From: "e-JEMMI" <[EMAIL PROTECTED]>
Salam dalam Kristus,
Bagaimana merespons panggilan sebagai utusan? Apa yang harus Anda
persiapkan? Bagaimana caranya menjalin relasi untuk mendapatkan
dukungan? Langkah-langkah apa saja yang harus Anda kerjakan? Pakaian
tebalkah sebagai jawabannya? Jika Anda hendak pergi ke daerah
pedalaman atau negara yang memiliki empat musim, pakaian tebal
mutlak disiapkan. Bagaimana dengan sepatu yang kuat? Tidak hanya
supaya tahan lama tapi juga agar bisa bertahan dalam segala medan.
Atau tas punggung yang besar supaya dapat memuat banyak keperluan Anda?
Hal-hal di atas bukanlah sesuatu yang salah, bukan juga tidak
penting untuk disiapkan. Tapi ada hal lain yang lebih penting dan
utama daripada sekadar menyiapkan dan memikirkan barang-barang yang
digunakan untuk menunjang kenyamanan tubuh Anda. Hal-hal apa sajakah
itu? Nah, artikel kali ini akan menjawab pertanyaan tadi. Silakan
dibaca, kiranya bisa menjadi referensi bagi Anda ataupun orang di
dekat Anda yang mendapat panggilan sebagai utusan.
Soli Deo Gloria!
Redaksi e-JEMMi,
Lisbet
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
BAGAIMANA MEMULAINYA?
=====================
Saat ini Anda sudah mengetahui syarat-syarat menjadi salah satu
utusan Tuhan. Anda sudah mempelajari pelatihan yang harus mereka
jalani dan strategi-strategi yang akan membantu mempersiapkan mereka
bekerja dengan efektif.
Anda juga sudah melihat tindakan apa saja yang dilakukan oleh utusan
ini -- berjuang keras melawan rintangan dan menang dalam nama Yesus
untuk membawa orang-orang yang belum terjangkau ke Jalan Kebenaran.
Mungkin Anda mulai merasa tenang, namun ada desakan terus-menerus
dari dalam diri Anda untuk terlibat lebih jauh lagi. Mungkin saat
ini Roh Kudus sedang berbicara kepada Anda.
Jika benar demikian, penting bagi Anda untuk meresponsnya.
Berdasarkan cerita-cerita dari mereka yang telah terlibat dalam
pelayanan misi, kita belajar bahwa dorongan-dorongan dari dalam pada
awalnya sering kali tidak terlihat, sulit untuk diketahui. Tapi pada
kenyataannya, bagi sebagian besar dari kita, pesan itu benar-benar
menjadi tidak jelas sampai kita bertindak.
Ini adalah proses pengambilan tindakan untuk merespons dorongan dari
Roh Kudus yang sering kali memberikan kejelasan yang sesungguhnya.
Tanpa merespons, Anda mungkin tidak akan pernah tahu.
Anda ingat kisah Paulus ketika dalam perjalanan ke Damaskus? Tentu
saja apa yang dia lihat ketika Yesus menampakkan diri kepadanya
adalah dorongan terkuat yang sangat indah. Namun, pelayanannya tidak
dikerjakannya sampai dia menerima konfirmasi lebih lanjut melalui
kebutaan yang diikuti dengan pemulihan yang Tuhan berikan melalui
tangan Ananias (Kis. 9:3-19)
Ingat juga Gideon, yang Tuhan perintahkan untuk pergi dan
menyelamatkan bangsa Israel dari bala tentara Midian, di mana
orang-orang pada zaman dahulu terkenal menggunakan unta dalam
berperang (Hak. 6:14). "Tetapi jawabnya kepada-Nya: 'Ah Tuhanku,
dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku
adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang
yang paling muda di antara kaum keluargaku'" (Hak. 6:15).
Gideon mematuhi perintah Tuhan tanpa perlu diyakinkan dengan susah
payah bahwa pesan itu benar-benar berasal dari Tuhan dan janji Tuhan
adalah nyata. Sebelum akhirnya Gideon bertindak, Tuhan sudah
meyakinkan dia melalui mujizat api yang muncul dari batu (Hak.
6:19-21) dan dengan dua mujizat lainnya yang menggunakan bulu domba
dan embun di tanah (Hak. 6:36-40).
Jika panggilan Anda menjadi utusan adalah murni, Anda akan
diyakinkan dalam panggilan ini. Namun, mujizat itu hanya akan
terjadi setelah Anda mengambil tindakan.
MEMBANGUN DUKUNGAN SPIRITUAL ANDA
Langkah pertama dalam merespons panggilan ini adalah dengan
berbicara kepada pendeta atau pembimbing rohani Anda dan meminta
dukungan semangat serta doa. Anda mungkin juga perlu mendapatkan
pengakuan di depan umum, mungkin melalui "altar call" di gereja Anda
atau dalam kelompok PA yang Anda ikuti. Dukungan doa dan perhatian
dari saudara-saudara sepersekutuan adalah penting, khususnya pada
tahap-tahap
awal ketika komitmen Anda untuk mengikuti pelayanan asing mulai tumbuh.
Tahap ini juga akan menjadi waktu untuk mulai mencari persiapan
akademis yang lebih banyak lagi. Pelatihan yang Anda pilih
tergantung pada banyak faktor, termasuk usia Anda, status keluarga
Anda, dan apakah Anda tinggal di negara yang terbuka untuk Injil atau tidak.
Ketika Anda mempersiapkan diri atas panggilan utusan, Anda mungkin
diharapkan mencari dukungan dari organisasi-organisasi misi lokal.
Atau mungkin Anda akan mencari dukungan itu ke tempat-tempat
persekutuan, misalnya gereja Anda. Meskipun banyak bahan yang
memberi tuntunan dalam hal mencari dukungan, Anda harus membuat
keputusan sendiri melalui doa rutin dan mendengarkan dengan cermat
rencana Tuhan yang diberikan kepada Anda.
Setelah pelatihan, ketika panggilan Anda diuji dan diperjelas, Anda
mungkin berharap ditugaskan melalui suatu pelayanan istimewa di
gereja Anda atau melalui organisasi misi tertentu. Meskipun sebagai
seorang misionaris mandiri yang kebutuhan finansialnya ditanggung
sendiri, jangan pernah Anda berusaha keras untuk pergi tanpa dukungan
persahabatan, perhatian, dan doa yang dapat diberikan oleh persekutuan
Kristen.
"Diutus" ke ladang misi oleh gereja di mana Anda bersekutu memiliki
banyak keuntungan, meskipun demikian pengutusan itu mungkin sekali
melibatkan dukungan finansial maupun administratif.
Pertama, Anda mendapatkan kepercayaan diri dan kekuatan dalam
panggilan Anda melalui pengakuan umum atas maksud Anda. Kedua, Anda
menerima suatu komitmen dukungan doa dari mereka yang akan
menyaksikan penugasan Anda. Ini juga akan menjadi komunitas yang
dapat Anda "lapori" dari waktu ke waktu selama pelatihan pelayanan
Anda. Akhirnya, dengan berdiri di depan jemaat Kristen dan
memproklamirkan keinginan Anda untuk melayani sebagai seorang
utusan, Anda akan bersaksi tentang suatu komitmen yang dapat
memberikan dukungan semangat kepada orang lain.
PENEMPATAN DI LADANG MISI
Satu cara untuk menjadi seorang utusan tentu saja adalah dengan
sudah memiliki tempat kerja di suatu negara atau suatu kelompok
masyarakat yang terpencil. Keadaan dan situasi lain yang lebih umum adalah
mengenali suatu kelompok atau negara di mana kemampuan Anda akan digunakan.
Ingatlah bahwa utusan Tuhan dapat membiayai kehidupan mereka dengan
berbagai cara. Rasul Paulus adalah seorang pembuat tenda. William
Carey adalah pembuat sepatu. Pilihan-pilihan lain sebenarnya dapat
berupa profesi lain dan layak secara moral yang berguna di kelompok
orang-orang yang sudah Anda pilih dan yang cukup berguna untuk
pemerintahan sehingga Anda dapat berhasil di negara itu.
Satu alasan mengapa Anda perlu mengemukakan keinginan Anda untuk
menjadi utusan di depan umum, khususnya jemaat gereja Anda, adalah
agar keinginan ini mendorong anggota-anggota gereja yang lain yang
mungkin mempunyai saran atau informasi alamat kontak yang dapat menolong
Anda.
Jika Anda tidak pernah mempunyai pengalaman membawa seseorang kepada
Kristus, Anda pasti akan membutuhkan pelatihan untuk usaha keras
ini. Ada berbagai bidang pengetahuan yang tersedia untuk tujuan ini
guna meningkatkan kemampuan Anda dengan baik.
Beberapa orang akan mendapatkan banyak prestasi untuk Kristus
sebagai pengabdian mereka. Namun, ada juga yang tidak mendapatkan
apa-apa dan harapan saya mereka akan tergerak untuk pertama kalinya
dan mulai merasakan pengalaman paling indah yang dirasakan oleh
manusia. Jika Anda adalah penginjil yang pertama, tidak diragukan lagi Anda
akan merasakan beberapa ketidaknyamanan dan mungkin juga perasaan was-was.
Memiliki guru yang baik dalam penginjilan juga penting supaya
berhasil dalam penginjilan. Guru yang baik ini mungkin bisa Anda
temui di gereja Anda sendiri.
Namun di beberapa denominasi, kemampuan untuk menginjili tidak
begitu diutamakan. Jika Anda termasuk dalam salah satu denominasi
ini, jangan putus asa. Anda berada di posisi yang bagus untuk
menjembatani denominasi Anda dan beberapa gereja injili lainnya.
Saya sarankan supaya Anda menghubungi pendeta salah satu gereja
tersebut dan meminta pelatihan yang Anda butuhkan. Pendeta tersebut
akan membantu Anda dengan senang hati dan Anda akan membantu membawa
banyak jiwa menjadi satu dalam tubuh Kristus.
Langkah terpenting yang sederhana untuk memulainya adalah dengan
bersaksi tentang Kristus kepada orang lain. Ini akan menjadi bagian
yang sangat mengejutkan karena Anda akan menjadi bagian dari
orang-orang yang dipenuhi dengan sukacita pada apa yang
dipersembahkan kepada mereka.
Namun, ingatlah fakta yang menyedihkan, tapi nyata, yang dijelaskan
Tuhan kita dalam perumpamaan tentang perjamuan kawin; meskipun
"banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih" (Mat. 22:14).
Pesan yang sama terdapat dalam perumpamaan tentang penabur di Matius 13:3-9.
Anda hanya akan berhasil di bagian usaha penginjilan Anda -- mungkin
hanya di satu pertemuan dari pertemuan yang berulang-ulang.
PENGINJILAN LINTAS BUDAYA DI RUMAH
Sebagai langkah berikutnya, ketika Anda sudah bertumbuh lebih
efektif lagi dalam penginjilan kepada para pendengar yang sudah
akrab dengan Anda, maka Anda akan ingin membangun kemampuan dalam
bekerja sama dengan orang-orang yang berkebudayaan lain. Ternyata,
dengan meningkatnya mobilitas populasi murid internasional,
keinginan Anda ini akan lebih mudah dicapai.
Melalui kontak dengan mahasiswa asing ini, Anda juga dapat menuntun
diri Anda sendiri untuk masuk ke populasi di mana Anda dapat
melakukan yang terbaik untuk pelayanan Anda.
Keberagaman komunitas etnik (yang ada di tempat Anda -- red) dapat
menjadi kelompok target yang ideal untuk pelatihan pelayanan lintas budaya
Anda.
Satu keuntungan istimewa yang dapat diperoleh dari bekerja sama
dengan mahasiswa asing untuk mengasah kemampuan penginjilan Anda
adalah agar Anda dapat mempelajari cara-cara baru menjangkau
jiwa-jiwa baru. Berikut beberapa teknik yang sudah dimodifikasi,
yang mungkin dapat digunakan oleh seorang utusan dalam menginjili
mahasiswa asing di negara mereka sendiri.
1. Pendekatan asimilasi (pembauran -- red) merupakan cara yang tepat.
2. Fokuslah pada tujuan penginjilan, bukannya menjadikan mereka
menjadi sama dengan Anda.
3. Terimalah sifat-sifat manusia yang beraneka ragam, bahkan dalam
setiap kelompok etnik sekalipun. Kelompok-kelompok etnis ini dibedakan
oleh
sosial ekonomi, dan sering kali secara linguistik, keturunan, dan
geografis.
4. Gunakan ikatan komunal etnik yang kuat (persahabatan dan
keturunan) sebagai kesempatan untuk menyebarkan Injil.
5. Manfaatkan organisasi-organisasi "parachurch" untuk penjangkauan
(outreach) Anda (misalnya, PA di rumah, dan bentuk-bentuk persekutuan
lainnya).
6. Berusahalah untuk belajar dan gunakanlah bahasa asli dari
kelompok yang menjadi target Anda.
7. Jika mungkin, bekerjasamalah dengan anggota kelompok yang sedang
Anda jangkau yang sudah menjadi Kristen.
8. Doronglah gereja Anda untuk memerhatikan pelayanan-pelayanan
khusus atau misi-misi khusus untuk mendukung penjangkauan Anda
kepada kelompok yang menjadi target penginjilan Anda.
9. Lakukan sesuatu -- mungkin bersama-sama dengan gereja Anda --
untuk menunjukkan dukungan Anda kepada kelompok yang menjadi
target Anda. Contohnya, Anda bisa menggunakan salah satu hari
libur nasional kelompok itu untuk berkumpul bersama beberapa orang dari
mereka.
10. Berdoalah agar Roh Kudus menguatkan Anda untuk membawa setiap
orang yang belum mengenal Kristus dan dengan yakin di dalam nama-Nya,
Anda
bisa menjangkau beberapa orang dalam kelompok pelayanan Anda. (t/Ratri)
Bahan diterjemahkan dari:
Judul buku : God's New Envoys
Judul asli artikel: How to Get Started
Penulis : Tetsunao Yamamori
Penerbit : Multnoman Press, Oregon 1987
Halaman : 147 -- 152
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
Every Child Ministries ==> http://www.ecmafrica.org
Dalam pelayanannya, Every Child Ministries (ECM) lebih menekankan
pelayanan kasih dengan menunjukkan kasih Yesus kepada anak-anak
Afrika yang paling membutuhkan bantuan. Dalam pelaksanaannya, ECM
melatih penduduk Afrika untuk melatih orang-orang dari negara itu
sendiri. ECM juga melakukan pelayanan kepada anak-anak jalanan yang
tidak memiliki tempat tinggal dengan cara membebaskan dan melatih
anak-anak yang diperbudak. Selain itu, ECM juga terlibat dalam
pelayanan kesehatan dan rehabilitasi kepada orang-orang sakit dan cacat.
Slavic Gospel Association ==> http://www.sga.org
Slavic Gospel Association (SGA) menjangkau Rusia sejak tahun 1934.
Mereka memberitakan Injil di gereja-gereja yang ada di Rusia dan
negara-negara persemakmuran yang tergabung dalam negara ini. Dalam
pelayanannya, SGA membantu para hamba Tuhan dari gereja lokal dan
menolong gereja-gereja dalam menjangkau orang-orang yang belum
mengenal kebenaran Injil dan belum menaruh Yesus Kristus sebagai
Juru Selamat melalui pelayanan pemuridan. Pelayanan SGA dilakukan
melalui doa, pelayanan dengan strategi tertentu, dan melalui bantuan
keuangan.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
K O N G O
Di Kongo, para pendeta saling mengajar satu sama lain. Para anggota
Free Church of Congo menawarkan sesi pelatihan Alkitab kepada lebih
dari lima ratus pengkhotbah yang memiliki sedikit pendidikan formal
Alkitab. Setiap sesi terdiri dari empat mata pelajaran yang sudah
disiapkan oleh para pendeta itu. Tom dari Evangelical Free Church
Mission mengatakan, baru-baru ini mereka menghabiskan waktu selama
dua minggu untuk menambah kosakata dan mengembangkan keterampilan
pastoral mereka dan semuanya itu berjalan dengan sangat sukses.
Tujuan mereka ialah dalam tiga tahun ke depan, kemampuan para
pengkhotbah itu akan setingkat dengan para pengkhotbah terlatih di
sekolah Alkitab. Tom berkata bahwa mereka sudah menerima laporan
kemajuan yang positif. "Berdasarkan apa yang kami lihat sejauh ini,
di tahap awal ini, mereka sudah kembali dan menggunakan bahan-bahan
yang kami berikan ini secara langsung dalam khotbah-khotbah mereka,
dalam pelajaran, dan dalam apa yang mereka bagikan kepada masyarakat
mereka. ECFM sudah menciptakan program sponsor yang disebut CEFOC
bagi siapa pun yang ingin membantu pelayanan ini.
[Sumber: Mission Network News, Februari 2007]
Pokok Doa:
----------
* Naikkan syukur atas kesempatan yang diperoleh para hamba Tuhan di
Kongo untuk terus memperlengkapi diri mereka dalam pelayanannya.
* Dukung dalam doa para pengkhotbah yang sedang belajar agar
diberikan kemampuan untuk dapat mengikuti setiap tahap dalam
pelatihan yang diadakan. Berdoalah juga untuk para pendeta yang
sedang menyiapkan pelatihan agar diberikan hikmat dalam mengajar.
A M E R I K A
Mahasiswa sekarang ini menghadapi risiko kecanduan seks dua kali
lebih besar dibanding rata-rata orang Amerika lainnya. Kondisi ini
disebabkan oleh tersedianya pornografi di internet. Celakanya,
kondisi tersebut juga dikarenakan pornografi merupakan bagian dari
kehidupan banyak mahasiswa, ujar Tony dari Campus Crusade for
Christ. "Hal tersebut merupakan salah satu faktor yang memengaruhi
perekrutan staf baru dan para misionaris yang pergi ke negara-negara
lain. Bagaimana kita bisa membantu mereka menghadapi unsur
pornografi dan seks dalam kehidupan mereka?" Campus Crusade
menawarkan seminar tentang bahaya pornografi. Tony mengatakan bahwa
tantangan pelayanan mereka adalah membantu para pelajar menemukan
hubungan yang berarti, bukan hubungan yang hampa. Tidak hanya itu,
"Seksualitas dan kerohanian merupakan dua hal yang berhubungan erat.
Kami harus memulihkan kedua hal tersebut dalam kehidupan mereka.
Kami ingin semua orang memiliki hubungan pribadi dengan Allah
melalui Yesus, tapi semuanya itu akan terjadi saat Tuhan menyucikan
dan mengampuni mereka."
[Sumber: Mission Network News, Februari 2007]
Pokok Doa:
----------
* Pornografi seakan sudah menjadi bagian dari kehidupan anak muda.
Untuk sebagian besar orang mungkin pornografi merupakan sesuatu
yang sulit untuk dilepaskan. Mari doakan para anak muda di Amerika
dan di seluruh dunia agar berani mengambil keputusan untuk hidup
suci dan kudus di hadapan Allah serta berani datang kepada Allah
untuk memohon pengampunan.
* Doakan tim Campus Crusade yang melayani orang-orang muda.
Berdoalah agar mereka diberikan hikmat dalam merekrut staf dan misionaris
baru.
I N T E R N A S I O N A L
Bob dari Wycliffe Bible Translators memberi kita kabar terbaru
tentang perkembangan Visi 2025. "Visi 2025 adalah suatu rencana
untuk melihat suatu kemajuan penerjemahan Alkitab dalam setiap
bahasa komunitas yang akan diperlukan sampai tahun 2025 nanti,"
jelas Bob. Sejarah berharga selama 75 tahun telah menciptakan
kemampuan untuk mendiskusikan bagaimana mereka bisa bekerja dalam
beberapa proyek kelompok bahasa, dan bagaimana mereka bisa meraih
tujuan mereka dengan berpikir di luar penerjemahan Alkitab
tradisional. "Sudah ada 539 bahasa komunitas yang sudah mulai
diterjemahkan sejak kami berkomitmen pada Visi 2025, yang mewakili
sekitar 160 juta orang yang setidaknya sekarang memiliki akses untuk
menerima firman Tuhan." Semua itu hanya masalah membangun kerja
sama. Semakin luas dasarnya, semakin cepat kerjanya. Bob
menambahkan, "Kami butuh sebanyak mungkin orang Amerika Utara untuk
terlibat dalam penerjemahan Alkitab. Tuhan memang belum memanggil
orang-orang Amerika Utara. Tapi fakta di lapangan menunjukkan bahwa
semakin banyak orang di luar Amerika Utara dan di luar Eropa yang
terlibat dalam penerjemahan Alkitab, yang menciptakan kapasitas yang
benar-benar kami perlukan untuk meneruskan langkah yang sudah kami
tempuh sekarang ini."
[Sumber: Mission Network News, Februari 2007]
Pokok Doa:
----------
* Bapa yang telah memberikan pelayanan dan Ia juga yang akan
menyediakan para penggarap untuk mengerjakan pekerjaan di ladang
dan menuai hasil tuaian. Marilah memohon kepada-Nya agar mengirim
orang-orang Amerika Utara untuk turut berbagian dalam penerjemahan Alkitab.
* Dukung dalam doa agar visi 2025 dapat tercapai dan Injil dalam
berbagai bahasa memenuhi dunia sehingga semua suku bangsa memuji
dan mengagungkan namanya.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
PARA UTUSAN
===========
Pokok Doa:
----------
* Mari mengucap syukur untuk anak-anak Tuhan yang terpanggil untuk
melayani di ladang misi sebagai utusan. Berdoalah agar Bapa yang
mempunyai tuaian mengirimkan lebih banyak lagi pekerja.
* Ketakutan akan tempat baru, suasana baru, lingkungan baru, dan
segala sesuatu yang baru mungkin dirasakan oleh saudara-saudara
kita yang hendak terjun ke ladang misi. Dukunglah mereka dalam doa
agar dikuatkan dan diteguhkan selalu.
* Doakan agar mereka (yang akan menjadi utusan) tidak gentar dan
merasa kecut karena Tuhanlah yang akan berjalan di depan mereka.
* Berdoalah agar janji-janji Tuhan yang tersemat di dalam hati
mereka bisa menjadi semangat bagi mereka untuk melangkah.
* Doakan agar Roh Kudus senantiasa menolong mereka dalam bekerja
sama dengan orang-orang yang akan terlibat dengan mereka.
* Umumnya para utusan ini akan mengikuti sejumlah pelatihan guna
memperlengkapi pelayanan mereka di ladang misi. Doakan agar Tuhan
memberikan kemampuan, kesehatan, dan kekuatan untuk setiap
pelatihan yang mereka ikuti.
______________________________________________________________________
URLS Edisi Ini
Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi: Lisbet
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2007 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi: < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/
_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?"
Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"' (Yesaya 6:8)