From: [EMAIL PROTECTED] Membenci
FORUM TERBUKA 032798 C SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Dapatkah anda menerangkan 1 Yohanes 3:15 ? MR.C: Di 1 Yohanes 3:15 kita baca: "Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya." Ayat ini agak tajam, maksud saya mengena diantara kedua mata. Anda tahu bahwa Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi sesama kita manusia. Bukan hanya mereka yang berada di dalam gereja atau di dalam lingkungan keluarga kita, tetapi kita harus mengasihi siapa saja yang ada di dalam dunia ini. Kita juga harus mengasihi musuh-musuh kita dan dalam mengasihi mereka, kita menginginkan --yang paling baik untuk mereka--. Dan hal yang paling baik yang dapat terjadi pada mereka adalah bahwa mereka juga boleh diselamatkan. Sekarang bila kita membenci seseorang maka kita berbuat yang berlawanan dengan mengasihi. Kita tidak mempunyai keinginan untuk melihat mereka memiliki keselamatan dan masuk ke dalam surga. Jadi sebenarnya bila kita tidak berusaha untuk menyampaikan Injil kepada mereka, kita membantu menjamin bahwa mereka akan mengalami "kematian kedua" di dalam kekekalan. Dengan demikian Tuhan berkata bahwa membenci sesama kita adalah sesuatu yang sangat serius, dan ayat ini menyamakan hal tersebut dengan pembunuhan, yaitu pembunuhuhan secara rohani. Karena itu kita mau untuk berhati-hati, dan tidak membawa kebencian tersebut ke dalam hati kita. OPEN FORUM 072399 K SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Apakah kemarahan atau kebencian itu jahat? MR. C: Kemarahan dan kebencian adalah dosa. Alkitab berkata di Yakobus 1:19-20 demikian: "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Tuhan." Saya tidak tahu bagaimana kita bisa menjadi marah dan tidak berbuat berdosa. Ketika saya melihat dalam hidup saya dengan jujur, setiap kali saya menjadi benar-benar marah, itu karena ada hal-hal yang lain di dalam hidup saya yang tidak benar, mungkin seseorang menginjak harga diri saya, mungkin saya merasa frustasi, mungkin saya kurang sabar, dll. Tetapi saya tidak pernah menemukan alasan yang cukup baik untuk menjadi betul-betul marah. Alkitab berkata kalau kita membenci seseorang itu adalah sebuah pembunuhan. Ketika kita membenci seseorang, secara efektif kita menginginkan kematiannya. Dan itu seharusnya tidak pernah ditemukan di dalam kehidupan seorang anak Tuhan. OPEN FORUM 072399 D SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Berapa jam dalam sehari yang anda habiskan dalam berdoa, dan menurut anda berapa lama waktu yang cukup untuk berdoa? MR. C: Alkitab berkata di 1 Tesalonika 5:17, "Tetaplah berdoa." Pertanyaannya adalah bukan berapa jam yang kita habiskan dalam berdoa, tetapi, apakah kita mempunyai komunikasi yang terus menerus dengan Tuhan? Saya mungkin berdoa satu kalimat pada suatu waktu, dan sepuluh menit kemudian saya berdoa lagi dua kalimat. Saya mungkin terbangun pada malam hari dan berdoa. Ketika saya mempelajari Alkitab dan mencoba untuk memahami sesuatu di dalam Alkitab, saya mungkin berdoa, "Ya, Tuhan, berikanlah saya kebijaksanaan yang berasal daripada-Mu." Gagasan untuk menghabiskan beberapa jam dalam doa bukanlah intinya. Kita bisa berdoa kapan saja, dan doa adalah komunikasi kita yang terus menerus kepada Tuhan, dan Tuhan berkomunikasi dengan kita melalui Firman-Nya di dalam Alkitab. Ketika kita membaca Alkitab, kita mengetahui bahwa itu adalah Tuhan semesta alam yang sedang berbicara kepada kita. Dan sewaktu anda bertanya, "Apakah doa yang saya lakukan sudah cukup?" Saya harus mengatakan, "Tidak! Saya harus berdoa supaya saya bisa lebih rajin lagi untuk berdoa." Tetapi kecuali Tuhan Yesus, tidak ada satu orangpun dari antara kita yang mampu untuk melakukan segala sesuatu dengan sempurna untuk kemuliaan Tuhan. Yesus Kristus adalah Anak Domba yang sama sekali tidak bercacat, yang disembelih sejak sebelum dunia dijadikan untuk keselamatan umat pilihan-Nya (Wahyu 13:8). Go ye into all the world, and preach the gospel to every creature (Mark 16:15) www.familyradio.com ======================================================== From: [EMAIL PROTECTED] Emosional OPEN FORUM 062201 G SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Saya berpikir, apakah setelah kita menerima Kristus di dalam hidup kita, kita pasti akan menerima Roh Kudus dan kita tidak memerlukan orang lain lagi untuk mengajarkan segala sesuatu kepada kita. Apakah pengertian saya sudah keluar dari konteksnya? MR. C: Ya, kita harus sangat berhati-hati, pertama-tama kita tidak bisa menerima Kristus. Kita boleh berpikir bahwa kita sudah menerima Kristus, tetapi yang benar adalah Tuhan-lah yang harus memilih kita; Dialah yang harus menyelamatkan kita. Roma 9:15-16 menyatakan demikian: "Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Tuhan." Dan dalam Yohanes 15:16 Tuhan Yesus berkata demikian: "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap . " Suatu keajaiban yang sangat dahsyat terjadi ketika kita diselamatkan. Kita diberikan kebangkitan jiwa yang baru, dan ini sama sekali bukan hasil dari pekerjaan atau usaha kita sendiri. Ketika kita menerima kebangkitan jiwa yang baru, kita juga menerima Roh Kudus, yaitu Roh Tuhan sendiri bersemayam di dalam diri kita. Ini semua terjadi serentak pada waktu kita diselamatkan, dan semua ini adalah hasil dari karya Tuhan. Ini bukanlah sesuatu pekerjaan yang dapat kita lakukan sendiri. PENANYA: Saya tidak tahu apakah ini benar-benar saya, tetapi setiap kali saya bersaksi kepada orang lain mengenai Kristus, saya menjadi sangat emosional dan mulai menangis. Saya heran, mengapa saya menangis setiap kali saya menceritakan Kristus kepada orang lain? MR. C: Saya tidak tahu dengan pasti. Kelihatannya anda adalah seorang yang amat emosionil, tetapi jangan menaruh percaya anda kepada air mata anda. Taruhlah percaya anda kepada Firman Tuhan. Dan cobalah periksa kehidupan anda dengan jujur, apakah anda mempunyai keinginan yang jujur, sungguh-sungguh dan terus-menerus untuk melakukan perintah-perintah Tuhan? Ini berarti bahwa di dalam kehidupan saya sendiri, saya akan mempelajari dengan baik apa yang akan saya katakan ketika bersaksi. Dan bila saya menemukan sesuatu ajaran yang tidak benar yang diajarkan oleh gereja dan tidak setia kepada firman Tuhan yang sejati, saya tidak akan ragu-ragu untuk membuat perbaikan karena saya ingin menjadi benar dihadapan Tuhan, baik di dalam doktrin maupun dalam hal-hal lainnya. OPEN FORUM 120899 A SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Bisakah anda menjelaskan 1 Yohanes 5:16-17 ? MR. C: Di 1 Yohanes pasal 5, ayat-ayat 16-17, kita baca: "Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Tuhan dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa. Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut." Dalam satu pengertian, semua dosa mendatangkan maut. Alkitab berkata di Roma pasal 6:23 bahwa "upah dosa ialah maut," dan maut yang ada di dalam pikiran Tuhan adalah kematian yang kedua, yaitu hukuman yang kekal di dalam Neraka. Disisi lain, jika Kristus telah menyelamatkan kita, segala dosa perbuatan, pikiran dan perkataan kita yang kotor, busuk, mengerikan, dan penuh dengan pemberontakan telah ditanggungkan kepada Tuhan Yesus. Dan Ia sudah menanggung hukuman demi kita sehingga semua dosa-dosa yang lalu, yang sekarang, dan yang akan datang diampuni sepenuhnya. Dalam pengertian ini meskipun semua dosa mendatangkan maut, tetapi kita masih dapat memiliki hidup yang kekal melalui Tuhan Yesus Kristus sang Penebus. Semua jenis dosa dapat diampuni dengan satu pengecualian, di Markus pasal 3 kita membaca tentang ahli-ahli agama yang justru percaya bahwa Yesus berada dibawah kuasa Iblis. Dan Tuhan berkata mengenai hal ini sebagai dosa "menghujat Roh Kudus" dan tidak ada pengampunan bagi dosa ini (Markus 3:29). Jadi pengertian yang benar mengenai dosa menghujat Roh Kudus adalah percaya bahwa Yesus berada dibawah kuasa Iblis. Bagaimanapun juga, mereka yang melakukan dosa menghujat Roh Kudus tidak pernah menginginkan Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka. Mereka malah menginginkan kematian-Nya karena mereka yakin bahwa Dia berada dibawah kuasa Iblis. Kalau mereka tidak percaya kepada satu-satunya Juruselamat yang mampu menebus upah dosa maka tidak akan pengampunan bagi dosa-dosa mereka. Dosa menghujat Roh Kudus adalah dosa yang sangat jarang dilakukan oleh orang-orang di zaman sekarang ini. It is good that a man should both hope and quietly wait for the salvation of the LORD (Lamentations 3:26) www.familyradio.com ================================================== From: [EMAIL PROTECTED] RAJA DAMAI "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Tuhan yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai ... " (Yesaya 9:6) Ini adalah salah satu ayat yang paling sering dikutip pada saat Natal, dan kebanyakan orang-orang percaya sudah sering mendengar ungkapan "Raja Damai" yang menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus. Tetapi sebenarnya ungkapan "damai" ini lebih menunjuk kepada "keselamatan rohani". Ada banyak orang yang berpikir bahwa sebagai "Raja Damai" Yesus datang untuk memberikan suatu macam kedamaian politik atau kedamaian dari perang antar suku bangsa di dunia ini. Salah satu dari keinginan terbesar umat manusia adalah untuk hidup dengan damai, terpisah dari perang dan kesusahan. Akan tetapi perang adalah akibat dari sifat alami manusia yang pada dasarnya berdosa dan perang tidak akan pernah hilang dari dunia yang sudah dikutuk karena dosa ini karena pada dasarnya hati manusia adalah sangat jahat atau licik, "lebih licik dari pada segala sesuatu" (Yeremia 17:9). Dan ketika berbicara tentang "masa siksaan [rohani] yang dahsyat" yang terjadi tepat sebelum kedatangan Yesus yang kedua kali (yaitu dimana kita berada sekarang ini - Matius 24, Lukas 21, 2 Tes. 2), Tuhan berkata dalam kitab Matius 24:6-7 demikian: "Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat." Dan kitab Wahyu 6:8 menambahkan demikian: "Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut [yaitu dunia orang yang hidup di bumi] mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas [yaitu injil-injil palsu] yang di bumi." Ketika kita memikirkan hal-hal duniawi (jasmani) Tuhan sedang berkata-kata tentang hal-hal surgawi (rohani). Dalam kata lain perang, gempa bumi, kelaparan dan penyakit menular (sampar) yang dimaksud ayat-ayat ini walaupun juga terjadi secara fisik hal itu lebih menunjuk kepada keadaan rohani, dan --hal-hal yang rohani-lah yang lebih penting untuk diperhatikan oleh umat Kristen--. Ayat yang sangat penting sekali untuk selalu kita ingat dalam kitab Kolose 3:1-2 menasihatkan demikian: "Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas [perkara rohani], di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Tuhan. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi [perkara jasmani]." Dan tidak ada kesalahan tentang hal ini, Yesus juga mengatakan dengan pasti tujuan dari kedatangan-Nya ke bumi dalam Matius 10:34-36 demikian: "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya." Dari ayat ini kita belajar bahwa sebagai Tuhan dalam wujud daging, Tuhan Yesus datang untuk membawa perpecahan dan kesusahan -- bahkan di dalam keluarga, yaitu suatu perkumpulan sosial yang paling erat di dunia ini. Jadi mengapa Yesus dipanggil sebagai "Raja Damai" di dalam Alkitab? Karena Alkitab adalah sebuah "buku rohani" tentang hal-hal rohani yang sangat penting yaitu rencana keselamatan Tuhan untuk umat manusia yang berdosa, karena itu kita harus mencari arti rohani dari ungkapan ini --dan juga segala sesuatu lainnya yang dibicarakan di dalam Alkitab-- supaya kita bisa sampai kepada kebenaran yang sejati. Kebanyakan orang tidak menyadari adanya perang yang lebih besar daripada segala perang yang pernah terjadi di dalam sejarah umat manusia, dan perang itu sedang terjadi pada saat sekarang ini. Itu adalah "perang rohani" antara Tuhan dan umat manusia yang memberontak terhadap Tuhan. Dan karena sekarang kita sudah berada dekat sekali dengan akhir zaman, kitab Wahyu 16:16 menyatakan kepada kita demikian: "Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib [simeon], dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Tuhan Yang Mahakuasa [Harmagedon]. "Lihatlah, Aku [Yesus] datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya." Dan kitab Roma 8:7 menambahkan demikian: "Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Tuhan, karena ia tidak takluk kepada hukum Tuhan; hal ini memang tidak mungkin baginya." Itulah sebabnya Yesus berkata bahwa Ia datang untuk memberikan "kedamaian" antara Tuhan dan umat pilihan-Nya. Dalam kitab Yohanes 14:27 kita membaca demikian: "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." Dan kedamaian yang dihasilkan oleh keselamatan disebut sebagai "damai sejahtera dengan Tuhan", dalam kitab Roma 5:1 kita membaca demikian: "Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Tuhan oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus." Orang-orang percaya yang sejati memiliki "damai sejahtera" dengan Tuhan karena karya penebusan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus di kayu salib sehingga dapat "mempersatukan" atau "mendamaikan" umat manusia yang berdosa dengan Tuhan, seperti yang dijelaskan dalam 2 Korintus 5:19 demikian: "Sebab Tuhan mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian [atau Injil] itu kepada kami ... " Dalam kata lain, kalau kita sudah benar-benar "diselamatkan", kita tidak lagi menjadi "musuh" Tuhan atau "berseteru" (berperang) dengan Tuhan, karena perang yang terjadi antara kita dengan Tuhan akibat dari dosa-dosa kita telah berakhir karena karya Tuhan Yesus Kristus. Dalam kitab Roma 5:9-10 kita membaca demikian: "Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Tuhan. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Tuhan oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!" Ketika kita sudah diperdamaikan dengan Tuhan melalui keselamatan, Tuhan juga memberikan kepada kita "Damai sejahtera Tuhan", dalam kitab Filipi 4:6-7 kita membaca demikian: "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Tuhan dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Tuhan, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." Kemudian kitab Yesaya 32:17-18 menyatakan kepada kita demikian: "Di mana ada kebenaran [yaitu keselamatan] di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram di tempat peristirahatan yang aman." Ketika kita memiliki "Damai sejahtera Tuhan, yang melampaui segala akal", jiwa kita dapat beristirahat dengan tentram bersama Tuhan karena kita menaruh percaya kita kepada-Nya di dalam setiap aspek dari kehidupan kita. Dalam kitab Lukas 2:13-14 kita membaca demikian: "Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Tuhan, katanya: "Kemuliaan bagi Tuhan di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera [yaitu keselamatan rohani] di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." Tidak perduli betapa besarnya kebutuhan kita, kasih karunia Tuhan adalah cukup bahkan meluap dan terus mengalir seperti sungai yang besar, tidak akan pernah habis dan selalu ada disana. Sebagaimana umat Kristen belajar untuk bergantung dan percaya dengan lebih dan lebih lagi kepada Tuhan dengan "beristirahat" di dalam Dia, mereka akan menemukan kedamaian yang dibicarakan dalam Yesaya 26:3 demikian: "Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera [yaitu kedamaian yang sempurna], sebab kepada-Mulah ia percaya." "I wait for the LORD, my soul doth wait, and in His word do I hope" (Psalm 130:5) May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit, Setiawan

