From: [EMAIL PROTECTED] 

Natal & Paskah

OPEN FORUM 050600 B
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Saya pernah mendengar seorang pendeta mengatakan bahwa Kristus tidak 
lahir pada hari Natal. Apakah ia benar?

MR. C: Ya, dia benar. Kita mengetahui dari Alkitab bahwa Kristus tidak lahir 
pada tanggal 25 Desember. Alkitab tidak memberitahukan kita hari apa tepatnya 
Ia dilahirkan. Kemungkinannya Yesus dilahirkan sekitar minggu pertama pada 
bulan Oktober.

Gereja mula-mula menginginkan suatu hari untuk merayakan kelahiran Kristus, dan 
mereka memilih tanggal 25 Desember karena itu adalah suatu hari perayaan besar 
bagi orang-orang yang tidak percaya. Di belahan bumi utara, tanggal 25 Desember 
adalah tiga atau empat hari setelah hari terang yang terpendek musim dingin. 
Dan orang-orang yang tidak percaya ini bersuka-ria karena hari yang diterangi 
sinar matahari sudah mulai bertambah lebih lama lagi. 

Gereja yang mula-mula memutuskan hari tersebut karena Kristus adalah "bintang 
Timur" yang naik dengan kesembuhan pada sayap-Nya. Ia adalah Anak Tuhan, yang 
dilambangkan dengan "matahari" dan juga "Anak". Oleh karena itu, 25 Desember 
adalah pilihan yang sangat bagus. Itu adalah hari yang sangat ideal untuk 
merayakan peristiwa kelahiran Kristus.

PENANYA: Saya mengajarkan anak lelaki saya yang masih muda, tentang hukum Tuhan 
dan Tuhan yang berkerja di dalam kehidupan kita. Tetapi sering kali saya jadi 
frustasi, marah, dan terganggu. Anak saya bertanya kepada saya, "Bagaimana bisa 
seseorang yang suka marah mempunyai Tuhan di dalam hidupnya?" Saya berdoa dan 
meminta pengampunan, tetapi pada hari berikutnya, saya melakukan dosa tolol 
yang sama lagi. Saya tahu bahwa Tuhan memberi ampun, tetapi akankah Ia terus 
mengampuni saya untuk dosa yang sama? Bagaimana saya bisa mengatasi masalah 
darah tinggi saya?

MR. C: Anda harus melihat pertanyaan anda dengan sangat jujur. Kemungkinannya 
ada dua macam jawaban. Yang pertama, "Saya belum diselamatkan, dan buktinya 
adalah saya masih mempunyai kesombongan di dalam hidup saya." Biasanya, 
kesombongan adalah akar dosa yang menyebabkan frustasi dan kemarahan.

Kemungkinan yang lain adalah ketika kita diselamatkan, kita mungkin tidak 
secepatnya mendapatkan kemenangan atas dosa, karena kita tidak mengenalinya 
sebagai dosa. Atau, bahkan ketika kita mengetahui bahwa itu adalah dosa, kita 
menyukai dosa itu, dan ada sesuatu yang menyenangkan di dalam membiarkan 
orang-orang merasakan kemarahan kita. 

Tetapi sebagai anak Tuhan yang sejati, hal itu tidak boleh begitu. Ketika kita 
mempunyai dosa yang terus mengganggu, kita harus melihatnya dengan sangat 
objektif dan berkata, "Dosa ini harus dihilangkan!" Kita mau berdoa, "Ya Tuhan, 
berilah belas kasihan. Bisakah saya tidak menjalani hidup yang seperti ini 
lagi. Ya Tuhan, berikanlah saya kebencian atas dosa ini, dan apabila perlu, 
hajarlah aku." 

Dan ketika hajaran itu datang, dan kadang-kadang itu bisa menjadi didikan yang 
sangat keras, kita menyambutnya dengan hati yang terbuka karena hal itu akan 
menolong kita untuk berbalik kepada Tuhan.

Di Efesus 4:32, Tuhan memberitahukan orang-orang percaya yang sejati demikian:
"Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan 
saling mengampuni, sebagaimana Tuhan di dalam Kristus telah mengampuni kamu." 

Sering kali, di dalam rasa frustasi kita, kita tidak dapat memberi ampun. Di 
dalam kemarahan, kita berpikir, "Kamu sudah melakukan itu begitu banyak kali," 
tetapi sifat dari anak Tuhan itu adalah untuk menjadi semakin memaafkan. 
Apabila kita diselamatkan, Kristus telah membayar harga yang sangat besar 
sehingga semua dosa-dosa kita dapat diampuni. Kita sudah menerima kebangkitan 
jiwa yang baru, jadi kita harusnya juga mempunyai suatu sikap yang terus 
menerus saling mengampuni.

Orang-orang beriman harus berdoa setiap hari, "Ya Tuhan, jadikan aku rendah 
hati. Tolonglah aku berjalan dengan rendah hati di hadapan-Mu." Maka, ketika 
seseorang mencaci maki kita atau berbicara yang buruk tentang kita, hal itu 
tidak akan terlalu mengganggu kita, karena kita menyadari, "Saya bukan apa-apa 
dalam diri saya sendiri. Hanyalah belas kasihan Tuhan saja sehingga saya bisa 
menjadi diselamatkan. Mungkin orang terkasih ini tidak mengerti, jadi mengapa 
saya harus mencaci maki dia."

PENANYA: Saya mengajak anak lelaki saya menghadiri gereja pada hari Paskah, dan 
pendetanya mengatakan bahwa kita merayakan hari Paskah di hari yang salah 
karena Yesus tidak dibangkitkan pada hari Minggu Paskah. Anak saya bertanya 
kepada saya, "Apa maksudnya?" tetapi saya hanya mengatakan padanya bahwa saya 
bingung. Dulu waktu saya masih bertumbuh dewasa, kami diberi tahu bahwa Ia 
bangkit pada hari Minggu Paskah.

MR. C: Saya tidak tahu apa yang dimaksud oleh pendetanya, tetapi Kristus 
dibangkitkan pada hari Minggu setelah Paskah pada 33 A.D. Orang Yahudi 
merayakan Paskah pada suatu hari tertentu, yakni, hari ke-14 bulan yang pertama 
menurut penanggalan Yahudi.

Kita tidak diperintahkan untuk merayakan Paskah setiap tahun, tetapi gereja 
Perjanjian Baru memutuskan apabila kita akan merayakan Paskah, kita tidak mau 
merayakannya pada akhir pekan yang sama dengan Paskah. Oleh karena itu, mereka 
memilih hari Minggu yang lain. Jadi pada hari Minggu kita merayakan hari Paskah 
untuk kebangkitan Kristus mungkin satu atau dua minggu lebih awal daripada 
Paskah dimana Kristus bangkit pada tahun 33 A.D. 

Tetapi pada kenyataannya, kita merayakan Paskah, yaitu peristiwa kebangkitan 
Kristus, pada setiap hari Minggu karena kebangkitan Kristus terjadi pada hari 
Minggu pagi. Dan ketika kita berkumpul bersama untuk mengadakan kebaktian, kita 
mengetahui dan bersyukur oleh karena kenyataan bahwa Kristus telah bangkit dari 
antara orang mati.

"Therefore, my beloved brethren, be ye stedfast, unmoveable, always abounding 
in the work of the Lord, forasmuch as ye know that your labour is not in vain 
in the Lord."  (1 Corinthians 15:58)
www.familyradio.com
==============================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

Perayaan Natal

OPEN FORUM 120898 D
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Yeremia 10 kelihatannya berkata bahwa kita seharusnya tidak membuat 
pohon-pohon Natal dan seterusnya sebab kita tidak boleh mengikuti tingkah 
langkah orang-orang kafir, dan orang-orang kafir-lah yang pertama-tama 
merayakan hari tersebut.

MR. C: Yeremia pasal 10 sedang berbicara tentang berhala-berhala yang dibuat 
dari pohon kayu. Ungkapan "tingkah langkah [yaitu jalan] orang-orang kafir" 
menunjuk kepada mereka yang memiliki injil-injil palsu dan filsafat-filsafat 
yang berlawanan dengan Firman Tuhan yang sejati. Kita tidak ingin belajar 
"jalan" mereka kita ingin untuk mengikuti "jalan" Kristus. 

Dan perayaan Natal bukanlah cara perayaan orang kafir. Jika kita merayakan 
Natal dengan benar, kita pusatkan perhatian kita pada kelahiran Tuhan Yesus 
Kristus bukan yang lain. 

Disisi lain, jika anda tidak ingin merayakan Natal, anda tidak berlawanan 
dengan Firman Tuhan. Tetapi jika tetangga anda ingin merayakan Natal untuk 
menimbulkan perhatian pada peristiwa kelahiran Kristus, dia juga tidak salah.   
              

Tanggal 25 Desember adalah hari perayaan orang-orang yang bukan merupakan orang 
yang percaya untuk masa waktu yang lama, tapi Iblis tidak memiliki hari-hari, 
Tuhan-lah yang memiliki hari-hari. Adalah tidak salah menyita hari yang Iblis 
telah gunakan dan membuatnya sebagai hari untuk memuliakan Tuhan. 

Mereka yang bukan orang-orang percaya tidak menggunakan nama Kristus yang ada 
dalam ungkapan "Christmas". Dan ketika Yesus dilahirkan, para malaikat 
merayakan hari kelahiran-Nya dengan para gembala.

Dalam kitab Lukas 2:8-14 kita membaca demikian:
"Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan 
ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di 
dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat 
ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab 
sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 
Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan 
lampin dan terbaring di dalam palungan." Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama 
dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Tuhan, 
katanya: "Kemuliaan bagi Tuhan di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di 
bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."

OPEN FORUM 112399 D
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Mengapa umat Kristen merayakan Hari Natal?

MR. C: Di dalam Alkitab Tuhan tidak memerintahkan kita untuk merayakan hari 
Natal, tetapi kita pun tidak diberitahukan bahwa kita tidak boleh merayakan 
hari Natal.

Kelahiran Kristus adalah peristiwa yang indah dan ajaib, jadi kita memisahkan 
satu hari untuk merayakan kenyataan bahwa sang Juruselamat kita dilahirkan 
sekitar 2000 tahun yang lalu. Setiap hari Natal, saya menyanyikan lagu-lagu 
pujian seperti, Sukacita di Dunia, dan Tuhan Telah Datang, dll. Jadi saya 
berpikir, "Betapa indahnya kita bisa menyanyikan puji-pujian untuk Tuhan, yang 
mengambil sifat manusia supaya Ia bisa menjadi Juruselamat bagi kita."

Alkitab berkata di Roma 14:23:
" .. segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa." 

Oleh karena itu, jikalau seseorang merasa dia tidak seharusnya merayakan Natal, 
maka janganlah ia melakukannya. Akan tetapi, mereka yang tidak mau merayakan 
Natal tidak boleh mengkritik mereka yang merayakan peristiwa kelahiran 
Juruselamat kita. Itu adalah masalah penilaian pribadi.

Alkitab berkata di 1 Korintus 10:31 demikian:
"Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau 
melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Tuhan."

Memberitahukan kepada dunia bahwa Kristus sudah lahir itu mempermuliakan Tuhan. 
Itu adalah bagian dari kesaksian kita. Tuhan telah memerintahkan kita untuk 
pergi ke seluruh dunia dan menjadi saksi-saksi bagi-Nya (Lukas 24:47-48, Markus 
16:15, Kis 1:8, Mazmur 67:2).

"Ye also, as lively stones, are built up a spiritual house, an holy priesthood, 
to offer up spiritual sacrifices, acceptable to God by Jesus Christ"  (1 Peter 
2:5)
www.familyradio.com 
========================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

Persepuluhan 

In a message dated 6/18/2006 8:03:05 AM Pacific Standard Time, lannymd@ writes:

Syaloom pak,

Salam KASIH dalam TUHAN YESUS KRISTUS. Terima kasih atas penjelasan Bapak 
tentang banyak hal dalam penyingkapan Kitab Suci, khususnya PERPULUHAN. Pada 
kesempatan ini saya juga ingin tanyakan PERPULUHAN BAGI ORANG BISNIS, apakah 
dipotong biaya biaya perusahaan/NETTO atau langsung dari BRUTTO?

Selain itu, tolong jelaskan juga masalah BUAH SULUNG dari gaji pertama kali 
mendapatkan pekerjaan. Apakah gaji pertama itu dinamakan BUAH SULUNG dan 
dipersembahkan seluruhnya kepada TUHAN?

Terima kasih atas perhatian Bapak dan Tuhan memberkati.

Salam
LANNY DAUD
--------------------------------------
Dear Beloved,

Hal ini adalah sangat menarik, sebenarnya Alkitab menunjukkan bahwa persembahan 
persepuluhan bukan menunjuk kepada uang semata. Pertama-tama persepuluhan 
adalah sebuah perintah yang diberikan kepada bangsa Israel dalam Perjanjian 
Lama sebagai bagian dari hukum upacara, dalam kitab Imamat 27:30 Tuhan berkata 
demikian:
"Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil 
benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah 
persembahan kudus bagi TUHAN."

Perhatikan ayat ini berkata bahwa segala persembahan persepuluhan adalah "milik 
Tuhan". Dan ungkapan "persepuluhan" sendiri sebenarnya menunjuk kepada 
"undian", yaitu hitungan yang kesepuluh menjadi milik Tuhan (hal ini adalah 
sangat pararel dengan program pemilihan Tuhan). Dalam kitab Imamat 27:32 Tuhan 
berkata demikian:
"Mengenai segala persembahan persepuluhan dari lembu sapi atau kambing domba, 
maka dari segala yang lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung, setiap 
yang kesepuluh harus menjadi persembahan kudus bagi TUHAN."

Dan Alkitab mengajarkan bahwa ungkapan "buah sulung" menunjuk kepada Tuhan 
Yesus Kristus. Hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan uang. Kitab 1 
Korintus 15:23 menerangkan kepada kita demikian:
"Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah 
itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya."

Tuhan Yesus Kristus adalah tuaian "Yang terbaik [atau Hasil Pertama] dari buah 
bungaran" (Keluaran 23:19). Kristus adalah "Hasil Pertama" yang mendahului 
tuaian Buah Bungaran Pentakosta yang terjadi 50 hari kemudian (Imamat 
23:15-17). 

Pada peristiwa Pentakosta yang terjadi tepat 7 minggu setelah Kristus bangkit 
ada hasil panen secara besar-besaran, yaitu ada 3000 orang yang diselamatkan 
dalam satu siang hari (Kis. 2). Perayaan Pentakosta memang secara harafiah 
adalah perayaan "hasil panen" pada musim panas, tetapi ajaibnya Alkitab 
menunjuk kepada hal tersebut sebagai panen "jiwa-jiwa" yang diselamatkan yang 
juga terjadi pada hari tersebut. 

Kita memang seringkali menemukan ungkapan "sulung" yang berhubungan dengan 
orang-orang yang percaya. Kitab Wahyu 14:4 yang berbicara dalam bahasa 
perumpamaan menyatakan kepada kita demikian:
"Mereka [=orang-orang yang percaya] adalah orang-orang yang tidak mencemarkan 
dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. 
Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. 
Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Tuhan dan 
bagi Anak Domba itu."

Dan kitab Roma 8:23 berkata demikian: 
"Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung 
Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai 
anak, yaitu pembebasan tubuh kita."

Tetapi dalam perumpamaan "anak sulung" manusia dan hewan yang dibunuh di Mesir 
(Keluaran 11:5) itu menunjuk kepada orang-orang yang tidak percaya, yaitu 
orang-orang dunia yang tidak diselamatkan yang akan dihukum ke dalam kutukan 
yang kekal pada akhir zaman. 

Sangat mengherankan sekali darimana orang-orang bisa mendapatkan ide bahwa 
"buah sulung" adalah untuk menyerahkan seluruh gaji kita yang pertama kepada 
gereja. Kita harus sangat berhati-hati mengenai hal-hal yang seperti ini, 
janganlah kita mengajarkan sesuatu yang bukan berasal dari Alkitab sebagai 
ajaran Tuhan. Ini adalah dosa yang sangat-sangat serius. Secara tidak langsung 
ini adalah seperti berkata, "Demikianlah firman Tuhan", padahal Tuhan tidak 
pernah berkata demikian. 

Sesungguhnya pada saat ini sedang terjadi "kelaparan" mendengarkan Firman Tuhan 
yang sejati secara besar-besaran (Amos 8:11, Lukas 21:11, Matius 24:7, Wahyu 
6:8). Ada banyak ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Alkitab telah menyebar 
dengan sangat luas dan sangat dipercaya oleh jemaat-jemaat. 

Hal yang sama juga terjadi pada saat Yesus berada di bumi, ada banyak 
ajaran-ajaran yang berasal dari hasil pikiran manusia yang diajarkan kepada 
umat Israel. Ini adalah kegagalan gereja-gereja untuk memberitakan Firman Tuhan 
secara keseluruhan. Tuhan Yesus berkata dalam kitab Matius 15:9 demikian:
"Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah 
perintah manusia."

Dan pada akhirnya justru para pemimpin rohani yang berkuasa pada waktu itu yang 
menyalibkan Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah bukan masalah yang sederhana karena 
Alkitab juga menubuatkan bahwa di akhir zaman (dimana kita berada sekarang ini) 
gereja-gereja akan dikepung oleh injil-injil palsu (2 Tesalonika 2, Matius 24, 
Lukas 21, Wahyu 13). 

Bahkan Tuhan akan membiarkan gereja-gereja untuk dikuasai oleh Iblis secara 
keseluruhan. Dalam kitab Lukas 19:43-44 Tuhan memperingatkan kepada kita 
demikian:
"Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, 
lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka 
akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka 
tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, 
karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Tuhan melawat engkau."

Karena itu harus memeriksa segala hal dengan sangat teliti dan berhati-hati, 
membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain yang membicarakan hal yang 
sama di dalam seluruh Alkitab. 

Dan seperti yang kita lihat pada ayat-ayat mengenai persepuluhan diatas itu 
adalah mengenai persembahan hasil panen ternak atau tumbuh-tumbuhan. Bangsa 
Israel menanam gandum atau jelai atau mereka memelihara lembu-lembu atau 
domba-domba, dan kemudian pada saat panen mereka harus membawa sepersepuluhnya 
ke dalam perbendaharaan bait suci, dan makanan itu atau uang itu digunakan 
untuk mendukung suku Lewi yang merupakan suku asal imam-imam Perjanjian Lama.

Ingatlah selalu bahwa Tuhan Yesus berbicara dalam perumpamaan-perumpamaan 
(Matius 13:34-35, Mazmur 78:2, Markus 4:11-12) dan Dia berkata tentang seorang 
penabur yang keluar untuk menabur, dan ada benih yang jatuh di tanah yang baik, 
benih yang lain jatuh di tanah yang jelek, dan seterusnya. Benih yang jatuh di 
tanah yang baik memberikan hasil tiga puluh kali lipat, enam puluh kali lipat, 
bahkan seratus kali lipat. Dan --benih itu adalah Firman Tuhan--, sedang tanah 
itu adalah hati manusia (Lukas 8:11). 

Demikianlah persembahan persepuluhan adalah simbol atau lambang atau 
perumpamaan dari mereka-mereka yang diselamatkan yang dibawa masuk ke dalam 
kerajaan Tuhan (Yerusalem rohani). Hasil panen itu sangat berkaitan dengan 
mereka-mereka yang menjadi diselamatkan. 

Sekarang marilah kita memeriksa kitab Maleakhi 3:8-11 yang berkata demikian: 
"Bolehkah manusia menipu Tuhan? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: 
"Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan 
persepuluhan dan persembahan khusus! Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih 
menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!  Bawalah seluruh persembahan persepuluhan 
itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku 
dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu 
tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. 
Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil 
tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman 
TUHAN semesta alam."

Ungkapan "membuka bagimu tingkap-tingkap langit" menunjuk kepada hujan Injil 
yang sejati dari Firman Tuhan. Dan Alkitab menggunakan ungkapan "belalang" 
untuk menunjuk kepada "nabi-nabi palsu". Dan tentunya "hasil tanah" (hasil 
panen) menunjuk kepada jiwa-jiwa yang diselamatkan.

Kita seringkali membaca tentang hujan di dalam Alkitab sebagai ekspresi dari 
pesan keselamatan, yaitu Injil yang sejati yang turun dari langit ke bumi. 
Kitab Ulangan 11:14-15 berkata kepada kita demikian:
"maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan 
akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu, dan 
Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan 
dan menjadi kenyang."

Dalam kitab Yakobus 5:7 kita melihat prinsip yang sama, disitu kita membaca 
demikian: 
"Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! 
Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar 
sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi."

Dan mengenai belalang dalam kitab Wahyu pasal 9 kita membaca bahwa Tuhan 
membuka "pintu lubang jurang maut" untuk melepaskan Iblis pada akhir zaman 
sehingga nabi-nabi dan guru-guru palsu yang digambarkan sebagai "belalang" 
diberikan kuasa yang sangat besar untuk menipu orang-orang yang belum 
diselamatkan, yaitu " . manusia yang tidak memakai meterai Tuhan di dahinya"

Kitab Wahyu 9:3-4 menerangkan kepada kita demikian: 
"Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada 
mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajeng di bumi. Dan 
kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi 
atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak 
memakai meterai Tuhan di dahinya"

Itulah sebabnya dalam ayat yang sangat penting di 1 Korintus 3:6-11 kita 
menemukan gaya bahasa ini: 
"Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Tuhan yang memberi pertumbuhan. Karena 
itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Tuhan yang 
memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan 
masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri [yaitu 
pekerjaan yang "baik" atau "jahat" - Roma 8:7-8]. Karena kami adalah kawan 
sekerja Tuhan; KAMU ADALAH LADANG TUHAN, BANGUNAN TUHAN. Sesuai dengan kasih 
karunia Tuhan, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan 
yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. 
Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di 
atasnya. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada 
dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus."

Demikianlah ketika bangsa Israel menanami ladang mereka, itu adalah suatu 
perumpamaan atau gambaran dari Firman Tuhan yang sedang ditanam di seluruh 
dunia. Kemudian mereka akan membawa sepersepuluh dari hasil panen itu ke dalam 
perbendaharaan bait suci, dan itu merupakan lambang dari pemberitaan Injil 
dimana mereka-mereka yang diselamatkan dibawa masuk ke dalam Kerajaan Tuhan. 
Jadi bila kita tidak membawa "jiwa-jiwa" ke dalam kerajaan Tuhan, artinya, jika 
kita tidak membawa masuk persembahan kita, maka kita telah mencuri dari Tuhan 
karena ini adalah tugas yang Tuhan perintahkan kepada mereka yang menyebut 
dirinya sebagai orang yang percaya.

Kitab Yesaya 66:20 berkata kepada kita demikian:
"Mereka itu akan membawa semua saudaramu dari antara segala bangsa sebagai 
korban untuk TUHAN di atas kuda dan kereta dan di atas usungan, di atas bagal 
dan unta betina yang cepat, ke atas gunung-Ku yang kudus, ke Yerusalem, firman 
TUHAN, sama seperti orang Israel membawa korban dalam wadah yang tahir ke dalam 
rumah TUHAN [Yerusalem rohani]."

Ungkapan "tahir" menunjuk kepada firman Tuhan yang sejati, Alkitab, tidak 
ditambah dan tidak dikurangi (Wahyu 22:18-19). Itulah satu-satunya cara yang 
dapat kita lakukan untuk membawa kurban persembahan yang benar kepada Tuhan 
semesta alam.

Go ye into all the world, and preach the gospel to every creature  (Mark 16:15)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit,
Setiawan 

Kirim email ke