|
From: [EMAIL PROTECTED]
Keselamatan OPEN FORUM 061901 J SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Apakah anda percaya bahwa setelah diselamatkan kita bisa hidup tanpa berbuat dosa? MR. C: Itu adalah tidak mungkin, karena walaupun kita sudah diselamatkan, kita masih harus hidup di dalam tubuh yang masih belum diselamatkan (dibangkitkan). Setiap waktu kita berpaling terlalu lama dari Kristus, tubuh kita berpaling kepada dosa. PENANYA: Bisakah anda menerangkan Roma 6:1-2 yang berkata: "Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?" MR. C: Ayat ini menunjukkan fakta bahwa semua upah dosa saya, yang dahulu, sekarang, dan yang akan datang, semuanya sudah dibayar lunas, itulah yang terjadi ketika saya sudah benar-benar diselamatkan. Nah sekarang apakah saya bisa berkata, "Saya bisa berbuat dosa semau saya karena semua upah dosa-dosa saya telah ditebus? Apakah saya mempunyai kebebasan untuk berdosa semau saya?" Dan Tuhan berkata, "Sekali-kali tidak!" Kenyataan bahwa setelah kita diselamatkan, kita diberikan "kebangkitan jiwa yang baru" dimana di dalam keberadaan jiwa kita yang baru tersebut, kita sudah tidak mau untuk berbuat dosa lagi (1 Yohanes 3:9). Disini kita mempunyai keinginan baru yang sebelumnya tidak ada di dalam hidup kita, dan dosa sudah menjadi musuh kita, dan kita mempunyai kesadaran yang lebih tinggi mengenai hal ini daripada sebelum kita diselamatkan. Kita akan bersusah hati bila kita jatuh ke dalam dosa, tetapi ini tidak berkata bahwa kita bisa hidup tanpa berbuat dosa. Sebetulnya anda harus terus membaca Alkitab, dan di Roma 7:21-22 Alkitab berkata: "Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah" Yaitu di dalam kebangkitan jiwa kita yang baru kita sudah tidak mau untuk berbuat dosa lagi karena di dalam batin kita suka akan hukum-hukum Allah. Kemudian diteruskan di ayat 23 demikian: "tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku." Tuhan memberikan keterangan mengenai tubuh itu di dalam ayat berikutnya di ayat 24 kita baca demikian: "Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?" Adalah lebih baik kalau kita bisa hidup di dunia ini tanpa tubuh yang berdosa, tetapi itu bukanlah rencana Tuhan. Dia belum membangkitkan tubuh kita yang berdosa ini, Dia hanya memberikan kita kebangkitan jiwa yang baru dimana kita sudah tidak ingin untuk berbuat dosa lagi. Jadi, dosa merupakan hal yang sangat-sangat buruk di dalam kehidupan kita, dan kita akan berbahagia ketika kita melakukan segala sesuatu di dalam jalan Tuhan. PENANYA: Satu pertanyaan lagi, bagaimana dengan Matius 5:48 ? MR. C: Di Matius 5:48, kita baca: "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." Supaya kita bisa masuk kedalam surga yang suci dimana Tuhan berada, kita harus menjadi sempurna. Kalau begitu tidak ada orang yang bisa pergi kesana karena kita lihat sebelumnya di Roma pasal 7 bahwa kita masih mempunyai tubuh yang berdosa. Tetapi dari sudut pandang Allah, semua kesalahan dari dosa kita sudah dibayar oleh Tuhan Yesus Kristus. Semua dosa kita dari yang sudah lalu, yang sekarang, dan yang akan datang, semuanya sudah ditutupi oleh "jubah kebenaran" Kristus. Secara rohani, kita sudah ditutupi oleh kemuliaan Kristus. Jadi dari sudut pandang Allah ketika Dia melihat kepada kita, kita sudah menjadi putih bersih. Tidak ada dosa yang masih harus diperhitungkan lagi. Semuanya sudah dibayar lunas oleh Tuhan Yesus Kristus. Jadi di dalam ayat ini, Tuhan berkata bahwa kita harus diselamatkan supaya semua dosa kita ditutupi oleh "jubah kebenaran" Kristus (Yesaya 61:10). Secara harafiah kita tidak bisa menjadi sempurna karena kita masih harus hidup di dalam tubuh (daging) yang masih menginginkan dosa, tetapi karena kita sudah diselamatkan, akan ada perubahan yang besar di dalam kelakuan kita terhadap dosa dan jumlah dosa yang dapat ditemukan di dalam kehidupan kita. Sebelum kita diselamatkan baik di dalam tubuh maupun di dalam jiwa, kita menyukai dosa, dan tidak ada yang menahan-nahannya, kecuali mungkin kalau kita tertangkap polisi dan dimasukkan ke dalam penjara. Tetapi sekarang setelah kita diselamatkan, ada dua hal yang bisa menahan kita. Pertama, di dalam keinginan hati kita yang paling dalam, yaitu di dalam jiwa kita, kita tidak ingin untuk berbuat dosa lagi. Karena kita sudah diberikan kebangkitan jiwa yang baru. Hal yang kedua, ketika Roh Kudus sudah bersemayam di dalam diri kita, dan Dia akan memberitahukan kepada kita bagaimana supaya kita hidup dengan benar. Dan sebagai anak Tuhan kalau kita bermain-main dengan dosa terlalu lama, Tuhan akan mengirim "hajaran" (Ibrani 12). Dan percayalah Tuhan akan mengirim hajaran yang sangat keras supaya kita berbalik dari dosa-dosa tersebut. OPEN FORUM 101199 A SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Apakah Roma 7:17-23 berbicara mengenai orang-orang yang tidak diselamatkan? MR. C: Di Roma 7:17-23 kita baca: "Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku. Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku. Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku." Kita mengetahui bahwa ayat-ayat ini bukan sedang berbicara tentang orang-orang yang tidak diselamatkan, karena ayat 22 berkata: "dalam batinku aku suka akan hukum Allah". Orang yang tidak diselamatkan tidak menyukai hukum-hukum Allah. Dalam pandangan Tuhan mereka adalah hamba-hamba Iblis; mereka masih berada dalam pemberontakan terhadap Tuhan. Hanya orang-orang percaya yang menyukai hukum-hukum Tuhan, yaitu seluruh Alkitab. Bagian ini hanya menjelaskan mengapa kita masih mempunyai dosa di dalam hidup kita setelah kita diselamatkan. Kita membaca kesimpulan itu di Roma 7:24-26 demikian: "Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa." Ketika kita diselamatkan di dalam keberadaan roh kita, atau juga yang disebut "batin" atau "akal budi" kita, kita sudah menerima kebangkitan jiwa yang baru, dimana kita memiliki suka-cita di dalam firman Tuhan. Dan di dalam kebangkitan jiwa kita yang baru kita tidak ingin untuk berdosa lagi, tetapi kita masih harus hidup di dalam tubuh yang masih dipenuhi nafsu dosa. Tidak ada perubahan yang terjadi di dalam tubuh kita, tubuh kita belum dibangkitkan seperti halnya jiwa kita. Tetapi tubuh kita merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kepribadian kita. Hal ini membuat hidup kita dipenuhi pertentangan. Dalam keberadaan jiwa kita, kita ingin untuk terus melakukan kehendak-kehendak Tuhan, tetapi ketika kita berpaling terlalu lama dari Kristus, kita bisa jatuh ke dalam dosa. Dan ketika kita jatuh ke dalam dosa akan terjadi pertentangan yang hebat di dalam jiwa kita. Itulah sifat dari kebangkitan jiwa kita yang baru. Disisi lain bila dalam keadaan jiwa maupun daging kita masih menyukai dosa dan tidak terjadi pertentangan apa-apa ketika kita jatuh ke dalam dosa, maka mungkin saja itu adalah sebuah tanda bahwa kita belum diselamatkan. There is therefore now no condemnation to them which are in Christ Jesus, who walk not after the flesh, but after the Spirit (Roma 8:1) www.familyradio.com =================================================
From: [EMAIL PROTECTED]
Penghulu Malaikat In a message dated 6/27/2006 7:38:31 AM Pacific Standard Time, pttwr@ writes: Saya mau bertanya mengapa Kristus disebut Mikhael? Bukankah Mikhael adalah malaikat peperangan dan Kristus adalah Tuhan? Mana yang benar? Kalo saya beriman sendiri sih beda . Kristus Yesus adalah Tuhan dan penguasa seluruh alam semesta. Sedangkan Mikhael adalah malaikat yang melayani Tuhan. Tolong dijelaskan secara Alkitabiah Thanks and GBU ------------------------------------------------ Dear Beloved, Mikhael adalah bukan seorang malaikat, tetapi Mikhael adalah Tuhan Yesus Kristus dalam bentuk Roh. Nama "Mikhael" sendiri berarti "Siapakah Allah" atau "Siapakah yang seperti Allah". Kita mengira bahwa Mikhael adalah seorang malaikat, di dalam Alkitab Ia dikatakan sebagai "penghulu malaikat", tetapi sebetulnya ungkapan ini tidak ditranslasi dengan benar. Ungkapan "penghulu malaikat" seharusnya ditulis "pemimpin para pembawa pesan". Dalam kitab Yudas 1:9 kita membaca demikian: "Tetapi penghulu malaikat [aggelos], Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!" Di dalam Alkitab kata "malaikat" [aggelos] memang dapat juga ditranslasi sebagai ungkapan "pembawa pesan" atau "utusan". Dan itu bisa menunjuk kepada Tuhan sendiri yang adalah Pemimpin para pembawa pesan, itu bisa menunjuk kepada roh malaikat, dan itu bisa juga menunjuk kepada "orang-orang yang percaya". Seperti misalnya dalam kitab Matius 11:10 kita membaca tentang Yohanes pembaptis sebagai "utusan" yang mendahului Tuhan Yesus, dalam ayat itu kita membaca demikian: "Karena tentang dia [Yohanes pembaptis] ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku [aggelos] mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu." Kemudian dalam kitab Daniel, Mikhael disebut sebagai "Pemimpin Terkemuka" dan "Pemimpin Besar dari umat-Nya". Dan umat-Nya adalah orang-orang yang percaya. Dalam kitab Daniel 10:13 kita membaca demikian: "Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia." Mikhael disebut sebagai "salah seorang pemimpin terkemuka" karena ada tiga pemimpin yang terkemuka. Allah menyatakan dirinya sebagai tiga Pribadi yang berbeda yaitu, Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus. Mereka adalah Pribadi yang memerintah dan berkuasa atas seluruh dunia. Jadi Kristus adalah salah satu dari ketiga pemimpin itu. Dia adalah pribadi yang kedua walaupun sebenarnya hanya ada satu Allah. Dan kitab Daniel 12:1 berkata kepada kita demikian: "Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar [masa siksaan yang dahsyat], seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu [Israel rohani] akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu. Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal." Ini sedang berbicara tentang akhir zaman dimana terjadi "masa siksaan rohani yang dahsyat", tetapi Kristus tidak akan meninggalkan umat pilihan-Nya sampai semua dari mereka-mereka yang namanya ada tertulis di dalam "Kitab Kehidupan Anak Domba" telah diselamatkan. Dan perhatikan ayat yang berbicara mengenai Mikhael dalam kitab Daniel diatas adalah pararel dengan apa yang kita baca mengenai Kristus dalam kitab Yohanes 5:27-29 demikian: "Dan Ia [Allah Bapa] telah memberikan kuasa kepada-Nya [kepada Kristus] untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum." Hal yang sama juga kita baca dalam kitab 1 Tesalonika 4:16-17, disitu kita baca demikian: "Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan." Semua ayat-ayat ini berbicara tentang hal yang sama, yaitu kebangkitan tubuh di akhir zaman. Tidak diragukan lagi bahwa Mikhael menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus. Siapakah yang akan menjadi hakim yang adil di akhir zaman? Tuhan Yesus Kristus, Ia adalah hakimnya pada akhir zaman. Yesus dapat menjadi hakim yang adil karena Ia sudah pernah menjadi manusia tetapi Ia tidak pernah berbuat dosa. Kemudian satu ayat lagi tentang Mikhael yang ditemukan dalam kitab Wahyu 12:7-8 berkata demikian: "Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga." Ayat ini sedang berbicara tentang peperangan rohani, yaitu "Yesus dan para pembawa pesan" berperang melawan Iblis atau naga tersebut. Siapakah para pembawa pesan? Orang-orang yang percaya itulah para pembawa pesan. Para pembawa pesan tunduk pada perintah-perintah Kristus. Dalam kata lain "malaikat" disini sesungguhnya menunjuk kepada orang-orang percaya yang digunakan oleh Tuhan untuk menyerang benteng-benteng penjara Iblis melalui Injil yang sejati untuk membebaskan orang-orang yang berada didalamnya. Ini juga menjelaskan tentang "malaikat" dalam Matius pasal 13 dimana Tuhan sedang berbicara mengenai "orang-orang percaya" yang mengumpulkan "hasil panen" pada akhir zaman. Dalam kitab Matius 13:36-43 kita membaca demikian: "Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu." Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat [aggelos]. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya [aggelos] dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam KERAJAAN-NYA. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!" Dan kitab Yohanes 4:35-38 menjelaskan kepada kita siapakah "para penuai" itu, dalam ayat itu kita membaca demikian: "Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai. Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka." Ayat-ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa "para penuai" itu adalah orang-orang percaya. I wait for the LORD, my soul doth wait, and in His word do I hope (Psalm 130:5) May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit, Setiawan -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] Bagi Saudara yang berdomisili di Amerika, saudara dapat bergabung dengan mailing list Keluarga Kristen USA (KK-USA) dengan mengirimkan email kosong ke [EMAIL PROTECTED] dan ikuti instruksi yang ada. -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|

