FIRMAN KEBENARAN

Firman Tuhan Yang Kudus adalah refleksi dari Dia yang adalah Raja dari segala raja dan Tuan di atas segala tuan, sang Hakim dari seluruh dunia, dan juga Pencipta dan Pemelihara setiap dari kita manusia maupun alam semesta yang sudah dikutuk karena dosa ini. Kitab Yesaya 40:8 mengingatkan kepada kita demikian:
"Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Tuhan kita tetap untuk selama-lamanya."

Dan mengutip dari kitab Perjanjian Lama ini kitab 1 Petrus 1:25 menyatakan demikian:
" ... tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu."

Dan kitab Yohanes 7:44-46 mencatat pernyataan yang sangat mengagumkan mengenai Tuhan Yesus, disitu kita baca:
"Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya. Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?" Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"

Dan kitab Yohanes 6:66-69 juga mencatat demikian:
"Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Tuhan."

Banyak diantara kita yang sudah sering mendengar ayat-ayat ini. Kita tidak pernah melupakan keheranan kita mengenai Dia yang berkata di dalam tiga Injil Alkitab:
"Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."

Bukankah kata-kata ini tidak asing lagi bagi kita dan bahkan mampu menghancurkan kejahatan yang ada di dalam hati kita? Kalau hal itulah yang terjadi, itu berarti Tuhan telah memberikan kasih karunia-Nya kepada anda. Dalam kitab Yesaya 55:11 Tuhan berkata demikian:
"demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."

Dan dalam kitab Yohanes 8:31 Tuhan Yesus berkata demikian:
" ..... Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku"

Alkitab adalah inti dari kebenaran karena Pengarangnya Adalah Tuhan Yang Maha Kuasa dari kekekalan yang lampau sampai kekekalan yang akan datang, kitab 2 Timotius 3:15-17 menyatakan kepada kita demikian:
"Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan OLEH [KARENA] IMAN KEPADA KRISTUS YESUS [bukan karena pekerjaan]. Segala tulisan yang diilhamkan [yaitu di-nafaskan] Tuhan memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Tuhan diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."

Karena Alkitab adalah sebuah buku rohani, maka itu hanya bisa dimengerti oleh mereka-mereka yang telah ditebus dan disemayami oleh Roh Tuhan. Kitab Roma 8:5-9 menyimpulkan kepada kita demikian:
"Sebab mereka yang hidup menurut daging [yaitu belum diselamatkan], memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Tuhan, karena ia tidak takluk kepada hukum Tuhan; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging [yaitu yang belum diselamatkan], tidak mungkin berkenan kepada Tuhan. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Tuhan diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus."

Pada kenyataannya Tuhan memang sengaja menyembunyikan Kebenaran dari beberapa orang, dalam kitab Lukas 10:21-22 kita membaca demikian:
"Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil [yaitu bayi-bayi]. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."

Dan kitab Matius 13:11-16 adalah sebuah bagian penting yang menekankan lebih jauh tentang rencana Tuhan untuk menyembunyikan kebenaran dari beberapa orang, dalam ayat itu kita membaca demikian:
"Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar."

Kitab Amsal 25:2 juga menambahkan demikian:
"Kemuliaan Tuhan ialah merahasiakan sesuatu [dabar], tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu [dabar]."

Kata Ibrani untuk ungkapan "sesuatu" [dabar] di dalam ayat ini dapat juga di-translasi sebagai kata "Firman". Jadi, kita dapat membaca ayat ini demikian:
"Kemuliaan Tuhan ialah merahasiakan firman, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki firman."

Orang-orang percaya yang sejati memiliki karakter yang sangat "rendah hati", dalam kitab Yakobus 4:6 kita membaca demikian:
" .... Tuhan menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

Dan Tuhan Yesus menunjukkan dosa dari banyak pemimpin-pemimpin agama yang hidup pada masa itu, dalam kitab Markus 7:9 kita baca demikian:
"Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Tuhan, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri."

Keangkuhan dari ahli-ahli hukum dan pemimpin-pemimpin agama pada masa Yesus bukan hanya terjadi pada saat itu saja dalam sejarah tetapi juga telah banyak terjadi pada hari kita sekarang ini, seperti yang dikatakan dalam kitab Obaja 1:3 demikian:
"Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: "Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?"

Dan kitab Yesaya 28:14-15 menambahkan demikian:
"Sebab itu dengarlah firman TUHAN, hai orang-orang pencemooh, hai orang-orang yang memerintah rakyat yang ada di Yerusalem ini! Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri"

Kitab 1 Yohanes 2:16 lebih jauh menjelaskan bagaimana keangkuhan sama sekali tidak memiliki tempat di dalam Kerajaan Tuhan, dalam ayat itu kita membaca demikian:
"Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia."

Dan kitab 2 Timotius 3:5 dan ayat 7 menambahkan demikian:
"Secara lahiriah [secara jasmani] mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! ....... yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran."

Dan satu-satu jalan supaya kita dapat mengenal kebenaran adalah ketika Tuhan membuka mata rohani kita kepada Firman Kebenaran, seperti yang dinyatakan dalam kitab Mazmur 119:18 demikian:
"Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu [yaitu hukum-Mu, Alkitab]."

Dan dalam kitab Kejadian 32:10 kita membaca demikian:
"sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan [yaitu kebenaran] yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini ..... "

Tuhan bertanggung-jawab untuk menyatakan kebenaran kepada umat pilihan-Nya, dan oleh karena itu seluruh kemuliaan untuk keselamatan harus diberikan kepada Tuhan. Kitab Yeremia 9:24 menyatakan kepada kita demikian:
"tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."

"I wait for the LORD, my soul doth wait, and in His word do I hope"  (Psalm 130:5)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit,
Setiawan
=====================================================
 
Hari Ke-tujuh

OPEN FORUM 030101 JP-G
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Kenapa Tuhan memberkati hari ke-tujuh?

MR. C: Dalam Perjanjian Lama Tuhan memberkati hari ke-tujuh (Sabtu) karena pengajaran yang sangat-sangat penting didalam Alkitab bahwa kita diselamatkan oleh "kasih karunia" (anugrah) saja bukan karena pekerjaan kita sendiri. Dengan memerintahkan bangsa Israel untuk sama sekali tidak melakukan pekerjaan pada hari ke-tujuh Sabat, Tuhan memberikan gambaran yang menunjukkan bahwa Dia-lah yang harus melakukan seluruh pekerjaan untuk menyelamatkan kita.

Ini adalah kebenaran yang sangat penting di dalam Alkitab, tetapi sayangnya ada banyak salah pengertian tentang hal ini ketika orang-orang memberitakan Injil. Mereka menginginkan suatu rencana keselamatan dimana mereka dapat berbuat sesuatu pekerjaan dengan usaha mereka sendiri untuk menggenapi keselamatan mereka. Itu adalah sama seperti menyuruh bangsa Israel kuno di dalam Perjanjian Lama untuk bekerja pada hari ke-tujuh Sabat. Ingatlah tentang seorang laki-laki yang melakukan pekerjaan ringan untuk mengumpulkan "kayu api" pada hari ke-tujuh Sabat, daalam kitab Bilangan 15:35 kita baca demikian:
"Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Orang itu pastilah dihukum mati; segenap umat Israel harus melontari dia dengan batu di luar tempat perkemahan."

Hari ke-tujuh Sabat adalah bagian dari hukum upacara sama halnya seperti peraturan mengenai makanan dan minuman, perayaan bulan baru, kurban bakaran, kurban darah, dll. Karena itu kita sudah tidak merayakannya lagi. Dengan kebangkitan Kristus, Tuhan sudah memberikan kita hari Sabat yang baru yang seluruhnya berbeda dengan Sabat hari ke-tujuh, yaitu, hari Minggu Sabat. Sekarang kita menyediakan hari Minggu sebagai hari Tuhan (Yesaya 58:13). Pada hari itu kita bisa menyanyikan puji-pujian, mempelajari Alkitab, berdoa, bersaksi tentang Injil, dll.

Kembali kepada istirahat Tuhan pada hari ke-tujuh, dalam kitab Ibrani 4:9-10 Tuhan berfirman demikian:
"Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Tuhan. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Tuhan berhenti dari pekerjaan-Nya."

Dalam kata lain, untuk masuk ke dalam tempat perhentian Tuhan, kita harus berhenti dari semua usaha-usaha atau pekerjaan-pekerjaan kita sendiri untuk menggenapkan keselamatan kita, sama seperti Tuhan berhenti dari pekerjaan-Nya pada hari ke-tujuh. Keselamatan yang sejati secara utuh adalah 100% "kasih karunia" dari Tuhan, itu bukan terjadi karena usaha-usaha atau pekerjaan-pekerjaan yang dapat kita lakukan sendiri. Dalam kitab Efesus 2:8-9 kita membaca demikian:
"Sebab karena kasih karunia [anugrah] kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Tuhan, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."

"Salvation is of the LORD"  (Jonah 2:9)
www.familyradio.com
=======================================

PENGHAKIMAN TUHAN

"Dan kalau Ia [yaitu Tuhan Roh Kudus] datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum."
(Yohanes 16:8)

Nah, apakah hubungan antara "dosa" dan "tidak percaya kepada Kristus"? Kita harus selalu mengingat bahwa setiap kali kita mempelajari Alkitab kita harus membiarkan Alkitab yang mengajarkan segala sesuatu kepada kita. Dan dengan mengingat prinsip ini di dalam pikiran kita, sekarang mari kita melihat pada Yohanes 12:46 yang berkata demikian:
"Aku [yaitu Kristus] telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan."

Dalam ayat ini kita menemukan bahwa "percaya kepada Kristus" dapat disamakan dengan keluar dari kegelapan. Dan pernyataan ini juga dikuatkan dengan ayat lainnya seperti di Yohanes 8:12b dimana Yesus berkata demikian:
" .... Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

Hal ini sangat berhubungan dengan kehidupan rohani, dan ini berarti orang-orang yang telah ditarik oleh Tuhan ke dalam program keselamatan-Nya tidak akan tinggal di dalam kegelapan rohani karena Tuhan akan memberikan kepadanya Iman Kristus sebagai hadiah (anugrah). Dan sebenarnya kegelapan rohani ini adalah sama dengan kematian rohani atau kutukan yang kekal. Dalam kitab Yohanes 3:19-20 kita membaca demikian:
"Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak"

Tuhan Yesus Kristus dipanggil sebagai "Kebenaran" (Yohanes 14:6), dan kitab Perjanjian Lama juga menekankan kenyataan ini, kitab Yeremia 23:5-6 menyatakan demikian:
"Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN -- keadilan kita." [Dalam ayat-ayat ini kata "adil" atau "keadilan" sebenarnya adalah kata "kebenaran".]

Yesus hanya bisa masuk ke dalam Surga kembali kalau Ia sudah menebus dosa-dosa umat-Nya, yang memang berhasil Ia lakukan. Dan Tuhan menekankan rasa "sukacita" yang besar yang terjadi setelah Yesus berhasil menanggung hukuman dari murka Tuhan. Kitab Ibrani 12:2 berkata demikian:
" .... yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Tuhan."

Kemudian umat Kristen, sebagai penerima dari Roh Kudus, telah memenuhi syarat untuk menjadi utusan-utusan Kristus sesuai dengan rencana Tuhan untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia. Tuhan Yesus berbicara mengenai hal ini dalam kitab Yohanes 14:12 dimana kita baca demikian:
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa."

Pekerjaan yang lebih besar dari apa yang pernah Tuhan Yesus lakukan sama sekali bukan menunjuk kepada mujizat-mujizat yang mengherankan (Matius 24:24), tetapi hal itu menunjuk kepada Amanat Agung, yaitu pemberitaan Injil ke seluruh dunia seperti yang kita baca dalam kitab Matius 28:18-20 demikian:
"Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Dan kitab Daniel 12:3 menambahkan demikian:
"Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya."

Alkitab seringkali menggunakan ungkapan "orang bijaksana" dan "bintang" untuk menunjuk kepada orang-orang yang percaya, dan ungkapan "orang bodoh", "orang bebal", "orang congkak" dan "orang fasik" untuk menunjuk kepada orang-orang yang tidak percaya.

Sekarang kita akan melihat pada pernyataan terakhir dari Yohanes 16:11 mengenai Tuhan Roh Kudus yang mengingatkan dunia ini akan penghakiman, disitu kita baca:
" ...... akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum."

Nah, siapakah "penguasa dari dunia ini" ? Pangeran, atau penguasa, dari dunia ini adalah Iblis itu sendiri. Semenjak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa kuasa seluruh dunia ini sudah diserahkan kepada Iblis. Kitab Yohanes 12:31 menyatakan demikian:
"Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar"

Efesus 2:2 juga menyatakan demikian:
"Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka."

Sekarang kita mengerti mengapa Kolose 1:13-18 berkata demikian:
"Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan [kerajaan gelap] dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih [kerajaan Terang]; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. Ia adalah gambar Tuhan yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu."

Dan Tuhan Yesus yang sudah diangkat ke Surga tidak akan muncul lagi secara fisik kepada dunia ini sampai hari penghakiman yang terakhir, seperti yang dinyatakan dalam kitab Kisah Para Rasul 17:31 demikian:
"Karena Ia [yaitu Tuhan Bapa] telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang [yaitu Yesus Kristus] yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia [Tuhan Bapa] memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia [Yesus Kristus] dari antara orang mati."

Dan Mazmur 96:13 adalah salah satu dari banyak ayat di dalam Perjanjian Lama yang berbicara mengenai hari penghakiman tersebut, disitu kita baca demikian:
" ... sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya [yaitu kebenaran-Nya]."

Kita sudah mengetahui dengan pasti siapakah yang Alkitab maksudkan dengan "Kebenaran", dalam kitab Yohanes 14:6 Yesus berkata demikian:
"Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Dan kitab 1 Yohanes 2:1 menerangkan kepada kita demikian:
"Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil [Dalam bahasa aslinya seharusnya ini ditulis "Yesus Kristus yang benar"]."

Dan kitab Yohanes 17:17 berkata demikian:
"Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran."

Bukankah semua ayat-ayat ini berkaitan satu dengan yang lainnya dengan sangat sempurna? Betapa ajaibnya Alkitab yang Tuhan berikan kepada kita. Tidak diragukan lagi bahwa Tuhan Yesus yang disebut sebagai "Kebenaran", yang telah mengalami penghakiman Tuhan pada peristiwa kayu salib, akan datang kembali untuk yang kedua kalinya di akhir zaman sebagai "Hakim yang adil" (Raja yang adil) untuk menghakimi dunia ini.

Dalam kitab Yohanes 12:48 Tuhan Yesus menyatakan demikian:
"Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman."

"Ye also, as lively stones, are built up a spiritual house, an holy priesthood, to offer up spiritual sacrifices, acceptable to God by Jesus Christ"  (1 Peter 2:5)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit,
Setiawan
__._,_.___

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

If you have any comment or suggestion about this mailing list,
to : [EMAIL PROTECTED]

Bagi Saudara yang berdomisili di Amerika, saudara dapat bergabung
dengan mailing list Keluarga Kristen USA (KK-USA) dengan mengirimkan
email kosong ke [EMAIL PROTECTED] dan ikuti instruksi
yang ada.
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-





SPONSORED LINKS
Arizona regional mls Regional truck driving jobs Anda networks

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke