|
From: [EMAIL PROTECTED]
RAHASIA DAN PERUMPAMAAN "Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil [yaitu bayi-bayi]. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya." (Matius 11:25-27) Salah satu dari kebenaran besar yang ada di dalam Alkitab adalah Allah menyembunyikan kebenaran dari orang-orang tertentu dan menyatakan kebenaran kepada orang-orang yang lainnya. Dalam kitab Amsal 25:2 kita membaca demikian: "Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu." Dan Allah-lah yang menentukan masa dan waktu kapan Ia menyatakan kebenaran kepada anak-anak-Nya pada saat yang tepat sehingga kebenaran tersebut kekal tersimpan di dalam hati mereka. Kitab 1 Korintus 2:7 menyatakan bahwa karya Kristus dalam keselamatan, merupakan "hikmat yang tersembunyi dan rahasia", disitu kita baca demikian: "Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita" Adalah sangat penting untuk diingat bahwa Alkitab ditulis berdasarkan inspirasi dari Allah Roh Kudus (2 Petrus 1:21) untuk dimengerti dalam tiga cara, yaitu: 1. Pengertian sejarah 2. Pengertian moral 3. Pengertian rohani Dan pengertian rohani adalah aspek yang paling penting dan paling sulit untuk dimengerti karena Allah menggunakan kata-kata-Nya secara simbolis, atau menggunakan bahasa-bahasa perumpamaan untuk menjelaskan Injil keselamatan. Kita harus menyediakan banyak waktu di dalam mempelajari Alkitab dan di dalam doa untuk dapat melihat arti-arti rohani ini. Tetapi ajaibnya arti-arti rohani ini selalu berhubungan dengan Injil Yesus Kristus. Dalam kitab Markus 4:33-34 Tuhan berkata demikian: "Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia [yaitu Kristus] memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri." Ingatlah selalu bahwa bahwa firman Yesus adalah seluruh Alkitab, dan Ia memberitahukan kepada kita mengapa Ia berbicara dalam perumpamaan, dalam kitab Matius 13:11 kita baca demikian: " ... Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak." Dalam kata lain seluruh Alkitab berisi perumpamaan-perumpamaan tentang Injil Kristus. Dalam kitab Markus 4:10-11 kita membaca demikian: "Ketika Ia [Yesus] sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan ... " Dan kitab Roma 10:17 menerangkan kepada kita demikian: "Jadi, iman [yaitu kata yang sama dengan keselamatan] timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus" Tentu saja hal ini menunjuk kepada pendengaran (perhatian) secara rohani yang Tuhan anugrahkan kepada kita. Fakta ini terlihat dalam keselamatan Lidia yang kita baca dalam kitab Kisah Para Rasul 16:14 demikian: "Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus." Lidia adalah seorang penjual kain ungu, dan "kain ungu" adalah warna pakaian yang digunakan oleh raja-raja dan ratu-ratu pada zaman dahulu bahkan sampai sekarang. Dan siapakah yang digambarkan sebagai raja-raja dan ratu-ratu di dalam Alkitab? Orang-orang yang percaya adalah anak-anak Kristus yang merupakan "Raja dari segala raja dan Tuan dari segala tuan" (Wahyu 19:16). Dan dalam kitab 1 Petrus 2:9-10 kita membaca demikian: "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani [yaitu imam-imam dan raja-raja], bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan." Ironisnya dalam ayat sebelumnya ayat 7 dan 8 menyatakan tentang mereka yang tidak percaya, disitu kita baca demikian: "Karena itu bagi kamu, yang percaya, Ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan." Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan." Batu itu tidak lain menunjuk kepada Kristus sendiri (1 Korintus 10:4). Dalam kata lain orang-orang yang tidak percaya tersandung pada Firman Kristus yang ada tertulis di dalam Alkitab. Sedangkan orang-orang yang percaya akan terus beristirahat di dalam janji (firman) Tuhan seperti yang dinyatakan dalam Filipi 2:13 demikian: "karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya." Karya yang terjadi terus-menerus di dalam kasih karunia ini -- yaitu pekerjaan Tuhan -- di dalam kehidupan umat Kristen, lebih jauh dijelaskan dalam kitab Efesus 1:5 dan 9 yang berkata demikian: "Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya ....... Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus" So faith comes by hearing, and hearing by the word of God (Romans 10:17) May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit, Setiawan =========================================================
From: [EMAIL PROTECTED]
Penginjil Pengusaha In a message dated 5/16/2006 8:50:58 PM Pacific Standard Time, angel@ writes: Salam kasih P' Setiawan, Apakah seorang pendeta diperbolehkan berbisnis ? Bagaimana Firman TUHAN berbicara mengenai hal ini ? Thx. Angel ----------------------------------------- Dear Beloved, Seorang penginjil adalah seorang manusia juga yang tentunya mempunyai kebutuhan-kebutuhan fisik. Walaupun kita sudah bekerja keras seharian untuk pekerjaan-pekerjaan yang menyenang kan Tuhan kita juga memerlukan makanan di atas meja, dan hal itu tidak akan terjadi secara ajaib. Dan Alkitab sama sekali tidak melarang seorang penginjil untuk melakukan bisnis asalkan dilakukan dengan benar dan tidak ber-partner dengan orang-orang yang tidak percaya (yaitu pasangan yang tidak seimbang - 2 Korintus 6:14). Supaya orang-orang yang tidak percaya jangan menggunakan perusahaan tersebut untuk hal-hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan demi menghasilkan uang yang banyak. Sebenarnya Alkitab menasihatkan orang-orang yang percaya supaya mereka bekerja mencari nafkah, dalam kitab 2 Tesalonika 3:10 kita membaca demikian: "Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." Dan hal ini adalah sangat penting sekali khususnya pada hari kita sekarang ini, yaitu kita harus membuat kedua hal ini seimbang di dalam kehidupan kita, antara bekerja mencari nafkah untuk memenuhi tanggung-jawab kita kepada keluarga dan bekerja untuk Tuhan. Masalah lainnya adalah sekarang ini kita hidup di zaman yang sangat modern yang dapat membuat kita berpikir bahwa kita memerlukan uang yang sangat banyak untuk bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita. Ada banyak penemuan-penemuan baru yang dapat membuat kita berpikir bahwa kita memerlukan barang-barang tersebut. Itulah sebabnya uang bisa menjadi godaan yang sangat besar bagi umat manusia. Uang sendiri sama seperti emas atau batu-batu pertama sebenarnya tidaklah berdosa, akan tetapi "cinta" akan uang yang akan membuat manusia menjadi berdosa dan menjauh dari Tuhan. Dalam 1 Timotius 6:10 Alkitab berkata demikian: "Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka." Dan kitab Pengkhotbah 5:10 menambahkan demikian: "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia." Tetapi kemudian di dalam Alkitbab kita menemukan contoh yang sangat baik dari rasul Paulus yang adalah seorang pekerja. Pada siang hari Paulus bekerja untuk membuat kemah tetapi seluruh kehidupannya ditujukan untuk menyebarkan Injil Yesus Kristus. Rasul Paulus bekerja dengan sangat keras dan hidup sesederhana mungkin supaya tujuan utamanya untuk memberitakan Injil tidak gagal. Dalam kitab Filipi 3:8 rasul Paulus dibawah inspirasi dari Allah Roh Kudus menasihatkan kepada kita demikian: "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus" Itulah sebabnya dalam kitab Roma 6:13-14 kita membaca demikian: "Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia." There is therefore now no condemnation to them which are in Christ Jesus, who walk not after the flesh, but after the Spirit (Roma 8:1) May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit, Setiawan ============================================
From: [EMAIL PROTECTED]
PASANGAN YANG TIDAK SEIMBANG "Janganlah engkau membajak dengan lembu dan keledai bersama-sama." (Ulangan 22:10) Ini adalah ayat yang sangat menarik, ayat ini bisa mempunyai beberapa tingkat pengertian. Pertama-tama ini adalah perintah bersejarah untuk dipatuhi secara harafiah oleh bangsa Israel kuno. Umat Israel tidak diperbolehkan membajak dengan menggunakan lembu dan keledai bersama-sama. Kalau ada seseorang yang melakukan hal itu maka ia berada dalam pemberontakan terhadap firman Tuhan. Apakah mereka bisa melihat rasionalisasi dari perintah tersebut atau tidak, mereka harus mematuhinya. Pengertian yang kedua ini adalah perintah yang mengajarkan kebenaran prinsip secara moral. Misalnya hal itu adalah suatu kekejaman bila kita menggunakan keledai yang kecil bersama-sama dengan lembu yang besar untuk membajak. Tetapi walaupun mereka menggunakan keledai yang besar dan lembu yang kecil sehingga besar badannya hampir sama, hal itu juga tidak diperbolehkan. Dalam arti rohani yang lebih mendalam, di dalam hukum hukum Taurat lembu adalah binatang yang bersih (halal), sedangkan keledai adalah binatang yang tidak bersih (haram). Binatang-binatang yang bersih secara rohani menunjuk kepada "orang-orang percaya" yang sudah diselamatkan melalui darah Kristus. Sedangkan binatang-binatang yang tidak bersih menunjuk kepada "orang-orang dunia" atau orang-orang yang tidak percaya yaitu mereka-mereka yang tetap terus berada dalam pemberontakan terhadap Tuhan. Dalam Perjanjian Baru Tuhan juga menunjukkan prinsip yang sama, dalam kitab Lukas 16:13 kita membaca demikian: "Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Ini adalah pesan yang sangat konsisten di dalam seluruh Alkitab. Ini adalah prinsip yang berlaku untuk seluruh umat manusia, dan orang-orang yang percaya akan berusaha untuk mematuhinya ketika mereka bertumbuh dalam kasih karunia Tuhan. Dan prinsip yang sama juga kita temukan dalam kitab Ulangan 22:10 ketika umat Israel dilarang untuk membajak dengan menggunakan lembu dan keledai bersama-sama. Jadi ayat ini mempunyai pengertian secara sejarah (upacara), pengertian moral, dan juga pengertian rohani. Dan pengertian yang ketiga hal ini berhubungan dengan keselamatan. Di dalam Alkitab lembu yang tidak bercacat seringkali dipergunakan untuk kurban bakaran dan kurban darah, karena itu, sama seperti domba, lembu juga menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus. Sedangkan keledai menunjuk kepada orang-orang yang membutuhkan keselamatan. Sebelum kita diselamatkan kita adalah sama najisnya dengan orang-orang lainnya di dunia ini, dan disitulah Tuhan menemukan kita. Dalam kitab Keluaran 34:20 Tuhan membaca demikian: "Tetapi anak yang lahir terdahulu dari keledai haruslah kautebus dengan seekor domba; jika tidak kautebus, haruslah kaupatahkan batang lehernya. Setiap yang sulung dari antara anak-anakmu haruslah kautebus, dan janganlah orang menghadap ke hadirat-Ku dengan tangan hampa." Dalam ayat ini dinyatakan bahwa setiap keledai yang sulung harus ditebus dengan domba. Kita sudah mengetahui bahwa domba menunjuk kepada Tuhan Yesus (Yohanes 1:29), dan keledai menunjuk kepada orang-orang yang tidak percaya. Karena itu ayat ini menyatakan bahwa orang-orang yang tidak percaya yang tidak ditebus dengan domba, batang lehernya harus dipatahkan, yang berarti ia harus dibunuh. Ini adalah gambaran dari apa yang akan terjadi pada setiap orang yang tidak diselamatkan pada hari penghakiman yang terakhir. Mereka-mereka yang tidak ditebus dosa-dosanya oleh darah Anak Domba yang tidak bercacat, yaitu Tuhan Yesus Kristus, akan menghadapi "kematian kedua" atau hukuman yang kekal di Neraka untuk selama-lamanya. Prinsip hukum Tuhan menyatakan bahwa upah dari sebuah dosa yang paling kecil saja adalah maut, Dalam kitab Roma 6:23 kita membaca demikian: "Sebab upah dosa ialah maut [yaitu kematian kedua]; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." Kita mempunyai bukti-bukti yang alkitabiah bahwa lembu menunjuk kepada Tuhan Yesus dan juga orang-orang yang percaya, sedangkan keledai menunjuk kepada mereka-mereka yang belum diselamatkan. Orang-orang yang percaya adalah pasangan atau pengantin rohani dari Kristus, yang berarti kita telah bersatu dengan Kristus. Karena itu janganlah orang-orang yang percaya menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Dalam kitab 2 Korintus 6:14 kita baca demikian: "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" Dan dalam Matius 11:29-30 Yesus berkata demikian: "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." Now we have received, not the spirit of the world, but the spirit which is of God; that we might know the things that are freely given to us of God. Which things also we speak, not in the words which man's wisdom teacheth, but which the Holy Spirit teacheth; comparing spiritual things with spiritual (1 Corinthians 2:12-13) May the Lord richly bless you, Setiawan -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] JNM Mailing list are managed by : Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver) If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED] Web Site : http://www.iprf.us -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|

