From: MANG UCUP
 
Ucup Almighty (Maha Kuasa)

Di tahun 2030 tidak akan ada bayi yang buruk rupanya lagi seperti si Ucup ato di Danny deVito. Bayi-bayi yang dilahirkan semuanya guanteng dan cantik-cantik mirip Tom Cruise, Brad Pitt ato Paris Hilton, JLO. Orang tua bisa memesan jenis bayi yang diinginkan mulai dari warna mata, rambut maupun kulit, seperti juga layaknya memesan mobil berikut asesorinya. Bayi ini lazim disebut sebagai designer Baby. Ini bukannya sekedar khayalan maboknya mang Ucup, sebab sekarang pun orang sudah mampu melaksanakannya.

Dr. Michael Dexter telah menemukan kode-kode (teks) untuk membaca DNA. Gen inilah yang membuat kita memiliki mata warna biru, atau kulit warna kuning, atau rambut warna pirang. Kita sekarang telah mampu membaca dan mengetahui kode-kode DNA mana yang mempengaruhi warna kulit, mata maupun rambut kita.
Jadi tidaklah sukar untuk merubahnya, dari warna kulit kuning jadi biru atau rambut hitam jadi pirang, bahkan merubah watak maupun bakatpun sudah bisa diatur. Yang menentukan masa depan anak Anda bukannya Tuhan lagi melainkan Anda sendiri. Apakah Anda ingin punya anak yang memiliki bakat seperti Shakespeare, Picasso, Albert Einstein semuanya bisa ditentukan dan dipesan jauh hari sebelumnya.

Misalnya Anda ingin punya anak yang warnanya sesuai dengan warna mobil Anda merah jingga atau hijau metalic. No Problemo ini bisa direalisasikan. Orang sekarang telah berhasil menciptakan kelinci yang memiliki warna kulit hijau metalic secara alamiah. Diciptakan oleh pusat penelitian Pertanian (Inra) di Jouy-en-Joas dekat Paris. Hasilnya bisa dilihat di www.avignonumerique.com

Manusia bukan hanya sekedar playing God saja bahkan telah menjadi sang kreatornya sendiri. Di masa yang datang kitalah yang nantinya menentukan dan menciptakannya sendiri illah yang akan kita sembah.

Di tahun 2030 rumah ibadah sudah tidak dibutuhkan lagi. Kita bisa beribadah dirumah sendiri. Dengan bantuan komputer multimedia kita akan bisa merubah rumah kita entah mau dijadikan seperti Al-Masjid Al-Aqsa di Yerusalem ataupun Masjidil Haram di Mekkah ataupun jadi Gereja seperti di Vatikan ataupun di Lourdes.

Begitu juga dengan agama; ini sudah tidak dibutuhkan lagi. Kita sudah bisa menciptakan illah sesuai dengan kebutuhan maupun keinginan kita. Telah terbuktikan berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan di Holland, setiap orang memiliki pandangan yang berbeda mengenai illah yang mereka sembah, walaupun mereka menganut agama yang sama.

Misalnya yang satu melihat Allah itu sebagai yang Maha Kuasa dan serba bisa, sedangkan yang lain menilai sebagai yang Maha Kasih satunya menilai yang Maha Baik jadi sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Kalau kita lagi sakit maka kita butuh illah yang Maha Kuasa agar bisa menyembuhkan penyakit kita. Kalau sedang kepepet masalah duit, maka kita butuh illah yang Maha Baik agar Ia mau bantu kirim duit dari langit. Dan kalau kita berbuat dosa maka kita butuh illah yang Maha Pengasih dst.

Begitu juga rupa dan wudujudnya dari illah yang kita sembah. Orang Kristen melihat Allah itu serupa dengan wajah-Nya Tuhan Yesus berjengot dan gondrong seperti hipies. Sedangkan yang lain mendambakan Allah itu seperti kakek gaek dengan rambut putih yang berjenggot panjang. Mungkin Anda juga mendambakan illah perempuan seperti Dewi Kwam Im yang cantik. Ini semuanya bisa diatur jadi kita bisa memesan "God by demand", anggap saja sebagai Designer God begitu.

Kalau kita berdoa pada saat sekarang ini masih abstrak, karena tidak bisa melihat wujudnya dari illah yang kita sembah. Di th 2030 illah yang kita sembah itu akan selalu hadir pada saat Anda berdoa. Ia bukan saja bisa dilihat, tetapi juga bisa diajak kongkouw, curhat bahkan kalau perlu diajak main catur atau gaplek begitu. Kenapa?

Masalahnya pada saat mang Ucup berdoa Bapa Kami yang ada di sorga! Langsung Bapa turun kebumi dan menjawab "Hallo Ucup". Mang Ucup bukan hanya sekedar bisa mendengar suara Bapa pada saat tsb, tetapi juga bisa melihat wujud-Nya.
Masalahnya komputer bisa menciptakan Bapa dalam bentuk hologram tiga dimensi. Jadi illah apa saja yang Anda sembah ia akan selalu hadir pada saat Anda berdoa entah itu namanya Buddha, Krisna, Kong Hu Chu , Kwam Im ataupun Maria tinggal pijit tombol "Call God" maka Ia pun akan segera tampil dan hadir disitu.

Bagi para Star Wars maniak, hal ini pasti sudah tidak asing lagi. Mulai dari Obi Wan Kenobi sampai Luke Skywalker atau sang robot penerjemah seperti 3CPO hingga komunikasi tiga dimensi.

Dijamin Anda akan merasa puas 100% sebab illah yang dipanggil ini benar-benar sesuai dengan selera dan kebutuhan Anda yang telah disesuaikan dengan parameter yang diberikan kepada sang komputer. Maka dari itu tidaklah salah apabila saya menulis Ucup Almighty atau Ucup yang Maha Kuasa, sebab dikemudian hari bukan Allah sang Pencipta melainkan Ucup sang Pencipta, karena kitalah yang nantinya akan menciptakan illah yang kita sembah. Mang Ucup bisa meningkatkan dirinya bukan lagi sebagai The Drunken Priest lagi melainkan menjadi "The Drunken God". Amin

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage : www.mangucup.net
=====================================================
From: MANG UCUP
 
Remy Sylado, Di 'Injil Yudas' Yesus Tertawa-tawa
Kompas, Pustakaloka; Sabtu, 19 Agustus 2006
Karya Sastra

Di 'Injil Yudas' Yesus Tertawa-tawa
-----------------------------------
>> Remy Sylado

Ini sensasi baru setelah Da Vinci Code: Injil Yudas dari Codex Tchacos diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan bagus oleh Wandi S Brata, dari terjemahan Inggris atas teks bahasa Kopt, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
Bagi umat yang khatam injil-injil sinoptik Matius-Markus-Lukas, plus satu Injil Yohanes, kiranya membaca "Injil Yudas"---selanjutnya disingkat IY---membuatnya terkesima dan mungkin malah tidak nyenyak tidur. Arkian, di IY ini kesannya Yesus itu cengengesan, atau paling tidak, tertawa di waktu yang tidak pas. Hal ini langsung muncul di lembar awal IY, yaitu Babak 1, pasal "Yesus Berbicara dengan Para Murid: Doa Syukur atau Ekaristi". Teksnya:

Ketika dia [mendekati] para muridnya, [34] yang berkumpul, duduk dan memanjatkan doa syukur atas roti, [dia] tertawa. Para murid berkata kepada [nya], "Guru, kenapa engkau menertawakan doa syukur [kami]? Kami melakukan sesuatu yang benar".

Apa sebab Yesus tertawa menjadi hal menarik? Sebab, selama ini bacaan-bacaan injil kanonik yang empat tidak pernah barang sekalipun mewartakan Yesus yang tertawa sehingga kesan verbatim atasnya adalah Yesus serius melulu. Namun, satu dan lain hal, juga sebab lebih banyak orang yang mengingat bacaan-bacaan kanonik tentang Yesus yang sedih dan bahkan menangis seperti yang tersua dalam Yohanes 11:35 dan Lukas 19:41.

Memang, dalam empat injil yang dipakai di gereja sama sekali tidak tersua catatan Yesus tertawa, apalagi tertawa di waktu yang tidak semestinya. Jika Yesus ditertawai, itu jelas tersua dalam Matius 9:24, Markus 5:40, serta Lukas 8:53. Atau jika Yesus mengiaskan tentang tertawa, itu jelas pula tersua dalam Lukas 6:21 dan Lukas 6:25. Terlebih dulu kata apa yang dipakai dalam teks asli IY untuk "tertawa" itu. Kalau tertawa yang maktub dalam Matius, Markus, Lukas, di atas, dalam bahasa Yunaninya adalah gelao (sama dengan Inggris: to laugh) atau katalegao (sama dengan Inggris: to laugh at).
Lepas dari itu, soal tertawa kiranya menjadi wacana khusus yang dihubungkan dengan
pandangan-pandangan teoretis kaum Gnostik. Artinya, Yesus yang tertawa ini adalah Yesus rekaan Gnostik, aliran bidaah yang mengaku memiliki "gnosis" atau pengetahuan makrifati yang lebih dibya dari yang dimiliki oleh jemaah Kristen umumnya. Untuk itu mereka menyusun injil-injil sendiri.
Yang sudah dikenal meluas selama ini adalah Injil Thomas dan Wahyu Petrus.
Dalam Wahyu Petrus (Apokalipsis Petrus) lebih seru lagi, diwartakan bahwa ketika dipaku di
salib Yesus malah tertawa-tawa.

Syahdan, tertawa dalam pandangan Gnostik adalah cara untuk menanggapi kebodohan orang yang tidak bergnosis. Maka ketika Yesus tertawa dalam aksi itu, dengannya hendak disampaikan sikap tempelak Yesus terhadap kebodohan muridnya, terkecuali Yudas. Gambaran darsana itu terwakili dalam konteks bacaan Babak 1 bagian akhir. Teksnya:

Yesus bersabda kepada mereka, "Bagaimana kalian mengenal aku? Sesungguhnya [aku] berkata kepadamu, tiada generasi manusia yang berada di antara kalian akan mengenal siapa sesungguhnya aku".
Dengan itu, Yesus dihadirkan bukan saja sebagai guru yang menyadari kebodohan manusia-manusia, tetapi juga direkakan sebagai seorang pakar ilmu pengetahuan. Tentu saja hal itu jauh berbeda dengan injil-injil yang diterima gereja, yaitu Matius 13:55 dan Markus 6:3, yang jelas-jelas menyebutkan "Dia tukang kayu".

Perekaan Yesus sebagai pakar ilmu pengetahuan tersua dalam IY Babak 3 di bawah judul "Yesus Mengajar Yudas tentang Kosmologi: Roh dan Pribadi yang Bisa Menciptakan Diri Sendiri". Teksnya:
Dia berkata, "Jadilah aeon yang bercahaya terang, dan jadilah dia. Dia menciptakan penerang kedua [untuk] berkuasa terhadap dirinya, bersama dengan sejumlah malaikat yang tak terhitung banyaknya, untuk melayani dia. Begitulah cara dia menciptakan para aeon cerah lainnya.

Lain dari itu para pembaca injil-injil kanon---yang sudah ditetapkan gereja pada abad ke-2---niscaya merasa asing dengan beberapa nama yang diacu IY, yaitu Barbelo, Saklas, Nebro, dan Yaldabaoth. Nama Barbelo muncul di Babak 1, di bagian yang berjudul "Para Murid Marah", yaitu dialog Yudas dengan Yesus. Teksnya:
Yudas [berkata], "Saya tahu siapa engkau sesungguhnya dan dari mana asalmu.
Engkau berasal dari alam yang tak mengenal kematian, tempat kediaman Barbelo. Dan saya tak pantas mengucapkan nama Dia yang telah mengutusmu".

Dalam menerangkan tentang nama yang asing ini, yang sepenuhnya tidak mustahak di sepanjang Alkitab terpakai antara Kejadian (Bereshith) sampai Wahyu (Apokalipsis), di catatan kaki IY terbaca, "suatu bentuk tertragrammation, nama Tuhan Allah yang kudus dalam Yudaisme, yang terdiri dari empat huruf yang tak dapat diucapkan, dan rupanya berasal dari Hibrani---mungkin "Allah [bandingkan El dalam [b-] empat arb [a]".

Sudah tentu keterangan di catatan kaki ini mudah dipahami bagi orang yang belajar filologi dan teologi, tetapi naga-naganya tidak bagi awam. Oleh karena itu barangkali orang perlu bertanya kepada Gustav Davidson, penulis Dictionary of Angels Including the Fallen Angels. Di bukunya ini Davidson berkata bahwa Barbelo di dunia Gnostik adalah "a great archon female, perfect in glory and next in rank to the Father of All, daughter of Pistis Sophia, procreator of the superior angels".
Sedangkan Saklas, Nebro, Yaldabaoth, tersua di babak 3, di bawah judul "Kosmos, Khaos, dan Dunia Bawah". Teksnya:
Namanya adalah Nebro, yang berarti "berontak"; yang lain menyebutnya Yaldabaoth. Malaikat lain, Saklas, juga muncul dari awan itu.

Di catatan kaki IY, Nebro yang "berontak" dalam bahasa Kopt dianggap muradif dengan kata Yunani apostates. Juga dimungkinkan perkataan ini turun dari bahasa Ibrani, nebrod yang berhubungan dengan nama Nimrod seperti yang disebut-sebut antara Kejadian 10:8-12 dan I
Tawarikh 1:10. atau, kalau begitu secara Arab nama ini adalah Namrud.

Sekali lagi, barangkali orang harus membaca kamus Gustav Davidson. Di kamus itu tidak tercatat Nebro dan Saklas. Tetapi Yaldabaoth, dieja Yalda Bahut, adalah child of chaos, in the Ophitic [Gnostic] system, one of the 7 archons; named also Ariel. As the demiourgos, he occupies a position immediately below the 'unknown Father'.
Tak ayal mesti dibilang bahwa berhakim-hakim soal keyakinan Gnostik di tengah Kristen yang am, Kristen dari sejarah batu pertama Petrus itu, memang bisa mengganggu ketenangan. Jadi, jika gereja sekarang menolak IY, gereja zaman lampau sudah lebih dulu menolak Gnostik.

Di antara semua wyakti, acuan, tawaran, dalam IY yang paling mengerutkan kening tentulah
bagian-bagian yang menyatakan kehebatan yang luar biasa, yang harum-harum, yang terpujikan dari sosok Yudas Iskariot. Dan, di Babak 3, di bawah judul "Yesus Bicara tentang Mereka yang Dibaptis dan Pengkhianatan Yudas", betapa sosok Yudas Iskariot dikatakan oleh Yesus sendiri sebagai tokoh paling besar di antara murid-muridnya yang 11. Teksnya:
"Tetapi engkau akan lebih besar daripada mereka semua karena engkau akan mengorbankan wujud manusia yang meragai diriku".

Pertanyaan paling hakiki, dan juga jelimet, adalah mengapa IY dengan penamaan Codex Tchacos-dari nama pedagang barang antik di Zurich, Frieda Tchacos Nussberger, yang terakhir memiliki kitab ini-menempatkan harkat Yudas sebagai cempiang, johan, pahlawan; sementara injil-injil kanonik, misalnya Lukas 6:16 mengatakannya pengkhianat. Atau, seperti ditulis Yohanes 13:2, Yudas jahat sebab iblis telah membisiki hatinya. Malahan lebih tegas lagi, tanpa tedeng aling-aling Lukas 22:3 mengatakan, iblis sudah masuk ke dalam hati Yudas.

Di atas semua perbedaan yang menyolok (bukan: mencolok) tersebut, tampaknya di situ pulalah ciri-ciri asasi Gnostik terwakilkan dalam gambarannya yang wastu. Gnostikme, seperti disimpulkan oleh banyak ahli kitab, memang cenderung mencari-cari substitut nilai atau alternatif ragawi untuk membedakannya dengan yang dianut dan dipercayai secara am berdasarkan pegangan sejarah yang sahih dari peta kekristenan yang eksis.

Di dalam IY ini dengan sengaja Yudas Iskariot dihadirkan semulianya, sembari mengabaikan ikatan historis yang berlanjut dalam kehidupan manusia-manusia di awal takwim Masehi. Dasarnya, Gnostik menganggap kekacauan yang terjadi dalam sejarah manusia adalah sebab kesalahan Allah. Olehnya, orang-orang yang semestinya baik lantas terpinggirkan menjadi yang tersalahkan. Dan melihat hal itu Gnostik merekayasa pemulihan nama-nama yang tersisihkan di dalam Alkitab, Perjanjian Lama, maupun Perjanjian Baru.

Awalnya Gnostik hendak menguasai gereja dari dalam. Gnostik menganggap diri lebih benar karena memiliki 'gnosis' yang melebihi iman dari kekristenan yang am yang oleh Karl Rahner dikatakan, "This gnosis certainly exists and is bound to be studied by systematic theology", Encyclopedia Theology secara historis dikaji pada dua pelaku utama aliran ini pada abad ke-2, yaitu Valentinus dan Basilides.

Mesti diingat bahwa Valentinus (135-160 M) pernah mencalonkan diri sebagai uskup Roma, tetapi ditolak. Tesisnya yang perdana adalah bahwa di dalam pleorama terdapat 15 aeon lelaki dan banyak aeon perempuan yang terikat dalam kemempelaian, dan Yesus adalah aeon paling tinggi yang menyertainya dalam pembaptisan di Sungai Yordan. Sejak awal gereja-sejarahlah yang batu pertamanya di Roma itu, sudah menolak gnostik, khususnya Ireneus dari Lyon pada 180 M---Ireneus adalah tokoh dari garis sahih sejarah gereja sebab ia adalah murid Polikarpus dan polikarpus adalah murid Yohanes dan Yohanes adalah murid termuda Yesus---karena ajaran Gnostik berlawanan dengan iman Kristen, bersifat dualistis: menggunakan pelbagai terminologi baku Kristen seraya mencampuradukkan pelbagai kepercayaan yang lepas-lepas dari Persia, Babilonia, Yunani, menjadi sinkretisme yang rancu.

IY bukanlah satu-satunya injil Gnostik. Siapa nyana nanti kapan-kapan ditemukan lagi injil-injil Gnostik yang lain. Sebab, dalam rangka merayu orang untuk memercayai keyakinan Gnostik, bidaah ini telah menyusun banyak "injil" yang mencatut nama-nama rasul dan murid Yesus (tetapi Injil Barnabas tidak termasuk di dalamnya. Penelitian tentang Injil Barnabas sudah dibuat dengan cerdas oleh Bambang Noorsena, cendekiawan muda dari keluarga kiai dan santri di Jawa Timur yang kini menjadi Kristen).

Sekarang, bagaimana sikap Kristen terhadap IY. Bahasa populer untuknya, tentu, kontroversial. Dan, kontroversial dalam makna yang benar secara leksikologis adalah mengandung pertentangan yang pelik untuk didamaikan. Namun, apakah dengan demikian Kristen lantas bereaksi seperti terhadap Da Vinci Code yang sudah difilmkan itu? Sebagai Kristen, awam, yang lumayan rajin bermisa di sebuah paroki di Jakarta Timur, sama sekali saya tidak terganggu membaca IY. Bagi saya, IY hanyalah sebuah hasil imajinasi dari galibnya karya-karya sastra. Dan sebuah karya sastra, dalam konteks filologi, selalu menarik dikaji justru karena melekatnya di situ idiosinkrasi yang tidak putus atas wujud, wanda, dan sirkumstansinya pikiran dan perasaan insani yang diwakilinya.
Kesimpulan tegasnya, karena IY sebuah karya sastra, maka jangan repot memintanya menjadi karya eksakta.

Betapapun, gagasan penerbit IY tentulah lebih elok dipandang sebagai kepandaian pasar. Bahwa, setelah Da Vinci Code yang kontroversial itu meramai, dan Dan Brown diberkati dan dilindungi Paduka Iblis, maka National Geographic Society memanfaatkannya, menerbitkan nya sebagai The Gospel of Judas from Codex Tchacos, yang juga tersua di situs web, padahal sebenarnya persoalan "injil-injil" Gnostik sudah lama menjadi "hit" dalam widya filologi dan teologi.[]

Remy Sylado, budayawan
__._,_.___

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

If you have any comment or suggestion about this mailing list,
to : [EMAIL PROTECTED]

Bagi Saudara yang berdomisili di Amerika, saudara dapat bergabung
dengan mailing list Keluarga Kristen USA (KK-USA) dengan mengirimkan
email kosong ke [EMAIL PROTECTED] dan ikuti instruksi
yang ada.
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-





SPONSORED LINKS
Arizona regional mls Regional truck driving jobs Anda networks

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke