From: Wiempy MELAYANI YESUS SEPENUH HATI
Pernahkah anda semua sadar bahwa kita semua diciptakan oleh Tuhan ada maksud dan tujuan mulia didalamnya. Tuhan ingin agar kita semua sbg anak2 Tuhan menjadi perpanjangan tangan Tuhan di dunia ini. Mungkin dlm hati nurani anda berpikir hal2 apa saja yg Tuhan inginkan untuk kita perbuat dlm hidup ini. Salah satu hal yg Yesus inginkan untuk kita perbuat adalah melayani Yesus dgn segenap hati dan juga siap berkorban dlm melayani Yesus. Terkadang ada saja alasan yg kita lontarkan untuk menolak melayani Yesus, ada org yg bilang belum waktunya saya harus masuk dlm pelayanan. Ada juga yg bilang saya tdk punya talenta dlm melayani. Namun jika ditelusuri lebih mendalam lagi, dlm hal melayani Tuhan telah memberikan contoh kepada kita melalui tindakan yg Dia lakukan ketika membasuh kaki murid2-Nya. Bukan hanya sekedar melayani, Yesus juga memberi harapan bagi org banyak, yaitu memberi makan lima ribu org, memberi pengampunan dosa bagi Zakheus sang pemungut cukai. Dlm hidupnya Yesus melakukan tindakan pelayanan, bukan tindakan dilayani. Hal ini tercantum dgn jelas dlm Matius 20:28 yg menulis demikian: "sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak org" Kalau Yesus saja sampai begitu setia sampai akhir hidup-Nya dlm melayani siapapun juga, kita semua sbg anak2 Tuhan jangan mau kalah. Pelayanan yg kita perbuat di gereja semuanya itu hanya demi kemuliaan nama Yesus saja. Yg harus kita perbuat adalah meneladani kehidupan Yesus yg penuh pelayanan, mulai dari melayani banyak org yg haus akan firman Tuhan, mengajarkan doa Bapa Kami, menyembuhkan ibu mertus Petrus yg lagi sakit demam, membangkitkan Lazarus yg telah mati. Semua kehidupan yg telah Yesus jalani didedikasikan untuk melakukan kegiatan pelayanan, bukan untuk dilayani. Bahkan puncak dari pelayanan Tuhan Yesus adalah ketika Dia setia kepada kehendak Bapa di Sorga yg menginginkan Yesus mati di kayu salib demi menebus dosa umat manusia. Dlm kehidupan yg kita jalani saat ini, tanpa sadar sebenarnya kita sudah melakukan tindakan pelayanan, bagi org yg bekerja melakukan tugas yg diberikan oleh atasan dgn tepat waktu. Hal ini berarti kita melayani org lain demi mendapatkan upah atau gaji. Waktu yg kita habiskan seharian tsb hanya demi melakukan pelayanan dlm hal kerjaan. Bagi seorg penyanyi yg lagi mengadalan konser, tugas pelayanan dia lakukan demi memuaskan penggemarnya. Maka penyanyi tsb akan berusaha menampilkan best performance yg dia miliki untuk kepuasan penonton yg menonton konser tsb. Coba saja anda bayangkan, kalau Tuhan Yesus saja mau melayani dgn tulus dan rendah hati terhadap manusia pada rentang waktu 2000 tahun yg lalu, mengapa kita semua tdk merasa tertantang dan terinspirasi untuk berbuat hal yg sama. Mulailah melakukan pelayanan di gereja maupun di masyarakat sekitar kita, tidak usah melakukan hal2 yg besar dahulu, cukup dgn melakukan hal2 kecil terlebih dahulu. Seiring dgn berjalannya waktu, lama kelamaan kita akan semakin terbiasa dan tahan mental dlm melakukan pelayanan. Pasti ada suka dan duka dlm melakukan pelayanan tsb. Kita semua diciptakan oleh Tuhan dgn maksud untuk melayani Kerajaan Tuhan yg ingin Tuhan hadirkan dlm dunia ini. Galatia 5:22 menulis demikian: "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri" Dlm upaya menghadirkan Kerajaan Tuhan di dunia ini, kita harus mampu menghasilkan ke sembilan buah roh tsb, baik dlm hal pelayanan yg kita lakukan di gereja, dlm lingkungan tempat kerja, dlm sikap kita menyikapi org2 yg sukar untuk diajak bekerjasama dlm pelayanan. Tuhan ingin kita semua sbg anak2 Tuhan memberi teladan yg baik dlm hal melayani sesama, tdk peduli apakah org tsb miskin atau kaya, berbeda agama atau keyakinan sama kita atau teman seiman. Karena semua manusia di muka bumi ini mempunyai derajat yg sama dihadapan Tuhan. Dlm hal melayani Tuhan, kita jangan hanya terpaku dlm pelayanan khusus untuk gereja saja, namun diharapkan kita semua mau membuka diri melakukan pelayanan kepada masyarakat tdk mampu, mengadakan acara Natal bersama anak2 yatim piatu, bersama org2 yg berada di panti jompo. Juga mengadakan acara Natal bersama org2 cacat, semuanya itu akan lebih bermakna dibanding kan hanya sekedar merayakan Natal secara meriah. Namun inti dari pelayanan Tuhan Yesus semasa Dia hidup adalah bukanlah mewartakan keselamatan bagi org2 yg sudah mapan seperti org Farisi, Saduki dan ahli2 Taurat serta org2 kaya yg tdk mau menjual hartanya dan mengikuti kehidupan sederhana yg Yesus jalankan, akan tetapi Yesus mewartakan kabar gembira ttg Kerajaan Sorga bagi org2 miskin dan terhina, org2 yg sakit kusta, lumpuh, dll yg mau percaya dgn janji yg telah Dia berikan. Pelayanan yg kita jalani hendaknya didasari atas keinginan yg kuat untuk menjadi serupa dgn Kristus dlm hal melayani. Gunakanlah talenta yg anda miliki untuk melayani sesama dan juga ikut dlm pelayanan di gereja. Tuhan ingin kita semua terlibat dlm pelayanan demi menghadirkan Kerajaan Tuhan di dunia ini. Banyak hal positif yg dapat kita lakukan untuk terjun langsung dlm pelayanan. Berdoalah secara hening dan mintalah bimbingan Roh Kudus sehingga kita diberi kemampuan dan kepercayaan di dalam melayani sesama dan juga melayani gereja. Mari kita buka Efesus 2:10 (FAYH) yg berkata demikian: "Tuhan sendirilah yg menjadikan keadaan kita seperti sekarang ini dan memberi kepada kita hidup baru dari Kristus Yesus. Sejak dahulu sudah direncanakan-Nya agar hidup ini kita pakai untuk menolong org lain" Dibutuhkan komitmen yg kuat disertai rasa empati dlm upaya melayani Tuhan serta melayani sesama. Open your mind, open your heart, give the Lord the best thing you can do it. Hanya org yg setia melayani dan hidup kudus sampai akhir hidupnya yg akan memperoleh harta sorgawi. Bahkan rela mati dan mengalami berbagai macam hambatan dan rintangan demi melayani Tuhan Yesus sampai titik darah penghabisan, seperti halnya yg telah dilakukan oleh Rasul Paulus. JBU, Wiempy Wijaya Buitenzorg, 20-Dec-2006 ========================================== From: Dina Mangindou Our Daily Bread Pengkhotbah 3:1-8 Untuk segala sesuatu Ada masanya, untuk apapun di bawah langit Ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, Ada waktu untuk meninggal, Ada waktu untuk menanam, Ada waktu untuk mencabut yang ditanam; Ada waktu untuk membunuh, Ada waktu untuk menyembuhkan; Ada waktu untuk merombak, Ada waktu untuk membangun; Ada waktu untuk menangis, Ada waktu untuk tertawa; Ada waktu untuk meratap; Ada waktu untuk menari; Ada waktu untuk membuang batu, Ada waktu untuk mengumpulkan batu; Ada waktu untuk memeluk, Ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; Ada waktu untuk mencari, Ada waktu untuk membiarkan rugi; Ada waktu untuk menyimpan, Ada waktu untuk membuang; Ada waktu untuk merobek, Ada waktu untuk menjahit; Ada waktu untuk berdiam diri, Ada waktu untuk berbicara; Ada waktu untuk mengasihi, Ada waktu untuk membenci; Ada waktu untuk perang, Ada waktu untuk damai. Mensyukuri Segala Musim Untuk segala sesuatu Ada masanya, untuk apa pun di bawah langit Ada waktunya (Pengkhotbah 3:1) Saya tumbuh besar di Pantai Barat, Amerika Serikat. Di sana, sangat kecil kemungkinan salju akan turun pada Hari Natal, sehingga ibu saya selalu menunjuk kabut pada dini Hari untuk membuktikan bahwa sebentar lagi Natal akan tiba. Sekarang saya Dan istri tinggal di wilayah Midwest. Di sana salju turun dengan lebat saat perayaan Natal akan tiba. Saya sangat senang dapat merasakan perbedaan yang jelas di antara empat musim. Akan tetapi, saya tak melihat respons yang sama pada orang-orang yang tumbuh dewasa di wilayah Midwest. Saya pikir lucu jika mereka tak dapat merasakan syukur yang saya rasakan terhadap siklus perubahan musim yang luar biasa, yang diciptakan Tuhan untuk kebaikan Kita semua. Dalam Pengkhotbah 3:1-8, Salomo menyadari akan adanya siklus kehidupan. Ia berkata bahwa Ada waktu untuk menanam Dan untuk menuai, Ada waktu untuk menangis Dan untuk tertawa, Ada waktu untuk meratap Dan untuk menari, Ada waktu untuk memeluk Dan untuk menahan diri dari memeluk, Ada waktu untuk berdiam diri Dan untuk bicara, Ada waktu mengasihi untuk Dan untuk membenci. Sama seperti Tuhan yang menentukan cuaca, Dia juga mengatur siklus kehidupan: "Untuk segala sesuatu Ada masanya, untuk apa pun di bawah langit Ada waktunya" (Pengkhotbah 3:1). Apakah Kita akan menolak semua musim Dan mengeluhkan kondisi "bersalju" di cakrawala? Atau Kita percaya kepada Tuhan apa pun yang Dia rencanakan bagi Kita? Apa pun situasi Kita saat ini, Kita dapat bersyukur atas semua musim-Nya -HDF DARIPADA BERDOA AGAR KEADAAN BERUBAH Lebih baik BERDOA AGAR ADA HATI YANG BERUBAH Best regards, Dientje -- Love others as much as you love yourself, KJV --

