Jangan Melangkah Keluar
   
  “Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang 
melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam 
ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak” (2 Yohanes 1:9)
   
  Jika kita menerima Kristus sebagai Tuhan, apakah kita akan diselamatkan dari 
api neraka? Tentu saja, itu janji Tuhan pada setiap orang yang percaya. Jika 
kita melakukan kesalahan lagi, apakah kita masih tetap akan ke surga? Ya, jika 
kita menerima teguran Tuhan dan bertobat lagi, seperti Daud. Daud pernah 
melakukan kesalahan tetapi Tuhan mengatakan, bahkan setelah Daud meninggal, 
bahwa Daud adalah orang yang hatinya berkenan kepada Allah. Tetapi jika kita 
sengaja berbuat dosa, senang dengan dosa, menganggap sepele pelanggaran 
terhadap Firman Tuhan, kita menolak untuk hidup sesuai Firman Tuhan, maka kita 
telah keluar dari “pagar”. Jaminan kselamatan itu tetap ada, hanya mereka yang 
tidak mau hidup dalam Firman Tuhan, telah melangkah keluar dari jaminan itu.
   
  Dikatakan bahwa kalau kita tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi 
melangkah keluar, maka kita disebut “tidak memiliki Allah”. Melangkah keluar 
artinya kita DULU pernah berada di dalamnya. Tidak memiliki Allah, berarti 
orang yang pernah hidup di dalam terang Firman namun meninggalkannya, 
diperhitungkan sama dengan orang kafir yang tidak kenal Tuhan. Semua yang 
pernah dia alami menjadi sia-sia.
   
  Keselamatan itu memang  cuma-cuma, tapi TIDAK murahan. Dalam Kitab Wahyu 
Yesus mengatakan barangsiapa yang tidak panas atau dingin, tetapi hanya 
suam-suam kuku, akan dimuntahkan. Tidak percaya Yesus, atau sekedar percaya 
bahwa Yesus itu Tuhan, tetapi tidak menjadikan Yesus benar-benar Tuhan atas 
hidupnya, hal itu sama saja. Ingat, Yesus pernah mengatakan bahwa dengan 
sekedar memanggil Dia, “Tuhan, Tuhan” dapat masuk Kerajaan Surga.
   
  Hidup dalam ajaran Kristus bukan berarti kembali hidup dalam belenggu hukum 
Taurat, yang sarat dengan jangan ini dan jangan itu yang membuat kita frustasi, 
apalagi jika kita masih lebih banyak dikuasai daging daripada Roh Kudus. Hidup 
dalam ajaran Kristus adalah hidup dalam kasih karunia Allah, di mana oleh iman 
kita diselamatkan dan oleh iman kita menerima Roh Kudus yang memampukan kita 
melakukan Firman Tuhan. Yang diperlukan dari kita adalah kesediaan untuk taat. 
Sikap hati kitalah yang penting. Dua orang bisa melakukan pelayanan yang sama, 
sama-sama berdoa, tetapi hati mereka berbeda, dan hati-lah yang dilihat Allah. 
Hati yang mau dibentuk, hati yang mau tunduk dan berserah pada kehendak Kristus 
akan membuat kita terus tinggal dalam jaminan keselamatan itu. Jangan melangkah 
keluar. Apapun yang ktia rasakan, kekecewaan, kegagalan, putus asa, ingatlah 
bahwa semua tidak seberapa disbanding penderitaan Kristus. Ingatlah bahwa Allah 
itu setia dan janji-Nya digenapi atas
 orang-orang yang setia. Selamat berjuang mencapai garis akhir pertandingan 
iman.
   
   
   
   


 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke