|
From: Emma Pondaag
Disembuhkan dari tumor
ganas Saya hanya ingin menyampaikan kesaksian saya.
Satu minggu sebelum Paskah saya mendapat berita dari Jakarta bahwa mama saya
menderita Tumor Ganas, stadium 4 dan sudah tidak bisa di obati. (Itu vonis
Dokter). Mama saya begitu di suruh pulang dari rumah sakit, beliau sangat down
begitu juga kami anak-anaknya. Sambil menangis saya berdoa kepada Tuhan, memohon
belas kasihnya dan memberikan mujizat agar mama saya dapat sembuh dan juga saya
meminta kepada Tuhan agar mama saya dapat kembali ke Australia untuk berkumpul
dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Walaupun saya sudah berdoa tetapi saya tetap
menangis sampai kembalinya suami saya dari kantor.
Potong Cerita, suami saya mengatakan bahwa
beberapa hari yang lalu temannya bercerita kepada dia bahwa calon istrinya di
Jakarta adalah Hamba Tuhan yang memiliki Talenta penyembuhan. Dimana anak yang
sakit parah sembuh. Saya langsung senang dan sadar bahwa Tuhan mendengar doa
saya. Saya minta suami saya menghubungi teman itu yang ternyata kami satu
gereja. Jumat Agung teman suami saya itu mendekati kami dan menanyakan tentang
mami saya. Dimana dia dan bagaimana khabarnya. Saya ceritakan kepadanya dan
memohonnya untuk menghubungi calon istrinya itu untuk mendoakan mama saya.
Amyway, setelah tiga hari keluar dari rumah sakit kondisi mama tambah parah.
Matanya hanya bisa terbuka setengah, badannya lesu, perutnya kembung. Tetapi
setelah didoakan oleh hamba Tuhan itu..... PUJI TUHAN, mama saya punya gairah
hidup lagi, suaranya sudah kembali ceria dan Dia katakan bahwa Oleh
Bilur-BilurNya maka saya sembuh. Haleluya Puji Tuhan. Jadi saudara-saudara ku
seiman.
Mujizat itu ada. Mujizat itu dapat kita rasakan
dengan nyata dikala Tuhan mendengar doa kita dan yang terutama adalah bila kita
mempunyai keyakinan Iman yang kuat, dan bila lebih dari dua orang memohon
kepadaNya, Tuhan akan memberikannya. Jadi percayalah mujizat itu ada dan mujizat
itu terlaksana melalu hamba-hamba Tuhan yang telah Ia pilih. Inilah kesaksian
saya dan saya yakin dan percaya Mama saya akan sembuh karena Ia mencintai
anak-anakNya.
Amin
==============================================
From: Neysa Natalia Rahardjo
MUJIZAT ATAU KETAATAN SAMPAI AKHIR
? http://www.sinarharapan.co.id/berita/0604/08/opi05.html
SINAR HARAPAN, Sabtu 8 April 2006, halaman 5 Orang-orang Kristen pada abad pertama, adalah sekelompok (kecil/ minoritas) masyarakat yang hidup di bawah tekanan dan penderitaan yang amat berat oleh pemerintahan imperium Romawi. Iman mereka kepada Yesus Kristus serta pengakuan bahwa Yesus itu Tuhan dan Juruselamat serta Raja di atas segala raja, menimbulkan kemarahan dan kebencian dari aparat pemerintahan Romawi. Mengapa? Di seluruh wilayah kekuasaan imperium Romawi yang pada waktu itu merupakan satu-satunya super power dunia, Kaisar dianggap dewa dan hanya kepada Kaisarlah ketaatan yang tanpa batas patut diberikan. Itulah sebabnya ketatan orang Kristen kepada Tuhan Yesus dianggap sebagi tindakan suversi yang patut ditindas, bahkan dihabisi. Maka terjadilah berbagai bentuk pemaksaan
terhadap orang percaya untuk menyangkali iman dan meninggalkan pengakuan mereka
kepada Yesus. Penderitaan terus berlangsung dalam masa pemerintahan beberapa
Kaisar, termasuk kaisar Nero, salah satu yang terkenal buas. Kalau dalam
Perjanjian Lama terdapat peristiwa Daniel yang mengalami mujizat Tuhan, tidak
diterkam oleh singa-singa lapar, apakah mujizat yang sama juga dialami orang
Kristen abad pertama yang diperhadapkan dengan singa dan binatang buas
lainnya? Ternyata tidak, tidak ada mujizat, mereka semua tewas diterkam
binatang-binatang buas tsb. "Sejarahwan Dinesh D'Souza menulis, Di antara
binatang-binatang yang digunakan dalam arena, terdapat singa, macan kumbang,
beruang, babi hutan liar, dan banteng......." (dikutip dari :"Bagaimana Jika
Yesus Tidak Pernah Lahir", D. James Kennedy, hal. 37).
Mengapa tidak terjadi mujizat, apakah karena
mereka kurang beriman ? 'Kurang beriman', biasa dijadikan alasan tidak
terjadinya mujizat oleh para pengkhotbah dan panitia yang mengkampanyekan
terjadinya mujizat .
Suasana apakah yang disaksikan oleh para penonton ketika menyaksikan binatang-binatang buas menerkam satu persatu orang percaya tsb? Adakah mereka menyaksikan kengerian dan rasa takut yang mencekam pada wajah-wajah orang Kristen tsb?. Ternyata TIDAK Saudaraku, yang tampak adalah wajah-wajah penuh kedamaian yang sedang menyongsong terkaman binatang buas, bahkan terdengar nyanyian mereka dari arena pembantaian. Dalam peristiwa ini memang TIDAK TERJADI MUJIZAT, yang ada adalah pertunjukan KETAATAN YANG SEJATI/KETAATAN SAMPAI AKHIR dari orang-orang percaya. Lalu, apakah kematian orang-orang percaya tsb dapat dikatakan sebagai kematian yang sia-sia, mati konyol yang tidak berdampak bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus, Kepala Gereja? Ternyata TIDAK, Saudaraku. Diawali dengan kekaguman bahkan kegentaran yang dialami oleh para penonton yang menyaksi kan pembantaian tsb, perubahan yang signifikan mulai terjadi. Kita mengetahui bahwa Roma sangat mengagumi keberanian. Prajurit-prajurit Romawi selain terkenal sebagi jagoan perang, juga adalah laki-laki pemberani, termasuk panglima-panglima perang bahkan Kaisar mereka adalah pemberani tulen. Namun, pemandangan yang mereka sedang saksikan sungguh luar biasa dan merupakan pertunjukan keberanian yang yang melampaui keberanian mereka. Kemudian, timbullah kekaguman kepada orang-orang percaya tsb serta kekaguman kepada "dewa" orang percaya tsb. Seiring dengan itu, dalam benak orang-orang Romawi yang menyaksikan peristiwa-peristiwa seperti di atas, mulai timbul keraguan terhadap superioritas dewa mereka yang bagi orang-orang Roma dianggap sebagai sumber kekuatan dan keberanian mereka. Sebagai akibat dari akumulasi keraguan orang-orang Roma dan seiring dengan timbulnya kekaguman dan rasa takut terhadap "dewa" orang Kristen, perubahan tatanan sosial politik yang berporos pada perubahan keyakinan iman kekaisaran, tinggal menunggu waktu. Di bawah kepemimpinan Kaisar Constantine, perubahan radikal tsb tidak terhindarkan. Singkatnya, iman Kristen yang mewujud dalam penampakan KETAATAN YANG SEJATI meruntuhkan keyakinan iman kekaisaran Romawi yang telah berjaya sekian dekade. Kaisar Constantine sendiri membuang kepercayaannya yang lama, kemudian menjadi pengikut Kristus dan menyembah Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. BUKAN DENGAN DEMONSTRASI MUJIZAT, juga bukan dengan kekerasan, TETAPI DENGAN penampakan KETAATAN YANG SEJATI dari orang Kristen abad-abad pertama, telah meruntuh kan keyakinan iman kekaisaran Romawi, sekaligus mengangkat penindasan yang mereka alami. Ketaatan sampai akhir orang-orang percaya di atas, sungguh berdampak. Salah satu dampaknya yang menerobos zaman dan tempat adalah mulai terbangunnya tatanan sosial baru. Tatanan sosial yang berdasarkan moralitas iman Kristen (kasih dan kebenaran), menggantikan superioritas keberanian/kejantanan dan kekuasaan yang tidak mengindahkan anak-anak, kaum perempuan dan kaum lemah (minoritas) lainnya. Dalam memasuki masa minggu-minggu sengsara Tuhan kita Yesus Kristus yang sedang kita peringati, biarlah kita juga mengingat fakta sejarah yang tertulis dalam Alkitab: 1. Di atas kayu salib dimana Tuhan dan Juruselamat kita pernah tergantung menanggung penderitaan dan kehinaan yang tiada tara, TIDAK ADA MUJIZAT, yang ada adalah KETAATAN YANG SEJATI dari TUHAN KITA YESUS KRISTUS KEPADA KEHENDAK BAPA DI SORGA. 2. "Hosana!, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan", adalah sambutan dari orang-orang yang hanya kagum terhadap mujizat. Mereka jugalah yang kemudian berteriak-teriak, "Salibkan Dia ! , salibkan Dia !". Apakah yang Anda rindukan untuk Anda alami atau miliki? Mujizat kah atau Ketaatan, ketaatan kepada Kristus dalam selurus aspek hidup Anda, termasuk dalam pekerjaan/bisnis ? Apakah yang Anda utamakan dalam pelayanan Anda? Terjadinya mujizat atau terjadinya ketaatan yang sejati dari tiap orang yang Anda layani? Dan, kepada pengkhotbah seperti apakah, Anda menaruh rasa hormat lebih? Pengkhotbah yang mengedepankan terjadinya mujizat atau hamba Tuhan yang setia mengkhotbahkan Injil Kristus yang radikal melawan dosa dan jalan membereskan dosa, serta pembentukan karakter ketaatan orang-orang yang telah tertebus oleh darah Kristus? Pilihan Anda akan menentukan masa depan Anda di dunia ini dan kelak di dalam kekekalan. Pilihan Anda, juga akan sangat berpengaruh terhadap masa depan Kekristenan di Indonesia, bahkan masa depan bangsa ini, terutama moralitas dan kesejahteraannya. Tuhan memberkati, Andry Pakan Best regards, Neysa Natalia Rahardjo -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] JNM Mailing list are managed by : Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver) If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED] Web Site : http://www.iprf.us -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|

