|
From: Dave Broos
GELISAHKU
Setelah kejadian ampir mati di tahun 1987, aku sebenarnya ingin mengenal Tuhan tapi malu ama temen-temen segengku di Moonraker. Setelah keluar dari rumah sakit 2 hari kemudian aku sudah mulai teler lagi. Tapi rada sopan sekarang, sebelum minum Vodka atau mengisap ganja atau "ngobat", aku minta maaf ama Tuhan. "Tuhan, sori ya, Dave tau ini salah tapi Dave ga tahan nih." Salah satu teman se gengku, Budi Beke, kebetulan punya sebuah kaset lagu rohani di antara kaset-kaset koleksi Rolling Stones-nya , dulu sih kita kadang making fun dengan lagu-lagu itu saat mabok, tapi kini kadang kupinjam dan dengarkan di rumah diam-diam tentunya tengsin kalo ketahuan orang. Jalan pertobatanku maju mundur, ada sebuah ketakutan kalo bertobat ga punya teman-teman lagi Apa orang gereja mau terima aku, yang notabene seorang anggota geng?....Gimana tanggapan masyarakat terhadap pertobatanku sebab tau aku ini bajingan?....Aku takut tergencet dan ditinggalkan di tengah-tengah ketika teman-teman di dunia hitam menolakku karena jadi Kristen yang sungguh-sungguh dan pihak masyarakat dan gereja yang menolakku karena reputasiku di lembah hitam dan berulang kali urusan dengan pihak berwajib. Dulu aku paling suka jerumuskan anak-anak yang
usianya di bawahku untuk mengikuti jejak hidupku di geng dan melakukan hal-hal
bodoh seperti mabok,berantem, ngompas anak-anak sekolah, kebut-kebutan en banyak
hal yang menurut kita sikap seorang macho. Dulu aku bangga
banget jadi bajingan dan teladan yang buruk untuk yang lain. Namun setelah kejadian ampir mati tersebut, aku sering menasehati anak-anak yang lebih muda untuk tidak mengikuti jalanku. "Jangan ikuti jalan, Aa (kakak dalam Bhs. Sunda) , kalo Aa mah udah kadung basah di lembah hitam.Kalian jangan ikut jalan ini selama masih ada kesempatan." Di waktu yang lain, aku sudah tidak seantusias dulu lagi kalo terjadi tawuran antar geng atau sekolah. Dulu aku paling suka berkelahi melampiaskan kejengkelan di rumah pada lawanku. Biasanya aku sudah memperlengkapi diriku dengan membawa golok di ranselku yang selalu kubawa kemanapun kupergi, pisau balisong(pisau lipat khas Filipina) di saku celanaku dan double stick yang kutaruh dibalik rompi kulitku, tetapi kini aku jadi tidak tegaan kalo lihat lawan sudah terkapar, masih dipukuli atau diinjak atau dihantam menggunakan "peralatan perang". Kadang aku membuat teman-teman segengku heran, ada apa dengan Dave ? Kenapa "si gila" tiba-tiba berubah ??? Bila kuceritakan peristiwa itu, mereka hanya tertawa. Sudah percuma, kamu tuh bajingan, sekali bajingan tetap bajingan. Sekali pemabuk tetap pemabuk.Sekali pemadat tetap pemadat. Suatu saat aku mendengar sebuah cerita berseri tentang anak geng bernama Nicky Cruz di salah satu radio swasta, dikota Bandung. Aku emang fans berat dengar kisah-kisah geng atau nonton film model The Godfathers, The Warriors,Mad Max atau baca buku tentang mafia, anak geng en yang sejenisnya aku paling suka pokoknya berbau kekerasan, pembunuh berantai..pasti aku lalap. Dalam kisah itu digambarkan seorang pemuda yang menjadi anggota dan tokoh dalam geng di Amerika Serikat bertobat dan mengenal Tuhan melalui pelayanan seorang Pendeta David Wilkerson. Aku berpikir itu hanyalah sebuah kisah fiksi belaka tetapi ternyata itu merupakan kisah yang sesungguhnya. Aku tau hal itu saat aku berkunjung ke rumah salah satu saudara sepupuku dan melihat sebuah buku yang mengisahkan kesaksian Nicky Cruz, kalo tidak salah judulnya "Aku Tak Akan Menangis Lagi". Kisah itu menimbulkan sebuah harapan bagiku bahwa di luar sana ternyata ada juga anak geng yang bisa bertobat dan menjadi Hamba Tuhan. Pengharapan timbul dalam diriku, aku ceritakan pada teman-temanku dan mereka menertawaiku. Sebab sulit bagi mereka untuk percaya seorang pemabuk dan pecandu seperti aku bisa berhenti apalagi melayani Tuhan. Aku bercerita pada mama-ku dan ia pun tertawa, maybe beliau berpikir,"Nah, Dave sudah mulai coba obat keluaran baru lagi hingga sedang berhalusinasi lagi." Papa tiriku pun urun berkomentar ," Alaah
paling tobat sehari besoknya
teler lagi."
Sebab itu memang yang terjadi selama ini aku coba berhenti dengan
kekuatanku sendiri, coba berpikir positif seperti buku-buku bagus karya Norman
Vincent Peale yang dulu sering kubaca
. tapi gagal mengubah hidupku. Aku pintar
mempresentasikan cara berpikir positif
yang aku sendiri gagal menerapkannya
dalam hidupku. Namun aku selalu gagal ketika mengupayakannya dengan kekuatan
sendiri.
Aku percaya proses timbulnya kegelisahan ini Tuhan izinkan terjadi dalam fase kehidupanku. Saat itu aku belum bisa melihat campur tangan Tuhan dalam hidupku namun sekarang aku bisa melihat tangan kasihNya menggiringku makin mendekat padaNya. Pada waktuNya Ia menangkapku. ================================================
From: Dave Broos
THIS IS MY STORY (INI KISAHKU) Hai nama saya, Dave Broos, terlahir di kota Bandung, 24 September 1969. Nama saya terdengar asing mungkin di telinga orang Indonesia. Mengapa sedikit asing terdengar, apakah saya orang "bule"? Tidak sepenuhnya benar, namun saya adalah anak peranakan, mama saya adalah seorang peranakan Belanda-Ambon. Sejak saya berada dalam kandungan mama, pria kekasih mama yang seharusnya jadi papa saya telah melarikan diri dengan wanita lain oleh sebab itu saya adalah anak yang lahir di luar pernikahan. Orang menamakan anak-anak yang terlahir seperti saya sebagai "anak haram". Suka atau tidak itu merupakan bagian hidup yang tidak dapat disangkali dan dihindari. Oleh sebab itu nama keluarga yang saya sandang adalah nama keluarga mama. Di rumah saya biasa dipanggil Dave. Meski saya dibesarkan hanya oleh mama saja tetapi hidup saya tidak begitu buruk sebab di rumah ada opa dan oma ditambah adik mama saya, seorang oom yang keren. Namun semua mulai berubah ketika opa meninggal dunia, oma saya pindah ke negeri Belanda dan mama menikah. Saat itu usia 10 tahun, saat mama menikah dan saya mengalami "shock" dengan cara papa tiri saya membesarkan saya. Nilai-nilai dalam melihat kehidupan dan cara membesarkan anak sangat berbeda dengan pola yang selama ini saya dapat dari oma. Ya, saya lebih dekat dengan oma, sebab mama saya harus bekerja di sebuah perusahaan farmasi, PT Tempo. Hingga timbul pemberontakan dalam diri saya, sebagai contoh oma saya tidak pernah mempergunakan kata-kata negative dan cara-cara negative saat beliau marah dan hendak mendisiplin saya, namun "papa" melakukan hal-hal seperti itu, seperti mengatai saya "anak haram jadah" atau "anak berandalan" dll. Saat itu saya marah dan kecewa pada mama, namun tidak tahu bagaimana mengungkapkannya. Sebelum oma saya pergi meninggalkan kami, saya dikenal anak yang penurut, tidak suka kekerasan dan selalu berpegang pada tata tertib/peraturan baik di rumah maupun di sekolah namun setelah pernikahan mama itu merupakan "turning point" hidupku masuk ke dalam dunia yang kelam akibat kekecewaan terhadap orangtua. Saat itulah saya mulai menerima ajakan teman-teman saya di kelas untuk mulai merokok, melihat gambar porno, ikut berkelahi dengan sekolah yang bertetangga dengan sekolah kami, mulai coba menegak minuman keras .itu semua saya lakukan di kelas 5 SD (SD Pardomuan). Memasuki usia remaja, saya malah mulai bergaul dengan teman-teman yang salah, anak-anak yang juga terluka hatinya terhadap ortu. Hal-hal agamawi merupakan hal yang paling membosan kan dalam hidupku saat itu sebab saat itu saya bersekolah di SMPK Bahureksa dan SMAK Dago alias sekolah Kristen. Saat SMP setiap hari ada renungan pagi di aula dan saat SMA seminggu sekali ada renungan bersama. Namun urusan mengenai Tuhan sama sekali tidak ada dalam benakku, mengapa? Sebab saat itu saya berpikir untuk apa memperdulikan Tuhan sebab Ia hanya perduli pada keluarga yang baik-baik saja, sedang saya hanya anak yang terlahir tanpa disengaja. Kenakalan remaja berubah menjadi terlibat kejahatan saat saya bergabung dalam geng Moonraker. Terperosok dalam lembah hitam yang lebih dalam, tidak pernah terpikirkan seumur hidup saya untuk terlibat dalam bermacam tindak criminal dan kekerasan tetapi itulah yang terjadi. Berulang kali berurusan dengan pihak berwajib, ditahan di dalam sel bui yang pengap, masuk rumah sakit karena keracunan obat-obatan daftar G, tertusuk saat tawuran dan masih ada sederetan keberingasan yang saya buat saat itu. Membuat hubungan saya dengan ortu semakin renggang berulang kali saya diusir dari rumah oleh papa. Beliau sudah memberikan ultimatum pada saya dia tidak mau mendengar ada laporan dari polisi atau insiden yang menyebabkan saya masuk rumah sakit. Dan semua itu saya langgar, dan ia marah besar. Oleh sebab itu saya diusir dari rumah olehnya dan suatu saat mama yang biasanya mencari saya di jalanan pun ikut mengusir saya. Hingga saya ditampung di rumah adik dari oma saya, sampai saya lulus SMA di tahun 1988. Memasuki dunia perkuliahan tidak otomatis membuat saya berubah, saya makin menjadi-jadi dengan geng saya yang saat itu tengah "panas" dengan sebuah geng lain di kota kami, XTC. Pada tahun 1990, ada seseorang entah siapa yang mengikutsertakan saya pada sebuah kursus Alkitab mengenai Injil Yohanes. Saat itu saya mulai mengerti apa yang Tuhan kehendaki, meski masih samar-samar, dan untuk urusan agama saya gengsi saat itu untuk bertanya pada siapapun. Tetapi Tuhan punya cara saja , entah nanti ada teman memberikan traktat,
dapat mimpi yang aneh, dijamah melalui lagu rock dunia hingga suatu hari di awal
Maret 1991, saya mulai berpikir dan merenungkan kembali mengenai jalan hidup
saya mengapa terjerembab jauh sekali di dalam lembah kekelaman. Satu hal yang
saya sadari adalah mengapa saya seperti ini? Adalah saya membutuhkan seseorang
yang MENGASIHI saya, mau MENERIMA saya apa adanya, PERCAYA pada saya dan
MENDUKUNG saya dengan berjalan BERSAMA dan MEMBERIKAN
TELADAN. Tanggal 28 Maret 1991, saya mengunjungi sebuah KKR yang dilayani oleh Pdt. Yeremia Riem (alm), di saat itulah saya sungguh-sungguh mengalami jamahan Tuhan, saya menyadari kebutuhan saya akan seorang Juruselamat dan TUhan, dan terlebih lagi saya melihat semua criteria itu ada pada Yesus. Pada hari itu, saya menjadi ciptaan baru di dalam Kristus. Saat saya bertobat tidak ada seorangpun yang percaya akan hal itu termasuk orangtua saya. Sudah terlalu banyak dusta dalam hidup saya hingga orang tidak yakin akan pertobatan saya. Hingga saya memutuskan pada bulan Oktober 1991 untuk pindah ke kota Surabaya dan memulai hidup baru. Di kota Surabaya saya menyerahkan hidup saya untuk melayani Tuhan Yesus sepenuh waktu. Memulai pelayanan sebagai koster gereja karena dicurigai jemaat hingga akhirnya menjadi dipercaya sebagai gembala kaum muda sampai tahun 1994. Tahun 1995, saya mengikuti pendidikan Discipleship Training School dari Youth With A Mission di Jakarta. Tahun 1996, mengikuti pendidikan di Institut Theologia Gamaliel Tasikmalaya dan tahun 1996 mengikuti pendidikan Basic Leadership School dari Youth With A Mission di Lawang hingga menjadi staf DTS di YWAM Lawang. Pada tahun 1998, saya merintis sebuah jemaat dan yayasan sosial di Surabaya, menggembalakan jemaat dan memimpin yayasan tersebut sampai pada Februari 2005. Saat ini saya berjemaat di Gereja Oikos (GO) Surabaya, menjadi bagian dari tim kepemimpinan. Juga merintis dan melayani komunitas subkultur (punk,gothic,underground,dll) ditunjuk sebagai Overseer (penilik jemaat) Shadow of the Cross Indonesia; dan juga salah satu coordinator perintisan gereja di Indonesia dalam wadah Outreach Fellowship International. Saya telah menikah dengan Novie Durant pada tahun 1999 dan dikaruniai dua orang anak, Philip Broos dan Regina Broos (alm). Beberapa hal yang luar biasa setelah pertobatan saya adalah bagaimana keluarga saya, yaitu orang tua saya pun mengalami kelahiran baru dan hubungan kami dipulihkan pada tahun 1995. Papa masih tetap berjemaat di gereja Katholik bersama adik (hasil dari pernikahan mama yang ke dua) sedang mama berjemaat di GISI Eben Haezer Bandung sampai akhirnya pulang ke rumah Bapa pada tahun 1997. Inilah kisah hidup saya , "sampah" ini bisa Tuhan ubahkan, jadi alatNya dan bahkan lebih lagi dijadikan sebagai anakNya. Dan Ia bisa dan mau mengasihi semuanya termasuk anda. God bless you all. Dave Broos -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] Bagi Saudara yang berdomisili di Amerika, saudara dapat bergabung dengan mailing list Keluarga Kristen USA (KK-USA) dengan mengirimkan email kosong ke [EMAIL PROTECTED] dan ikuti instruksi yang ada. -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|

