From: [EMAIL PROTECTED]

TERTULIS DALAM HATI

Adalah sangat menarik bahwa ada banyak orang-orang yang mati-matian ingin menekankan bukti-bukti untuk menyatakan bahwa Tuhan itu tidak ada. Dan mereka menyatakannya melalui melalui teori evolusi, teori big-bang, buku-buku atau film-film yang menyerang kepercayaan-kepercayaan tentang Tuhan, dll. Orang-orang yang tidak percaya harus melalukan hal-hal ini karena kalau mereka mengakui adanya Tuhan maka mereka juga harus mengakui bahwa suatu hari nanti mereka harus bertanggung-jawab atas segala perbuatan mereka kepada sang Pencipta ini.

Tetapi sebenarnya jauh di dalam hati seluruh umat manusia Tuhan sudah menuliskan hukum-hukum-Nya sebagai suatu senjata rahasia. Itulah sebabnya hati manusia sedikit banyak merasa bersalah ketika mereka melanggar hukum-hukum Tuhan (walaupun mereka sama sekali tidak pernah mendengar tentang Alkitab).

Dalam kitab Roma 2:14-15 Alkitab menyatakan demikian:
"Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat [hukum Tuhan] oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela."

Hati manusia mengetahui dengan pasti bahwa ada sesuatu yang salah dengan tindakan pembunuhan, pencurian, dan tindakan kekerasan-kekerasan lainnya yang dilakukan terhadap sesamanya manusia. Dan pada dasarnya manusia menyadari bahwa bagaimanapun juga suatu hari nanti keadilan yang sempurna akan dinyatakan.

Itulah sebabnya kita melihat ada banyak orang-orang yang ingin berbuat baik untuk mendapatkan "ketenangan rohani" di dalam hati mereka. Disisi lain ada juga orang-orang yang telah mengeraskan hatinya sehingga mereka tidak mau lagi merasakan hal ini, tetapi dengan berbuat demikian setiap hari mereka berada dalam "peperangan rohani" dengan Tuhan.

Alangkah beratnya penderitaan rohani yang harus ditanggung oleh orang-orang yang tidak percaya karena pemberontakan mereka terhadap Tuhan sang Pencipta langit dan bumi ini.

Demikianlah manusia berharap tidak adanya mahluk yang lebih tinggi yang disebut Tuhan, tetapi hati mereka mengetahui bahwa Tuhan itu ada dan mereka menyadari bahwa suatu hari nanti mereka harus bertemu dengan-Nya.

Manusia sebenarnya tidak dapat menyangkal keberadaan Tuhan dengan melihat kepada karya Tuhan yang agung di alam semesta yang sangat indah dan kompleks ini. Perhatikanlah bila bumi berada terlalu dekat dengan matahari maka kita semua akan mati terbakar (karena bentuk orbit bumi adalah lonjong maka hal ini dapat terlihat secara kecil-kecilan pada musim panas), dan sebaliknya bila bumi berada terlalu jauh dari matahari maka kita semua akan mati kedinginan (hal ini terlihat secara kecil-kecilan pada musim dingin). Tetapi planet bumi ini berada dalam jarak yang tepat dari matahari supaya dapat mendukung adanya kehidupan, dan Tuhan-lah yang mengaturnya demikian, hal ini bukan terjadi secara kebetulan.

Dalam kitab Roma 1:19-20 kita membaca demikian:
"Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih."

Bukti lainnya mengenai keberadaan Tuhan di dalam hati manusia adalah walaupun orang-orang yang tidak percaya tidak takut kepada Tuhan tetapi mereka "takut pada kematian". Kita bisa mengerti hal ini karena hal selanjutnya yang akan terjadi pada mereka setelah kematian adalah -- penghakiman pada hari yang terakhir dan hukuman kutukan dalam kekekalan di Neraka.

Kitab 2 Korintus 5:10 menjelaskan kepada kita demikian:
"Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat."

Akan tetapi, ide untuk berhadapan muka dengan Tuhan pada hari penghakiman yang terakhir adalah sangat tidak terpikirkan, dan manusia berusaha mati-matian untuk menekan dan melupakan kebenaran ini, dan manusia berusaha keras untuk melupakan semua hal-hal yang berkaitan dengan hal ini. Kitab Roma 1:32 menerangkan kepada kita demikian:
"Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya."

Padahal pada kenyataannya kematian adalah musuh besar yang hanya dapat dikalahkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Kita hanya bisa diselamatkan dari kematian bila kita sudah mendapatkan "kebangkitan jiwa yang baru di dalam Roh Kristus [yaitu Roh Kudus]" yang hanya Tuhan saja yang dapat memberikannya kepada kita sebagai kasih karunia. Berbicara mengenai Tuhan Yesus kitab 1 Korintus 15:25-26 berkata demikian:
"Karena Ia [Kristus] harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut."

Dan kitab Ibrani 2:14-15 berkata demikian:
"Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia [Kristus] juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut."

Sebagai orang-orang yang dalam sifat alaminya berdosa, kita dilahirkan dalam keadaan mati secara rohani, dan berada dalam "perhambaan", atau perbudakan dari dosa dan Iblis, seperti yang dinyatakan dalam kitab Efesus 2:2 demikian:
"Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka ... "

Dan kitab Mazmur 58:3 menambahkan demikian:
"Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat."

Siapakah yang dimaksud dengan "orang-orang fasik" dan "pendusta-pendusta" ? Seluruh umat manusia sebelum mereka diselamatkan adalah termasuk orang-orang fasik dan pendusta-pendusta. Itulah sebabnya raja Daud dibawah inspirasi dari Allah Roh Kudus dalam kitab Mazmur 51:1-5 berkata demikian:
"Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku."

Adalah jauh lebih baik untuk mengakui kesalahan-kesalahan kita kepada Tuhan daripada memberontak melawan Tuhan Yang Maha Kuasa yang merupakan tindakan yang sia-sia. Bahkan tindakan seperti itu akan mengakibatkan lebih banyak lagi dosa-dosa dan kesusahan-kesusahan yang akan membuat kita semakin jauh dari Tuhan dan semakin dekat kepada kegelapan yang kekal. Ingatlah bahwa Tuhan juga adalah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun yang akan membuka tangan-Nya kepada mereka-mereka yang mau mencari Dia dengan "sepenuh hati", dalam kitab Yeremia 29:13 Tuhan berkata demikian:
"apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati"

Dan dalam kitab Yesaya 1:18-19 Tuhan berjanji demikian:
"Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN-- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Jika kamu menurut dan mau mendengar [firman-Ku], maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu."

Let the word of Christ dwell in you richly in all wisdom; teaching and admonishing one another in psalms and hymns and spiritual songs, singing with grace in your hearts to the Lord  (Colossians 3:16)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit,
Setiawan
=============================================

BERJAGA-JAGALAH

Dalam kesempatan kali ini kita akan memeriksa hal-hal yang ada tertulis dalam kitab Matius 7:15-23 yang berkata demikian:
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?  Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

1. Siapakah Yang Anda Dengarkan?
Kitab Matius 7:15 memberikan peringatan kepada kita demikian:
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas."

Peringatan ini adalah sangat penting karena sekarang kita hidup di dalam suatu masa waktu yang dinamakan "Masa Siksaan Yang Dahsyat" tepat sebelum hari penghakiman yang terakhir. Dalam kitab Matius 24:4 Yesus memperingatkan demikian:
"Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!"

Dan kemudian Yesus memperingatkan kepada kita tiga kali di dalam pasal ini bahwa karakter dari Masa Siksaan Yang Dahsyat ini adalah penipuan-penipuan secara rohani, seperti yang dinyatakan dalam kitab Matius 24:24-25 demikian:
"Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu."

Penipuan ini dilakukan oleh Iblis dan pelayan-pelayannya, yaitu "nabi-nabi palsunya" dan hal ini ada dijelaskan di dalam seluruh Alkitab. Dan secara khusus hal ini dinyatakan dalam kitab Yeremia pasal 23 sebagai berikut:
Yeremia 23:11-17 berkata demikian:
"Sungguh, baik nabi maupun imam berlaku fasik; di rumah-Kupun juga Aku mendapati kejahatan mereka, demikianlah firman TUHAN. Sebab itu jalan mereka akan seperti jalan-jalan yang licin bagi mereka; di dalam gelap mereka akan terserandung dan akan jatuh di sana; sebab Aku akan mendatangkan malapetaka atas mereka dalam tahun waktu mereka dihukum, demikianlah firman TUHAN. Di kalangan para nabi Samaria Aku melihat ada yang kurang pantas: mereka bernubuat demi Baal dan menyesatkan umat-Ku Israel. Tetapi di kalangan para nabi Yerusalem Aku melihat ada yang mengerikan: mereka berzinah dan berkelakuan tidak jujur; mereka menguatkan hati orang-orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorangpun yang bertobat dari kejahatannya; semuanya mereka telah menjadi seperti Sodom bagi-Ku dan penduduknya seperti Gomora." Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam mengenai para nabi itu: "Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri." beginilah firman TUHAN semesta alam: "Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepadamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut TUHAN; mereka selalu berkata kepada orang-orang yang menista firman TUHAN: Kamu akan selamat! dan kepada setiap orang yang mengikuti kedegilan hatinya mereka berkata: Malapetaka tidak akan menimpa kamu!"

Dan Yeremia 23:21 dan 25-32 menyatakan demikian:
"Aku tidak mengutus para nabi itu, namun mereka giat; Aku tidak berfirman kepada mereka, namun mereka bernubuat ... Aku telah mendengar apa yang dikatakan oleh para nabi, yang bernubuat palsu demi nama-Ku dengan mengatakan: Aku telah bermimpi, aku telah bermimpi! Sampai bilamana hal itu ada dalam hati para nabi yang bernubuat palsu dan yang menubuatkan tipu rekaan hatinya sendiri, yang merancang membuat umat-Ku melupakan nama-Ku dengan mimpi-mimpinya yang mereka ceritakan seorang kepada seorang, sama seperti nenek moyang mereka melupakan nama-Ku oleh karena Baal? Nabi yang beroleh mimpi, biarlah menceritakan mimpinya itu, dan nabi yang beroleh firman-Ku, biarlah menceritakan firman-Ku itu dengan benar! Apakah sangkut-paut jerami dengan gandum? demikianlah firman TUHAN. Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu? Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang mencuri firman-Ku masing-masing dari temannya. Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang memakai lidahnya sewenang-wenang untuk mengutarakan firman ilahi. Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan mereka yang menubuatkan mimpi-mimpi dusta, demikianlah firman TUHAN, dan yang menceritakannya serta menyesatkan umat-Ku dengan dustanya dengan bualnya. Aku ini tidak pernah mengutus mereka dan tidak pernah memerintahkan mereka. Mereka sama sekali tiada berguna untuk bangsa ini, demikianlah firman TUHAN."

2. Pohon Yang Baik ... Buahnya Baik -- Pohon Yang Buruk ... Buahnya Buruk
Sekarang hal ini membawa kita kepada satu pertanyaan: "Bagaimana seseorang dapat menentukan siapakah yang merupakan nabi-nabi palsu itu?" Dari kitab Matius 7:16 dan ayat 20 kita mempelajari bahwa: "kita akan mengenal mereka dari buahnya".

Dan kitab Matius 7:17a dan 18a menambahkan demikian:
"Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik ... Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik ... "

Dan kitab Yakobus 3:12 lebih jauh menjelaskan demikian:
"Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar."

Tetapi bagaimana kita dapat mengetahuinya? Kita harus melihat kepada Alkitab dan Alkitab saja secara keseluruhan -- sebagai Firman Tuhan. Itu adalah satu-satunya otoritas yang terutama dan yang terakhir bagi umat Kristen. Dan sebenarnya, setiap manusia memproduksi semacam "buah" di dalam hidup mereka, itu bisa baik ataupun jahat. Dan buah-buah itu dilihat dari kata-kata, tindakan, dan pikiran mereka, seperti yang dinyatakan dalam kitab Amsal 23:7 demikian:
"Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia ... " [dalam terjemahan Alkitab King James disini tertulis: "Apa yang ada di dalam hati seseorang demikianlah ia ... "]

Prinsip ini juga dinyatakan dalam kitab Lukas 6:45 yang berkata demikian:
"Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."

Ungkapan "orang yang baik" menunjuk kepada orang yang sudah diselamatkan. Dan kitab 1 Yohanes 4:1 memberitahukan semua orang-orang yang percaya untuk selalu berjaga-jaga, disitu kita baca demikian:
"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia."

Jadi bagaimana seseorang "menguji" roh? Kita harus menguji perkataan mereka semua yang menyebut dirinya "nabi" dengan pernyataan-pernyataan yang ada tertulis di dalam Alkitab. Dalam kitab Kisah Para Rasul 17:11 kita membaca demikian:
"Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian."

Kemudian ada juga satu ayat yang memberitahukan kepada kita untuk percaya hanya kepada Alkitab dan Alkitab saja secara keseluruhan untuk mencari kebenaran ilahi, kitab Yesaya 8:20 berkata demikian:
"Carilah pengajaran [hukum] dan kesaksian [firman]!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar."

Let the word of Christ dwell in you richly in all wisdom; teaching and admonishing one another in psalms and hymns and spiritual songs, singing with grace in your hearts to the Lord  (Colossians 3:16)
www.familyradio.com
=============================================
 
Minum Racun

In a message dated 5/3/2006 8:51:43 PM Pacific Standard Time, erjonsihotang@ writes:
Syalom Pak,

Puji Tuhan, karena Tuhan memberikan kepada Bapak talenta untuk pengajaran/penjelasan tentang alkitab (melalui e-mail) ini, dan kiranya Tuhan berkenan akan semua yang telah Bapak upayakan, dan juga yang penanya tanyakan.

Saya mau bertanya atau mengklarifi sedikit tentang kutipan: "Dari semua referensi yang kita baca di dalam Alkitab tentang tanda mujizat yang mengherankan atau gaib yang terjadi di akhir zaman hal itu selalu menunjuk kepada aktivitas-aktivitas Iblis."

Kira-kira apa maksudnya dan dimana ayatnya yang menyebutkan kalimat kutipan ini, dan kira-kira bagaimana kaitannya dengan isi alkitab: "Markus 16, ayat 17 dan 18" -----> dalam kaitannya dengan "tanda mujijat" bagi orang yang percaya, sementara kutipan penjelasan Bapak mengatakan "tanda mujijat...selalu menunjukkan kepada aktivitas Iblis".

Mohon diberikan tanggapannya pak, saya mengucapkan terimakasih, dan kiranya Tuhan memberkati Bapak dan Tuhan berkenan dan menyempurkan upaya Bapak dalam menyebarkan injil-Nya.

Salam,
Erjon
----------------------------------------------

Dear Beloved,

Ada banyak sekali ayat-ayat Alkitab yang mengatakan bahwa tanda mujizat yang mengherankan [simeon] atau sihir [pharmakeia] yang terjadi di akhir zaman sangat berhubungan dengan pekerjaan Iblis. Seperti misalnya Alkitab berkata dalam Wahyu 19:20 demikian:

"Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda [simeon] di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang."

Dan Wahyu 9:21 berkata demikian:
"dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir [pharmakeia], percabulan dan pencurian."

Kata Yunani "simeon" menunjuk kepada mujizat-mujizat yang mengherankan, sedangkan kata Yunani untuk ungkapan "sihir" yaitu "pharmakeia" menunjuk kepada mujizat penyembuhan melalui hal-hal yang gaib (sama halnya seperti ketika seseorang pergi ke dukun untuk menyembuhkan suatu penyakit). Dan dari kata inilah kata "pharmacy" (obat) diambil.

Kemudian marilah kita memeriksa Markus 16:17-18 dimana kita baca demikian:
"Tanda-tanda [simeon] ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Memang ungkapan "tanda-tanda" di dalam ayat ini juga menggunakan kata "simeon", tetapi sebenarnya ayat ini bukan berbicara tentang hal-hal yang "gaib" atau supra-natural. Bila hal-hal ini dapat terjadi secara fisik maka ya itu akan merupakan sesuatu yang gaib, tetapi ayat ini berbicara dalam bahasa perumpamaan, yaitu suatu cerita duniawi dengan arti rohani.

Kita sama sekali tidak dapat mengartikan hal-hal ini secara harafiah, seorang Kristen yang sejati akan mati sama cepatnya dengan orang yang tidak percaya bila mereka minum racun yang berbahaya atau bermain-main dengan ular yang berbisa. Tidak ada keraguan mengenai hal itu.

Pertama-tama kita harus mengerti bahwa Alkitab adalah kamus bagi dirinya sendiri, dalam kata lain Alkitab-lah yang harus menerangkan Alkitab. Kitab Yesaya 28:9-10 menjelaskan kepada kita demikian:
"Dan orang berkata: "Kepada siapakah dia ini mau mengajarkan pengetahuannya dan kepada siapakah ia mau menjelaskan nubuat-nubuatnya? Seolah-olah kepada anak yang baru disapih, dan yang baru cerai susu! Sebab harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini, tambah itu!" [terjemahan yang benar dari bagian akhir ayat ini adalah: "sedikit demi sedikit, kalimat demi kalimat, sedikit disini dan sedikit disitu"]

Dan sekarang marilah kita bandingkan Markus 16:17-18 dengan Yeremia 8:14-17 yang mempunyai gaya bahasa yang mirip sama, disitu kita baca demikian:
"Mengapakah kita duduk-duduk saja? Berkumpullah dan marilah kita pergi ke kota-kota yang berkubu dan binasa di sana! Sebab TUHAN, Allah kita, membinasakan kita, memberi kita MINUM RACUN, sebab kita telah berdosa kepada TUHAN. Kita mengharapkan damai [=keselamatan], tetapi tidak datang sesuatu yang baik, mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi yang ada hanya kengerian! "Dengus kuda musuh terdengar dari Dan; karena bunyi ringkik kuda jantan mereka gemetarlah seluruh negeri. Mereka [yaitu bangsa Babel yang bahasanya tidak dimengerti oleh umat Israel] datang dan memakan habis negeri dengan isinya, kota dengan penduduknya. Lihatlah, Aku melepaskan ke antaramu ULAR-ULAR BELUDAK, yang tidak dapat dimanterai, yang akan memagut kamu, demikianlah firman TUHAN."

Nah, menunjuk kepada apakah sebenarnya ungkapan "air beracun" itu? Air beracun itu menunjuk kepada injil-injil palsu yang berasal dari hasil pikiran manusia. Dan ungkapan "ular" menunjuk kepada Iblis. Di dalam Alkitab Tuhan sering sekali mengggunakan ungkapan ular atau naga untuk menunjuk kepada Iblis.

Kitab Yeremia 23:14-17 menjelaskan kepada kita demikian:
"Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam mengenai para nabi itu: "Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan MINUM RACUN, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri." Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepadamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut TUHAN; mereka selalu berkata kepada orang-orang yang menista firman TUHAN: Kamu akan selamat! dan kepada setiap orang yang mengikuti kedegilan hatinya mereka berkata: Malapetaka tidak akan menimpa kamu!"

Dan tentang ular, kitab Wahyu 12:9 berkata demikian:
"Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya."

Dalam kata lain itu berarti orang-orang pilihan tidak akan tertipu oleh injil-injil palsu karena mereka telah dijaga dengan ketat oleh Firman Tuhan yang tertanam di dalam hati mereka. Ajaran dari injil-injil yang palsu tidak dapat melukai mereka. Dan bahkan mereka akan "memegang ular" yang merupakan gaya bahasa yang berarti bahwa mereka telah diselamatkan. Mereka telah mengalahkan Iblis atau sudah keluar dari kerajaan Iblis dan Iblis tidak dapat mencelakai mereka lagi.

Orang-orang yang percaya mampu mengusir Iblis keluar dari kehidupan mereka melalui Firman Tuhan, dan melalui Firman ini juga mereka mengusir Iblis yang berkuasa di dalam kehidupan orang-orang yang lain. Hal ini tidak terjadi secara fisik tetapi terjadi secara rohani.

Kemudian orang-orang yang percaya akan berbicara dalam "bahasa-bahasa yang baru" bukan berarti bahwa mereka akan berbicara dalam suatu bahasa misterius yang tidak diketahui artinya. Orang Indonesia yang sudah diselamatkan akan tetap berbicara dalam bahasa Indonesia akan tetapi sekarang mereka mempunyai pemahaman yang berbeda atas arti dari kata "Surga", "Neraka", "Dosa", "Keselamatan", "Hidup yang kekal", dll. Orang-orang dunia tidak akan mengerti hal-hal ini seperti halnya orang-orang yang sudah diselamatkan.

Kemudian mereka akan "meletakkan tangan atas orang sakit, dan orang itu sembuh", ini tidak ada hubungannya dengan kesembuhan jasmani. Kalau tujuan Injil adalah untuk penyembuhan fisik maka kita dapat berkata bahwa Injil telah gagal, karena pada suatu saat kita semua akan menjadi tua, sakit, lalu mati. Kita tidak bisa hidup sehat untuk selama-lamanya.

Disisi lain ada yang dinamakan "penyakit rohani" yang jauh-jauh lebih penting daripada penyakit jasmani. Ini adalah "penyakit dosa" yang bisa membawa kita kepada "kematian kedua" yang sangat mengerikan, yaitu berada di bawah kutuk Tuhan untuk selama-lamanya. Tetapi ketika kita berbagi Injil kepada sesama kita, mereka-mereka yang diselamatkan telah ditebus dari upah dosa-dosa mereka sehingga mereka tidak lagi menjadi sasaran kematian kedua. Itulah yang dimaksud bahwa "mereka akan meletakkan tangan atas orang sakit kemudian orang itu sembuh." Ungkapan "tangan" di dalam Alkitab secara rohani menunjuk kepada "kehendak".

For the earth shall be filled with the knowledge of the glory of the LORD, as the waters cover the sea  (Habakkuk 2:14)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit,
Setiawan


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke