|
From: [EMAIL PROTECTED]
Pembinasa Keji OPEN FORUM 103099 B SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Bisakah anda menjelaskan Matius 24:14-17 ? MR. C: Matius 24 adalah pasal yang khusus berbicara tentang akhir zaman. Di Matius 24:14-17 kita baca demikian: "Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus [gereja], menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel --para pembaca hendaklah memperhatikannya-- maka orang-orang yang di Yudea [yaitu orang-orang percaya yang sejati] haruslah melarikan diri ke pegunungan. Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya" Ini sedang berbicara tentang kondisi dunia menjelang akhir zaman. Saya percaya bahwa kita sudah sangat-sangat dekat dengan hari yang terakhir itu. Semakin lama kita semakin sanggup untuk memberitakan Injil ke seluruh pelosok dunia. Ada banyak bangsa-bangsa yang rakyatnya belum pernah mendengar tentang Injil, tetapi bagaimanapun juga Tuhan telah membukakan jalan untuk menyebarkan Injil secara elektronik melalui gelombang radio, internet, satelit dan misionaris-misionaris untuk mencapai mereka. Sekarang ini kita sudah memiliki sarana komunikasi yang baik untuk menyebarkan Injil ke banyak wilayah di seluruh dunia. Ini adalah salah satu tanda yang besar bahwa kita sudah mendekati akhir zaman. Dan ungkapan "Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel" adalah pararel dengan yang kita baca di 2 Tesalonika 2:3-4 demikian: "Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu [yaitu hari kiamat] haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah [gereja] dan mau menyatakan diri sebagai Allah." Dan Daniel 11:31-32 berkata demikian: "Tentaranya akan muncul [tentara Iblis], mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu [gereja], menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan [Pembinasa Keji]. Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian [=Injil Kristus] akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak." Ayat-ayat ini menyatakan bahwa Iblis akan duduk (yaitu memerintah) di Bait Allah dan mau disembah sebagai Allah. Ini adalah tentang gereja-gereja yang sudah tersesat dan berada dibawah kuasa Iblis. Di 2 Korintus 11:13-15 kita baca demikian: "Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka." Orang-orang yang terkasih ini mengira mereka sedang menyembah Kristus, tetapi mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka sedang diperintah oleh Iblis yang menyamar sebagai malaikat Terang. Ketika kita meneliti ajaran-ajaran mereka dengan seksama kita akan mengetahui bahwa doktrin-doktrin mereka bukan berasal dari Kristus. Ajaran mereka adalah ajaran buatan manusia (buatan tangan manusia -- berhala), yang sesungguhnya berasal dari Iblis. Gereja-gereja dan jemaat-jemaat semakin banyak dikepung oleh ajaran-ajaran palsu dan orang-orang percaya sejati yang tetap setia kepada Alkitab sedang terusir keluar dari gereja (Yohanes 16:2). Ungkapan "melarikan diri ke pegunungan" adalah kiasan yang menunjukkan bahwa kita harus keluar dari gereja (Yerusalem external) dan pergi kepada Tuhan (Firman Tuhan - Alkitab). Tuhan adalah satu-satunya yang dapat kita percayai. Dia adalah gunung batu kita yang tidak tergoyahkan (Mazmur 121:1-2). Dan mereka yang sedang berada "di tempat peranginan [sotoh] di atas rumah" menunjuk kepada orang-orang percaya yang sedang sibuk memberitakan Injil kepada dunia. Kita jangan sampai terpengaruh dengan urusan-urusan di dunia ini. Pada waktu sekarang ini ada banyak kesempatan untuk memberitakan Injil ke seluruh pelosok dunia, meskipun Injil yang sejati sudah terjepit di dalam jemaat-jemaat dan gereja-gereja. Dan ada juga banyak kesempatan untuk memperoleh harta duniawi, dan banyak orang berusaha untuk mendapatkannya. Kita tidak mau untuk menyimpang oleh karena hal-hal itu. Ini bukanlah saatnya untuk mengarahkan pandangan kita pada dunia. Ini adalah saatnya untuk lebih rajin memberitakan Injil. Kita harus mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh karena sebenarnya dengan melihat tanda-tanda yang ada kita sudah berada sangat-sangat dekat dengan hari pengadilan terakhir itu. Heaven and earth shall pass away, but My words shall not pass away (Matthew 24:35) www.familyradio.com =====================================================
From: [EMAIL PROTECTED]
Tongkat In a message dated 2/17/2006 2:38:50 AM Pacific Standard Time, totoyuwono@ writes: Dear Pak Setiawan, Pak bolehkah saya bertanya kepada Bapak mengenai Firman. Sejauh ini yang saya tahu bahwa kata "firman" adalah kata lain dari kata "kata" yang memiliki kedudukan yang paling tinggi, karena itu hanya berlaku untuk perkataan Tuhan. Bahkan, perkataan seorang nabi pun tidak bisa dikatakan firman, maksimal "sabda".. Benarkah demikian Pak? Sehubungan dengan hal tersebut, bagaimana dengan perkataan Yesus? Dalam agama Kristiani, Yesus & Allah adalah pribadi yang sama, berarti juga perkataan Yesus = perkataan Allah, adalah = firman. Tapi apakah semua perkataan Yesus itu bisa disebut sebagai firman? mengingat Yesus hidup di dunia ini selama kurang lebih 30. Lantas bagaimana dengan kata-katanya yang pernah diucapkannya sebelum Yesus menginjak usia akil balik? apakah semua itu juga firman ?? Kalau semuanya iya, menapa tidak kesemuanya ditulis di dalam Al-kitab? Kalau tidak semuanya, mengapa tuhan berfirman atas hal2 yang tidak perlu?? minta makan ke ibu misalnya.. Adakah firman-firman dari Yesus yang di firmankan pada saat dia berumur 7 tahun, atau mungkin pada saat berumur 12 tahun, dsb?? Menurut Anda, sejak Yesus berusia berapa firman-firmannya mulai dituliskan di Dalam Al-Kitab?? Jika anda katakan sejak usia tertentu, apakah keilahiannya juga baru dimulai pada saat itu ??? lantas bagaimana statusnya sebelum menginjak usia tertentu itu ?? Kalau sejak bayi Yesus sudah berstatus tuhan, bagaimanakah reaksi umat pada masa itu.. bukankah secara hakiki manusia itu selalu berusaha untuk mencari dan menemukan Tuhan. Nah, pada saat itu mereka sudah bisa menemukan, melihat, bahkan menyentuh tuhan secara langsung.. jika mereka memang ingin menemukan Tuhan, mestinya reaksi mereka pastinya akan takjub, dan otomatis karena ada tuhan dihadapan mereka, pastilah mereka menyembah-Nya. Apakah umat pada masa itu melakukan hal tersebut, menyembah bayi Yesus ?? Demikian Pak, terimakasih. Salam, Toto ----------------------------------------------------- Dear Beloved, Disini kita mempunyai pertanyaan yang menarik tentang Firman Tuhan. Kalau Yesus adalah Tuhan bagaimana dengan kata-kata yang diucapkan-Nya sewaktu Ia belum menginjak usia akil balik? Tetapi sebenarnya definisi yang benar untuk Firman Tuhan menunjuk kepada sebuah "buku" (kitab) yang --dikarang dan dikumpulkan-- oleh Tuhan sendiri, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Tentu saja Tuhan harus menggunakan manusia untuk menuliskan firman-Nya, yaitu nabi-nabi dan rasul-rasul, buku itu tidak bisa hanya jatuh dari langit. Ini adalah prinsip yang sangat penting yaitu, orang-orang kudus pada zaman dahulu digerakkan oleh Allah Roh Kudus untuk menulis Alkitab seperti yang dikatakan 2 Petrus 1:20-21 demikian: "Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri [yaitu Alkitab-lah yang harus menerangkan Alkitab], sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." Ada banyak ayat-ayat lainnya yang mendukung fakta ini, seperti misalnya dalam kitab Kisah Para Rasul 1:16 kita membaca demikian: "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu ." Dan Tuhan berkata kepada Musa dalam kitab Keluaran 17:14 demikian: "Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit." Dan Tuhan berkata kepada nabi Yeremia dalam kitab Yeremia 30:1-3 demikian: "Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tuliskanlah segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu itu dalam suatu kitab. Sebab, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel dan Yehuda [yaitu Yudea] --firman TUHAN-- dan Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya." Yesus Kristus tidak pernah berhenti sebagai Allah Tritunggal yang kekal, dalam Yohanes 8:58 Kristus berkata demikian: " Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Dan dalam kitab Taurat sebenarnya kata Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam bahasa aslinya, yaitu Eloheem adalah sebuah kata "jamak" yang berarti Allah-Allah (Kejadian 1). Demikian pula Al-Quran menggunakan kata "kami" untuk menunjuk kepada Allah sesuai dengan bahasa aslinya. Memang Yesus baru mengambil wujud-Nya sebagai manusia dalam daging dan darah kira-kira 2000 lalu, tetapi semua hal ini sudah direncanakan dengan sangat baik dari semula. Sejak dari saat dunia ini diciptakan Yesus sudah disebut sebagai "Anak Domba yang disembelih" supaya kuasa penebusan atas dosa sudah tersedia bahkan untuk Adam dan Hawa. Kitab Wahyu 13:8 mencatat demikian: "Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya [yaitu menyembah Iblis], yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih." Pada kenyataannya tidak ada buku lainnya yang dapat dibandingkan dengan Alkitab, semua cerita-cerita yang ada di dalam Alkitab adalah bukan sekedar cerita biasa. Cerita-cerita tersebut sungguh-sungguh terjadi secara fisik tetapi kejadian-kejadian tersebut dan --gaya bahasanya-- mengandung arti-arti rohani yang sangat mendalam yang memberitakan Kebenaran (Markus 4:11-12, Matius 13:34-35, Mazmur 78:2). Tidak ada satu orang manusia-pun yang sanggup berbuat demikian. Hanya Tuhan yang sanggup berbuat demikian dan menyembunyikan Injil dengan begitu indahnya diseluruh halaman-halaman Alkitab. Seperti misalnya ikatan rohani kita kepada dosa dan keselamatan digambarkan melalui bangsa Israel kuno (dalam kata lain umat Kristen yang ada di seluruh dunia pada hari sekarang ini adalah bangsa "Israel rohani" milik Allah). Mereka tadinya adalah budak di tanah Mesir selama lebih dari 400 tahun sampai Allah membebaskan mereka dari tangan Firaun. "Tanah Mesir" adalah gambaran dari perbudakan dosa (sebagaimana bangsa Israel juga berada disana sebagai budak), dimana "Firaun" adalah gambaran dari Iblis, dan "Musa" dalam kisah ini menjadi gambaran akan Allah dimana "tongkat" yang ia gunakan untuk membelah Laut Merah menggambarkan "Kristus". "Laut Merah" adalah gambaran dari Neraka, dan "padang gurun" adalah gambaran dari dunia, sedang tanah Kanaan adalah gambaran dari Kerajaan Allah atau Surga. Bahkan ketika Musa memukul Gunung Batu dengan tongkatnya supaya keluar air minum untuk bangsa Israel di Meriba juga merupakan suatu peristiwa perumpamaan yang sangat dahsyat (Bilangan 20). Batu atau "Gunung Batu" itu menggambarkan Kristus yang memberikan Injil. Ingatlah bahwa "Air" adalah gambaran dari Injil. Bukan air secara fisik yang dapat membersihkan jiwa kita tetapi itu adalah air murni dari Injil. Tongkat yang menggambarkan Kristus memukul Kristus yang digambarkan sebagai gunung batu karena Kristus adalah Imam Besar Agung yang bertugas mengorbankan kurban sembelihan yang adalah diri-Nya sendiri sebagai Anak Domba Allah yang tidak bercacat. Saya tidak pernah berhenti mengagumi Alkitab yang berisikan begitu banyak Kebenaran di halaman manapun yang kita baca. Bila kita mempelajarinya dengan teliti maka kita akan melihat bahwa semua halaman-halaman tersebut dari yang pertama sampai yang terakhir hanya bercerita mengenai Tuhan Yesus Kristus sang Juruselamat. Alkitab berkata bahwa sang Juruselamat, Anak Domba yang tidak bercacat, yang digambarkan melalui kurban-kurban binatang yang tidak bercacat yang dilakukan setiap tahunnya sebenarnya menunjuk kepada Allah Manusia yang sama sekali tidak pernah berbuat dosa baik di dalam perkataan, pikiran maupun perbuatan. Itulah kurban yang dikehendaki oleh Allah semesta alam sebagai kurban penebus dosa. Dalam kitab 1 Timotius 2:3-5 Alkitab berkata demikian: "Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang [pilihan] diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus" I wait for the LORD, my soul doth wait, and in His word do I hope (Psalm 130:5) May the Lord richly bless you, Setiawan =======================================================
From: [EMAIL PROTECTED]
Menghujat Roh Kudus & 5
Tanda SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Bisakah anda menjelaskan Markus 16:18 ? MR. C: Di Markus 16:17-18 Tuhan berfirman: "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Ini adalah gaya bahasa yang mirip dengan yang kita baca di Yeremia 8:14-17: "Mengapakah kita duduk-duduk saja? Berkumpullah dan marilah kita pergi ke kota-kota yang berkubu dan binasa di sana! Sebab TUHAN, Allah kita, membinasakan kita, memberi kita MINUM RACUN, sebab kita telah berdosa kepada TUHAN. Kita mengharapkan damai, tetapi tidak datang sesuatu yang baik, mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi yang ada hanya kengerian! "Dengus kuda musuh terdengar dari Dan; karena bunyi ringkik kuda jantan mereka gemetarlah seluruh negeri. Mereka [yaitu bangsa Babel yang bahasanya tidak dapat dimengerti] datang dan memakan habis negeri dengan isinya, kota dengan penduduknya. Lihatlah, Aku melepaskan ke antaramu ULAR-ULAR BELUDAK, yang tidak dapat dimanterai, yang akan memagut kamu, demikianlah firman TUHAN." Nah, jika mengartikan Markus 16:17-18 secara harafiah, maka itu berarti dimana saja kita menemukan kumpulan orang-orang yang percaya salah satu dari mereka dapat minum racun baygon, strychnin atau sianida tetapi mereka tidak akan mendapat celaka karena mereka adalah orang-orang yang sungguh-sungguh beriman. Tetapi tentu saja kita mengetahui bahwa hal itu adalah tidak benar, seorang beriman yang minum racun betulan akan mati sama cepatnya seperti orang yang tidak beriman. Dan jika ini adalah sungguh-sungguh benar, maka seorang yang beriman dapat memegang ular berbisa betulan dan tidak akan mendapatkan celaka, tetapi tentu saja ini juga tidak benar. Seorang anak Tuhan yang percaya dengan sungguh-sungguh juga dapat terbunuh oleh bisa ular sama cepatnya dengan orang-orang yang tidak percaya. Jadi bagaimana kita bisa mengerti hal ini? Alkitab berkata bahwa Tuhan berbicara dalam perumpamaan-perumpamaan. Yesus berkata di Markus 4:11-12 kita baca: "Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun." Sebuah perumpamaan adalah cerita duniawi dengan arti rohani, dan seluruh Alkitab adalah firman Yesus (2 Petrus 1:21). Di dalam kitab Wahyu "ular" atau naga menggambarkan Iblis. Nah siapakah yang menguasai orang-orang dunia yang belum diselamatkan? Iblis-lah yang berkuasa atas orang-orang yang tidak percaya. Tetapi apabila kita sudah diselamatkan, siapakah yang akan berkuasa atas Iblis? Orang-orang percaya merekalah yang berkuasa atas Iblis. Tanda-tanda ini ada dimana-mana kita mendapati kumpulan orang-orang yang sungguh-sungguh percaya di seluruh dunia; Kita berkuasa atas Iblis. Kemudian apakah yang diminum oleh orang beriman apabila ia diselamatkan? Apabila kita sudah diselamatkan kita akan minum "air hidup" yang murni dari Injil. Air murni dari Injil memberikan kita kehidupan rohani yang kekal. Yesus berbicara tentang "air hidup" di Yohanes 4:10, dan Dia berkata kepada wanita Samaria di ayat 14, kita baca: "tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." Dimana-mana kita menemukan kumpulan orang-orang percaya yang sejati diseluruh dunia, mungkin mereka sedang diserang oleh injil-injil palsu yang seperti air beracun atau bisa ular beludak, tetapi seorang percaya yang sejati telah mendapatkan kehidupan yang kekal (kebangkitan jiwa yang baru), dia tidak bisa lagi dicelakakan oleh injil-injil palsu atau ajaran-ajaran sesat. Yesus berkata di Yohanes 10:29: "Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa." Tidak ada sesuatu apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan (Roma 8:38-39). Kita dengan sepenuhnya dilindungi dan dipegang erat-erat oleh Kristus yang telah memberikan kita kehidupan kekal. Jadi tanda-tanda inilah yang kita dapati dimana-mana kita menemukan kumpulan orang-orang percaya yang sejati. Hal ini juga tidak sedang berbicara tentang betul-betul "berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru", kita harus ingat bahwa setiap negara mempunyai bahasanya sendiri-sendiri. Kalau kita orang Indonesia maka kita akan berbicara dalam bahasa Indonesia, kalau kita orang Rusia maka kita akan berbicara dalam bahasa Rusia. Ini adalah benar tentang semua negara atau kerajaan di seluruh dunia. Sedangkan Alkitab hanya perduli dengan dua kerajaan, yaitu kerajaan Iblis dan kerajaan Tuhan Yesus Kristus (Kolose 1:13). Orang-orang yang sudah diselamatkan maupun yang belum diselamatkan mereka berbicara dalam bahasa Indonesia atau Rusia, tetapi sewaktu orang yang sudah diselamatkan berbicara mengenai Alkitab, kita mempunyai pemahaman yang berbeda atas arti kata, "Surga", "Neraka", "Dosa" dan "Keselamatan". Ini adalah bahasa yang sama yang digunakan sehari-hari, ini menggunakan kata-kata yang sama, tetapi bagi orang-orang yang percaya kata-kata ini mempunyai arti yang sama sekali berbeda. Inilah bahasa-bahasa yang baru yang dimaksud, kita berbicara dalam bahasa-bahasa yang mempunyai arti surgawi. Hal ini tidak ada hubungannya dengan berbicara dalam bahasa roh. Kemudian untuk "meletakkan tangan atas orang sakit, dan kemudian orang itu sembuh", ini tidak ada hubungannya dengan kesembuhan jasmani. Kalau tujuan Injil adalah untuk memberikan kesembuhan jasmani, maka Injil akan menjadi sebuah bencana. Karena pada waktunya setiap manusia akan mati juga, dan biasanya mati karena suatu penyakit. Kalau tujuan Injil adalah untuk penyembuhan badan maka Injil akan menjadi cemohan karena kita hanya hidup dengan sehat untuk sementara, tetapi kemudian kita semua akan mati juga (termasuk orang-orang yang mengaku bisa menyembuhkan secara ajaib). Disisi lain, ada yang dinamakan "penyakit rohani" yang adalah jauh lebih penting daripada penyakit jasmani. Ini adalah "penyakit dosa" yang bisa membawa kita kepada kematian yang sangat mengerikan untuk dibayangkan, yaitu "kematian kedua" dalam kekekalan, berada dibawah murka Tuhan untuk selama-lamanya didalam neraka. Ketika kita berbagi Injil dengan sesama kita, mereka yang diselamatkan telah ditebus dari dosa-dosanya. Mereka tidak lagi menjadi sasaran kematian kedua, dan itulah kesembuhan sejati yang diberikan oleh Injil yang sejati. Itulah "mujizat keselamatan" dari Injil Yesus Kristus. OPEN FORUM 042000 D SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Teman saya seorang yang suka humor, dan dia suka memperolok orang-orang yang berbicara dalam bahasa roh. Saya prihatin apakah dia berdosa karena telah menghina Roh Kudus, yaitu dosa yang tidak bisa dimaafkan? MR. C: Alkitab sangat jelas menerangkan tentang dosa menghina Roh Kudus. Misalnya di Markus pasal 3 ada tertulis mengenai hal ini. Para ahli-ahli Taurat yang berada di rumah Allah pada masa itu tidak percaya kepada Yesus sebagai Mesias, dan mereka percaya bahwa Yesus berada dibawah pengaruh Iblis. Mereka tidak menginginkan Yesus sebagai Juruselamat mereka, bahkan kenyataannya mereka sangat ingin untuk membunuh Dia. Dan karena kepercayaan mereka itu, Yesus berkata di Markus 3:28-30 kita baca: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." Ia berkata demikian karena mereka [para ahli Taurat] katakan bahwa Ia [Yesus] kerasukan roh jahat." Disini Yesus menjelaskan arti daripada dosa yang tidak dapat dimaafkan tersebut, yaitu dosa menghujat Roh Kudus. Jadi pengertian yang benar mengenai dosa menghujat Roh Kudus adalah percaya bahwa Yesus Kristus berada dibawah kuasa Iblis. Semua jenis dosa bahkan yang paling berat sekalipun masih dapat diampuni, tetapi kalau ada orang yang percaya bahwa Yesus Kristus (satu-satunya Juruselamat yang benar) berada di bawah kuasa Iblis maka tidak ada kemungkinan dosa-dosanya bisa ditebus oleh Tuhan. Itulah sebabnya Yesus berkata bahwa dosa yang satu itu tidak ada pengampunannya. Saya belum pernah bertemu dengan orang yang menghujat Allah Roh Kudus. Sekarang kalau seseorang tertarik atau mempunyai keinginan untuk menjadi diselamatkan melalui Tuhan Yesus Kristus, maka tidaklah mungkin dia melakukan dosa menghujat Roh Kudus yang tidak dapat dimaafkan tersebut. Tetapi ada beberapa rang yang untuk melindungi gerejanya yang mempunyai injil yang salah mempergunakan ayat ini dengan berkata, "Kalau anda mengatakan bahwa gereja ini tersesat, anda sedang menghina Roh Kudus". Marilah saya berikan illustrasi lainnya, misalkan saja saya dapat melihat dengan jelas bahwa mereka mempunyai banyak ajaran-ajaran yang salah yang sangat bertentangan dengan ajaran Alkitab, hal ini membuat gereja tersebut mempunyai injil yang salah, dan setiap injil yang salah berada dibawah pengaruh Iblis; Ini bukanlah Injil Yesus Kristus. Jadi, misalnya saya mengatakan dengan jujur supaya orang-orang dapat mendengarnya, bahwa gereja ini berada dibawah pengaruh Iblis. Dan kemudian misalnya saja saya telah salah mengerti atau salah paham, nah apakah saya telah melakukan dosa menghujat Roh Kudus? Jawabannya adalah "sama sekali tidak", karena pengertian yang benar tentang dosa "menghujat Roh Kudus" adalah percaya bahwa Yesus Kristus berada di bawah kuasa Iblis. For the earth shall be filled with the knowledge of the glory of the LORD, as the waters cover the sea. (Habakkuk 2:14) www.familyradio.com -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] JNM Mailing list are managed by : Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver) If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED] Web Site : http://www.iprf.us -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|

