|
From: [EMAIL PROTECTED]
TIDAK DAPAT DIHITUNG BANYAKNYA Pada suatu ketika raja Daud berdosa terhadap Tuhan dengan menyuruh Yoab seorang panglima tentaranya untuk menghitung jumlah penduduk Israel. Dan sebagai hasilnya Tuhan mendatangkan hajaran yang hebat kepada bangsa Israel. Ketika kita memeriksa hal ini dengan cara membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain, kita mengetahui bahwa kisah ini memiliki arti rohani yang sangat mendalam dan tersembunyi dengan sangat indahnya di dalam halaman-halaman Alkitab. Kita akan mengetahui dari Alkitab bahwa sebenarnya tempat pengirikan Ornan (Arauna) orang Yebus dimana tulah yang hebat dihentikan pada zaman raja Daud merupakan tempat yang sama dimana Tuhan menyuruh Abraham mengorbankan anaknya yang tunggal Ishak (yang merupakan gambaran dari Kristus), dan juga merupakan tempat yang sama dimana Salomo membangun Bait Allah (yang merupakan gambaran dari tubuh orang-orang yang percaya), dan yang lebih penting lagi ini juga merupakan tempat yang sama dimana Yesus disalibkan sebagai seorang yang terkutuk sebagai ganti umat pilihan-Nya. Walaupun semua cerita-cerita ini benar-benar terjadi secara fisik pada zaman dahulu tetapi ini bukanlah sekedar kisah sejarah biasa melainkan melalui kata-kata atau "gaya bahasa" yang Tuhan pergunakan untuk menceritakan kisah-kisah ini di dalam Alkitab kita dapat melihat prinsip-prinsip tentang keselamatan dari Injil Yesus Kristus. Itulah keajaiban Alkitab. Demikianlah kita mengetahui bahwa Alkitab tidak mungkin berdusta, sebab bila seseorang mencoba untuk merubah kata-kata Tuhan atau merubah jalan ceritanya maka kita akan melihat bahwa hal tersebut tidak akan sesuai dengan bagian lainnya di dalam Alkitab. Hanya Tuhan yang dapat menyembunyikan arti-arti yang sebenarnya dari Injil Kristus dengan begitu indahnya dan begitu konsisten di dalam berbagai pernyataan yang berbeda-beda di seluruh Alkitab walaupun Tuhan menggunakan orang yang berbeda-beda untuk menuliskan seluruh firman-Nya. Sekarang marilah kita memeriksa kitab 2 Samuel 24:1-2 yang berkata demikian: "Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: "Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda." Lalu berkatalah raja kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan dia: "Jelajahilah segenap suku Israel dari Dan sampai Bersyeba; adakanlah pendaftaran di antara rakyat, supaya aku tahu jumlah mereka." Kita lihat dalam ayat ini yang pertama-tama terjadi adalah --bangsa Israel berdosa terhadap Tuhan-- sehingga Tuhan murka terhadap bangsa Israel dan menghasut Daud untuk menghitung jumlah penduduk Israel. Kemudian satu masalah lagi kita menemukan ayat yang menceritakan kisah yang sama dalam kitab 1 Tawarikh 21:1 berkata demikian: "Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel." Nah, bagaimana kita dapat mengerti dua bagian ini? Kelihatannya ada kontradiksi yang sangat serius disini, Tuhan atau Iblis yang menyuruh Daud untuk menghitung jumlah bangsa Israel? Tetapi ini adalah bukan sebuah kontradiksi, kedua ayat ini tidak bertentangan satu sama lain. Prinsip yang benar adalah ketika Alkitab berkata bahwa Tuhan "menghasut seseorang" (Daud) atau "menegarkan hati seseorang" (Firaun) atau Tuhan "mengirim roh jahat kepada seseorang" (Saul), apa yang terjadi Tuhan hanya menarik perlindungan-Nya dari orang tersebut sehingga secara otomatis orang itu akan berada dibawah kuasa gelap atau kuasa Iblis (Kolose 1:13, Yohanes 8:12, Yohanes 12:46, Kis. 26:18). Kita harus selalu mengingat bahwa tidak ada kemungkinannya sama sekali bahwa Tuhan-lah yang menyebabkan dosa. Kitab Yakobus 1:13-14 mengajarkan kepada kita prinsip yang sangat penting ini, disitu kita baca demikian: "Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya." Sama seperti dosa pertama yang dilakukan oleh Adam dan Hawa, dosa berasal dari "hati" manusia itu sendiri, dan biasanya "kesombongan" adalah sumber dari segala dosa yang terjadi. Manusia "diseret dan dipikat" oleh keinginan dagingnya yang jahat sehingga berbalik dari Tuhan. Dalam kasus Daud disini menghitung jumlah penduduk pada dasarnya adalah bukan sesuatu salah, tetapi untuk menghitung jumlah bangsa Israel (yang merupakan lambang dari tubuh orang-orang yang percaya) yang Daud lakukan berdasarkan kesombongannya semata-mata adalah bertentangan dengan nubuat Tuhan bahwa bangsa Israel akan menjadi suatu bangsa rohani yang besar dan "tidak terhitung banyaknya" seperti bintang di langit dan seperti pasir di laut (Kejadian 15:5, Kejadian 22:17, Kejadian 32:12, Kejadian 41:49, Bilangan 1:49, 1 Raja-raja 3:8, Hosea 1:10, Ibrani 11:12, Wahyu 7:9). Dalam kitab Kejadian 32:12 kita membaca bahwa Tuhan telah berjanji kepada Yakub (dan juga Abraham) yang merupakan nenek moyang dari bangsa Israel untuk membuat keturunannya sangat banyak sehingga tidak dapat terhitung jumlahnya, dalam ayat itu kita membaca demikian: "Bukankah Engkau telah berfirman: Tentu Aku akan berbuat baik kepadamu dan menjadikan keturunanmu sebagai pasir di laut, yang karena banyaknya tidak dapat dihitung." Dan kitab Wahyu 7:9-10, 14b yang bernubuat tentang akhir zaman (dimana kita berada sekarang ini) menerangkan kepada kita demikian: "Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru [yaitu bersaksi]: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" ……. Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar [yaitu masa siksaan yang dahsyat - Matius 24:21]; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba." Dari tengah-tengah masa siksaan (rohani) yang dahsyat akan muncul "suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung jumlahnya" dari seluruh bangsa di dunia ini yang diberikan jubah atau pakaian putih. Warna putih menunjuk kepada "kemurnian" atau "kesucian", yang berarti mereka telah ditutupi oleh Injil yang sejati dari Alkitab tidak ditambah dan tidak dikurangi (Wahyu 22:18-19). Jumlah mereka tidak dapat dihitung karena mereka bukanlah anggota dari organisasi gereja-gereja atau denominasi-denominasi. Hanya di dalam gereja yang jumlah jemaatnya dapat dihitung. Kembali kepada raja Daud, walaupun kemudian ia mengakui kesalahannya, tetap ada konsekwensi serius yang harus ia hadapi dimana Tuhan menyuruhnya untuk memilih salah satu dari tiga hukuman. Dalam kitab 1 Tawarikh 21:11-12 kita membaca demikian: "Kemudian datanglah Gad kepada Daud, lalu berkatalah ia kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Haruslah engkau memilih: tiga tahun kelaparan atau tiga bulan lamanya melarikan diri dari hadapan lawanmu, sedang pedang musuhmu menyusul engkau, atau tiga hari pedang TUHAN, yakni penyakit sampar, ada di negeri ini, dan malaikat TUHAN mendatangkan kemusnahan di seluruh daerah orang Israel. Maka sekarang, timbanglah jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku." Kemudian dalam ayat 13 dan 14 kita membaca jawaban Daud demikian: "Lalu berkatalah Daud kepada Gad: Sangat susah hatiku, biarlah kiranya aku jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab sangat besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia." Jadi TUHAN mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel, maka tewaslah dari orang Israel tujuh puluh ribu orang." Dan Tuhan mencatat reaksi dari Daud dan tua-tua dari bangsa Israel dalam ayat 16 demikian: "Ketika Daud mengangkat mukanya, maka dilihatnyalah malaikat TUHAN berdiri di antara bumi dan langit, dengan di tangannya pedang terhunus yang diacungkan ke atas Yerusalem. Lalu dengan berpakaian kain kabung sujudlah Daud dan para tua-tua ... " Kematian dari 70,000 orang Israel dan pedang terhunus yang diacungkan ke atas Yerusalem oleh "malaikat [pembawa pesan] Tuhan", adalah gambaran dari Tuhan Yesus yang membawakan penghakiman melalui firman-Nya. Dan penyakit "sampar" atau "tulah" (penyakit menular) dalam kisah ini menunjuk kepada penghakiman yang akan dihadapi oleh orang-orang yang tidak diselamatkan yaitu hukuman kutukan di dalam kekekalan. Tetapi kemudian kita melihat bahwa Tuhan menghentikan tulah yang hebat itu tepat di tempat pengirikan Ornan orang Yebus dan menyuruh Daud untuk membuat mezbah disitu, dalam kitab 1 Tawarikh 21:15, 18 kita membaca demikian: "Pula Allah mengutus malaikat ke Yerusalem untuk memusnahkannya, dan ketika hendak dimusnahkannya, maka TUHAN melihatnya, lalu menyesallah Ia karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya itu, lalu berfirmanlah Ia kepada malaikat pemusnah itu: "Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu!" Pada waktu itu malaikat TUHAN itu sedang berdiri dekat tempat pengirikan Ornan, orang Yebus ……. Kemudian malaikat TUHAN menyuruh Gad mengatakan kepada Daud, bahwa Daud harus pergi untuk mendirikan mezbah bagi TUHAN di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu." Apakah kepentingan rohani dari "tempat pengirikan" ? Kitab Matius 3:12 yang berbicara mengenai Kristus menyatakan kepada kita demikian: "Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan." Dalam konteks ini kita melihat bahwa "gandum" menunjuk kepada orang-orang percaya yang diselamatkan, sedangkan "jerami" menunjuk kepada orang-orang yang tidak percaya, dimana keduanya dipisahkan di dalam tempat pengirikan. Dan adalah sangat menarik sekali bahwa kota Yebus ini ternyata adalah nama lain dari kota Yerusalem, kitab 1 Tawarikh 11:4-5 menerangkan kepada kita demikian: "Lalu Daud dengan seluruh orang Israel pergi ke Yerusalem; itulah Yebus, dan di sana orang Yebus adalah penduduk negeri itu. Penduduk Yebus berkata kepada Daud: "Engkau tidak sanggup masuk ke mari." Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud." Kita juga menemukan kisah yang sama dalam kittab 2 Samuel 5:6-8 yang berkata demikian: "Lalu raja [yaitu Daud] dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Mereka itu berkata kepada Daud: "Engkau tidak sanggup masuk ke mari; orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!" Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke mari. Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud. Daud telah berkata pada waktu itu: "Siapa yang hendak memukul kalah orang Yebus, haruslah ia masuk melalui saluran air itu; hati Daud benci kepada orang-orang timpang dan orang-orang buta." Sebab itu orang berkata: "Orang-orang buta [rohani] dan orang-orang timpang [rohani] tidak boleh masuk bait." Dan kota Yerusalem ini juga merupakan tempat dimana Salomo mendirikan Bait Allah secara fisik yang merupakan simbol atau "lambang" dari tubuh Kristus, dalam kitab 2 Tawarikh 3:1 kita membaca demikian: "Salomo mulai mendirikan rumah TUHAN di Yerusalem di gunung Moria, di mana TUHAN menampakkan diri kepada Daud, ayahnya, di tempat yang ditetapkan Daud, yakni di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu." Perhatikan bahwa Bait Allah dibangun di gunung Moria yang merupakan tempat yang sama dimana Tuhan memerintahkan Abraham untuk mengorbankan anak tunggalnya Ishak. Kitab Kejadian 22:2 menyatakan kepada kita demikian: "Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." Sekarang kita mengetahui bahwa Yebus, Yerusalem dan Moria menunjuk kepada satu tempat yang sama. Dan dimanakah Tuhan Yesus disalibkan? Yesus disalib di Golgota yang terletak tepat diluar kota Yerusalem. Kitab Yohanes 19:17-20 berkata kepada kita demikian: "Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota. Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah. Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "YESUS, ORANG NAZARET, RAJA ORANG YAHUDI." Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani." Perhatikan bagian terakhir dari ayat ini berkata: " ... sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota ... " Ini adalah sesuai dengan gaya bahasa lainnya yang Tuhan pergunakan di dalam seluruh Alkitab bahwa kurban penghapus dosa harus dibakar "diluar perkemahan". Dan Yesus disalibkan "diluar pintu gerbang kota", dimana Ia menjadi kotor secara rohani, terkutuk dan telanjang karena dosa-dosa umat-Nya. Kitab Ibrani 13:11-13 menerangkan kepada kita demikian: "Karena tubuh binatang-binatang yang darahnya dibawa masuk ke tempat kudus oleh Imam Besar sebagai korban penghapus dosa, dibakar di luar perkemahan. Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri. Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan [yaitu diluar kota Yerusalem - Lukas 21:20-21] dan menanggung kehinaan-Nya." Dapatkah anda melihat disini bahwa Yesus Kristus adalah Anak Domba yang telah disembelih sejak sebelum dunia dijadikan (Wahyu 13:8) ? Ia adalah penggenapan rohani dari "mezbah" yang dibangun untuk upacara ibadah pada masa Perjanjian Lama. Yesus datang ke dunia ini untuk memadamkan murka Allah atas dosa dan mengadakan pendamaian yang kekal bagi umat pilihan-Nya. Ingatlah bahwa Abraham (yang menggambarkan Allah Bapa) "secara prinsip" telah mengurbankan anak tunggalnya Ishak (yang menggambarkan Kristus) di tempat yang sama. Dalam kitab Kejadian 22:9- 14 kita membaca demikian: "Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan [Jehovah Jireh]." Dan Salomo yang membangun Bait Allah secara fisik juga merupakan gambaran dari Kristus yang membangun bait rohani yang sesungguhnya, yaitu tubuh-Nya sendiri. Kitab Yohanes 2:19-22 berkata kepada kita demikian: "Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus." Itulah sebabnya kitab 1 Petrus 2:4-5 berkata demikian: "Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah." Dan kitab 1 Korintus 10:3-4 menambahkan demikian: "Mereka semua [yaitu bangsa Israel] makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang [=gunung batu] itu ialah Kristus." Let the word of Christ dwell in you richly in all wisdom; teaching and admonishing one another in psalms and hymns and spiritual songs, singing with grace in your hearts to the Lord (Colossians 3:16) May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit, Setiawan -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] JNM Mailing list are managed by : Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver) If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED] Web Site : http://www.iprf.us -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|

