|
From: [EMAIL PROTECTED]
HAJARAN TUHAN Penyataan kesalahan atau koreksi-koreksi yang ada tertulis di dalam Kitab Suci sebenarnya menunjuk kepada kasih karunia Tuhan yang besar dan kekal kepada umat yang dikasihi-Nya. Dalam kitab Wahyu 3:19 Tuhan berkata demikian: "Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!" Kita tidak menyukai didikan, tetapi Tuhan berkata dalam kitab Ibrani 12:5-10 demikian: "Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya." Kemudian di ayat 11-12 kita baca demikian: "Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh." Tuhan mendidik anak-anak yang dikasihi-Nya untuk kebaikan rohani mereka. Dan tidak seperti bapa-bapa dari dunia ini, Bapa surgawi kita tidak pernah berbuat salah. Dan murid-murid-Nya walaupun pada mulanya "berduka" ketika didikan itu datang, tetapi kemudian akan menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai sejahtera yang kekal di dalam hati mereka. Kitab Yohanes 15:2 juga menunjukkan tujuan dari "pembersihan" ilahi yang dilakukan oleh Tuhan untuk meningkatkan penghasilan buah-buah yang baik di dalam kehidupan anak-anak pilihan-Nya, disitu kita baca demikian: "Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah." Sering kali ketika kita mendengarkan Injil dimana Tuhan sedang memanggil kita, kita berpikir bahwa kita sudah cukup tanggap, tetapi sebetulnya kita belum menanggapinya dengan benar sesuai dengan jalan Tuhan. Kita sedang mendengarkan suara Tuhan dengan sikap yang salah dan kemudian Tuhan mendidik kita, yang dapat menyebabkan kita untuk dapat mendengarkan dengan lebih seksama, menjadi hancur di hadapan Tuhan. Jadi bagi orang-orang yang percaya didikan bisa menjadi berkat yang besar dari Tuhan. Dalam kitab Ayub 5:17-18 kita membaca demikian: "Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula." All scripture is given by inspiration of God, and is profitable for doctrine, for reproof, for correction, for instruction in righteousness (2 Timothy 3:16) May Christ's strength be with you, Setiawan =============================================
From: [EMAIL PROTECTED]
MEMPELAJARI ALKITAB "Janji TUHAN [Firman Tuhan] adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini. [yaitu Engkau akan menjaganya dari angkatan ini sampai selama-lamanya]" (Mazmur 12:6-7) Sama seperti Tuhan memberikan "nafas-Nya" dalam kata-kata yang ada tertulis di dalam Alkitab, Tuhan juga dengan sangat berhati-hati menjaga kata-kata-Nya yang suci untuk setiap angkatan (generasi) dari orang-orang yang percaya. Dalam kata lain Tuhan menjaga firman-Nya untuk penerangan dan pertumbuhan orang-orang yang percaya di seluruh dunia. Seperti misalnya dalam sejarah perkembangan Alkitab ada masa-masa yang gelap terjadi tetapi Tuhan selalu menjaga firman-Nya dari kerusakan yang total. Pada masa reformasi kira-kira 400 tahun yang lalu atas kasih karunia Tuhan raja James dari Inggris memberikan otoritas untuk membuat sebuah edisi Alkitab yang translasinya sangat setia kepada kata-kata yang ada di dalam bahasa asli Alkitab. Alkitab versi King James ini adalah sangat akurat dan lebih dapat dipercaya, dan itulah Alkitab yang harus kita pergunakan sebagai patokan pada hari sekarang ini kalau kita tidak memiliki fasilitas untuk memeriksanya dalam bahasa Ibrani dan Yunani. Tentu saja dalam teks bahasa asli Alkitab (Ibrani untuk Perjanjian Lama dan Yunani untuk Perjanjian Baru) setiap kata, setiap huruf, dan setiap bilangan yang ada tertulis di dalam Alkitab adalah persis seperti apa yang Tuhan ingin untuk Ia nyatakan kepada umat manusia. Dan pada akhir zaman Tuhan akan menghakimi dunia ini melalui firman-Nya, atau buku hukum-Nya, Alkitab. Dalam kitab Yohanes 12:48 Yesus berkata demikian: "Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman." Karena itu adalah sangat penting bagi mereka-mereka yang mengaku sebagai umat Kristen untuk mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh karena tidak ada hal lainya di dunia ini yang dapat dibandingkan dengan kehidupan yang kekal. Dalam kitab Matius 24:35 Tuhan berkata demikian: "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." Dan kitab 1 Petrus 1:23-25 menyatakan demikian: "Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu." Dan kitab Yohanes 10:35 menambahkan demikian: "Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah --sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--" Pada kenyataannya Tuhan akan menjaga umat pilihan-Nya melalui firman-Nya yang ada tertulis di dalam Alkitab. Hal ini dinyatakan dalam kitab 1 Petrus 1:5 yang berkata demikian: "Yaitu kamu [orang-orang percaya yang sejati], yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir." Menunjuk kepada apakah "kekuatan Allah" itu? Kitab Roma 1:16 memberikan kepada kita jawabannya, disitu kita baca demikian: "Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya " Secara terus menerus Tuhan memberitahukan kepada kita untuk selalu kembali kepada Kitab Suci-Nya, Alkitab. Apakah ada hal lainnya yang lebih menguntungkan bagi kesehatan jiwa seseorang daripada mempelajari Alkitab? Ya, dan itu adalah "ketaatan" terhadap apa yang kita temukan dari Alkitab. Dan hal itulah yang harus selalu menjadi fokus kita. Kitab Yakobus 1:25 berkata kepada kita demikian: "Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna [yaitu Alkitab], yaitu hukum yang memerdekakan orang, ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya." Dan ayat 22 menyatakan demikian: "Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri." Dan kitab 2 Timotius 2:15 mengajarkan demikian: "Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu." Harus kita ingat bahwa Tuhan bukan saja menggunakan firman-Nya sebagai satu-satunya sarana untuk menyediakan keselamatan, tetapi Tuhan juga menggunakan Alkitab sebagai alat supaya umat Kristen "bertumbuh di dalam kasih karunia" dan "dalam pengenalan yang benar tentang Tuhan", seperti yang dinyatakan dalam kitab 2 Petrus 3:18 demikian: "Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya." Bahkan setelah kita diselamatkan kita terus membutuhkan bimbingan dan koreksi-koreksi dari Alkitab. Kitab Roma 15:4 berkata kepada kita demikian: "segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci." Alkitab memang tidak mudah untuk mengerti karena Tuhan memang sengaja menuliskannya demikian. Dan Tuhan mempunyai alasannya sendiri mengapa Ia berbuat demikian. Tuhan menuliskan hukum-hukum-Nya dalam bentuk perumpamaan-perumpamaan yang tertulis dalam kisah-kisah sejarah yang betul-betul pernah terjadi (Markus 4:34). Tetapi Alkitab adalah sebuah buku rohani, Alkitab bukan ditulis untuk mengajarkan sejarah. Dalam kitab Amsal 25:2 kita membaca demikian: "Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu." Ada dua hal penting tentang mempelajari Alkitab yang harus kita mengerti. Pertama kita harus mengetahui dengan baik seluruh isi Alkitab dengan menyediakan sebanyak-banyaknya waktu untuk membaca Alkitab, terutama pada hari Minggu Sabat itu adalah satu hari untuk Tuhan. Sebaiknya kita membaca Alkitab secara meloncat-loncat yaitu sebagian dari Perjanjian Lama kemudian sebagian dari Perjanjian Baru kemudian kembali lagi kepada Perjanjian Lama dan begitulah seterusnya karena kisah-kisah di dalam Alkitab tidak ditulis secara berurutan. Kemudian janganlah hanya membaca tetapi kita harus merenungkannya dan mempelajarinya dengan seksama. Pengetahuan Alkitab secara menyeluruh sangat diperlukan untuk melihat "gambaran besar" yang ada, dan untuk melihat ke-harmonisan dari program keselamatan Tuhan secara menyeluruh sebagaimana yang ada tertulis di dalam kitab manapun yang ada di dalam Alkitab. Hal itu demikian karena sebenarnya Tuhan-lah yang "mengarang" Alkitab walaupun itu ditulis secara fisik oleh manusia biasa (2 Petrus 1:21). Dan tentu saja, seluruh Alkitab menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus sendiri, sebagai sang Pencipta, Juruselamat, dan juga Hakim yang adil atas seluruh dunia ini. Dalam kitab Lukas 24:44-45 Yesus berkata demikian: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur " Tuhan Yesus adalah fokus dari semua kitab yang ada di dalam Alkitab. Dalam kitab Yohanes 5:39-40 Yesus berkata demikian: "Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku " Hal yang kedua dalam mempelajari Alkitab adalah cara, atau jalan, atau prinsip bagaimana kita memeriksa Alkitab seperti yang Tuhan ajarkan kepada kita dalam kitab 1 Korintus 2:11-14 demikian: "Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh; [membandingkan hal yang rohani dengan hal yang rohani]. Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani." [harap diperhatikan bahwa dalam Alkitab King James dalam bagian akhir dari ayat 13 ada tertulis: "membandingkan hal yang rohani dengan hal yang rohani"] Hanya mereka yang rohani (yaitu sudah diselamatkan) yang bisa mulai untuk mengerti pesan-pesan rohani mengenai keselamatan di dalam Alkitab dan mentaatinya. Dalam kitab Yohanes 8:37 kita membaca demikian: "Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu." Kepentingan dari membandingkan "hal yang rohani dengan hal yang rohani", atau membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain yang membicarakan hal yang sama di dalam seluruh Alkitab adalah untuk melihat bagaimana Tuhan menggunakan kata-kata-Nya, gaya bahasa-Nya, ungkapan-ungkapan-Nya, ajaran-ajaran-Nya untuk menunjukkan Injil Kristus atau arti rohani yang ada di dalam pernyataan-pernyataan Alkitab. Dan adalah sangat penting sekali bahwa kita harus selalu memperhatikan "konteks" dimana ayat tersebut ditemukan. Bila kita mengambil suatu ayat keluar dari konteks pengertiannya maka kita akan berada di "jalan yang salah" yang membuat kita bingung dalam waktu yang lama sampai kita kembali kepada pengertian yang benar. Berdoalah sebelum mempelajari Alkitab supaya anda tidak jatuh ke dalam pengertian-pengertian yang tersesat. Sebenarnya mudah untuk memeriksa hal ini, yaitu kalau kesimpulan kita belum sesuai dengan seluruh ayat-ayat yang ada di dalam Alkitab maka kita belum sampai pada kebenaran. Hal berikutnya adalah buku Konkordansi, buku ini bisa sangat membantu kita sebab dalam Konkordansi ada tertulis semua "kata" yang ada di dalam Alkitab dan dimana kata tersebut dapat ditemukan. Seperti misalnya bila kita memeriksa kata "nama" maka kita akan menemukan kebenaran ini: Dalam Perjanjian Lama kitab Mazmur 138:2 menyatakan kepada kita demikian: "Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu [firman-Mu] melebihi segala sesuatu." [dalam Alkitab King James dibagian akhir disini tertulis: "sebab Kaubuat firman-Mu berada diatas segala NAMA-MU"] Ini adalah pararel dengan pernyataan-pernyataan yang kita temukan dalam kitab-kitab Perjanjian Baru. Dari kitab Yohanes 1:14 kita mengetahui bahwa "Firman itu telah menjadi manusia", yaitu Kristus. Sekarang kita mengerti mengapa kitab Filipi 2:9-11 berkata demikian: "Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya NAMA DI ATAS SEGALA NAMA, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!" Dan dalam kitab Wahyu 3:12-13 Tuhan berkata demikian: "Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan NAMA-KU YANG BARU. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat." Demikianlah sebenarnya nama Yesus Kristus adalah salah satu dari nama Bapa yang diberikan kepada seorang manusia supaya kita dapat mengikuti contoh kehidupan-Nya. Dalam kitab Yohanes 17:11b Yesus berkata demikian: "Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam NAMA-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku [Yesus], supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita." Dan perhatikan kitab Matius 1:21-23 bernubuat demikian: "Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan MENAMAKAN Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita." Satu hal lagi, ada pihak-pihak yang mengajarkan bahwa nama Allah adalah bukan nama Tuhan semesta alam, tetapi ini hanyalah permainan bahasa antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Kalau benar menyebut nama Allah adalah sebuah dosa maka kasihan sekali umat Kristen yang berada di Timur Tengah yang harus menyebut nama itu dalam bahasa asli mereka. Hal ini sangat tidak masuk di akal. Bahkan sebenarnya umat Muhamadan juga menyembah Allah Abraham, Ishak dan Yakub, hanya saja mereka memiliki otoritas dari kitab yang berbeda. Jadi masalah ini adalah masalah yang ditimbulkan oleh pekerjaan Iblis untuk membuat orang-orang yang percaya menjadi semakin bingung dengan Alkitab yang berbahasa Indonesia. Karena itu janganlah kita menjadi bagian daripadanya kalau kita sudah dikeluarkan dari kerajaan gelap. Sudah seharusnya kita menggunakan nama yang ada tertulis di dalam Alkitab bahasa asli kita karena itulah nama yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Dalam kitab Yesaya 44:6 kita membaca demikian: "Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel [=Kristus], TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku." So faith comes by hearing, and hearing by the word of God (Romans 10:17) May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit, Setiawan -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] JNM Mailing list are managed by : Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver) If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED] Web Site : http://www.iprf.us -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|

