From: "e-JEMMi" <[EMAIL PROTECTED]>

              "NOT EVERYTHING THAT IS FACED CAN BE CHANGED,
              BUT NOTHING CAN BE CHANGED UNTIL IT IS FACED"
                             (James Baldwin)
______________________________________________________________________
** EDITORIAL **

   Saat ini mari kita bersyukur untuk setiap misionaris dan pekerja
   misi yang telah mendedikasikan hidupnya dalam melayani suku-suku
   terabaikan di Indonesia. Mereka mempunyai kerinduan yang besar dan
   menyala-nyala agar suku-suku tersebut bisa mendengar Injil dan
   mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tantangan dalam
   pelayanan itu pun tidak tanggung-tanggung -- sering suku-suku yang
   dilayani belum mempunyai bahasa tulis, budayanya pun jauh berbeda
   sehingga para misionaris tentu harus banyak melakukan adaptasi.
   Ancaman berbagai penyakit yang mungkin bisa merenggut nyawa,
   serta perlawanan dari pihak-pihak yang tidak menerima Injil
   merupakan bagian dari tantangan yang harus dihadapi oleh para
   misionari. Puji Tuhan karena, mereka-mereka yang diutus untuk
   menjadi pemberita Injil ini dikuatkan dengan keyakinan bahwa Sang Pemberi Amanat Agung
    akan memberi kemampuan, kekuatan, dan hikmat untuk mengatasinya.

   Kesaksian menarik dari seseorang yang terpanggil untuk melayani
   sebuah suku di Indonesia bisa Anda simak dalam kolom Kesaksian Misi.
   Penyakit yang diderita saat melayani tidak menghalangi niat dan
   panggilannya untuk tetap melakukan pelayanan di tengah-tengah suku
   yang rindu mendengar Injil. Hatinya terus bergolak saat melihat
   jiwa-jiwa yang haus akan kasih Tuhan dan mencari-cari keselamatan.
   Kiranya kesaksian ini menambah kerinduan hati kita untuk semakin
   terlibat dalam pelayanan misi. Tuhan memberkati.
   Staf Redaksi e-JEMMi,
   (Endah)
______________________________________________________________________
** KESAKSIAN MISI **

                       MELAYANI DI ANTARA SUKU-SUKU
                       ============================

   Setelah melewati pergumulan yang sangat panjang dan doa yang tak ada
   putusnya, khususnya dalam menentukan suku atau tempat alokasi saya
   melayani. Akhirnya saya mengucap syukur karena mendapatkan tempat di
   tengah suku yang pernah saya kunjungi pada bulan Juli dan Agustus
   yang lalu. Setelah memilih wilayah suku ini sebagai tempat bekerja
   dan melayani untuk jangka waktu yang panjang, saya kembali pergi ke
   desa tersebut selama 2-3 minggu. Dengan ditemani seorang teman, saya
   berangkat ke wilayah suku tersebut pada 26 Oktober 2005.

   Masyarakat di sana sangat senang melihat saya kembali, mereka
   bertanya apakah saya akan kembali untuk menetap di sini. Dan saya
   langsung menjawab 'Ya' dan entah dari mana datangnya jawaban itu
   tapi sepertinya saya memang yakin bahwa inilah jawaban Tuhan untuk
   saya. Ibu-ibu datang dengan bahasa daerah mereka yang masih sangat
   kental sekali, memeluk saya, sedangkan saya hanya terheran-heran dan
   bingung karena saya tidak mengerti semua apa yang mereka bicarakan.
   Kami bercakap-cakap dalam bahasa yang masih saya ingat dan itu
   membuat mereka tertawa karena mereka senang saya masih ingat apa
   yang saya pelajari dahulu, dan mereka juga membetulkan ucapan saya
   ketika saya menyebutnya dengan tidak benar.

   Hari-hari saya diwarnai dengan mengunjungi rumah-rumah di kampung.
   Dan dengan beberapa orang teman saya, kami membuat peta kampung.
   Kami mencatat semua rumah, sekolah, hutan, kali, atau apa saja yang
   dilihat di sana. Juga mencatat nama-nama dari setiap orang yang
   tinggal di sana. Jumlah rumah yang ada tercatat sekitar 64 rumah
   dengan jumlah penghuni sekitar 7-12 orang di setiap rumah. Jadi
   kira-kira yang tinggal kurang lebih 500 orang. Tapi tidak semua
   orang-orang di sana selalu berada di desa karena mereka biasanya
   pergi juga ke kampung-kampung lainnya. Kepala suku mengatakan
   keseluruhan suku yang tersebar di 11 kampung, hampir mencapai 1000
   jiwa. Waktu saya mengunjungi rumah demi rumah sekaligus menjalin
   relasi dengan mereka, hati saya sangat sedih karena rumah mereka
   yang kecil itu tidak mempunyai dinding dan banyak sekali menampung orang.

   Karena sudah memutuskan untuk melayani di suku ini, saya juga harus
   mengunjungi kampung-kampung suku lainnya. Mengingat mereka juga
   tinggal di 10 kampung lainnya, saya pun berkesempatan untuk
   mengunjungi kampung lain tersebut. Jarak antar kampung adalah
   sekitar 4-5 jam jalan kaki atau naik perahu. Perjalanan sangat
   melelahkan karena harus berjalan kaki melewati hutan kemudian
   melewati sungai dan mendayung perahu di bawah terik matahari yang
   membuat kulit saya gosong. Pengalaman saya ikut perahu kali ini
   tidak terlalu membuat saya takut seperti dalam kunjungan pertama.
   Sebelum kami naik perahu, baju saya sudah basah duluan karena kami
   harus menyeberangi 2 sungai kecil sebelum menuju ke pelabuhan
   (mereka menamakan pelabuhan untuk tempat menyimpan perahu atau
   sebagai tempat keberangkatan dan persinggahan terakhir).

   Saya sudah terbiasa dengan perahu, dengan air yang kabur bahkan
   untuk bermain-main dengan lumpur di tepi sungai, dengan kondisi
   perahu yang hampir tenggelam dan juga dengan sengatan matahari yang
   sangat panas. Semuanya itu menjadi suatu kenikmatan yang tidak bisa
   dibeli dengan uang. Hanya sesekali saya terlihat cemas ketika naik
   perahu, kalau-kalau buaya tiba-tiba muncul dari dasar sungai, tapi
   saya menyerahkan semua ketakutan saya kepada-Nya dan saya percaya
   Dia yang akan memelihara saya.

   Orang yang tinggal di kampung-kampung ini hanya sekitar 10-12
   keluarga dan mereka sangat senang ketika kami mengunjungi mereka.
   Kami tinggal di rumah salah satu penduduk. Kami disuguhi papeda dan
   ayam yang sengaja mereka potong untuk kami. Mereka bilang, mereka
   berburu babi tapi tidak dapat, jadi kami makan ayam saja. Sungguh
   kebanggaan kalau mereka dapat menyuguhkan daging babi hutan kepada
   setiap tamu yang datang. Kami mandi di air yang cukup jernih di
   kolam yang kecil berukuran 1x2 meter dan kalau buang air harus di
   tengah-tengah hutan dan semak-semak. Ketika kami mau pulang,
   masyarakat mengantarkan sampai ke tepi sungai tempat menyimpan
   perahu dan berpesan supaya saya bisa kembali ke sana lain waktu
   untuk mengunjungi mereka. Dengan hati-hati saya menaiki perahu dan
   kami bernyanyi-nyanyi, sesekali terdengar teriakan karena perahu
   hampir tenggelam atau kalau perahu kami menabrak benda-benda yang
   keras seperti batu besar atau kayu besar. Saya merasakan semua badan
   saya capek sekali karena perjalanan yang cukup melelahkan.

   Pelayanan lain yang saya lakukan selama berada di suku ini adalah
   menceritakan Kabar Baik, juga mengajar di Sekolah yang ada di Xxx.
   Jumlah siswanya sekitar 13 orang. Gedung sekolahnya sangat
   sederhana, berlantai tanah, dinding dan atapnya terbuat dari kulit-
   kulit kayu. Walaupun mereka sudah tergolong orang-orang yang cukup
   mampu, tapi waktu saya mengajar, beberapa di antara mereka tidak
   lancar membaca, begitu juga dengan kemampuan matematikanya. Ketika
   teman saya bertanya 1+2, ada yang menjawab 100-an. Ini sangat
   menyedihkan dan ini terjadi karena kurangnya kesempatan bagi mereka
   untuk lebih banyak belajar, selain juga pengaruh bahasa daerah
   mereka yang memang hanya mengenal angka 1 dan 2. Kalau menyebutkan
   angka 3, itu gabungan dari 1 dan 2.

   Pada 11 Nopember, saya kembali lagi ke kota, tapi kepulangan ini
   bukan untuk selamanya. Saya akan datang lagi. Sebelum berpisah kami
   rapat dengan tokoh-tokoh masyarakat seperti kepala suku, kepala
   desa, dan yang lainnya bersama dengan konsultan Yyy yang sengaja
   datang untuk berbicara dengan masyarakat. Mereka menerima saya untuk
   melayani di desa. Mereka memberikan tanah untuk saya membangun rumah.

   Setibanya di kota, saya merasa badan saya demam dan infeksi telinga
   masih terasa mengganggu. Besoknya saya ke klinik untuk memeriksakan
   telinga, ternyata telinga saya sudah iritasi dan merah semuanya.
   Saya diberi obat tetes dan juga antibiotik untuk diminum.

   Minggu sorenya, saya merasa badan semakin panas dan kepala mau
   pecah, ternyata panasnya 39'C. Akhirnya saya ke dokter untuk periksa
   darah dan hasilnya sakit malaria tropika. Saya hanya minta supaya
   Tuhan memberikan kekuatan untuk menikmati sakit malaria ini. Ini
   pengalaman kedua dimana saya terjangkit sakit malaria. Yang pertama
   berjenis malaria tersiana dan yang kedua ini malaria tropika yang
   hampir membuat kepala saya pecah. Obat Kina dan Fansidar yang saya
   minum membuat saya terus berkeringat dingin dan tidak bisa tidur
   pada malam harinya. Saya belajar untuk senantiasa mengucap syukur
   dalam keadaan sakit sekalipun. Tapi sekarang, saya sudah sembuh dari
   sakit malaria sehingga saya bisa menuliskan kesaksian ini. Terima
   kasih untuk saudara/saudari yang membaca pengalaman saya ini.
   Biarlah mendapat berkat dari tulisan ini. Tolong berdoa terus untuk
   pelayanan saya: "Terima kasih dan Tuhan memberkati pelayanan kita bersama."

   Kiriman dari: Kartidaya
______________________________________________________________________
** SUMBER MISI **

 MISLINKS -- A DIRECTORY OF MISSIONS RESOURCES FOR MINISTRY PERSONNEL
==>    
http://www.mislinks.org/
   Apakah Anda seorang pendeta, misionaris, peneliti, guru, murid, atau
   bagian dari organisasi yang menitikberatkan pada pekerjaan misi?
   MisLinks adalah untuk Anda -- sebuah sumber informasi online
   berharga yang akan hadir hanya dengan mengklik mouse Anda! Temukan
   informasi-informasi tentang misi praktis (penggalangan dana, bantuan
   dan pengembangan, misi jangka pendek); sumber-sumber pelayanan/
   gereja (pertumbuhan gereja, penginjilan, alat-alat pelayanan);
   topik-topik misi (pengajaran/pelajaran lintas budaya, konflik
   spiritual, teologi penginjilan); penelitian akademis (pertemuan-
   pertemuan, jurnal-jurnal, penerbit-penerbit, sekolah-sekolah); dan
   info umum (mesin pencari, perpustakaan, buku telepon, berita, info
   internet, sumber-sumber video). Scott Moreau dari Wheaton College
   dan Mike O'Rear dari Global Mapping Internasional mengembangkan
   situs yang berguna untuk pelayanan misi ini agar bisa Anda nikmati.

 WORLDWIDE CHRISTIAN SCHOOLS: MISSION OPPORTUNITIES AVAILABLE
==>    
http://www.gospelcom.net/wcs/
   Worldwide Christian Schools (WCS) adalah sebuah organisasi pelayanan
   internasional yang bekerja untuk mendorong pengembangan sekolah-
   sekolah Kristen di seluruh dunia. Organisasi ini mengumumkan tentang
   tim misinya tahun ini dan membuka lowongan bagi para sukarelawan
   yang bersedia melakukan perjalanan ke negara lain guna membantu
   proyek pembangunan sekolah. Kebanyakan tim-tim misi WCS membutuhkan
   tenaga sukarela yang memiliki kemampuan di bidang konstruksi
   bangunan atau kepemimpinan; sedangkan kesempatan untuk melayani di
   bidang konstruksi ringan juga tersedia. Tahun ini, WCS berharap
   dapat mengirim tim misi ke Republik Dominika, Haiti, Nikaragua,
   Honduras, dan negara-negara lain. Kunjungilah Situs WCS untuk
   membaca lebih banyak lagi mengenai misi WCS, sejarah WCS, dan
   informasi bagaimana Anda dapat berpartisipasi dalam pekerjaan misi dunia.
______________________________________________________________________
** DOA BAGI MISI DUNIA **

* T I M U R   T E N G A H
   Kelompok Misi memberi tanggapan atas ancaman terhadap orang Kristen
   di Gaza. Seperti diberitakan, militan bersenjata telah mengancam
   akan meledakkan bangunan kantor milik Palestine Bible Society jika
   mereka tidak menutupnya. Organisasi Bible Society menerima sebuah
   surat dari kelompok militan yang memuat ancaman itu 8 hari yang
   lalu. Mitra mereka dari E3, Tom Doyle, mengatakan bahwa Palestine
   Bible Society menanggapi ancaman tersebut secara serius. "Tanggal 28
   Pebruari adalah tanggal yang disebutkan oleh kelompok teroris
   tersebut dimana mereka akan meledakkan gedung Bible Society.
   Ancaman-ancaman tersebut sangat nyata mengingat mereka telah mulai
   melakukannya dengan meledakkan satu bom. Kami hanya ingin
   menyelamatkan saudara-saudari sepelayanan kami yang ada di jalur
   Gaza." Sebagai tindakan dalam menanggapi surat ancaman itu, pemilik
   tanah meminta agar kantor itu ditutup, paling tidak untuk sementara
   waktu. Meskipun demikian Doyle tetap percaya bahwa hal itu tidak
   akan menghentikan pelayanan Palestine Bible Society. "Mungkin Anda
   berpikir bahwa hal itu akan menghentikan pekerjaan penginjilan,
   namun sebenarnya peristiwa itu malah membantu penginjilan. Hal
   tersebut akan memberikan pemahaman baru kepada orang-orang percaya
   di Palestina mengenai apa yang sedang mereka hadapi. Mereka berdoa,
   dan juga meminta dukungan dari orang-orang percaya di seluruh
   penjuru tempat untuk mendoakan orang-orang percaya di Gaza."
   [Sumber: Mission Network News, February 20th, 2006]
   Pokok Doa:
   ----------
   * Mari berdoa untuk pelayanan Palestine Bible Society di jalur Gaza.
     Berdoa agar Tuhan senantiasa melindungi para pekerja-Nya dan
     memberikan keteguhan hati bagi mereka dalam melayani.
   * Doakan orang-orang percaya di jalur Gaza supaya dalam situasi
     apa pun mereka tetap makin diteguhkan dan dapat bersaksi tentang
     Kristus melalui kehidupan mereka.

* H A I T I
   Haiti menjadi fokus dalam pelayanan penerbangan setelah pemilihan
   presiden berlangsung. Negara ini kemarin mengumumkan Rene Preval
   sebagai presiden Haiti selanjutnya setelah tercapainya kesepakatan
   yang menghindarkan terjadinya kekuatiran meletusnya kerusuhan. Para
   pemrotes telah turun ke jalan berkenaan dengan pengumuman itu.
   Anggota Mission Aviation Fellowship, Kevin Swanson, mengatakan bahwa
   aksi protes tersebut memang memberi pengaruh pada pekerjaan mereka.
   "Staf kami sendiri memang baik-baik saja dan kami tidak melihat
   adanya kebutuhan untuk mengevakuasi mereka. Sempat ada beberapa hari
   dimana pilot kami tidak dapat pergi ke bandara, sehingga membuat
   kami harus membatalkan penerbangan, namun itu hanya sementara saja."
   Terakhir ini, MAF sedang melayani 46 organisasi yang berbeda dan
   membutuhkan lebih banyak lagi pesawat. Sementara mereka telah
   menyediakan perbekalan, guru-guru dan barang-barang lain, Swanson
   mengatakan bahwa hal itu telah membuat pelayanan mereka semakin
   efektif. "Saat pesawat menerbangkan sebuah tim yang membawa Film
   YESUS dan berencana mensharingkan tentang Kristus di negara
   tersebut, masyarakat telah memberikan respon penerimaan yang baik
   dan mereka mau mendengarkan tanpa curiga karena MAF telah terlebih
   dulu membuktikan pelayanan kasih mereka dengan membawakan barang-
   barang kebutuhan dan hal-hal penting untuk desa-desa di negara itu."
   [Sumber: Mission Network News, February 17th, 2006]
   Pokok Doa:
   ----------
   * Naikkan doa untuk presiden yang baru terpilih agar diberikan
     hikmat dan kebijaksanaan dalam memimpin dan membawa Haiti ke arah yang lebih baik.
   * Mengucap syukur untuk pemerimaan masyarakat Haiti yang baik untuk
     pelayanan yang dilakukan oleh MAF. Berdoa agar lebih banyak orang
     lagi yang mengenal Kristus lewat pelayanan mereka.

* I N D I A
   Di India, siaran-siaran radio menyediakan materi-materi pemuridan
   untuk membantu gereja. Sammy Tippit, penginjil dari Amerika, baru-
   baru ini melakukan perjalanan ke India untuk melakukan khotbah
   marathon. Dalam tiga hari, Sammy Tippit berkhotbah dan disiarkan
   dalam bahasa Hindi. Kemudian secara simultan, khotbah tersebut akan
   diterjemahkan dalam bahasa Tamil dan Telegu. Kerinduan Tippit adalah
   memproduksi materi-materi pemuridan dan kepemimpinan untuk komunitas
   Kristen yang sedang bertumbuh di India. Siaran-siaran khotbah
   tersebut akan membantu penjangkauan kepada banyak penduduk India dan
   mengenalkan mereka dengan Injil.
   [Sumber: Mission Network News, February 23rd, 2006]
   Pokok Doa:
   ----------
   * Doakan siaran-siaran khotbah Sammy Tippit agar dapat segera
     diterjemahkan dalam bahasa Tamil dan Telegu sehingga bisa
     menjangkau lebih banyak lagi orang-orang India yang belum mengenal Injil.
   * Berdoa untuk Tippit dan kerinduannya untuk melakukan khotbah
     marathon dalam berbagai bahasa utama di Asia. Dengan demikian,
     Injil bisa didengar oleh orang-orang yang tinggal di seluruh penjuru Asia.
______________________________________________________________________
** DOA BAGI INDONESIA **

          YAYASAN PENGUTUSAN INJIL DAN PELAYANAN KASIH (PIPKA)
          ----------------------------------------------------
   Yayasan PIPKA adalah salah satu yayasan Kristen yang terpanggil
   untuk memperhatikan suku-suku terabaikan di tanah air -- di
   antaranya 127 suku yang belum atau sebagian saja yang memperoleh
   pelayanan dari lembaga kristiani mana pun. Yayasan PIPKA terus
   melibatkan diri di dalam usaha pengembangan masyarakat di mana Injil
   diberitakan melalui berbagai bentuk pelayanan kasih, misalnya
   program pertanian, pelayanan kesehatan, pertanian, beasiswa, program
   pengadaan air bersih, dll.. (Brosur PIPKA)

   Pokok Doa:
   ----------
   * Mengucap syukur atas berkat Tuhan bagi yayasan PIPKA sehingga
     pelayanannya bisa berkembang dengan baik. PIPKA sekarang melayani
     sebanyak 63 cabang, yaitu 23 yang mandiri dan 43 cabang yang masih
     membutuhkan subsidi dari PIPKA. Doakan sumber dana untuk memenuhi
     kebutuhan subsidi di cabang-cabang PIPKA.

   * Mengucap syukur juga karena perwakilan PIPKA sekarang sudah ada di
     lebih dari 10 propinsi di Indonesia dan juga sampai ke luar negeri.

   * Mengucap syukur untuk beberapa jemaat yang telah dirintis oleh
     yayasan PIPKA dan oleh anugerah Allah, jemaat-jemaat rintisan
     tersebut telah menjadi gereja-gereja yang dewasa dan mandiri.

   * Doakan keterlibatan PIPKA dalam usaha pengembangan masyarakat
     di mana Injil diberitakan melalui pelayanan kasih. Berdoa supaya
     PIPKA semakin peka untuk melihat potensi-potensi daerah yang dapat
     dikembangkan dan mempunyai hikmat dalam cara penyampaiannya.

   * Doakan juga agar ada dampak dari pelayanan kasih yang mereka
     lakukan sehingga melalui pelayanan tersebut banyak orang bisa
     mengenal Injil dan sumber kasih sejati, Yesus.

   * Doakan agar lebih banyak orang rindu untuk terlibat dalam
     pelayanan PIPKA baik melalui doa, daya, dan dana. Berdoa juga agar
     Allah menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas untuk
     menjalankan dan mengembangkan pelayanan ini.
______________________________________________________________________
** SURAT ANDA **

   >From: Lusi Kristani <lusi(at)>
   >Dengan hormat,
   >Saya, Lusi, telah berkunjung ke website Anda. Saya ingin mendengar
   >kabar kesaksian tentang misi. Saya sekarang ini tinggal di Jerman,
   >untuk studi. Saya bergereja di Jerman, Lakeside Church di kota
   >Konstanz (bagian selatan Jerman, berbatasan dengan Swiss). Jika
   >Anda membutuhkan informasi yang lain, saya dengan senang hati akan
   >menjawab pertanyaan Anda.
   >salam, Lusi

   Redaksi:
   Terima kasih untuk kunjungan Anda ke situs kami. Untuk mendapatkan
   kumpulan kesaksian Anda bisa mengakses situs e-MISI dan klik alamat di bawah ini:
   ==>
http://www.sabda.org/misi/

   Anda juga akan kami daftarkan sebagai pelanggan Publikasi e-JEMMi
   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi) untuk mendapatkan informasi-
   informasi seputar pelayanan misi yang bisa mendorong Anda untuk
   semakin rindu mendoakan dan bahkan terlibat dalam pekerjaan misi.
   Kami berharap bahan-bahan yang kami sajikan dapat menjadi berkat
   bagi Anda dan bisa Anda bagikan kepada yang lain.
______________________________________________________________________
** URLS Edisi Ini **

* Mission Network News             
http://www.missionnetworknews.org/
______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
    (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
     mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
                    Staf Redaksi: Lisbet, Ary, Endah
   Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
   Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi    :              < staf-misi(at)xc.org >
Untuk berlangganan              :   < subscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk berhenti                  : < unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan    : < owner-i-kan-misi-JEMMi(at)xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :          
http://www.sabda.org/misi/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :           http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
**********************************************************************


_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
 'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
 "Siapakah yang akan Kuutus,  dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?"
  Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"'                 (Yesaya 6:8)


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke