From: [EMAIL PROTECTED]
 
Minyak Urapan

OPEN FORUM 061901 F
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Beberapa minggu yang lalu saya kira anda mengatakan seperti kita tidak melihat kepada kesembuhan penyakit secara ajaib pada hari ini, karena Injil Tuhan sebetulnya berkata tentang kesembuhan rohani bukan kesembuhan jasmani, apakah betul begitu?

MR. C: Pertama-tama kalau misalnya ada kesembuhan secara fisik yang lebih cepat, itu datang-nya dari Tuhan karena Tuhan adalah pemberi kehidupan, tetapi itu bukanlah tujuan yang utama dari Injil. Ada orang-orang di dunia yang belum pernah mendengar tentang Injil tetapi Tuhan juga menyembuhkan mereka. Jadi kesembuhan fisik tidak ada hubungannya dengan Injil. Ada juga orang yang percaya dengan sunguh-sungguh tetapi mereka punya suatu penyakit berat dan mereka mati karena penyakit itu. Tuhan tidak menyembuhkan mereka. Jadi kesembuhan secara fisik ini tidak ada hubungannya dengan Injil yang sejati.

Tujuan utama dari Injil adalah untuk memberikan penyembuhan secara rohani, ini adalah betul-betul jauh lebih penting daripada kesembuhan fisik. Karena dosa, seluruh umat manusia sudah terjangkit penyakit rohani. Mereka semua ada di bawah murka Allah karena dosa-dosa mereka, dan mereka sedang menuju kepada "kematian kedua" yaitu kutukan yang kekal, dan ini adalah situasi yang sangat-sangat tidak menguntungkan. Tetapi Injil bisa menyembuhkan mereka dari situasi ini supaya mereka bisa mendapatkan "kebangkitan jiwa yang baru" dan bersamaan dengan itu juga mendapatkan kehidupan yang kekal bersama dengan Kristus. Jadi mereka tidak perlu mengalami kematian kedua, itulah tujuan utama daripada Injil.

PENANYA: Bagaimana anda menerangkan Yakobus 5:14 ?

MR. C: Di Yakobus pasal 5 kita harus membacanya dengan sangat berhati-hati, sayangnya di dalam Alkitab kita hal ini tidak diterjemahkan dengan baik. Di Yakobus 5:14, kata "sakit" di dalam bahasa aslinya Yunani adalah "astheneo" dan kata ini juga digunakan di berbagai tempat di dalam Alkitab. Ini bisa berarti penyakit fisik, tetapi bisa juga berarti penyakit rohani dan bisa juga berarti penyakit mental.

Sekarang seseorang sedang sakit keras, dan disini konteksnya menyatakan bahwa orang ini mempunyai penyakit fisik, dan mungkin dia sudah sekarat dan sedang menuju kepada kematian. Dalam ayat 14 kita membaca demikian:
"Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit [astheneo], baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia......."

Ini bisa dipahami. Orang ini sudah sekarat dan sedang menuju kepada kematian, dan para penatua jemaat dipanggil supaya berbagi Injil dengan orang tersebut untuk yang terakhir kalinya. Ini adalah tugas dari para penatua tersebut. Mereka bukan datang sebagai dokter, tetapi mereka datang dengan Injil, hal ini dijelaskan dalam kalimat berikutnya:
"…..serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan."

Ini bukanlah seperti sebuah upacara ritual ibadat. Kalimat ini menyatakan bahwa para penatua datang dengan "minyak" dari Injil. Di dalam Alkitab minyak secara rohani adalah gambaran dari "Roh Kudus". Jadi kalau orang yang sakit keras itu bisa diselamatkan, dia sudah diselamatkan dari api neraka pada saat-saat terakhir itu, dan dia akan masuk ke dalam surga pada waktu dia mati, ini ditegaskan di Yakobus 5:15, dimana kita baca demikian:
"Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit [kamno] itu dan Tuhan akan membangunkan [membangkitkan] dia;..........."

Kata "menyelamatkan" selalu ada hubungannya dengan keselamatan yang sejati (mendapatkan kebangkitan jiwa yang baru), dan di dalam bahasa aslinya kata "sakit" di ayat 15 ini adalah kata yang berbeda dengan kata yang digunakan di ayat 14. Di ayat 14 digunakan kata "astheneo" yang biasanya diartikan sebagai penyakit fisik, tetapi di ayat 15 digunakan kata "kamno". Nah kenapa Tuhan mengganti kata tersebut?

Kata "kamno" hanya ditemukan di dua tempat lainnya di dalam Alkitab, dan ini tidak ada hubungannya dengan penyakit fisik. Kata ini berhubungan dengan penyakit rohani. Jadi, disini Tuhan berkata, doa orang yang percaya akan menyelamatkan orang yang sakit rohani, dan Tuhan akan "membangkitkan" dia, yaitu kalau dia sudah diselamatkan, dia akan mengalami kebangkitan jiwa yang baru. Kemudian di kalimat selanjutnya kita baca:
"........dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni."

Setiap orang pernah berbuat dosa. Dan disini dikatakan "dosanya akan diampuni," jadi ini ada hubungannya dengan keselamatan. Dosa kita hanya bisa diampuni bila kita sudah betul-betul diselamatkan. Ayat-ayat ini tidak sedang berbicara tentang penyakit secara fisik tetapi ini sedang berbicara tentang keselamatan.

PENANYA: Bagaimana sewaktu Yesus menyembuhkan seorang yang mempunyai penyakit kusta?

MR. C: Tuhan menggunakan perumpamaan-perumpamaan dan gambaran-gambaran di dalam Alkitab untuk menjelaskan keselamatan (Matius 13:34, Markus 4:11-12). Tuhan menggunakan mereka yang buta, pincang dan berpenyakit menular seperti penyakit kusta, dan mereka yang sudah mati sebagai gambaran bahwa manusia adalah "sakit" atau "mati secara rohani" sebelum mereka diselamatkan.

Dalam pandangan Tuhan secara rohani kita adalah buta, pincang atau mempunyai penyakit menular seperti kusta, dan mati secara rohani (Roma 3:10-12, Yehezkiel 37). Tuhan menyembuhkan mereka secara fisik untuk menyatakan gambaran bahwa kita disembuhkan dari buta rohani, pincang rohani, kusta rohani dan mati rohani.

Anda lihat tanda-tanda ajaib seperti ini hanya terjadi ketika Yesus berada di dunia, dan setelah Yesus kembali ke surga, ada beberapa rasul yang juga bisa melakukan tanda-tanda mujizat ini. Tetapi tidak berapa lama setelah itu, hal-hal seperti ini tidak kita temukan lagi. Tanda-tanda seperti ini tidak kita temukan lagi di dalam surat Efesus, surat Roma atau surat Kolose, dan seterusnya. Tanda-tanda mujizat kesembuhan ini adalah merupakan "perumpamaan" atau gambaran yang diberikan kepada kita supaya kita mendapat pengertian yang lebih baik mengenai keselamatan.

PENANYA: Bagaimana kita membuktikan bahwa yang dimaksud itu bukan kesembuhan secara fisik? Bagaimana kita membuktikan bahwa itu adalah perumpamaan-perumpamaan? Ini kelihatannya seperti sebuah agama Yahudi, karena saya tahu seorang Yahudi yang percaya bahwa terbelahnya laut Merah hanyalah sebuah illustrasi.

MR. C: Anda ingin percaya bahwa Injil selalu ada hubungan-nya dengan penyembuhan secara fisik, atau mujizat penyembuhan. Jadi Injil yang anda percayai itu suatu waktu akan menjadi bencana, karena bagaimanapun juga kita semua akan mati, dan biasanya kita akan mati karena suatu penyakit. Misalnya hati kita menjadi rusak dan tidak akan berfungsi lagi, lever kita tidak berfungsi, atau sesuatu akan gagal berfungsi, dan kita akan mati. Nah sekarang pertanyaannya apa yang bisa anda dapatkan dari Injil?

PENANYA: Saya akan diselamatkan, dan ketika saya akan mati, saya tidak perlu takut akan kematian, karena saya akan mendapatkan hidup yang kekal karena dosa-dosa saya sudah dimaafkan.

MR. C: Nah sekarang anda berkata bahwa Injil ada hubungannya dengan pengampunan dosa. Tetapi Injil akan gagal ketika anda mengharapkan penyembuhan secara fisik. Kenyataan bahwa kita semua akan mati menunjukkan kesembuhan secara fisik tidak ada hubungannya dengan Injil yang sejati. Para "penyembuh" ini yang anda ketahui mengaku telah menyembuhkan orang ini dan orang itu, dan kemudian hal yang berikutnya yang terjadi adalah mereka sendiri yang terkena penyakit dan akan mati juga. Jadi apa artinya semua penyembuhan fisik itu? Hal itu tidak berarti apa-apa.

Itu hanyalah sebuah bencana, jika Injil berhubungan dengan penyembuhan secara fisik. Anda lihat hal-hal yang seperti ini menyebabkan Injil tergeser dari tujuan yang sebenarnya. Tuhan berkata Dia akan menyembuhkan kita, Dia-lah yang menanggung "semua" penyakit kita, oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan, dan ini menunjuk kepada kesembuhan rohani. Di Yesaya 53:4-6 kita baca demikian:
"Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh."

I wait for the LORD, my soul doth wait, and in His word do I hope  (Psalm 130:5)
www.familyradio.com
========================================
 
Rebah Ke Tanah

In a message dated 3/20/2006 8:08:07 PM Pacific Standard Time, iseloadji@ writes:

Kisah Rasul 26:14,15
Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang. Tetapi aku menjawab:
Siapa Engkau Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu.

Pak Setiawan Yth,

Saya sangat sedih dengan tulisan Bapak yang mendiskreditkan gereja-gereja lain, padahal ktia satu tubuh Kristus. Tentu saja kita mengenal gereja-gereja dan aliran-aliran sesat. Tetapi yang dapat kita nyatakan sesat adalah yang menentang bahwa Yesus adalah Tuhan dan satu-satunya Juru Selamat, dan Alkitab adalah satu-satunya Kebenaran.
gereja-gereja karismatik, meskipun mungkin aneh di mata Bapak, tapi sungguh mengaku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat. Setan tidak dapat melakukan hal itu dan tidak menyukai hal itu sama sekali, jadi tidak mungkin seorang atau lembaga yang
dipengaruhi iblis mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Kalu gereja karismatik mau menyerang non-Karismatik dengan mengatakan bahwa gereja non Karismatik sesat karena tidak melakukan baptis selam, bukankah kita akan mendukakan Tuhan dengan berkelahi satu sama lain?
Bisa saja karismatik mengatakan jelas-jelas di Alkitab Yesus bangkit dari air waktu di baptis, lalu makna kata Yunani "baptizo" adalah ditenggelamkan ke dalam air. Nah, kalau karismatik mengatakan yang dipercik sesat, maka perpecahan gereja tak akan pernah selesai.

Rebah atau jatuh ada di Alkitab. Di Perjanjian Lama (saya lupa letaknya, akan saya cari) imam-imam jatuh saat rebah saat hadirat Tuhan memasuki bait suci. Jadi kalau Bapak katakan tidak ada di Alkitab, Bapak tidak teliti.

Terima kasih,
Imelda S
--------------------------------------------

Dear Beloved,

Saya tidak tahu dimana ada tertulis tentang imam-imam yang jatuh rebah ke tanah di dalam Perjanjian Lama sehingga saya tidak dapat memeriksa ayat-ayat tersebut, tetapi adalah benar sekali bahwa di masa-masa yang lalu ketika Alkitab belum selesai ditulis ada saat-saat tertentu ketika Tuhan hadir di suatu tempat kadang ada suatu fenomena supra-natural (gaib) yang terjadi, yaitu ada orang-orang yang "rebah ke tanah" atau "jatuh ke belakang". Dan Iblis mengetahui hal ini, dan di akhir zaman kuasa untuk melakukan "tanda-tanda yang gaib" dan"mujizat-mujizat yang mengherankan" semuanya telah Tuhan berikan kepada Iblis (Matius 24:24).

Harap diperhatikan bahwa mujizat-mujizat yang tercatat di dalam Alkitab lebih banyak terjadi "sebelum" peristiwa Pentakosta daripada sesudah peristiwa Pentakosta. Ketika Kristus sudah kembali ke surga mujizat-mujizat yang terjadi berangsur-angsur "menurun" dan bukan bertambah hebat. Pada masa Alkitab belum selesai ditulis Tuhan melakukan mujizat-mujizat tersebut hanya untuk membuktikan bahwa memang benar Injil berasal dari surga, tetapi Tuhan juga memperingat kan bahwa di akhir zaman (dimana kita berada sekarang ini) Iblis akan melakukan hal yang sama, yaitu Iblis menggunakan "tanda-tanda yang dahsyat" dan "mujizat-mujizat yang mengherankan" untuk menyebarkan injil-injil yang mereka ciptakan yang berisi setengah Kebenaran dan setengahnya lagi kebohongan.

Bila kita membandingkan semua ayat-ayat yang ada tertulis di dalam Alkitab tentang fenemona jatuh ke belakang (dan kita harus selalu melakukan hal ini sebelum dapat sampai pada Kebenaran yang sejati) maka kita juga akan menemukan banyak peringatan-peringatan yang sifatnya sangat-sangat serius, seperti misalnya dalam Yesaya 28:13 kita membaca demikian:
"Maka mereka akan mendengarkan firman TUHAN yang begini: "Harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini tambah itu!" supaya dalam berjalan mereka jatuh telentang [jatuh ke belakang], sehingga luka, tertangkap dan tertawan [oleh Iblis]."

Dan Mazmur 91:6-12 menjelaskan demikian:
"terhadap penyakit sampar [=penyakit rohani yang menular] yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Walau seribu orang rebah [jatuh ke belakang] di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. Sebab TUHAN [=Firman Tuhan] ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka [=masa siksaan yang dahsyat -- Mat. 24:21] tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu."

Kemudian satu hal lagi menurut Alkitab upacara baptis air yang benar adalah bukan secara selam. Yesus adalah Imam Besar Agung yang berarti Yesus harus dibaptis dengan cara yang sama seperti imam-imam besar dari suku Lewi dibaptis. Dalam hukum Taurat di kitab Keluaran 30:17-21 kita membaca demikian:
"Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Haruslah engkau membuat bejana dan juga alasnya dari tembaga, untuk pembasuhan, dan kautempatkanlah itu antara Kemah Pertemuan dan mezbah, dan kautaruhlah air ke dalamnya. Maka Harun dan anak-anaknya haruslah membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan, haruslah mereka membasuh tangan dan kaki dengan air, supaya mereka jangan mati. Demikian juga apabila mereka datang ke mezbah itu untuk menyelenggarakan kebaktian dan untuk membakar korban api-apian bagi TUHAN, haruslah mereka membasuh tangan dan kaki mereka, supaya mereka jangan mati. Itulah yang harus menjadi ketetapan bagi mereka UNTUK SELAMA-LAMANYA, bagi dia dan bagi keturunannya turun-temurun."

Tetapi tentu saja baptisan yang dapat membersihkan dosa-dosa kita adalah bukan baptisan secara fisik dengan menggunakan air betulan, tetapi itu adalah baptisan secara --rohani-- yang dikerjakan oleh Tuhan di dalam hati kita (Titus 3:5). Semua hukum-hukum upacara yang ada tercatat di dalam Alkitab hanya berfungsi sebagai "perumpamaan" atau "bayangan" dari isi rohani yang sebenarnya. Alkitab menerangkan kepada kita dalam Ibrani 9:10 demikian:

"karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan."

Heaven and earth shall pass away, but My words shall not pass away  (Matthew 24:35)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit,
Setiawan


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke