PELAYAN DAN MURID
 
Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu...
(Matius 20:26)

Sudah tiga tahun saya berkecimpung di dunia kampus, dan sekarang saya meninggalkan "bisnis" pendidikan, dan kembali ke dunia bisnis finansial, menjadi pegawai di sebuah perusahaan pembiayaan. Kadang-kadang saya merasa rindu pada kampus, rindu mengajar mahasiswa mata kuliah favorit saya, Manajemen Keuangan II, Manajemen Keuangan Internasional, dan Manajemen Risiko. Saya merindukan wajah anak-anak yang masih lugu, wajah serius, bandel, malas, maupun masa bodoh, berbagai ekspresi yang memberi warna hari-hari saya.
Sudah banyak hal saya lewati, dari sejak saya lulus S1 hingga hari ini. Beberapa macam profesi sudah saya jalani, dari wartawan hingga dosen, beberapa institusi dari media surat kabar yang beroplah kecil dan tersegmentasi spesifik hingga perusahaan multinasional dan kampus swasta cukup terkemuka. Begitu pula berbagai pribadi pemimpin pernah saya ikuti, dari seorang ibu yang licik yang dijuluki "Cruella De Vil" oleh para stafnya, hingga pribadi yang bijak seperti Gandalf dalam kisah "Lord of The Rings".
 
Saya tentu tak berminat bercerita tentang Cruella yang cukup legendaris bagi perjalanan hidup saya karena saya mengenalnya waktu saya bekerja untuk pertama kalinya setelah saya lulus sarjana. Saya tak ingin bercerita tentang Cruella, dan siapa dia, karena toh anda pasti tak mengenalnya. Bagi saya, pengalaman mengenal berbagai pribadi buruk maupun baik, semuanya adalah bahan renungan bagi hidup saya. Mengasihi orang yang baik pada kita, tak perlu memiliki Kristus di hati kita untuk berbuat seperti itu. Mengasihi orang yang sulit itulah tantangan dan peluang, untuk menjadi murid Kristus.
 
Yang saya inginkan adalah berbagi tentang pribadi pemimpin yang sungguh berkesan bagi saya. Pribadi yang satu ini, jika saya sebut namanya, anda semua pasti kenal. Beliau sering disebut dengan initialnya, JP. Kesan yang mendalam saya peroleh justru setelah saya tak lagi bekerja dengan beliau, ketika saya sadar tak mudah menjumpai lagi sosok seperti beliau.
 
Saya sering mendapati dalam kehidupan saya begitu tak mudah menjadi pengikut Kristus. Sungguh adalah kasih karunia orang macam saya Tuhan mau selamatkan. Saya sangat keras kepala dan menjadi tuan atas kemauan saya. Dan saya sungguh malu, ketika akhirnya saya beroleh anugerah bertemu seorang yang tidak hanya "ngomong" tentang Yesus Kristus, tetapi benar-benar menjadi kitab hidup bahwa Yesus itu ada. Pak JP adalah orang besar, namun selalu memiliki hati hamba. Begitu rendah hati, hingga kadang orang di sekitarnya lupa dan menganggap remeh eksistensi beliau. "Servant Leadership" memang nilai yang menjadi trademark beliau. Namun itu bukan slogan. Pak JP sering mendatangi anak buah jika beliau ingin bicara. Sungguh jarang dilakukan boss lain, yang biasanya menelpon atau meminta sekretaris untuk memanggilkan untuknya. Pak JP lebih seperti seorang ayah daripada seorang boss.
 
Pak JP tidak pernah berbicara yang buruk tentang orang lain, bahkan orang yang dia tahu sangat membenci dirinya. Yang lebih mengagumkan, beliau tak pernah pula berusaha menggeser orang-orang yang tak menyukainya. Kebesaran beliau lahir dari sikap yang mungkin bagi dunia nampak seperti pecundang.
 
Dari pribadi beliau saya belajar dua hal yang Kristus tekankan: menjadi pelayan, dan menjadi murid. Pak JP menggunakan istilah "learner" atau pembelajar untuk kata murid.
Semakin kita mengejar status sosial yang lebih baik, semakin kita lupa bahwa meneladani Kristus berarti menjadi hamba, karena Tuan kita dengan rendah hati mau membasuh kaki, dan tak marah saat diludahi. Mudah mengkotbahkan di hari Minggu.
 
Yesus berkata,"Jadikan semua bangsa muridKu...", bukan "jadikan semua bangsa guru-guru teologia yang tangguh dan pandai berdebat". Pak JP diterima di segala denominasi. Jarang ada orang Kristen seperti itu. Mengapa? Karena beliau tak memaksakan pemahaman beliau. Beliau lebih suka mendengar daripada berdebat (sungguh berbeda dengan saya yang kadang masih kesal dengan tulisan-tulisan atau kotbah-kotbah yang penuh kebencian dan antipati terhadap denominasi tertentu). Mulut lebih cepat berdosa daripada telinga.
Murid itu lebih banyak mendengar daripada berkata. Tidak ada seseorang yang dapat menjadi guru yang baik jika tak pernah menjadi murid. Seorang Doktor menjadi murid lebih lama daripada seorang anak SMU. Menjadi murid Kristus, adalah sampai akhir hayat.
 
Saya tak lagi hadir di rapat tiap hari Selasa yang dipimpin Pak JP, karena saya sudah meninggalkan kampus. meski demikian, rasa hormat saya terhadap beliau tidak pernah pudar. Saya melihat seorang yang Tuhan bawa ke tempat yang tinggi ketika ia memilih tempat seorang hamba. Seorang yang menjadi guru banyak orang lewat kehidupannya sebagai murid. Seorang yang menjadi terang dan garam bagi kehidupan banyak orang, salah satunya diri saya.


Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone calls to 30+ countries for just 2ยข/min with Yahoo! Messenger with Voice.


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-




SPONSORED LINKS
Arizona regional multiple listing service United regional health care system Anda networks


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke