|
From: PD Immanuel
PELUKAN
KASIH TUHAN
Kategori:
Cerita Allah
Pikir pengembara itu
"Wah, jika aku harus melewati semak ini,
maka kulitku pasti akan robek dan penuh luka. Tapi aku harus melanjutkan perjal
anan ini."
Maka pengembara itupun
mengambil ancang-ancang dan ia menerobos semak itu.
Ajaib, pengembara itu tidak
mengalami luka goresan sedikitpun. Dengan penuh sukacita, ia kemudian
melanjutkan perjalanan dan berkata dalam hati "Betapa hebatnya aku.
Semak
belukarpun tak mampu menghalangi aku."
Selama hampir 1 jam lamanya
ia berjalan, tampaklah di hadapannya kerikil-kerikil tajam berserakan. Dan tak
ada jalan lain selain dia harus melewati jalan itu. Pikir pengembara itu untuk
kedua kalinya "Jika aku melewati kerikil
ini, kakiku pasti akan berdarah dan terluka. Tapi
aku tetap harus melewatinya."
Maka dengan segenap
tekadnya, pengembara itu berjalan. Ajaib, ia tak mengalami luka tusukkan kerikil
itu sedikitpun dan tampak kakinya dalam keadaan baik-baik saja.
Sekali lagi ia berkata
dalam hati : "Betapa hebatnya aku. Kerikil
tajampun tak mampu menghalangi jalanku."
Pengembara itupun kembali
melanjutkan perjalanannya. Saat hampir sampai di puncak gunung itu, ia kembali
menjumpai rintangan. Batu-batu besar dan licin menghalangi jalannya, dan tak ada
jalan lain selain dia harus melewatinya. Pikir pengembara itu untuk yang ketiga
kalinya : "Jika aku harus mendaki batu-batu
ini, aku pasti akan tergelincir dan tangan serta kakiku akan patah. Tapi aku
ingin sampai di puncak itu. Aku harus melewatinya."
Maka pengembara itupun
mulai mendaki batu itu dan ia...tergelincir. Aneh, setelah bangkit, pengembara
itu tidak merasakan sakit di tubuhnya dan tak ada satupun tulangnya yang patah.
"Betapa hebatnya aku. Batu-batu terjal inipun tidak
dapat menghalangi jalanku."
Maka, iapun melanjutkan
perjalanan dan sampailah ia di puncak gunung itu. Betapa sukacitanya ia melihat
pemandangan yang sungguh indah dan tak pernah ia melihat yang seindah ini. Akan
tetapi, saat pengembara itu membalikkan badannya, tampaklah di hadapannya sosok
manusia yang penuh luka sedang duduk memandanginya.
Tubuhnya penuh luka goresan
dan kakinya penuh luka tusukan dan darah. Ia tak dapat menggerakkan seluruh
tubuhnya karena patah dan remuk tulangnya.
Berkatalah pengembara itu
dengan penuh iba pada sosok penuh luka itu : "Mengapa tubuhmu penuh luka seperti itu? Apakah karena
segala rintangan yang ada tadi? Tidak bisakah engkau sehebat aku karena aku bisa
melewatinya tanpa luka sedikitpun? Siapakah engkau sebenarnya?"
Jawab sosok penuh luka itu
dengan tatapan penuh kasih : "Aku adalah
Tuhanmu. Betapa hatiKu tak mampu menolak untuk menyertaimu dalam perjalanan ini,
mengingat betapa inginnya engkau melihat keindahan ini. Ketahuilah, saat engkau
harus melewati semak belukar itu, Aku memelukmu erat supaya tak satupun duri
merobek kulitmu. Saat kau harus melewati kerikil tajam, maka Aku menggendongmu
supaya kakimu tidak tertusuk. Ketika kau memanjat batu licin dan terjatuh, Aku
menopangmu dari bawah agar tak satupun tulangmu patah. Ingatkah engkau kembali
padaKU?"
Pengembara itupun terduduk
dan menangis tersedu-sedu.
Untuk kedua kalinya, Tuhan
harus menumpahkan darahNya untuk suatu kebahagiaan.
Kadang,
kita lupa bahwa Tuhan selalu menyertai & melindungi kita.
Kita lebih
mudah ingat betapa hebatnya diri kita yang mampu melampaui segala rintangan
tanpa menyadari bahwa Tuhan bekerja di
Renungan:
Panah
Sally, seorang gadis muda,
mengemukakan pengalamannya di sebuah sekolah seminari... sebuah pelajaran dari
Dr. Smith, yang terkenal dengan kerumitannya.
Suatu hari Sally masuk ke
kelas dan segera menyadari bahwa akan ada sesuatu yang menyenangkan hari itu. Di
dinding ada satu papan sasaran yang besar, di meja terletak banyak anak
panah.
Dr. Smith meminta setiap
murid untuk membuat gambar orang yang tidak mereka sukai atau orang yang telah
melukai hati mereka;
Kemudian mereka akan
diperbolehkan melempar anak panah pada gambar
tersebut.
Seorang gadis, teman Sally,
menggambar wajah gadis lain yang telah merebut pacarnya. Yang lain manggambar
wajah adiknya. Sally menggambar wajah teman lamanya dengan sangat detail
sampai dia tidak lupa menambahkan jerawatnya. Dia sangat puas setelah melihat
semuanya lengkap.
Seluruh isi kelas kemudian
berbaris dan mulai melemparkan anak panah, diiringi suara tawa riang. Beberapa
di antara mereka melempar anak panah begitu kuatnya sampai merobek sasaran.
Sally menunggu
gilirannya........ kemudian dia kecewa, karena waktu sudah habis, Dr. Smith
meminta semua murid untuk duduk kembali di kursi
masing-masing.
Sambil duduk, Sally
memikirkan rasa kecewanya karena belum memiliki kesempatan untuk
melempar.
Dr. Smith mulai melepas
sasaran dari dinding. Di balik sasaran terdapat gambar wajah
Yesus......
Suasana kelas menjadi
hening... semua murid menatap gambar Yesus yang telah hancur; Seluruh wajahNya
berlubang dan sobek bahkan matanya tertembus.
Dr. Smith hanya berkata...
"Apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang paling
hina, kamu melakukannya untukKu" (Matius
25:40)
Tidak ada lagi kata-kata,
semua mata berkaca-kaca menatap wajah Yesus...
PD Immanuel Jakarta . __._,_.___ -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] Bagi Saudara yang berdomisili di Amerika, saudara dapat bergabung dengan mailing list Keluarga Kristen USA (KK-USA) dengan mengirimkan email kosong ke [EMAIL PROTECTED] dan ikuti instruksi yang ada. -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|

