From: ludi hasibuan [mailto:[EMAIL PROTECTED]

Apa Yang Tuhan Yesus Inginkan Dari Manusia ?
 
            Sebuah pertanyaan diatas menggelora di dalam hati saya.. Sebuah 
pertanyaan sederhana “Apa Yang Tuhan Yesus Inginkan Dari Manusia ?” Hal ini 
mengusik hati saya. Sebuah pertanyaan yang sangat sederhana tapi membuat saya 
terperangah untuk mencari jawaban yang bisa memuaskan hati saya.
 
            Kita mengetahui “khususnya” umat Kristen/ Nasrani bahwa kehadiran 
Tuhan Yesus ke dunia adalah untuk membalikan keadaan “kegelapan” dalam hidup 
rohani manusia menuju terang. Semua dosa manusia telah ditebus oleh Tuhan Yesus 
diatas kayu salib telah kita “Amieni” oleh seluruh umat Nasrani diseluruh dunia 
selama 2000 tahun.
 
            Hanya melalui diriNyalah ada Keselamatan. Itu juga telah kita akui 
dan kita yakini bahwa Tuhan Yesus adalah Juru Selamat Manusia. Umat Nasrani 
diseluruh dunia mengetahui bahwa Tuhan Yesus datang untuk orang-orang yang 
berdosa (apa ada orang yang tidak berdosa,- pertanyaan penulis) dan mau 
bertobat.
 
            Lalu masalahnya adalah ketika manusia (Nasrani) telah bertobat, 
memohon ampun dan tidak lagi melakukan perbuatan dosa (atau minimal berusaha 
memperkecil tindak-tanduk yang bisa menyenggol dengan dosa). Apa Yang Tuhan 
Yesus Inginkan Dari Manusia ?
 
            Dalam Kitab Perjanjian Baru bila kita baca dari Kitab Matius sampai 
Kitab Wahyu begitu banyak pesan yang disampaikan Tuhan Yesus untuk umat 
manusia. Secara esensi “pemikiran nalar/logika (maaf kalau ada yang mengata kan 
bila berpikiran seperti ini termasuk golongan Nasrani Moderat/ Sekuler); Apakah 
mungkin manusia menjalankan semua pesan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus ?
 
            Seandainya manusia “tidak bisa atau mampu” menjalankan semua pesan 
atau perintah Tuhan Yesus. Apakah ada jalan kompromi ? Misalnya manusia bisa 
melaksanakan 50% dari segala “pesan atau perintah” Tuhan Yesus yang tertuang 
dalam Kitab Matius sampai Kitab Wahyu sudah bisa masuk surga. 
            Atau cukup dengan menjalankan ajaran yang luar biasa indahnya yaitu 
“Kasih”. Bila manusia bisa menjalankan salah satu saja “pesan atau perintah” 
Tuhan Yesus seperti Kasih dengan sepenuh hati maka akan masuk surga.
 
            Atau Tuhan Yesus menetapkan harga mati. Semua manusia harus 
mentaati/mematuhi semua “pesan atau perintahNya” secara total atau harus 100% 
taat maka manusia akan selamat dan masuk surga.
 
            Tapi bila kita mengingat saat Tuhan Yesus ketika berada diatas kayu 
salib. Ia bisa membawa manusia ke surga ketika seorang penjahat dan pendosa 
meminta Tuhan Yesus meningat dirinya bila telah berada di surga. Apakah ini 
berarti manusia cukup meminta ampun/bertobat dan pengampunan dosa kepada Tuhan 
Yesus ketika ajal akan menjemput ? Manusia telah puas menikmati surga dunia 
kemudian menjelang mati memohon ampun/bertobat terus masuk ke surga. (Kok tidak 
fair rasanya bagi orang yang telah taat dan patuh kepada pesan/perintah Tuhan 
Yesus sejak kecil)
            Saya dalam hati sering bertanya apakah cukup dengan kegiatan saya 
memuji Tuhan, berdoa, beribadat dan berusaha mematuhi “pesan atau perintah” 
Tuhan Yesus. Apakah diriNya senang dengan yang saya lakukan ? Sudah cukupkah 
yang saya berikan bagi dirinNya ? Apakah semua yang saya lakukan bisa menjadi 
jaminan untuk masuk “ke dalam ruang yang maha Kudus”.
 
            Sering timbul pertanyaan yang menggoda. Apakah ada sebuah tindakan 
yang tidak saya sadari membuat saya “gagal” masuk ke surga ? Bukankah semua 
umat Nasrani diseluruh dunia ingin mengakhiri perjalanan hidupnya berada di 
surga.
 
            Seorang teman saya pernah menyampaikan perasaannya kepada saya. 
Bila dirinya telah meninggal dunia dan bertemu dengan Tuhan Yesus. Apakah Tuhan 
Yesus akan bertanya dimanakah dirimu ketika anak-anakKu membutuhkan 
pertolonganmu ? 
==========================================
From: Herjun Jurisanto Purba [mailto:[EMAIL PROTECTED]

Shaloom Selamat Pagi.
Roh Kudus didalam diri saya memaksa saya untuk menyampaikan beberapa hal 
berkenaan dengan tulisan dari Bp. Ludi Hasibuan... " Apa Yang Tuhan Yesus 
Inginkan dari Manusia "... Entah kenapa tapi justru pertanyaan ini selalu 
membuat saya gak nyaman dan selalu seperti ada sesuatu yang mengikuti seperti 
rasa bersalah jika tidak melakukan Apa yang Yesus Inginkan dari kita yang tentu 
sesuai PerintahNYA dari Alkitab apalagi untuk menjalankan 50 % dari perintahNya 
aja rasa-2 nya belum sepenuhnya dipenuhi.

Namun saya pernah mengikuti Kotbah dari Ev. Yuda D M... di GTI Tiberias... saya 
mendapatkan jawaban yang saya kira mendorong saya untuk melakukan nya... dan 
dalam kotbahnya juga setelah saya berpikir dan mengaitkan dengan semua kejadian 
yang ada di Alkitab di PL maupun PB ( sejak para Nabi dan Rasul) semua 
melakukan seperti yang disampaikan dan semua Nabi dan Rasul sebelum menerima 
tugas kenabian dan kerasulan sama seperti kita,... hanya lah seorang manusia 
biasa seperti kita di jaman sekarang ini hanya yang membedakan situasi Zaman ( 
tradisionil dan Modern) saja.

Isi kotbah beliau : adalah... Jika diperintahkan Tuhan atau seperti pertanyaan 
ini : Apa Yang Tuhan Yesus inginkan dari Manusia.... kita harus akui 
keterbatasan kita dan untuk melaksanakan perintahNya rasanya berat sekali tapi 
yang Tuhan Yesus inginkan adalah : .... "... Kita harus mengambil tindakan 
seperti yang diperintahkan Tuhan dan Tuhan pasti menyertai dan 
menuntaskannya...."

Dari kotbah ini... semua Nabi dan Rasul pada awalnya sama seperti kita namun 
mereka ( Nabi dan Rasul) mengambil tindakan dan Tuhan menyertai serta 
menuntaskannya.

Jadi bukan seberapa besar persentasi yang harus kita laksanakan tapi seberapa 
besar keinginan kita untuk mengambil Tindakan melakukan Apa yang Yesus 
perintahkan kepada kita, saya dan semua.

sekian dan terima kasih
GBU
Herjun J P
==========================================================
From: Jacqueline SOUISA 

Nothing is impossible when we walk with God!
 CERITA DARI AFRIKA

  Suatu malam Saya bekerja keras untuk menolong seorang ibu di sebuah
  Bangsal rumah sakit; tapi apapun yang kami lakukan, dia meninggal dan
  Meninggalkan bayi premature yang sangat mungil serta seorang anak
  perempuan usia 2 tahun yang menangis.

  Kami mengalami kesulitan untuk menjaga agar si bayi tetap hidup, karena  kami 
tidak punya incubator ( kami tidak punya listrik untuk menyalakan incubator)

  Kami juga tidak punya makanan khusus bayi.
  Meskipun kami tinggal di daerah khatulistiwa, di malam hari seringkali udara 
sangat dingin dan anginya kencang.

  Salah seorang muridku menaruh bayi itu dalam box dan membungkus bayi
  dengan kain wol. Yang lain menyalakan api dan mengisi botol air panas.
  Kemudian muridku yang mengisi botol air panas segera kembali dengan
  kebingungan sambil bercerita bahwa saat mengisi botol itu dan ternyata
  meledak (Karet mudah rusak dalam kondisi cuaca tropis)
  "Dan ini adalah botol air panas terakhir kita," dia berseru.
  "Oke," kataku, "taruh bayi itu didekat api dalam jarak yang cukup aman,  dan 
tidurlah diantara bayi itu dan pintu untuk menjaga nya dari angin.
  Tugasmu adalah menjaga bayi tetap hangat."

  Siang hari berikutnya, seperti hari sebelumnya, Aku pergi berdoa dengan  
beberapa anak yatim piatu yang berkumpul denganku. Aku berikan mereka 
bermacam-macam saran untuk mendoakan dan bercerita pada mereka tentang bayi 
mungil itu.

  Aku menceritakan masalah kami soal menjaga bayi supaya cukup hangat,
  menyebutkan tentang botol air panas, dan bagaimana bayi itu bisa dengan  
mudah meninggal bila kedinginan.

  Saya juga bercerita pada mereka tentang saudara perempuannya yang 
 berumur 2 tahun, yang menangis karena ibunya meninggal.
  Selama berdoa, seorang gadis usia 10 tahun, Ruth, berdoa dengan doa singkat 
seperti anak Afrika kami.
  "Tolong, Tuhan" dia berdoa, "kirim kan botol air. Tidak baik besok, Tuhan, 
karena bayinya bisa mati, jadi tolong kirim sore ini."

  Saat aku menarik napas dalam hati karena keberaniannya dalam berdoa, dia  
menambahkan, "Dan saat Engkau mengirimkan botol air itu, maukah Engkau 
mengirimkan juga boneka untuk gadis kecil itu, supaya dia tahu bhw Engkau 
sungguh mengasihinya?"

  Seringkali dalam doa anak-anak, aku merasa ditempatkan pada pusatnya.
  Dengan sungguh-sungguh kukatakan, "Amin". Oya aku tahu bahwa Tuhan 
 dapat melakukan segalanya, Alkitab mengatakan demikian. Tapi pasti ada 
batasnya, kan? (pikiran manusia selalu ingin membatasi kuasa Tuhan)

  Dan menurutku satu-satunya jalan Tuhan dapat menjawab doa-doa kami 
 yaitu jika keluargaku di Amerika mengirimi bingkisan.

  Namun aku sudah tinggal selama hampir 4 tahun, dan tidak pernah, sama sekali 
menerima bingkisan dari rumah. Tapi, bila sesorang mengirimi ku bingkisan, 
siapa yang akan memberi botol air panas. Sebab aku tinggal di daerah Tropis!

  Menjelang sore, ketika aku sedang mengajar di sekolah pelatihan perawat,  
sebuah parcel dikirimkan dengan mobil didepan pintu rumahku.

  Saat aku sampai di rumah, mobilnya sudah pergi, tapi disana, di beranda,  ada 
dua puluh dua pon parcel yang sangat besar. Aku merasa pedih dimataku.
  Aku tidak dapat membuka parsel itu sendirian, jadi aku meminta ke anak-anak 
yatim piatu untuk membantuku.
  Bersama-sama kami menarik talinya, dengan hati-hati membuka simpulnya.
  Kami melipat kertasnya, supaya tidak menyobeknya. Kegembiraan meningkat.
  Sebanyak 30 atau 40 pasang mata melihat ke dalam kardus tersebut.
  Dari atas, kami aku mengeluarkan baju rajutan berwarna cerah. Mata kami  
langsung silau melihatnya.
  Ada perban rajutan untuk pasien kusta, dan anak-anak mulai terlihat sedikit 
bosan. Lalu ada sekotak kismis, ini bisa dipakai untuk membuat setumpuk kue
  kismis di akhir pekan.
  Lalu, aku memasukkan tanganku lagi, aku merasa .... benarkah ini?? Aku 
menariknya keluar .... yaa .... ini baru, botol air panas karet. Aku  menangis 
terharu.

  Aku tidak meminta Tuhan untuk mengirimkannya. Aku tidak percaya bahwa
 Dia  benar-benar melakukannya. Ruth ada di barisan depan dari anak2. 
 Ia cepat2 maju, sambil menangis, " Jika Tuhan mengirimkan botolnya, Dia
  harus mengirim bonekanya juga!"

  Sambil mengobrak-abrik bagian bawah kotak, dia menarik sesuatu yang
  mungil, boneka bergaun indah. Matanya berkilau ! Dia tidak pernah sangsi!
  Sambil melihatku, dia berkata : " Dapatkah aku pergi bersamamu & memberikan 
boneka ini kepada gadis kecil itu, supaya dia tahu, Yesus  sangat mencintainya??

  Ternyata parcel ini telah dipersiapkan dan dikirim 5 bulan lalu. Di bungkus 
oleh Siswa Kelas Hari Mingguku, yang mana saat mempersiapkan parcel itu, Tuhan 
telah memerintahkannya juga untuk mengirimi botol air  panas walaupun di daerah 
Tropis. Lalu salah satu dari siswaku juga telah memberikan boneka untuk 
dikirimkan ke anak Afrika - Dan itu semua terjadi 5 bulan sebelumnya, sebagai 
jawaban dari doa seorang anak gadis 10 tahun  untuk membawanya "sore itu"

  (Yesaya 65:24) "Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika 
mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya."

  (Doa 1 menit)
  Doa yang mengagumkan ini kurang dari 1 menit. Ketika kamu menerima ini,  
ucapkan doamu, dan segalanya dapat kau lakukan. Tidak perlu basa basi.
  Hanya cukup kirimkan kepada semua orang yang kamu inginkan-tapi lakukan  itu. 
Doa adalah hadiah terbaik yang kita terima. Tidak perlu biaya tapi  banyak 
untungnya.

  Teruskan doamu kepada orang lain.

  Bapa, aku memintamu untuk memberkati teman-temanku yang membaca
 tulisan ini. Aku memintaMu untuk memberi semangat kepada para Pelayan Tuhan 
setiap saat. Dimana ada kesesakan Kau berikan damai dan kemurahanMu.

  Dimana ada keraguan, Kau perbaharui keyakinan untuk bekerja diantara mereka. 
Disaat lelah serta letih, aku mohon supaya Engkau memberikan mereka 
pengertian, bimbingan & kekuatan supaya mereka selalu belajar untuk taat kepada 
PimpinanMu. Dimana mereka merasa hanya diam di tempat, aku memohon kepada Mu 
untuk menyatakan keberadaanMu & menggambarkan pada mereka betapa indahnya 
bergaul akrab denganMu. Dimana ada ketakutan & kekhawatiran, Nyatakan kasihMu 
dan tunjukkan kebesaranMu kepada mereka. Saat dosa menutupi mereka, nyatakan 
itu, dan patahkan belenggu yang melingkupi kehidupan teman2ku.

  Berkati keuangan mereka, berikan mereka visi yang besar, dan angkat para 
pemimpin serta teman2 untuk mendukung & mendorong mereka. Berikan setiap mereka 
penglihatan untuk menunjukkan adanya kekuatan jahat yang ada disekitar mereka & 
nyatakan kekuatan di dalamMu untuk mengalahkannya.
 Aku berdoa padaMu di dalam Nama Yesus.
  Amin!

Kirim email ke