porsi kita.
 
Doa di dalam ayat yang ke-11 ini mengajarkan kita prinsip yang seperti ini. Tapi sekaligus juga ada pengertian hari ini – daily bread. Tafsiran lain, dan ini merupakan tafsiran yang terintegrasi dengan tepat, mengaitkan antara doa ini dengan peristiwa orang Israel yang diberi manna setiap hari oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sendiri yang sebetulnya memberikan manna itu. Manna itu sendiri mengacu kepada Roti Hidup (Yesus Kristus) yang nanti akan datang, suatu pemeliharaan dari Tuhan sendiri. Waktu Dia mengumumkan diriNya, Akulah roti hidup, banyak orang yang tidak bisa menangkap hal tersebut. Bahkan beberapa orang begitu naïf dan begitu bodohnya mereka mengatakan, "Musa memberi kepada kami manna itu" padahal manna itu sendiri menunjuk pada Yesus Kristus, tapi mereka tidak bisa melihat Yesus Kristus karena mereka melihat kebesaran manusia (Musa) sehingga mereka tidak melihatnya sebagai pemberian Allah. Itu menghalangi mereka untuk melihat kemuliaan Tuhan, yaitu kemuliaan yang ada pada Yesus Kristus.
 
Waktu kita membaca cerita pemberian manna di dalam PL, Tuhan memberikan manna hari demi hari. Tidak diberikan untuk jangka waktu 1 minggu, 1 bulan atau 1 tahun. Tetapi hari demi hari. Ada orang yang berpikir, „Ah, alangkah baiknya jika saya bisa menyimpan manna yang berlebihan ini untuk beberapa hari." Ini mirip seperti kita yang juga punya rencana yang kita pikirkan dengan perhitungan yang sangat cermat, menabung untuk masa depan kita (meskipun tidak selalu salah) dan mempertaruhkan keamanan/security hidup kita di situ (yang ini celaka!). Akhirnya yang terjadi apa? Manna itu busuk, karena orang tidak bisa menyimpan manna. Manna itu cuma untuk 1 hari. Berkat Tuhan cuma cukup untuk 1 hari, ya, cuma 1 hari. Ini prinsip Alkitab.
 
Mengapa hanya 1 hari? Mengapa tidak ada sistem „kartu ini berlaku untuk satu tahun dan dapat digunakan kapan saja"? Tuhan mau supaya kita belajar untuk senantiasa bergantung. Kalau Tuhan berikan berkat berlaku untuk 1 tahun, kita akan sangat gampang menjadi orang yang tidak lagi bergantung kepada Tuhan. Lalu kita akhirnya bukan content (positive meaning) lagi, tapi menjadi self-satisfied (berpuas diri) karena kita merasa cukup berkat untuk satu tahun, dan ketemu Tuhan satu tahun lagi dalam doa Natal atau tahun baru. Maka tidak heran banyak orang membuat resolusi juga satu tahun sekali (sementara Alkitab mencatat agar kita memikul salib setiap hari). Prinsip ‚berpikir jangka panjang’ ini pada dasarnya sama, mereka berpikir secara manusia, „Ini berkat Tuhan akan kita kumpulkan, kita akan kumpulkan supaya jiwa boleh terlepas dari kekuatiran. Padahal Tuhan justru mendidik kita lepas dari kekuatiran dengan kita belajar bergantung kepada Dia. Menyimpan dan menimbun fasilitas hidup untuk 7 keturunan atau menyimpan roti sampai 7 hari, semua itu akan busuk. Kalau rotinya yang busuk, itu bukan permasalahan terlalu besar, bagaimana kalau iman kita yang menjadi busuk? Roti busuk soal gampang, tinggal buang. Tapi kalau kita sendiri yang busuk bagaimana? Tidak lagi memiliki satu kehidupan yang bergantung kepada Tuhan, akhirnya kitanya yang membusuk karena terlalu kuatir dalam mempersiapkan hari depan, akhirnya kita – sekali lagi – tidak melihat pemeliharaan Tuhan.
 
Ayat ini perlu kita mengerti secara harafiah, bukan satu kalimat yang bersifat hiperbola atau melebih-lebihkan. Kenyataannya tidak semua orang memiliki privilege untuk mengalami hal ini. Ada orang-orang Kristen yang imannya begitu baik, begitu dekat dengan Kerajaan Allah. Mereka tidak tahu hari ini makan apa tapi mereka percaya Tuhan akan menyediakan, mereka berdoa bersyukur karena Tuhan pasti akan menyediakan. Georg Müller seringkali dikutip sebagai teladan iman yang sungguh-sungguh percaya kepada pemeliharaan Tuhan. Alangkah jauhnya kita dengan orang-orang seperti ini.
 
Di dalam bagian yang lain dikatakan, "kesusahan satu hari cukup untuk satu hari". Bukan tidak boleh ada kekuatiran, memang manusia memiliki kemungkinan untuk kuatir, tapi kesusahan satu hari dipikirkan satu hari saja. Mengkuatirkan sesuatu dalam jangkauan 30 tahun yang mendatang, akhirnya kita membebani diri dengan persoalan yang tidak perlu. Dan yang paling menghancurkan dari keadaan seperti itu, kita tidak bisa menikmati berkat Kerajaan Allah, kita tidak bisa lagi berdoa datanglah KerajaanMu. Kata-kata itu pasti tidak akan keluar, karena kita akan terus menerus berdoa akan hal-hal yang mengkuatirkan kita.
 
Tidak ada persoalan tentang Kerajaan Allah dalam doa kita. Yang ada hanya kebutuhan kita dan keinginan yang menjadi ambisi pribadi, bukan pekerjaan Tuhan. Kalimat ini mengajarkan supaya kita belajar mengharapkan kepada Tuhan berkat yang cukup untuk hari ini, besok adalah urusan besok, besok saya minta lagi. Mengapa? Karena besok Tuhanku masih hidup. Kecuali Tuhanku cuma hidup hari ini, maka kita minta terus, minta semua selama Dia masih hidup. Tapi Tuhan tidak seperti itu, Dia hidup setiap hari, besok kita ketemu lagi, kita minta lagi. Itu spirit yang diajarkan oleh Firman Tuhan, give us this day our daily bread.
 
Lalu selain itu dibicarakan juga di sini, ketika kita membicarakan kebutuhan kita, dikatakan di sini, berikanlah kami, ini doa yang bersifat komunal meskipun kita bisa menaikkan secara pribadi. Sama seperti sebutan pertama, Bapa kami bukan Bapaku, memang Bapaku, tapi juga Bapamu, dan Bapanya – Bapa kita semua (our Father). Waktu kita berdoa meminta kebutuhan kita, Alkitab mengajarkan jangan cuma berdoa untuk kebutuhan kita, doakan kebutuhan orang lain juga, karena itu yang dimengerti dengan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah yaitu saya berdoa untuk kebutuhan saya tapi juga mendoakan kebutuhan orang lain. Kembali prinsip global di dalam Kerajaan Allah.
 
Orang yang doanya sempit –doa terus untuk kebutuhan sendiri (biasanya kalau untuk kebutuhan sendiri memang lebih berapi-api dan dengan segala kesungguhan), akhirnya dia tidak melihat keindahan, kelimpahan berkat Tuhan yang Tuhan sudah nyatakan di dalam dunia ini. Apa sebetulnya salah satu berkat yang besar itu? Bukan hanya kita akhirnya mendapatkan apa yang kita butuhkan (dalam hal ini kebutuhan fisik misalnya), melainkan juga bahwa kita bisa mempunyai hati yang luas ketika mendoakan orang-orang yang lain juga. Itu juga merupakan berkat, bahkan berkat yang tidak kalah besar dengan dicukupinya kebutuhan kita, karena di situ kita menjadi semakin menyerupai Yesus Kristus. Orang-orang yang dipakai Tuhan dengan luar biasa, kita bisa membaca dalam biografi mereka, mereka pasti mempunyai karakter ini, mereka pasti memiliki hati yang luas dan bukan hati yang sempit. Hati yang sempit tidak bisa dipakai oleh Tuhan dengan leluasa, tapi kalau hatinya luas Tuhan bisa mempercayakan banyak hal. Kita rindu supaya setiap orang percaya semakin bertumbuh di dalam satu aspek ini, bertumbuh di dalam keluasan hati. Salah satunya adalah dengan belajar mendoakan bukan kebutuhan dan kepentingan sendiri tapi kebutuhan dan kepentingan orang lain juga. Mari kita menaruh perhatian di dalam kebutuhan orang lain, kebutuhan fisik dan kebutuhan rohaninya juga.
 
Ayat ini mengajarkan suatu spirit komunal di dalam doa. Orang yang di dalam kehidupannya bisa mencukupkan diri dalam segala keadaaan (being content), seperti dikatakan di sini, berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, hidupnya pasti sangat bahagia. Ada suatu tulisan, mungkin uraian yang terbaik tentang contentment, yang diinspirasi dari surat Filipi yang ditulis oleh Jeremiah Burroughs seorang Puritan "The real jewel of Christian contentment". Dia khusus membahas tentang hal mencukupkan diri. Orang yang mencukupkan diri di dalam segala keadaan, hidupnya bahagia karena dia sedikit sekali kekuatiran. Kalau ada kekuatiran, kekuatirannya lebih banyak karena kekuatiran rohani, kekuatiran karena pekerjaan Tuhan, kekuatiran karena kehendak Tuhan tidak terjadi, "kekuatiran rohani" dan bukan kekuatiran yang bersifat self-centered karena itu nanti akan menghancurkan kehidupan kita sendiri dan juga akan menghalangi kita untuk lebih terlibat di dalam Kerajaan Allah – berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Pengertian contentment ini bukan berarti kita tidak boleh berkeinginan untuk maju atau tidak boleh menabung. Kita boleh menabung, memiliki keinginan untuk maju, ambisi yang benar – ada tempat untuk itu. Ambisi yang benar yang berada dalam kehendak Tuhan diuji melalui bagaimana sikap saya menilai saat ini? Misalkan kita kelas 3, tentu saja kita boleh berkeinginan untuk naik naik ke kelas 4, itu bukan ambisi yang salah. Hal itu mungkin terjadi di dalam pimpinan Tuhan, itu dapat menjadi bagian kita suatu saat nanti, tapi yang menjadi ujian bahwa keinginan itu adalah keinginan yang benar adalah dengan meneliti sikap kita terhadap saat sekarang (yaitu sedang berada di kelas 3). Jikalau saya tidak bisa menerima keadaan sekarang sebagai orang yang sementara ini kelas 3, lalu saya mencoba untuk mendahului waktu Tuhan, saya menjadi orang yang sesungguhnya tidak memiliki contentment (hal seperti ini cenderung akan merusak diri sendiri dan orang yang ada di sekitar kita). Dua hal ini harus kita bedakan: ambisi yang benar dan yang salah. Ambisi yang sehat di dalam takaran iman kita harus mengalami kemajuan, ada progress. Yang sehat itu ditandai dengan bisa mengucap syukur atas keadaan saya yang sekarang. Saya bukan menjadi orang yang terus tidak puas, mengeluh terus merasa kurang dan akhirnya tidak bisa menerima keberadaan diri. Di situ kita sedang terikat oleh banyak hal yang tidak perlu, penghayatan kita akan kebebasan/kemerdekaan kristen menjadi rusak. Maka contentment ini adalah sesuatu yang sangat penting di dalam kehidupan Kristen. J. Burroughs menyebut ini sebagai the rare jewel, ini adalah suatu barang berharga yang sangat langka dijumpai di dunia ini: orang yang hidupnya content. Kadang-kadang bias terjadi antara keinginan maju yang sehat di dalam Tuhan dengan tidak content. Kadang-kadang bedanya tipis sekali, maka kita harus mengenal diri sendiri dengan jujur di hadapan Tuhan. Kita harus mengenal diri kita sebagaimana Tuhan mengenal kita, ini adalah dasar integritas.
 
Lalu di dalam ayat berikutnya, ...
----disambung lain kali----

Billy Kristanto

Mimbar Reformed Injili Indonesia - Berlin dan Hamburg  
Kebaktian Minggu:                                                                                                    04.00 PM Evangelische Kirchengemeinde Martin-Luther, Fuldastr. 50, 12045 Berlin  4.00 PM FeG Holstenwall (JugendKeller), Michaelispassage 1, 20459 Hamburg 
=
http://www.grii.de =         
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Fil 1:21-22



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-




SPONSORED LINKS
Arizona regional multiple listing service United regional health care system Anda networks


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke