|
Daripada dituduh mengambil sepotong-sepotong, sebaiknya diposting lengkap saja, biar tidak dianggap manipulasi tulisan orang lain. Formatnya saja berubah, dulu dalam format Plain Text, diubah dalam format Rich Text. Paragraf dimaksud ditandai dengan warna merah. On 19/10/2002 at 8:00 "Indomisi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Memang tidak ada, disebabkan penerjemahan langsung dari apa yang didengar terjadi saat itu. Itulah yang dilakukan si penulis. Jadi nama YHWH menghilang dan menjadi kata terjemahan yang berarti "yang disembah". Maka harus dikembalikan nama YHWH itu. (lihat contoh dibawah) Yohannes: Penerjemahan oleh Rabi Yahudi itu berdasarkan menurut kebiasaan orang Yahudi kata "YHWH" dibawahnya kata itu terdapat tulisan/vocal kata yang harus diucapkan yaitu "Adonai". Jadi nama itu tetap ada, dikarenakan bangsa Yahudi sangat menghormati Tuhan, maka mereka menulis dibawah kata "YHWH" dengan pengucapan vocal "Adonai". Dan kata Adonai dapat diterjemahkan sebagai "Lord". Karena artinya sama. Yohannes: Contoh ; Sebagai orang Indonesia, pernahkah anda memanggil nama bapak anda dengan namanya. Misal anda punya bapak bernama Gideon Sastraputra, dan setiap kali anda harus memanggil beliau dengan menyebut Gideon Sastraputra. Pasti tidak bukan ! Karena kita menghormati nama bapak kita. Dan disitu kan tidak terdapat doktrin hukum tertulisnya. Jadi setiap kali harus memanggil Gideon Sastraputra anda pasti mengucapkannya berbeda. Yohannes: Jika anda memanggil bapak anda dengan pengucapan "Abah", nah orang Jakarta yang mendengarnya pasti menterjemahkan sebagai bapak, orang Inggris menterjemahkannya sebagai "dad", pasti mereka tidak akan menterjemahkan menjadi Gideon Sastraputra bukan ? Sebab yang mereka dengar adalah vocal kata "Abah", jadi semua orang berpendapat bahwa nama bapak anda adalah "Abah" bukan Gideoon Sastraputra. Disinilah sebabnya mengapa nama YHWH menghilang dalam PB. Sedangkan Tuhan Yesus dan para murid saat itu tetap menggunakan kitab Musa, para nabi, Mazmur dan semua kitab yang ada di PL menggunakan bahasa asli Ibrani dan Arami. Dan kitab Injil, surat-surat dan kitab PB lainnya belum ada. Sudah dipastikan nama Tuhan YHWH tertulis di kitab-kitab itu. Yohannes: Contohnya ; YHWH di PL diterjemahkan sebagai TUHAN, sedang di PB menjadi Tuhan. Perbedaannya adalah TUHAN mengakui bahwa ada nama YHWH, sedangkan Tuhan tidak mengakui bahwa YHWH itu ada (seperti anda sendiri). Dengan pengakuan seperti itu, secara langsung anda menolak bahwa YHWH adalah Tuhan Pencipta Langit dan segala isinya. Dan tentunya anda secara tidak mengetahui juga menolak AnakNya yang tunggal Tuhan Yesus Kristus. Bukankah menolak Anak =menolak Bapa. Dan menolak Bapa=menolak Anak. Yohannes: Bagaimana dapat dijelaskan, memberikan contoh yang ada di dunia tidak bisa menangkap, apalagi perkara rohani mengenai kerajaan Sorga ! Bukankah Tuhan Yesuspun memberikan perumpamaan dengan yang ada di dunia dan berhubungan langsung dengan manusia ? Yohannes: Pernyataan rasul Paulus saat itu = pernyataan orang Islam yang menganggap bahwa Yesus Kristus adalah ilah bangsa lain (tuhan bangsa kafir). Tetapi bagi yang percaya YHWH adalah Adonai/Tuhan satu-satunya. Tuhan yang lain adalah ilah termasuk "Allah". Yohannes: Kisah Para Rasul 17:23, "Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu." Bayangkan saya, di antara sekian banyak ilah yang disembah oleh orang Yunani, salah satunya diperkenalkan oleh Paulus sebagai Allah yang disembahnya. Saya mengutipnya dari acara diskusi panel, yang salah satu pembicaranya adalah pak Benyamin Obadja ,pak Suradi. Menurut saksi pak Benyamin ketika beliau berada di salah satu sinagoge di Israel, beliau mendengar (dan direkam) kata Yahweh diucapkan oleh Imam Besar ketika ia memasuki ruang maha kudus dalam perayaan Youmgipur sebanyak 10 kali. Dan didalam Alkitab LAI di bagian kamus ditulis "Tuhan , salinan dari nama Allah Israel, yaitu Yahweh." Mungkin saya salah mendengar dengan kata pengesahan, yang pasti kata Yahweh di ucapkan di sinagoge Yerusalem. Yohannes: Saya tidak kuatir akan dihormati atau tidak. Sebab dikala Yesus memberitakan kebenaranpun yang menolak ribuan orang, yang tetap setia hanya belasan orang bukan ? Bukankah jalan menuju neraka lebih besar dan luas dibanding jalan menuju Sorga yang sempit dan berbatu-batu ? Dan istilah Kristen Tanpa Pertobatan lebih banyak dari Kristen sesungguhnya bukan ? Yohannes: Bila ditulis sbb " Allah Tuhanmu !", siapakah nama Tuhan kita ? Apakah pak Yo akan menjawab nama Tuhan adalah "Allah" atau nama Allah adalah "Tuhan" !. he..he. Insya Allah. Yohannes: Saya belum pernah kesana, tetapi pernah bertemu seorang Kristen Palestina di Sydney. Diapun tidak mau menyebut Allah sebagai Tuhannya. Yohannes: Memang terlihat sangat SADIS sekali, apakah pak Yo tidak membaca
sebab-sebab hal itu harus terjadi ? Betapa kurang ajarnya bangsa yang diberkati
Tuhan, menginjak-nginjak kemuliaanNya. Bukankah dengan segala kejadian itu pak
Yo tidak terbuka matanya bahwa YHWH adalah Tuhan yang Maha Kasih dan tetap
bangsa yang bebal diberikanNya kesempatan lagi dan lagi dan lagi! Yohannes: Justru tidak repot. Sebab kata puji syukur adalah terjemahan yang tepat, baik secara tulisan maupun pengucapan. Tetapi Assalam mualaikum .. beda artinya dengan syalom alaichem. Karena Tuhannya berbeda. Tulisan arabnya saja beda antara Allah dengan YHWH, kok ! Terjemahan bahasa apapun jika artinya sama TIDAK ADA MASALAH. Nah.. jadi kan nggak repot. Yang repot adalah bila pembantu pada pulang kampung dalam masa Lebaran. Itu baru namanya REPOT Om ! Oh yah "Shalom" dan "Salam" artinya beda. Sebab shalom nggak bisa ditambah jitak tetapi "salam" bisa ditambah jitak. Ya apa ya!!! Yohannes: PRONOUNCING THE NAME OF GOD sumber: http://www.jewfaq.org/name.htm Nothing in the Torah prohibits a person from pronouncing the Name of God. Indeed, it is evident from scripture that God's Name was pronounced routinely. Many common Hebrew names contain "Yah" or "Yahu," part of God's four-letter Name. The Name was pronounced as part of daily services in the Temple. The Mishnah confirms that there was no prohibition against pronouncing The Name in ancient times. In fact, the Mishnah recommends using God's Name as a routine greeting to a fellow Jew. Berakhot 9:5. However, by the time of the Talmud, it was the custom to use substitute Names for God. Some rabbis asserted that a person who pronounces YHVH according to its letters (instead of using a substitute) has no place in the World to Come, and should be put to death. Instead of pronouncing the four-letter Name, we usually substitute the Name "Adonai," or simply say "Ha-Shem" (lit. The Name). Although the prohibition on pronunciation applies only to the four-letter Name, Jews customarily do not pronounce any of God's many Names except in prayer or study. The usual practice is to substitute letters or syllables, so that Adonai becomes Adoshem or Ha-Shem, Elohaynu and Elohim become Elokaynu and Elokim, etc. With the Temple destroyed and the prohibition on pronouncing The Name outside of the Temple, pronunciation of the Name fell into disuse. Scholars passed down knowledge of the correct pronunciation of YHVH for many generations, but eventually the correct pronunciation was lost, and we no longer know it with any certainty. We do not know what vowels were used, or even whether the Vav in the Name was a vowel or a consonant. See Hebrew Alphabet for more information about the difficulties in pronouncing Hebrew. Some religious scholars suggest that the Name was pronounced "Yahweh," but others do not find this pronunciation particularly persuasive. Some people render the four-letter Name as "Jehovah," but this pronunciation is particularly unlikely. The word "Jehovah" comes from the fact that ancient Jewish texts used to put the vowels of the Name "Adonai" (the usual substitute for YHVH) under the consonants of YHVH to remind people not to pronounce YHVH as written. A sixteenth century German Christian scribe, while transliterating the Bible into Latin for the Pope, wrote the Name out as it appeared in his texts, with the consonants of YHVH and the vowels of Adonai, and came up with the word JeHoVaH, and the name stuck.__._,_.___ -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] Bagi Saudara yang berdomisili di Amerika, saudara dapat bergabung dengan mailing list Keluarga Kristen USA (KK-USA) dengan mengirimkan email kosong ke [EMAIL PROTECTED] dan ikuti instruksi yang ada. -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
__,_._,___ |

