From: Dewi Kriswanti KASIH AGAPE Bacaan: 1Korintus 13:3-13
"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong." (1Kor. 13:4) Kasih Tuhan ialah kasih "Agape," yakni kasih yang tidak menuntut, dan tidak mementingkan diri sendiri. Itulah kasih yang sejati dan murni, dan yang merupakan kasih yang sesungguhnya. Sayang banyak orang Kristen yang enggan hidup dalam suasana yang dilingkupi dengan kasih Tuhan tersebut. kebanyakan orang lebih mengumbar kasih eros. Kasih eros ini dangkal tingkatannya dan sifatnya egoistis, ia selalu menuntut kepuasan diri. Kehidupan keluarga yang hanya dilandasi oleh kasih eros saja akan sangat rapuh landasannya. Ia akan gampang goyah ketika "badai" melanda. Kehidupan keluarga tanpa kasih Kristus (agape) pasti akan mengalami banyak persoalan. Oleh sebab itu firman Tuhan mengingatkan bahwa yang terpenting dari semua hal yang kita lakukan adalah kasih kita. Jika kita memiliki kasih yang sejati, hidup kita tentu akan membawa yang positif. Banyak pertikaian, pertengkaran, perselisihan dan berbagai hal negatif dapat dicegah kalau dalam diri kita tersimpan kasih yang sejati itu. Kasih agape selalu memberi tempat bagi kata maaf dan ampun, ia cenderung untuk menguntungkan orang lain. Kalau setiap kita memiliki kasih yang demikian, maka akan banyak hal positif yang dapat kita lakukan. Nah, sekarang tinggal berpulang kepada kita masing-masing, sudahkah kita memiliki semua itu? kalau belum tentu saat ini adalah hari yang terbaik di mana kita membuka hati kita agar Tuhan berkenan mencurahkan rahmatNya sehingga kita dipenuhi dengan nuansa kasih surgawi itu! Sehingga di manapun kita berada orang kan dapat melihat terang Illahi, orang akan merasakan damai sorgawi, sukacita, ketentraman, dan persahabatan, karena jauh di lubuk hati kita kasih Tuhan bermukim di sana. Dengan demikian kita dapat meneruskan pancaran kasih Illahi itu kapanpun dan di manapun kita berada. Semoga Tuhan selalu menyertai hidup dan perjuangan kita. (hz/l) Doa: Tuhan Yesus berilah kami hati yang lembut, sehingga hati kami turut merasakan penderitaan dan kesusahan sesama kami. Amin! TANPA KASIH YANG TULUS DAN MURNI HIDUP INI AKAN KEHILANGAN MAKNANYA YANG SEJATI ============================================= From: Dewi Kriswanti MINTALAH, MAKA KAMU AKAN DIBERI Bacaan : Yohanes 16:24 "Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam namaKu. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu." (Yohanes 16:24) Sebagai anak Tuhan, ada banyak hal yang harus kita kerjakan, yang merupakan bagian kita sebagai rasa tanggung jawab kepada Tuhan, sesuai panggilanNya. Akan tetapi kalau kita berdoa dan meminta sesuatu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bukan karena kita meminta-minta, karena meminta merupakan bagian dari Firman Tuhan. Semuanya itu merupakan janji Tuhan untuk melakukan yang terbaik bagi anak-anakNya. Pertanyaan saya, sudahkah kita meminta sesuatu kepada Tuhan? Mungkin saudara menjawab sudah berkali-kali berdoa, tetapi belum ada jawaban. Perhatikan hal meminta kepada Tuhan di bawah ini: 1. Tuhan yang menyuruh anak-anakNya meminta. Jangan berhenti kalau permintaan doa belum dijawab, karena Tuhan berjanji akan memberikan apa yang kita minta, sesuai kebutuhan kita, hal ini berarti kita harus tetap tekun dalam doa. 2. Mungkin kita salah meminta. Seringkali ada orang yang selalu meminta, tetapi tidak menerima, mengapa? Karena salah meminta (Yak. 4:2,3). Alkitab menyatakan, "Sebab yang diminta hendak dihabiskan untuk memuaskan hawa nafsu." Contoh: Tuhan berkata, "Jangan!" Karena, mungkin permintaan kita mencelakakan imanmu, tetapi kita tetap ngotot karena untuk kepuasan daging. Kalau ada doa yang belum dijawab, maka lakukanlah koreksi diri sehingga permintaan kepada Tuhan benar-benar untuk kepentingan kita yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Tuhan selalu memberi kepada anak-anakNya yang terbaik, bahkan rancanganNyapun bagi orang percaya merupakan rancangan masa depan yang penuh harapan. Dia menjadi Tuhan yang menyelamatkan dan memelihara serta membawa kita masuk ke Sorga. Alkitab berkata, "Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan?" (Mat. 7:8-10). Jika diantara kamu yang jahat tahu memberi yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di Sorga. Berarti Tuhan selalu menjawab doa untuk memberi pemberian yang baik kepada setiap orang percaya yang sungguh-sungguh setia kepadaNya. (Rich) Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami mengerti dan memahami kehendakMu. Amin PERMINTAAN DOA YANG TULUS, JUJUR DAN SESUAI FIRMANNYA, PASTILAH AKAN DIJAWAB TUHAN ================================================== From: Dewi Kriswanti LAKUKANLAH SEGALANYA UNTUK TUHAN Bacaan: Zakharia: 7: 1-7 "Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku?" (Zakharia 7:5-6) Adalah hal yang biasa jika seorang bawahan mengerjakan sesuatu dengan baik agar dipuji oleh bosnya, sehingga ada credit point untuk kariernya. Namun, yang Alkitab ajarkan adalah, "Lakukanlah segala sesuatu baik itu perkataan atau perbuatan kita semuanya itu untuk Tuhan" (Kol 3:17). Mengapa? Karena kalau kita lakukan untuk manusia, biasanya didorong oleh motivasi tertentu. Kalau kita lakukan untuk Tuhan berarti selalu yang terbaik yang harus dilakukan. Dalam pembacaan kita hari ini, Tuhan berfirman kepada bangsa Israel, "Ketika kamu berpuasa dan meratap pada bulan kelima dan ketujuh adakah, engkau sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku?" Ini menyatakan bahwa Tuhan tidak senang dengan ibadah puasa yang dilakukan oleh orang Israel saat itu. Memang benar mereka berpuasa, tetapi apakah itu mereka lakukan untuk Tuhan atau hanya untuk memenuhi tuntutan hukum saat itu? Dalam arti bahwa ibadah mereka hanya secara lahiriah saja. Tanpa disadari seringkali kitapun melakukan hal yang sama. Mungkin setiap hari kita beribadah bahkan setiap hari Minggu bisa enam kali beribadah, tetapi apakah kita beribadah, untuk Tuhan atau karena kebetulan ada ibadah dan kita tidak sibuk? Atau kita lakukan karena malu ada saudara kita yang lain ibadah dan kita tidak? Ada banyak alasan yang mungkin bisa dikemukakan. Tetapi kita harus jujur pada Tuhan dan diri kita sendiri. Tuhan ingin agar kita melakukan ibadah yang benar. Alkitab berkata dalam Roma 12:1-2, "Karena itu persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Tuhan." Dan ayat kedua berkata, ...tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Tuhan..." Berarti yang dimaksudkan Tuhan dengan ibadah yang benar adalah adanya pembaharuan budi atau karakter, sehingga kita akan menjadi sempurna seperti Tuhan. Saya percaya jika ibadah yang kita lakukan kepada Tuhan adalah ibadah yang benar, maka apapun yang kita lakukan pasti akan dilakukan sebaik mungkin, karena kita tahu bahwa apa yang kita kerjakan adalah untuk Tuhan. Dan jika setiap orang menyadari hal ini, maka dunia ini akan damai. (MS) Doa: Ya Tuhan, ajar kami untuk bisa selalu melakukan yang terbaik bagiMu. Amin! LAKUKANLAH SEGALA SESUATU HANYA UNTUK MEMULIAKAN YAHWEH ========================================= From: Dewi Kriswanti SAUDARALAH BUKTINYA Bacaan : Titus 2: 11 " Karena kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata (Titus 2 : 11 )" Yesus menderita dan mati di atas kayu salib dan bangkit pada hari ketiga bukan untuk sesuatu yang sia-sia. HidupNya dipertaruhkan untuk keselamatan manusia di atas muka bumi ini. Pada kenyataannya Yesus telah sukses menyelesaikan panggilanNya sebagai satu-satunya Juru Selamat umat manusia. Bebasnya kita dari dosa, kutuk dan maut serta neraka bukanlah hasil pekerjaan kita tetapi pekerjaan Tuhan di dalam Kristus. Dia melakukan semua itu bukan karena usulan si A atau si B tetapi karena inisiatifNya sendiri yang didasari oleh sifatNya yang adalah kasih. Sehingga tidak seorangpun manusia berkata "Aku masuk surga atau selamat karena jasa-jasaku". Sekali-kali tidak ! Kita menerima keselamatan karena Tuhan sendiri yang memberikannya kepada kita melalui iman di dalam Yesus Kristus. Keselamatan dari Yesus Kristus ini telah mengubah kehidupan jutaan umat manusia di permukaan bumi ini. Dari seorang perampok berubah menjadi seorang yang penuh dengan belas kasihan pada jiwa-jiwa yang terhilang. Kehidupan para peminum, pemabuk, pembunuh, penipu, pendosa juga telah diubahkan, mereka menjadi muak dengan semua kelakuannya masa lalu itu dan sebagai gantinya mereka hidup dalam kasih, damai sejahtera dan kekudusan. Tidak jarang dari mereka telah menjadi pemberita-pemberita firman Tuhan yang diurapi dengan dashyat. Keselamatan dari Tuhan ini sangat nyata dan tidak bisa dipungkiri oleh siapapun juga. Contoh di atas adalah saksi hidup dari karya Tuhan dalam kehidupan manusia. Jadi keselamatan yang telah kita terima sekarang ini bukan hanya menyangkut neraka atau surga saja tetapi menyangkut hidup kita sehari-hari yang harus "meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan pernyataan kemuliaan Tuhan yang Maha Besar dan Juru Slamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diriNya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diriNya suatu umat, kepunyaanNya sendiri, yang rajin berbuat baik". (RB-e) Doa: Terima kasih Bapa atas karya keselamatan yang telah Kau lakukan. Amin! KESELAMATAN ADALAH ANUGERAH DARI YAHWEH PENGHAKIMAN KARENA PERBUATAN MANUSIA

