From: "-= Henky =-" <[EMAIL PROTECTED]>
 
AGAP berulah lagi

ADA MU`MIN Cs DIBALIK PENUTUPAN SEKOLAH TALENTA

     Minggu (16/7), pukul 10.00 WIB, Komsos Keuskupan Bandung mendapat telpon dari Bpk. Rudyanto Petrus, S.Pd Pembimas Katolik Kanwil Depag Jawa Barat yang mengatakan ada 1.000 massa yang berdemo menuju ke sekolah Talenta. Beliau ingin tahu kebenaran informasi ini. Setelah dikonfirmasi berita ini, akhirnya didapatkan suatu kepastian dari seorang teman berupa pesan singkat (SMS) yang isinya sbb : "Pak, saya dapat info ini dari wartawan, mohon dpt sudi ikut memantau. Nuhun.
Ahad (16/7) pukul 09.00 WIB. 1.000 massa bergerak dari Bumi Asri Marga Asih Bandung ke sebuah lembaga missionaris. Info lanjut, Ketua DAP-FUUI." Bermodal info ini maka Komsos langsung menuju ke lokasi.
Ketika tiba dilokasi massa yang hadir cukup banyak, bahkan melibatkan juga beberapa anak kecil yang jelas mereka tidak tahu apa-apa..(dapat dilihat dari arsip foto yang ada).  Saat itu sedang dilakukan pembacaan tuntutan yang telah ditandatangani, dan tentunya secara paksa oleh mereka kepada pihak yayasan Talenta oleh Sdr. Surya Ketua Dewan Anti Permurtadan Forum Ulama Umat Islam (DAP-FUUI). Tampak hadir juga Sdr. Mohammad Mu`min -Ketua Aliansi Gerakan Anti Permurtadan (AGAP) yang getol menutup gereja di Bandung dengan isu
permurtadan dan juga menutup stasi Margahayu (27/8/05), Barisan Anti Permurtadan (BAP), dan beberapa ormas Islam lain. Demo ini berjalan tanpa ada tindakan perusakan hingga pukul 11.30 WIB. Dalam isi tuntutannya mereka meminta agar kegiatan sekolah ini dihentikan hingga Rabu (19/7) dimana mereka memberikan kesempatan selama dua hari. Apabila hal ini tidak diindahkan mereka akan meminta Satpol PP Margaasih untuk melakukannya. Setelah itu massa secara teratur meninggalkan lokasi. Adapun sebelumnya mereka berkumpul di mesjid Darul Muhajid Perumahan Bumi Asri Marga Asih Bandung yang berjarak 1 km dari lokasi sekolah Talenta. Masa yang hadir sekitar 1.000 orang, 800 dari warga setempat dan 200 massa mereka. Saat peristiwa ini terjadi tampak hadir juga Camat, Kapolsek setempat, Pst. Siswa, Pst. Noel, dan beberapa umat paroki St. Martinus. Saat akan diwawancarai Mu`min menolak dan memberikannya kepada Surya-Ketua DAP FUUI.
    Sekolah Talenta yang terletak di Komplek Taman Kopo Indah (TKI) III/ Blok F1, Desa Mekar Rahayu., Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung ini pada saat peresmian Jumat (10/2/06) dihadiri oleh Bpk. Iyang Muchtar, S.Ip (Camat Kec. Margaasih), Bpk. Herry Heryadi (Lurah Mekar
Rahayu), Bpk. Syarif Hidayat (Kapolsek), Bpk. Hermawan (Dinas Pemukiman dan Tata Wilayah), Bpk. Eli Cumarna (Dinas Pendidikan Margaasih), perwakilan dari Danramil, Bpk. Donny dan Bpk. Revy ( perwakilan dari Developer Papan Sentosa), koordinator satuan pengamanan setempat, Bpk. Edi (perwakilan MAU, kontraktor pelaksana), R.D Siswa Subrata, Bpk. Darmawan, Bpk. Mulyono, Ibu Marlailana, Ibu Cynthia (Yayasan Marga Asih Asah Talenta), Bpk. Edie Wibowo, dan Bpk. N. Trije Suwandi (DPP St. Martinus). Sekolah ini tentunya telah mengantongi ijin resmi sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik, namun lain halnya dengan apa yang dikatakan oleh Sdr. Surya saat diwawancara bahwa ijin pembangunannya hanya melibatkan beberapa aparat dan warga sekitar. Sedangkan pihak mereka (red. DAP-FUUI, dll) tidak pernah dilibatkan. Memang kalau dipikir secara akal sehat, dalam kapasitas apa mereka dilibatkan? Bahkan ada beberapa teman yang mengatakan ini hanya masalah beda "pendapat" dan "pendapatan".
Sedangkan inti yang melatarbelakangi mereka mendatangi sekolah ini karena sekolah Talenta dibangun didaerah yang mayoritas penduduknya muslim, dimana mereka curiga dan seringkali sekolah, lembaga pelatihan Kristiani yang dibangun didaerah tersebut, ujung-ujungnya adalah
permurtadan. Luar biasa sekali kalau mereka mengatakan hal ini tanpa didukung oleh data yang jelas.
     Tentunya saat ini pihak-pihak yang dirugikan tidak akan tinggal diam, mereka sekarang berusaha menyelesaikan masalah ini lewat jalur hukum yang ada, mari kita semua berdoa agar mereka semua diberi terang oleh Roh Kudus sehingga permasalahan ini dapat diselesaikan dengan bijaksana, sehingga tidak akan semakin banyak korban-korban yang berjatuhan dan perasaan takut yang menghinggapi semua orang yang ada di Bandung khususnya dan Jawa Barat umumnya yang ingin menuntut ilmu.
Dan tentunya kita juga harus intropeksi diri juga dengan apa yang telah kita lakukan selama ini..
     (subagio)
=============================================
From: "-= Henky =-" <[EMAIL PROTECTED]>

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

* HUKUM SYARIAT DAN ISLAM VULGAR DI ACEH

Intro: Kalau di masa lampau kampus-kampus Aceh selalu tampil moderat, maka belakangan organisasi seperti Hizb-ut-Tahrir yang lebih radikal tampak makin berpengaruh pada kehidupan kampus-kampus Aceh. Demikian salah satu kesimpulan pada laporan terakhir International Crisis Group tentang hukum Islam dan keadilan kriminal di Aceh. Bagaimana sebenarnya rona kehidupan kampus Aceh masa kini? Berikut penjelasan pengamat Aceh Otto Syamsuddin Ishak kepada Radio Nederland Wereldomroep.

Otto Syamsuddin Ishak [OSI]: Pertama-tama saya ingin katakan bahwa, semua kampus di Banda Aceh ya, Universitas Syiah Kuala maupun IAIN Ar-Raniry sekarang sudah dikuasai oleh kelompok PKS dan Hizb-ut-Tahrir.

Nah, kalau PKS itu sudah muncul sejak gerakan reformasi. Mereka mulai bekerja di Universitas Syiah Kuala. Kalau kelompok Hizb-ut-Tahrir itu mulai muncul sejak pasca tsunami. Mereka termasuk organisasi-organisasi Islam yang belum masuk ketika dalam situasi konflik itu sekarang sudah berada di Aceh pasca tsunami. Awalnya adalah dengan aksi-aksi kemanusiaan.

Isyu yang mereka angkat pertama sejak pasca tsunami adalah masalah pemurtadan dan itu dimulai dari Aceh Barat yang tertutup dan sangat dikuasai oleh militer. Jadi isyu-isyu pemurtadan itu muncul di Pantai Barat yang kuat, kemudian terus bergulir ke Banda Aceh. Perkembangannya memang begitu sekarang.

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Jadi bisa dikatakan bahwa pengaruh mereka semakin besar di Aceh?

OSI: Pengaruh mereka semakin besar di kampus-kampus terutama ya, bukan di dalam masyarakat secara umum. Kampus-kampus yang umumnya perkotaan, seperti di Banda Aceh. Jadi bukan di tingkat lokal seperti di Pidie atau di Bireun atau di daerah Lamno dan seterusnya.

RNW: Mengapa menurut anda mereka memilih kampus-kampus ini?

OSI: Itu seperti gerakan Islam pada tahun 1980an ya. Itu masuk melalui kampus-kampus dan umumnya kampus-kampus yang sekuler yang pertama. Artinya kampus-kampus umum, seperti dulu pada tahun 1980an di Yogya misalnya, itu masuk melalui Gadjah Mada dulu, bukan melalui IAIN.

Nah, sekarang juga di Aceh masuk melalui Universitas Syiah Kuala, kemudian bergeser ke IAIN, jadi IAIN sekarang menjadi ajang perebutan antara PKS dan Hizb-ut-Tahrir untuk merekrut mahasiswa, dan dosennya.

RNW: Kalau pengaruh mereka itu semakin besar, bagaimana anda menilai hasilnya, apakah pengaruh yang besar itu membawa hasil di Aceh?

OSI: Pengaruh yang terhadap situasi di Aceh adalah dalam kaitannya dengan pemberlakuan Syariat Islam. Mereka menjadi salah satu penopang yang utama pemberlakuan Syariat Islam. Karena kalau Hizb-ut-Tahrir itu bermain di luar parlemen, maka PKS itu juga bermain di parlemen, selain di jalanan.

RNW: Dalam arti bahwa mereka sekarang memperoleh sambutan yang hangat begitu dari khalayak di Aceh atau bagaimana?

OSI: Bukan dalam artian disambut khalayak, tetapi mereka menggunakan instrumen itu untuk melakukan kampanye politik. Seperti kita ketahui bahwa PKS tidak pernah membicarakan soal brutalitas TNI di Aceh dalam masa konflik. Tetapi mereka mengkampanye brutalitas Israel di Palestina. Ini memang mereka agaknya orientasinya ke dunia internasional.

Mungkin Hizb-ut-Tahrir juga akan mendorong untuk kampanye politik internasional soal Palestina. Tetapi untuk konteks lokal dia terus memperkuat posisi Syariat Islam di dalam kehidupan legal stuktural di Aceh.

RNW: Apakah dengan begitu bisa dikatakan bahwa terjadi pergeseran dalam corak Islam di Aceh menjadi corak yang lebih dekat pada Hizb-ut-Tahrir dan PKS misalnya?

OSI: Sebenarnya boleh kita sebut bahwa sekarang sedang terjadi reislamisasi Aceh ya. Reislamisasi Aceh. Karena Islam yang lalu itu menjadi identitas bagi keacehan. Jadi tiap orang Aceh yang berubah agama maka dia bisa dikatakan bukan Aceh lagi.

Tetapi Islam yang sekarang itu menjadi kekuatan struktural politik ya di dalam kehidupan di Aceh. Oleh karena itu mereka sangat mendorong terbentuknya berbagai kanun atau peraturan daerah yang berkaitan dengan pemberlakuan Syariat Islam.

RNW: Jadi bisa dikatakan bahwa corak Islam di Aceh menjadi lebih radikal gitu?

OSI: Lebih vulgar sebenarnya, bukan radikal. Sebenarnya lebih vulgar. Kalau kita bilang radikal, orang Aceh sangat radikal ya, terhadap berbagai bentuk kejahatan. Tetapi mereka tidak radikal dalam artinya untuk membangun satu peraturan yang berbasis pada Syariat.

RNW: Maksudnya vulgar itu sesuatu yang hanya kasat mata, yang kelihatan saja, tetapi tidak di dalam diri orang-orang Aceh, merupakan identitasnya, begitu.

OSI: Ya, artinya bahwa Islam itu bukan sesuatu yang menjadi kekuatan dari dalam masyarakat Aceh. Tetapi Islam menjadi satu kekuatan politik yang struktural sifatnya. Oleh karena itu kita ketahui sebenarnya ada perbedaan, setidak-tidaknya antara masyarakat Aceh dan organisasi-organisasi Islam yang masuk dari Jakarta ini.

Bagi masyarakat Aceh itu ada kritik terhadap pemberlakuan Syariat. Misalnya mereka mengatakan kenapa para koruptor tidak kena Syariat? Kenapa yang kena hanya masyarakat bawah, kenapa yang kena hanya perempuan? Kenapa terhadap TNI tidak diberlakukan Syariat Islam? Karena ciuman di muka publik dan sebagainya.

Bahkan wilayatul hisbah juga tidak berani melakukan sweeping, penyapuan, terhadap para serdadu yang pacaran di pantai-pantai, misalnya. Sedangkan kelompok-kelompok Islam yang berasal dari Jakarta ini atau yang berasal dari luar Aceh ini, mereka tidak perduli terhadap hal-hal yang demikian. Tetapi sangat perduli terhadap Islam yang diterapkan.

Nah saya menduga bahwa ini menjadi satu agenda politik bagi mereka untuk memberlakukan Syariat Islam di seluruh Indonesia, atau di tempat-tempat lainnya, dengan menggunakan Aceh sebagai basis politiknya.

Demikian pengamat Aceh Otto Syamsuddin Ishak.
__._,_.___

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

If you have any comment or suggestion about this mailing list,
to : [EMAIL PROTECTED]

Bagi Saudara yang berdomisili di Amerika, saudara dapat bergabung
dengan mailing list Keluarga Kristen USA (KK-USA) dengan mengirimkan
email kosong ke [EMAIL PROTECTED] dan ikuti instruksi
yang ada.
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-





SPONSORED LINKS
Arizona regional multiple listing service United regional health care system Anda networks


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke