|
From: sunanto
choa
Harapan Di Tengah
Tragedi
Oleh:
Sunanto
Beberapa tahun terakhir ini tragedi demi tragedi yang mengenaskan hati
secara beruntun datang menerpa negeri ini.
Belum
lagi hilang dari ingatan peristiwa gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh dan
Nias, terjadi lagi tragedi di Yogyakarta yang menelan korban ribuan nyawa.
Tidak ada orang yang pernah membayangkan gempa
sedemikian besar akan terjadi di sana dan meluluh lantakan sebagian besar daerah
Yogyakarta yang sangat bersejarah itu. Gempa bumi
yang terjadi di Yogyakarta ini sangat mengejutkan banyak orang sebab masyarakat
di sana sebenarnya sedang mengantisipasi meletusnya gunung Merapi.
Bahkan
sampai diadakan doa selamatan dan persembahan sesajen yang konon dipersembahkan
agar meletusnya sang gunung tidak akan menelan banyak korban.
Satu
pertanyaan timbul di hati saya ( mungkin juga di hati anda), mengapa Tuhan
mengijinkan semuanya itu terjadi ?
Sejujurnya sayapun tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut sebab itu
semua merupakan rahasia dari sang Khalik. Namun
saya percaya bila Tuhan mengijinkan hal itu terjadi pasti ada hikmah yang dapat
kita petik dari musibah tersebut.
Janganlah kita menyalahkan pihak manapun tetapi marilah kita bersama-sama
merendahkan diri untuk mencari wajahNya.
Saya
masih ingat ketika terjadi krisis moneter di tahun 1997 lalu, gereja mendadak
menjadi penuh. Bangku-bangku gereja yang dulunya
kosong melompong tiba-tiba terisi penuh bahkan ada yang sampai tidak cukup lagi
menampung jemaat yang ingin beribadah.
Banyak
orang Kristen yang sudah lama tidak ke gereja menjadi tergerak untuk mencari
Tuhan lagi akibat diterpa krisis moneter.
Sering
kali kita mulai mencari Tuhan setelah kita mengalami krisis di dalam
hidup.
Kita
jarang menjumpai Tuhan di jalan yang mudah karena saat segalanya berjalan mudah
dan lancar maka kita merasa tidak membutuhkan Dia.
Pengalaman saya sendiri mengajarkan bahwa kenyamanan dan kemudahan hidup
cenderung menjauhkan saya dari Tuhan tetapi krisis dan penderitaan mendorong
saya untuk mencari Tuhan.
Bukan
sebuah kebetulan bila sebagian besar dari kita berjumpa dengan Tuhan ketika kita
menghadapi banyak masalah.
Ketika
manusia jatuh ke dalam dosa, Adam menyalahkan Hawa dan Hawa menyalahkan ular
(ular kebingungan mau menyalahkan siapa).
Sebagai
keturunan Adam, kita semua sedikit banyak mewarisi sifat Adam yang cenderung
untuk mudah menyalahkan orang lain saat sesuatu yang buruk terjadi.
Saya
banyak mendengar dan membaca pernyataan-pernyataan yang menyalahkan orang lain
(terutama saudara sepupu) setiap kali musibah menimpa negeri ini.
Menyalahkan orang lain merupakan sikap yang tidak bertanggung jawab alias
tidak dewasa.
Marilah
kita meneladani sikap Daniel yang mau bertanggung jawab atas dosa bangsanya (
Dan 9:4).
Meskipun Daniel hidup dalam kekudusan dan takut akan Tuhan tetapi dia
merasa bertanggung jawab atas dosa yang telah dibuat oleh
bangsanya.
Meskipun dalam kenyataaanya saat ini situasi Indonesia sedang terpuruk
dalam banyak hal tetapi kita harus tetap memiliki pengharapan.
Sebagai
orang beriman kita harus tetap percaya bahwa negeri ini ada dalam kendali Tuhan
( bukan kendali iblis). Tuhan memiliki rencana
yang indah untuk bangsa ini dan satu saat bangsa ini akan menjadi berkat bagi
bangsa-bangsa lain. Saya percaya rencana Tuhan
untuk menjadikan Indonesia sebagai terang bagi bangsa-bangsa tidak akan bisa
gagal.
Sebuah
kebangunan rohani besar akan terjadi di bangsa ini dan api kebangunan itu akan
menyebar ke seluruh pelosok dunia (air mata saya mengalir saat menulis kalimat
ini).
Sama
seperti saudara, hati saya juga sangat sedih menyaksikan begitu banyak korban
yang berjatuhan akibat musibah gempa bumi kemarin.
Saya
percaya hati Tuhan juga menangis melihat umat manusia yang sangat dikasihiNya
mengalami penderitaan yang begitu berat. Bukankah
Tuhan begitu mengasihi manusia sehingga diberikanNya anakNya yang tunggal untuk
mati dan disalib bagi kita semua ?
Walaupun kita tidak bisa mengerti mengapa diijinkanNya kita mengalami
penderitaan itu namun kita tahu Dia mengijinkan itu untuk mendatangkan
kebaikan bagi kita dan itu diijinkanNya dalam kasih. Untuk dasar itulah kita
harus tetap berharap sebab kita yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik
malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun
yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah,
ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan,
yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita ( Rom 8:38-39).
==========================================
From: sunanto
choa
Terang Pemeliharaan Ilahi
Oleh:
Sunanto
Mzm 112:4 Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan
penyayang orang yang adil.
Setiap orang kristen yang memiliki iman sejati pasti akan mengalami
masa-masa gelap dalam hidup kerohanian mereka.
Bila ada orang kristen yang selalu bahagia tanpa pernah mengalami
pergumulan maka saya meragukan keaslian iman yang mereka miliki sebab FirmanNya
mengatakan setiap orang yang mau hidup beribadah kepada Kristus pasti akan
mengalami penderitaan.
Orang kristen yang memiliki iman yang sejati tidak akan semakin lemah
saat mengalami penderitaan, sebaliknya mereka malah akan semakin kuat saat
mengalami penderitaan.
J, Hudson Taylor mengatakan Aku tahu bahwa Dia mencobaiku hanya untuk
meningkatkan imanku, dan itu semuanya dalam kasih.Jika Dia dipermuliakan, aku
ada di dalamNya
Jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang
sampai rembang tengah hari.
Gereja mula-mula mengalami penganiayaan yang begitu berat tetapi itu
justru membuat gereja bangkit menjadi terang sehingga kekristenan semakin
berkembang.
Beberapa waktu silam saya membaca sebuah buku yang dalam salah satu
babnya menuliskan sebuah kutipan yang diambil dari John Calvin yang mengatakan
Ketika terang pemeliharaan ilahi itu telah bersinar atas orang benar, maka dia
dipulihkan dan dibebaskan tidak hanya dari kecemasan dan ketakutan ekstrim yang
sebelumnya menekannya, tetapi juga dari setiap kesulitan.
Kata-kata Calvin ini seperti melompat keluar dari buku itu dan menarik
perhatian saya sehingga saya merenungkannya cukup lama.
Saya percaya Roh Kudus sendiri yang mendorong saya untuk merenungkan dan
menaruh perkataan ini ke dalam hati saya.
Saat ini saya percaya telah mengalami apa yang Calvin katakan tersebut
sehingga saya ingin membagikan berkat yang saya dapatkan kepada anda semua
terutama bagi yang sedang mengalami pergumulan.
Beberapa tahun terakhir ini saya diijinkan oleh Tuhan mengalami sebuah
masa sukar dimana saya harus benar-benar bergantung pada Tuhan.
Jujur saja sebagai manusia saya tidak tahu jalan keluar untuk masalah
yang sedang saya hadapi.
Saya menyadari hanya tangan Tuhan yang dapat memberi jalan keluar untuk
pergumulan yang sedang saya hadapi ini.
Walaupun saya mencoba untuk tetap tenang tetapi kadang kekuatiran dan
kecemasan datang menyerang juga.
Pada tanggal 6 Mei 2006 lalu, ketika saya hendak doa malam sebelum tidur
tiba-tiba hadirat Tuhan yang begitu kuat mencengkram diri saya.
Kemudian saya berdoa menyerahkan diri dan semua pergumulan yang saya
hadapi kepada Tuhan.
Sehabis melakukan doa penyerahan itu, tiba-tiba saya menangis dan air
mata mengalir.
Lalu sukacita yang belum pernah saya rasakan sebelumnya memenuhi hati ini
seperti mata air yang meluap.
Sukacita sorgawi itu benar-benar indah sehingga saya ingin merasakannya
terus menerus..
Saya percaya hari itu Tuhan telah membawa saya kedalam sebuah dimensi
rohani yang baru yaitu sebuah tingkat kehidupan dimana ada kebebasan, sukacita
dan damai sejahtera yang baru.
Keesokan paginya saya berdoa tidak seperti biasa lagi tetapi saya
merasakan sebuah keintiman yang belum pernah saya alami sebelumnya.
Beban berat dan kebingungan yang saya alami akibat pergumulan yang seakan
tiada jalan keluar tiba-tiba terangkat.
Lalu saya teringat apa yang Calvin katakan tentang terang pemeliharaan
ilahi dimana saya percaya telah mengalaminya.
Ketika menulis tulisan ini, hati saya merasakan banyak diantara anda yang
sedang mengalami masa yang gelap dalam hidup ini.
Tuhan mengijinkanmu mengalami sebuah situasi terjepit yang seakan tiada
jalan keluar.
Tuhan memang mengijinkan kegelapan itu terjadi agar kita boleh mengalami
terang pemeliharaan ilahi.
Terang ilahi itu tidak akan kita alami bila kita tidak diijinkan
mengalami situasi gelap yang menekan dan membingungkan tersebut.
FirmanNya mengatakan di dalam gelap terbitlah terang bagi orang
benar.
Janganlah putus asa dan tetaplah bertahan bila saat ini hidupmu sedang
dihimpit beban yang sangat berat.
Janganlah mengandalkan manusia dan kekuatan diri sendiri untuk mengatasi
pergumulan tersebut.
Carilah wajahNya dan harapkan terang pemeliharaan ilahi itu boleh turun
ke atas hidupmu.
Percayalah, satu waktu terang pemeliharaan ilahi itu akan datang kedalam
hidupmu.
Hanyalah Tuhanlah satu-satunya pribadi yang sanggup membebaskan dan
menolong kita.
Kiranya terang
pemeliharaan ilahi tersebut bersinar atas diri kita semua
! -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] JNM Mailing list are managed by : Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver) If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED] Web Site : http://www.iprf.us -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|

