Ia Membuat Segala Sesuatu Indah Pada Waktunya
Oleh: Sunanto
 
Pkb 3:11 “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”
 
Saya termasuk jenis orang yang kurang sabar dan cenderung ingin cepat dalam mengerjakan sesuatu.
Satu waktu seorang teman saya menanam pohon cincau dan memberikan beberapa helai daunnya kepada saya untuk dibuat menjadi cincau.
Teman saya menerangkan bahwa daun cincau itu harus dilumatkan dengan tangan dan getahnya diperas sampai habis lalu didiamkan sekitar 2 sampai 3 jam supaya mengeras.
Sesampai di rumah, saya melakukan apa yang teman saya instruksikan yaitu melumatkan daun cincau dengan tangan sampai getahnya keluar semua.
Tetapi saya tidak sabar  menunggu sampai 2 jam seperti yang teman saya sarankan agar getah daun cincau itu mengeras.
Baru sekitar 1 jam saya mencoba memakan cincau yang saya buat itu namun ternyata tidak bisa dimakan sebab masih sangat lembek. Cincau yang saya buat itu menjadi tidak indah (tidak dapat dinikmati) sebab saya memakannya sebelum waktunya.
 
Seorang wanita yang sedang hamil harus menunggu sekitar 9 bulan sampai bayi yang ada dalam kandungannya siap untuk dilahirkan.
Saya bukan seorang wanita jadi tidak pernah merasakan susahnya mengandung  anak selama 9 bulan tetapi jelas mengandung itu bukan sebuah hal yang nyaman.
Semakin hari perut semakin membesar sehingga menyulitkan untuk melakukan aktifitas bahkan untuk tidurpun mengalami gangguan.
Meskipun begitu wanita yang sedang hamil harus tetap menunggu selama 9 bulan sebab bila ia memaksa untuk melahirkan lebih awal maka bayi yang dilahirkan akan menjadi prematur.
Untuk segala sesuatu ada waktunya dan Tuhan membuatnya indah pada waktunya.
 
Ketika saya baru masuk kuliah dulu, komputer yang dipakai masih generasi XT yang jauh lebih lambat dibandingkan dengan komputer generasi pentium sekarang.
Tetapi herannya meskipun sudah jauh lebih cepat dibandingkan komputer yang dulu, saat ini masih saja banyak orang yang mengeluh bahwa komputer yang dipakainya lambat.
Manusia yang hidup di jaman modern ini memang cenderung untuk tidak sabar menunggu akibat pengaruh kehidupan yang semakin serba cepat dan instan ini.
Secara tidak sadar hal ini juga mempengaruhi kehidupan banyak orang kristen yang cenderung tidak sabar menantikan janji Tuhan digenapi dalam hidup mereka.
Banyak orang kristen yang lebih suka melakukan kesalahan daripada sabar menantikan waktu Tuhan untuk melakukan sesuatu.
Memang tersedia jalan pertobatan dan pemulihan namun kita harus membayar harga yang mahal untuk kesalahan yang kita lakukan akibat ketidaksabaran kita.
 
Salah satu kunci kesuksesan kita dalam hidup ini adalah melakukan sesuatu tepat pada waktunya. Kita harus belajar melakukan sesuatu menurut waktu Tuhan bukan waktu kita .
Diperlukan iman dan kesabaran agar kita bisa melakukan sesuatu menurut waktu Tuhan.
Yesus begitu berhasil selama pelayananNya di dunia ini sebab Ia selalu melakukan sesuatu tepat pada waktunya.
Yesus tidak bertindak berdasarkan kemauanNya sendiri atau berdasarkan kehendak orang lain melainkan Ia melakukan sesuatu sesuai waktunya, yaitu waktu yang sudah ditentukan oleh Bapa.
Bahkan Yesus tidak mencoba menunjukkan keberadaan diriNya kepada orang banyak sebagai anak Allah yang sanggup melakukan mujizat  sebelum waktuNya tiba meskipun saudara-saudaraNya sendiri mendorongNya untuk melakukan hal tersebut ( Yoh 7:6).
Oh betapa berbedanya dengan banyak pelayan Tuhan yang mencoba mempromosikan diri mereka demi mencari sebuah pengakuan dari orang banyak.
Sindrom untuk mencari pengakuan telah mendorong banyak pelayan Tuhan yang mempromosikan diri mereka sendiri.
Selama melayani di dunia ini, Yesus tidak digerakkan oleh kebutuhanNya untuk memperoleh pengakuan sebab Ia memiliki rasa aman (identitas) yang diberikan oleh Bapa.
Sebelum kita memperoleh rasa aman (identitas) dalam Tuhan seringkali pelayanan yang kita lakukan cenderung untuk memuaskan keakuan kita.
Akibat natur dosa yang kita miliki, kita cenderung melakukan sesuatu didorong oleh keakuan kita yang butuh dihargai, didukung dan dihormati. Oleh karena itu sebelum Tuhan memakai seseorang maka Ia akan memproses orang itu agar keakuannya bisa dimatikan sehingga pelayanan orang tersebut benar-benar hanya untuk kemuliaanNya.
 
Charles Swindol mengatakan bila kita menantikan Allah untuk memimpin langkah-langkah kita, Ia akan melakukanNya.
Bila kita mempercayakan kepadaNya untuk mencukupi kebutuhan kita maka Ia mau mengerjakannya sebab Ia telah berjanji bahwa kita tidak akan pernah ditinggalkan dan anak cucu kita tidak akan meminta-minta roti ( Mzm 37:25).
Tuhan itu setia dan tidak pernah lalai menggenapi apa yang telah Ia janjikan.
Manusia mungkin bisa gagal untuk mengenapi janjinya tetapi janji Allah tidak pernah gagal sebab Ia sendiri tidak bisa gagal
Saya telah mengalami sendiri bagaimana Tuhan sanggup memelihara hidup saya tatkala hidup saya diambang kematian. Seringkali bukan Tuhan yang lalai mengenapi janjiNya melainkan kita yang tidak sabar untuk menunggu janji itu digenapi.
Waktu Tuhan bukanlah waktu kita dan jalanNya bukanlah jalan kita.
Nantikanlah Dia dengan sabar sebab Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya !
==============================================
 
Diciptakan Untuk Bersekutu
Oleh: Sunanto
 
Sekitar tujuh tahun yang lalu dalam sebuah kelas pembinaan dasar, saya mengajarkan bahwa tujuan hidup kekristenan adalah melayani yaitu untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus.
Waktu itu saya memiliki kepercayaan bila ingin memiliki hidup yang bermakna maka kita harus melayani dengan giat untuk memperluas Kerajaan Allah.
Namun hari ini saya menyadari apa yang saya ajarkan tersebut tidaklah tepat sebab tujuan hidup kekristenan bukanlah untuk melayani melainkan untuk bersekutu dengan Allah.
Tujuan utama Tuhan menciptakan Adam bukanlah untuk membangun jembatan atau gedung-gedung tinggi melainkan untuk bersekutu denganNya.
Dari persekutuan tersebut mungkin akan muncul jembatan dan gedung-gedung tinggi tetapi pembangunan (pelayanan) itu bukanlah tujuan utama manusia diciptakan.
Allah menciptakan manusia segambar dan serupa denganNya agar Ia dapat bersekutu dengan manusia. Allah ingin bersahabat dan berbagi isi hati dengan manusia.
 
Satu waktu seorang sahabat saya datang dengan muka yang berseri-seri dan kelihatan sangat bahagia.
Oh rupanya ia baru saja melayani (mengkonseling) seorang pelayan Tuhan yang sedang bermasalah. Sahabat saya itu mengatakan dia sangat puas setelah melayani lewat konseling itu.
Saya pernah mendengar secara langsung seorang hamba Tuhan berkata alasan mengapa ia mau melakukan pelayanan konseling adalah karena ia merasa puas bila orang yang ia layani bisa dipulihkan.
Saya juga mengalami hal yang sama yaitu merasa puas sehabis melayani jiwa-jiwa yang sedang bermasalah bahkan saya dulu sering melayani konseling via chatting.
Saya juga merasa puas bila bisa membantu memberi persembahan kasih kepada misionari atau saudara seiman yang sedang bermasalah.
Dulunya saya pikir apa yang saya lakukan karena saya mengasihi Tuhan tetapi akhirnya saya dibukakan bahwa sebagian besar pelayanan dan pemberian yang saya lakukan dasarnya adalah untuk mencari kepuasan (rasa bermakna) untuk diri sendiri.
Hal yang saya ungkapkan diatas kelihatannya sangat rohani tetapi sebenarnya pelayanan tidak boleh menjadi sumber kepuasan kita.
Tuhan harus menjadi sumber kepuasan tertinggi bagi kita sehingga lewat keintiman itu lahirlah pelayanan yang sejati yaitu pelayanan yang lahir dari kasih.
Itulah sebabnya mengapa rasul Paulus mengatakan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku ( I kor 13:3).
 
Seorang saudara seiman yang tidak percaya doktrin predestinasi bertanya bila memang keselamatan itu merupakan pilihan (kedaulatan) Tuhan buat apa lagi kita menginjil ?
Bila memang Tuhan sudah memilih siapa yang akan diselamatkan dan siapa yang tidak buat apa lagi kita berdoa syafaat dan menginjil ?
Hal ini bisa amat membingungkan terutama bagi mereka yang belum dewasa imannya.
Penginjilan yang sejati lahir bukan semata karena program atau menjalani perintah Tuhan tetapi karena hati kita dipenuhi oleh kasih Allah.
Seseorang dapat bertobat atau tidak bukanlah karena kata-kata kita yang hebat ketika menginjil melainkan semata-mata karena kasih karunia Allah.
Seharusnya kita berdoa syafaat dan menginjil bukan karena ingin menambahkan jumlah jemaat atau menambah statistik orang kristen tetapi karena hati kita begitu dipenuhi oleh kasih Allah sehingga kita ingin orang lain juga boleh mengalami keindahan kasih Allah tersebut.
Bila kita memahami prinsip ini maka kita tidak akan kecewa bila orang yang kita injili tidak mau bertobat sebab tujuan kita hanyalah menyalurkan kasih Allah, bukan untuk mempertobatkan orang lain.
 
T. Austin Sparks berkata “Jika anda ada di tempat dimana anda tidak selalu mampu berbicara tentang Tuhan, dimana hanya sedikit yang dapat anda lakukan tetapi Tuhan berharga bagi anda itu sudah merupakan pelayanan bagiNya dan anda adalah bejana yang dapat digunakanNya untuk pekerjaan apapun yang dikehendakiNya”.
Cara Tuhan menjadikan kita hambaNya yang berguna adalah dengan membuat kita mengenalNya sehingga baik kita sibuk atau tidak dengan pelayanan, kita memiliki pengenalan akan Tuhan.
Yang terpenting bagi kita adalah kesadaran yang bertumbuh tentang betapa pentingnya Tuhan bagi kita sehingga baik kita dapat mengerjakan sesuatu atau tidak, Ia seharusnya masih tetap sangat berharga bagi kita.
Prinsip salib harus bekerja untuk meremukkan, mematahkan, mengosongkan dan membawa kita pada pengenalan akan Allah sehingga Tuhan menjadi sumber kepuasan, sukacita dan semangat kita dalam melayani.
Orang-orang kristen yang benar-benar mengalami salib merupakan orang-orang yang melayani dengan semangat yang sejati sehingga apa yang mereka lakukan berdampak kekal bagi kerajaan Allah, seperti apa yang telah ditunjukkan oleh John Wesley.
Kiranya Tuhan memberikan rahmatNya sehingga kita semua dapat memiliki pemahaman ini !


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-




SPONSORED LINKS
Arizona regional multiple listing service United regional health care system Anda networks


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke